. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Senin, 24 Maret 2025

Syahdunya Bukber di Kebun Raya Bogor, Bareng Penggemar Opick


Usai mendengarkan kultum dan azan magrib, kami langsung menikmati aneka takjil sambil duduk beralas tikar di lapangan rumput di salah satu taman dalam Kebun Raya Bogor. Bukber di sana, kami berlima sepakati vibes-nya bukan cuma spesial pun bikin syahdu.  

Begini awal cerita kami bisa buka bersama (bukber) di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/3/25) lalu. 

Pada pekan kedua puasa Ramadan, Faqih memberi kabar saya. "Bang Adji, tanggal 21 Maret kalau nggak ada acara, kita bukber di Bogor. Nanti ketemu pas Asar di Masjid Agung Kota Bogor". Begitu isi pesan dari Faqih.

"Ok, nanti gue kabarin ya. Insyaallah gue hadir. Ini bukber sama siapa aja Qih?" Balas saya.  

"Sama beberapa orang aja yang se-peminat, usahain ikut ya bang," balas Faqih. 

Melihat isi balasannya, saya mengira pasti dengan teman-teman pendaki gunung. Maklum Faqih yang berusia jauh lebih muda dari saya memang pendaki gunung dan pernah beberapa kali mendaki gunung bareng saya. Namun setelah Covid-19, dia tak bisa lagi mendaki gunung karena ada sesuatu hal dengan rumah tangganya yang baru.


Singkat cerita. Jumat sore saya tiba di Bogor lalu bertemu dengan Faqih di Masjid Agung Kota Bogor yang berada di Alun-alun, samping Stasiun Bogor.

Faqih tidak sendiri, ada tiga orang lagi yang tidak saya kenal. "Bang Adji ini Reni teman kuliah, Fatir teman SMA, dan Arman temen SMP gue," terang Faqih memperkenalkan tiga temannya yang usianya sebaya dengan Faqih sekitar 40 tahun.

"Oiya, bang Adji ini temen gue nanjak gunung. Dulu waktu ketemu pertama kali di Gunung Salak. Abis gitu kita sering nanjak bareng ke Slamet, Ciremai, dan Rinjani. Sampe sekarang bang Adji masih mendaki gunung kalo gue dah gantung ransel, susah dapet izin dari permaisuri yang baru hehehe, " terang Faqih.

Selepas salat asar berjemaah di masjid tersebut, kami langsung menuju lokasi bukber dengan mobilnya Faqih. "Kita bukber dimana sih, gue taunya di Bogor tapi Faqih nggak ngasih tau tempatnya," tanya Reni yang berhijab.

"Eh, ternyata sama, gue juga nggak tau kita bukber dimana," jawab Fatir dan Arman serentak.

"Sengaja gue nggak kasih tau kalian. biar suprise," jawab Faqih sambil nyetir.


Tak lama berselang, Faqih masuk ke parkiran sebuah mall yang berada di tepi Jalan Malabar, Bogor Tengah.

"Oh kita bukber di Lippo Plaza Kebun Raya," ujar Reni. "Bukan, gue cuma numpang parkir di sini, biar nanti pas pulang gampang ngambilnya," balas Faqih.

"Nggak ada yang bawa minuman, makanan, rokok, dan korek kan? Klo ada yang bawa, simpan di mobil aja," pesan Faqih.

Selanjutnya kami jalan kaki keluar mall itu lalu menyebrang ke arah Pintu 3 Kebun Raya Bogor. "Wah, Kita bukber di Kebun Raya. Emang ada rumah makan atau kantin ya?" tanya Arman.

Ditanya begitu, Faqih cuma senyum-senyum. "Bentar lagi kalian juga bakal tau, kenapa gue ajak bukber di sini," jawab Faqih.

Di pintu masuk, beberapa petugas mengarahkan kami ke salah satu taman. Sebelum masuk taman itu, Faqih mengeluarkan HP-nya lalu menunjukkan ke petugas yang terlihat masih muda-muda. "Berlima ya pak, silakan menuju penukaran tiket di sana, ikuti jalur ini ya," jelas petugasnya ramah.

Saya, Reni, Fatir, dan Arman mengikuti Faqih menuju ke lokasi penukaran tiket. Setelah itu kami dapat gelang satu-persatu . Tertulis di gelang berbahan kertas itu "Ramadan di Kebun".


Kami diarahkan petugas menuju lokasi acara. Namun sebelum sampai ke lokasi, tas kami diperiksa satu-persatu oleh petugas dan semua lolos karena tidak ada yang membawa barang-barang yang dilarang.

Tak jauh dari pintu pemeriksaan tas, berdiri gapura bertuliskan "Ramadan di Kebun". Di belakangnya ada beberapa stand aneka kuliner, merchandise, dan lainnya yang tersebar di beberapa area.

Di ujung sebelah kiri dari gapura itu ada lapangan rumput yang luas dengan satu gapura lagi bertuliskan "stage area". Di lapangan itu sudah banyak orang yang duduk-duduk dengan tikar piknik. Di bagian depannya ada panggung besar berikut dengan lampu-lampu sorot dan peralatan band serta sound system.

"Ini acara konser musik ya Qih," tanya Arman. "100 buat lo bro hehehe," balas Faqih. "Siapa aja yang tampil," tanya Fatir. "Pokoknya salah satunya penyanyi favorit kita," balas Faqih lagi.

"Opick ya, sumpah lo Qih ada Opick?," tanya Reni.  "Hemmm, sabaarrr.., ntar juga kejawab," balas Faqih.

Tak lama kemudian, MC acara menyebutkan kalau penampil berikutnya Tulus tepat pukul  16.30. Selanjutnya kultum alias kuliah tujuh menit tausyiah oleh Habib Ahmad Roqi lalu break azan magrib dan buka puasa. "Setelah salat magrib, akan tampil Opick sebagai penutup," terang MC.

Mendengar itu Reni, Fatir, dan Armin teriak histeris. "Gokiiils.., ada Opick, penyanyi religi idola gue," teriak Arman.  "Gue juga penggemar berat Opick," balas Ratna. Begitupun dengan Fatir.

"Nah, udah kejawab kan kenapa gue ajak kalian bukber di sini. Karena ada Opick. Gue tahu kalian fans abis sama Opick termasuk bang Adji," terang Faqih.


Sukses Bikin Suprise
 
"Lo sukses bikin kita suprise dan happy banget Qih. Tiketnya berapaan, ntar gue ganti pakai gopay," kata Reni.

"Nggak usah. Gue udah senang banget kalian bisa hadir semua. Kita bukber di Kebun Raya lanjut nonton performance Opick bareng-bareng," ungkap Faqih dengan wajah semringah lantaran berhasil bikin teman-temannya bahagia.

"Thanks ya Qih. Moga lo sehat terus dan rezekinya makin bertambah," ucap saya.

"Makasih bang Adji doanya. Sumpah gue senang banget, bang bisa luangkan waktu hadir jauh-jauh dari seberang," balas Faqih.

 "Oiya. bang Adji balik Senin kan. Tanggal 23 kita ketemu lagi di Bogor ya. Bareng Reni, Arman, dan Fatir lagi. Ada suprise yang beda," terang Faqih.
 
"Ok, InsyaAllah gue hadir, thx before ya Qih," balas saya.

Ba'da (selepas) salat magrib berjemaah di Masjid Kifayatul Abidin Kebun Raya, sekitar 20 meter dari venue Ramadan di Kebun, kami lanjut bukber dengan makanan berat. 

Setelah itu kami ke stage area lagi lalu larut dengan lagu-lagu religi yang dibawakan begitu keren oleh Opick. 


Saya sempat kaget juga ternyata Reni, Fatir, dan Arman hafal semua lagu yang dilantunkan Opick. Mereka begitu menikmati penampilan Opick yang sempat tampil turun dari atas panggung ke lapangan rumput menghampiri para peminatnya. 

 "Mereka bertiga emang penggemar Opick juga, sama kayak gue dan bang Adji, makanya gue ajak mereka," jelas Faqih. 

"Gue salut sama lo Qih. Lo berhasil bikin bukber puasa teman-teman lo termasuk gue tahun ini syahdu dan spesial karena acaranya, tempatnya unik, dan yang parah lagi bisa sekaligus nonton Opick, idola kita manggung," balas saya.

"Sama-sama bang. Oiya jangan lupa lusa, hari Minggu tanggal 23 Maret, ikut lagi ya bang. Kita bukber lagi di tempat dan vibes yang spesial dan dijamin bakal syahdu juga," balas Faqih.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:
1. Mendengarkan kultum sebelum azan magrib di Kebun Raya Bogor.
2. Suasana bukber di salah satu lapangan rumput di Kebun Raya Bogor.
3. Sepenggal video saat azan magrib lanjut bukber di lapangan rumput Kebun Raya Bogor.
4. Gapura acara musik "Ramadan di Kebun".
5. Salat magrib dan isya berjemaah di Masjid Kifayatul Abidin Kebun Raya dekat dengan venue acara.
6. Usai bukber dan salat magrib lanjut menikmati penampilan Opick bareng dengan para penggemar beratnya.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP