15 Kiat Jelajah Masjid saat Ramadan
Banyak cara mendulang pahala berlipat ganda saat Ramadan, salah satunya dengan melakukan kegiatan jelajah masjid. Bagaimana kiatnya?
Dalam KBBI (Kamis Besar Bahasa Indonesia) kata 'jelajah' berarti ke mana-mana untuk menyelidiki dan sebagainya. Adapun 'masjid' bermakna rumah atau bangunan tempat bersembahyang orang Islam.
Bila dua kata itu digabungkan, TravelPlus Indonesia memaknai jelajah masjid adalah kegiatan mengunjungi bangunan tempat bersembahyang orang Islam yang ada dimana-mana (utamakan yang ada di negeri sendiri) dengan tujuan bukan semata untuk salat berjemaah dan ibadah mulia lainnya pun menyelidiki lebih jauh keistimewaannya lalu menyebarluaskannya.
Sesuai dengan judul, jelajah masjid dilakukan saat menunaikan puasa Ramadan seperti sekarang ini (saat saya membuat tulisan ini di TravelPlus Indonesia)
Mengingat jelajah masjid itu lebih dari sekadar menunaikan salat berjemaah di masjid dan atau mengikuti kegiatan mulia lainnya, maka perlu kiat tersendiri agar berjalan lancar dan ujungnya punya manfaat lebih.
Berdasarkan pengalaman TravelPlus Indonesia, sekurangnya ada 15 kiat atau tips jelajah masjid saat Ramadan.
Pertama, niat jelajah masjid, Bismillahirrahmanirrahim Lillahi Ta'ala untuk turut memakmurkan masjid dan menyiarkan keistimewaannya. Dilanjutkan dengan berdoa semoga dimudahkan/dilancarkan Allah SWT serta menjadi ladang pahala.
Keistimewaan Masjid
Kedua, mencari tahu profil masjid yang akan dikunjungi berikut keistimewaannya sebagaimana tersebut di atas.
Keistimewaan masjid artinya kelebihan/keunikan yang dimiliki masjid entah itu dari sisi arsitektur, sejarah, lokasi, peristiwa yang dialami, konsep yang diusung, fasilitas pendukung, atmosfer spiritualnya, statusnya (apakah cagar budaya), dan atau bermacam kegiatan mulia yang dilakukan pengelolanya sehingga masjidnya makmur.
Berikutnya atau kiat yang ketiga, cari info moda transportasi umum ke masjid tersebut (bila tidak/malas membawa kendaraan pribadi), termasuk mencatat durasi perjalanan dan biayanya. Cari pula info daya tarik lain di dekat masjid itu (kuliner, akomodasi, dll).
Keempat, waktu jelajah masjid sesuai judul tulisan ini tentu saja saat di bulan suci Ramadan. Kalau ingin mendapatkan atmosfer yang berbeda (pagi, siang, sore, dan malam), bisa berkunjung saat jelang Subuh sesudah sahur sampai salat sunah Duha.
Pilihan waktu lainnya, jelang Zuhur hingga Asar atau bisa juga jelang Magrib - berbuka puasa - salat Magrib - salat Isya sampai salat Tarawih.
Kelima, jelajah masjid dapat dilakukan sendirian atau dalam kelompok kecil (small group), maksimal 2-5 orang agar lebih nyaman. Kecuali kalau hanya kunjungan biasa, itu bisa saja rombongan atau dalam kelompok besar, diatas 10 orang.
Keenam, datanglah dengan mengenakan pakaian terbaik, rapih, dan sopan. Kalau pria kenakan baju muslim minimal baju atau kaos lengan panjang polos (tidak bergambar/bertulisan atau bermotif yang mencolok), kenakan pula peci/kopiah, sarung ataupun dengan bercelana panjang.
Selanjutnya atau kiat ketujuh, bila tiba di masjid tersebut, ucapkan 'alhamdulillah', wudhu, dan berdoa masuk masjid serta salat sunah tahiyatul masjid yang dilakukan sebelum duduk, sesaat setelah memasuki masjid.
Kiat kedelapan, kalau waktu azan masih lama, pergunakan untuk mengabadikan arsitektur masjid baik eksterior maupun interiornya.
Kesembilan, kalau sudah mendekati azan, sebaiknya bersiap untuk salat wajib berjemaah. Selepas berzikir, bersalawat, bertasbih, berdoa, dan tadarusan, baru mengabadikan arsitekturnya.
Berikutnya atau kiat kesepuluh, menemui pengurus masjid untuk tanya-tanya tentang sejarah, konsep yang diusung ataupun kegiatan masjidnya.
Ke-11, jangan lupa bersedekah di kotak amal yang ada di masjid tersebut. Ke-12, setelah selesai mengabadikannya, tak lupa berdoa keluar masjid.
Kiat Ke-13, lanjut kulineran di area masjid untuk berbuka puasa. Kalau ada yang menjual kuliner khas setempat yang halalan thayyiban (makanan atau minuman yang halal dan baik), itu bisa jadi pilihan utama. Bila punya dana lebih, sebaiknya beli takjil ataupun menu buka puasa yang banyak (agak dilebihkan) supaya bisa berbagi dengan jemaah masjid lainnya.
Ragam Konten Digital
Ke-14, meracik data, foto, dan video hasil jelajah masjid menjadi ragam konten digital menarik.
Ragam konten digital bisa berupa teks ( artikel/tulisan di blog, caption di media sosial); visual/gambar (foto, slideshow, infografis); serta video (short video utk reels/TikTok) dan atau video panjang untuk YouTube, vlog, dan lainnya).
Konten yang dibuat bisa berupa panduan moda transportasi umum ke masjid, keistimewaan masjid dari segi arsitektur dan lainnya. Bisa juga karena masjid tersebut sedang trending/aktual atau hangat dibicarakan.
Terakhir atau kiat yang ke-15, menyebarluaskan ragam konten tersebut lewat aneka akun medsos yang dimiliki agar publik atau warganet tahu lalu tertarik mengunjungi masjid tersebut untuk memakmurkannya dan mengabadikan keistimewaannya.
Selamat jelajah masjid saat Ramadan, semoga bermanfaat, berkah, dan berbuah pahala berlipat ganda, Aamiiin YRA 🤲.
Naska, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id
Captions:.
1. Pesona Masjid Istiqlal Jakarta jelang Magrib
2. Masjid Baitut Taqwa atau dikenal sebagai Masjid Nepal van Java di lereng Gunung Sumbing via Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.
3. Video Masjid Raya Sheikh Zayed di Kota Solo/Surakarta.



0 komentar:
Posting Komentar