. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Sabtu, 17 Januari 2026

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya


Penginapan murah seperti hostel, guest house, homestay, hotel budget (bintang 1) dan atau jenis akomodasi berbiaya terjangkau lainnya yang memiliki tipe dormitory room kian banyak ditemukan di sejumlah destinasi wisata utama di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Bali. Apa keuntungan/kelebihan menginap di dormitory room? Siapa peminatnya? Bagaimana cara nyaman menikmatinya?

Dormitory room atau biasa disingkat dorm merupakan kamar asrama atau kamar bersama (shared room), artinya berbagi dengan tamu lain yang biasanya tersedia diberbagai penginapan dengan harga terjangkau.

Sesuai namanya, kamar asrama didesain untuk menampung banyak orang dalam satu ruangan dengan tempat berbentuk ranjang susun (bunk bed) ataupun single bed untuk setiap orang dengan fasilitas di dalamnya antara lain kasur, AC, lampu baca, loker, bantal, selimut, dan handuk.

Dalam satu kamar asmara biasanya terdiri atas 4-18 ranjang kayu ataupun ranjang besi dan jenis tempat tidur lainnya.

Fasilitas lainnya ada beberapa kamar mandi dan WC yang terpisah atau di luar kamar. Biasanya juga tersedia dapur, musala, dan ruang santai untuk digunakan bersama. Ada juga yang menyediakan musala kecil yang menyatu dengan kamar asrama tersebut.

Kamar asrama ini biasanya terdiri atas 5 tipe yakni male dorm (asrama pria), female dorm (asrama wanita), mixed dorm (asrama campur pria dan wanita), pod dorm (asrama bergaya modern dengan privasi lebih dengan tambahan tirai dan soket pribadi- biasanya harganya sedikit lebih mahal), dan family dorm (asrama untuk keluarga).

Selain kamar asrama, biasa jenis akomodasi sebagaimana tersebut di atas juga menyediakan satu jenis kamar lain yakni private room (kamar pribadi) yang lebih privasi dengan kamar mandi dalam dan ada juga yang di luar (kamar mandi bersama).


Kelebihan Kamar Asrama
Kelebihan/keuntungan menginap di akomodasi dengan kamar asrama yang berkonsep komunal ini, harganya relatif lebih murah dibanding private room. Tarifnya ada yang dibawah Rp100 ribu per orang, per ranjang, per malam. Letaknya juga banyak yang strategis, dekat dengan moda transportasi umum dan tempat-tempat wisata.

Kelebihan lain menginap di kamar asrama, bisa berinteraksi (berkenalan, bersosialisasi, dan berbagi pengalaman) dengan tamu lain dari berbagai daerah, berbeda usia, dan bermacam profesi.

Melihat deretan kelebihannya tersebut, tak heran kalau kamar asrama ramai peminatnya, terutama dari kalangan wisatawan yang memiliki anggaran terbatas lantaran bisa lebih hemat.

Pantauan TravelPlus Indonesia, peminat kamar asrama ini antara lain backpacker, solo traveler, wisatawan yang senang berkenalan dengan orang baru dan senang mencoba sesuatu baru untuk mendapatkan/merasakan atmosfer yang lain dibanding menginap di single room hotel berbintang atau tipe kamar hotel lainnya, dan wisatawan atau pun pekerja yang membutuhkan akomodasi sementara.

Amatan TravelPlus Indonesia, ternyata peminat kamar asrama bukan cuma dari kalangan mendang-mending atau dari kalangan menengah ke bawah tapi banyak juga yang dari kalangan menengah ke atas.

Wisatawan dari kelompok berkantong tebal yang sebenarnya mampu memilih hotel bintang 3 ke atas, memilih kamar asrama beralasan karena penasaran ingin merasakan vibes yang berbeda. Ada juga yang beralasan karena letaknya strategis dan juga karena tidak mendapatkan kamar di hotel berbintang yang diincar.


Tips Nyaman
Lantaran banyak peminatnya, bila Anda berminat menginap di kamar asrama sebuah penginapan sebaiknya pesan kamarnya via online lewat aplikasi booking hotel jauh-jauh hari, terlebih bila menginap saat long weekend, high season, dan peak season di destinasi wisata populer.

Sebaiknya pilih dorm sesuai gender. Kalau laki-laki pilihlah male dorm sebaliknya kalau perempuan ambil yang female dorm, jangan yang campur atau mixed dorm untuk mencegah fitnah dan lainnya. Bila menginap dalam kelompok kecil (small group) misalnya keluarga kecil (ayah, ibu, dan 2 anak), sebaiknya pilih family dorm jika memang tersedia. Kalau tidak ada, sebaiknya pilih yang private room.

Patuhi tata tertib atau aturan yang berlaku. Sebab setiap penginapan yang memiliki kamar asrama mungkin punya aturan masing-masing, misalnya tidak makan dan merokok di dalam kamar, tidak membawa senpi, minuman beralkohol, hewan piaraan, dan lainnya.

Bawalah perlengkapan mandi sendiri seperti sabun, shampo, odol, sikat gigi, dan handuk  serta perlengkapan salat seperti sajadah/sarung/mukena traveling yang praktis.

Nikmati apa adanya dan siap menerima kondisi apapun, termasuk bila mendapatkan tamu lain di ranjang terdekat yang tidurnya mendengkur atau mengorok.

Saat mandi dan atau buang air besar sebaiknya jangan berlama-lama mengingat kamar mandi dan WC itu digunakan pula oleh tamu lain.


Tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan.
Tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu kenyamanan tamu lain.

Tips berikutnya, jangan membawa banyak perhiasan ataupun barang berharga. Barang-barang penting seperti ATM, KTP, uang tunai, HP,  dan kamera sebaiknya jangan ditinggal, tetap dibawa dalam tas pinggang saat ke kamar mandi ataupun jalan-jalan ke luar kamar. Baju salinan dan ransel sebaiknya dimasukkan ke loker lali dikunci sebelum pergi jalan-jalan.

Karena ini kamar bersama dengan tamu lain, ada baiknya berkenalan dan berinteraksi minimal dengan tamu di ranjang terdekat sehingga dapat menambah teman baru.

Selamat mencoba menginap di dormitory room di destinasi wisata pilihan, semoga betah dan nyaman.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id & youtube @kelana180

Captions:
1. Inilah salah satu kamar asrama (dormitory room) dengan beberapa ranjang susun.
2. Tata tertib di salah satu penginapan yang memiliki dormitory room.
3. Kota Bandung, termasuk destinasi yang memiliki beberapa penginapan dengan kamar asrama.
4. Yogyakarta sebagai salah salah satu destinasi wisata andalan di Tanah Air juga mempunyai sejumlah penginapan dengan kamar asrama.

Read more...

Jumat, 16 Januari 2026

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata


Ada tiga poin (hal penting) yang tercantum dalam judul tulisan ini yakni 'kiat' 'hijrah', dan 'berwisata'.

Kiat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya akal, seni, atau cara melakukan sesuatu, juga taktik; sering dipakai untuk merujuk pada teknik atau metode khas.

Berwisata kata dasarnya wisata, berdasarkan Undang Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam waktu sementara.

Wisata dalam KBBI bermakna bepergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dan sebagainya); bertamasya; piknik. Sedangkan berwisata berarti melakukan perjalanan wisata.

Adapun hijrah dalam KBBI antara lain berarti berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dan sebagainya).

Dalam konteks agama (khususnya Islam), hijrah bermakna meninggalkan segala yang dilarang Allah SWT (maksiat, keburukan) atau menghindari hal-hal yang melalaikan dari kewajiban sebagai muslim.

Dengan begitu kiat hijrah dalam konteks berwisata versi TravelPlus Indonesia adalah cara wisatawan muslim melakukan perjalanan wisata baik itu yang bersifat rekreasi ataupun bermuatan petualangan dengan tujuan bersenang-senang dan lainnya namun tetap mengindahkan kewajibannya sebagai muslim, terutama salat wajib lima waktu.

Lalu apa saja kiatnya. Sekurangnya ada ada tujuh kiatnya berdasarkan pengamatan dan pengalaman TravelPlus Indonesia.

Namun sebelumnya perlu digarisbawahi bahwa hijrah dalam wisata dapat diterapkan diberbagai jenis wisata baik itu wisata alam yang bersifat rekreasi ataupun petualangan, budaya, kuliner, bahari, belanja, sejarah, kota, hiburan, dan lainnya. Tidak melulu atau harus wisata religi. Jadi mau berwisata kota (city tour), kulineran, hiburan bahkan wisata petualangan seperti mendaki gunung dan lainnya tetap bisa diterapkan.


Kiat pertama, pemilihan tempat wisata. Sebaiknya pilih tempat wisata yang tidak membuat kita sampai lalai  meninggalkan kewajiban sebagai muslim traveler ataupun muslim adventurer, terutama salat wajib lima waktu.

Caranya sebelum berkunjung, sebaiknya cek keberadaan masjid ataupun musala di tempat wisata yang dituju. Biasanya di destinasi wisata populer atau ramai peminatnya lebih mudah menemukan masjid atau musala yang dapat kita gunakan untuk salat wajib berjemaah. 

Bagaimana kalau wisata mendaki di gunung yang tidak memiliki musala?  Bisa salat wajib terlebih dahulu di musala yang tersedia di basecamp (BC) atau di masjid terdekat dengan BC. Bila tidak ada musala di sepanjang pos pendakian, bisa cari lahan yang agak datar di sekitar area camp lalu gelar beberapa matras ataupun tikar/sajadah traveling untuk salat berjemaah dengan pendaki gunung lain.

Kiat kedua, bila menggunakan moda transportasi umum seperti bus, gunakan waktu singgah di rumah makan untuk salat. Bisa juga memilih  bus umum yang memang singgah ke masjid agar penumpangnya bisa menunaikan salat berjemaah.

Saat menyeberangi selat/laut dengan kapal feri ataupun kapal besar, manfaatkan fasilitas musala bahkan masjidnya untuk salat.

Bila menggunakan kereta api, bisa salat sambil duduk. Bisa juga salat di musala maupun masjid di stasiun keberangkatan ataupun stasiun kedatangan. Begitupun kalau naik pesawat terbang, bisa salat sambil duduk dan di musala maupun masjid di bandara keberangkatan ataupun bandara kedatangan.


Berikutnya atau kiat yang ketiga, pilih akomodasi (hotel, resort, villa, hostel, homestay, camping ground, dan jenis penginapan lainnya) yang memiliki musala atau paling tidak yang memiliki kamar yang menyertakan tanda arah kiblat, sajadah, dan ruang untuk salat. Fasilitas tersebut bisa ada ketahui dengan cara menghubungi pengelola penginapan tersebut ataupun melihat di aplikasi booking hotel yang ada gunakan.

Khusus untuk camping ground, saat ini sudah banyak yang menyediakan musala sebagai salah satu fasilitas pendukungnya. Jika memang tidak ada musalanya atau terlalu jauh dari tempat berkemah, bisa salat di dalam tenda sambil duduk atau di luar tenda dengan menggelar matras/sajadah/tikar traveling.

Sebagai muslim traveler ada baiknya membiasakan membawa perlengkapan salat sendiri, minimal sajadah traveling dan sarung buat laki-laki atau mukena traveling bagi perempuan mengingat belum tentu semua akomodasi menyediakannya. Jika tidak ada tanda arah kiblat, bisa menggunakan kompas di HP, melihat arah cahaya matahari atau menanyakannya ke resepsionis penginapan tersebut.

Kiat keempat, kalau berwisata hiburan seperti menonton konser musik di venue outdoor sebaiknya tanya penyelenggaranya apakah menyediakan musala. Berdasarkan amatan TravelPlus Indonesia biasanya setiap konser musik di ruang terbuka, penyelenggaranya juga menyediakan tenda untuk musala pria yang terpisah dengan perempuan, begitupun dengan tempat ber-wudu.

Bila konser berlangsung sore sampai malam hari bisa tunaikan salat asar, magrib, dan isya di tenda musala tersebut. Kalau konsernya digelar di venue indoor yang memang kerap digunakan untuk konser musik, biasanya sudah difasilitasi dengan musala.

Selanjutnya atau kiat yang kelima, bila membeli paket wisata ataupun open trip, pilihlah travel agent (TA) ataupun indie travel (IT) yang sedia membantu/ memudahkan wisatawan menunaikan salat wajib lima waktu selama melakukan wisata.


Kiat keenam, kalau senang membuat konten saat berwisata baik itu tulisan, foto, video dan lainnya mulailah membuat pula konten-konten keberadaan masjid atau musala di tempat wisata yang dikunjungi secara menarik, lalu disebarluaskan lewat ragam media sosial supaya publik atau calon wisatawan tahu kelebihan/keistimewaannya. Jadi jangan hanya konten narsis, keindahan alam, keunikan budaya, kelezatan kuliner, resto/hotel, kegiatan wisata dan atau hal-hal yang bersifat senang-senang saja
.


Ramah Lingkungan
Rangkaian kiat di atas (1-6), TravelPlus Indonesia tujukan buat muslim traveler/adventurer. Sedangkan kiat terakhir atau yang ketujuh ini, ditujukan pula buat wisatawan non muslim yakni hijrah dalam kontek berwisata juga berarti menerapkan wisata yang ramah lingkungan seperti menjaga kebersihan dimanapun (membuang sampah pada tempatnya, menggunakan air secukupnya/tidak berlebihan, mendukung aksi tanam pohon/reboisasi, tidak mencemarkan mata/sumber air, dan lainnya).

Kalau berwisata belanja termasuk kulineran aneka makanan dan minuman, bahan serta proses memasak/membuatnya tentu harus halal. Dan membelinya termasuk buat buah tangan, sebaiknya jangan hanya di rumah makan/resto/cafe/toko oleh-oleh populer/ternama dan kelas atas, ada baiknya juga belanja/kulineran di warung/pedagang warga lokal/masyarakat sekitar agar mereka juga kecipratan rezeki.

Begitupun dalam memilih akomodasi, jangan hanya selalu hotel berbintang, coba juga hostel, homestay, losmen dan atau camping ground yang dikelola/dimiliki penduduk setempat.


Intinya hijrah dalam kontek berwisata adalah tetap mengindahkan salat wajib lima waktu (khusus bagi muslim traveler) dan senantiasa melibatkan Allah SWT, pun punya kebermanfaatan turut menjaga kebersihan dan keasrian lingkungannya serta bisa pula menambah pendapatan masyarakat lokal (buat muslim dan non muslim traveler).

Nah, supaya tujuan hijrah dalam konteks berwisata tercapai yakni menjadi wisatawan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT serta bermanfaat lebih buat lingkungan dan warga lokal, niat baiknya harus bulat/teguh, persiapan dan perencanaannya juga kudu matang serta istiqomah atau kontinyu dalam menjalaninya sekalipun penuh rintangan.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id & youtube @kelana180

Captions:
1. Wisatawan berkunjung ke kampung Gang Apandi belakang Jalan Braga, Bandung.
2. Masjid di lereng Gunung Sumbing menjadi daya tarik tersendiri.
3. Camping ground di pantai salah satu alternatif akomodasi dalam berwisata.
4. Masjid di kawasan Stasiun Bandung.
5. Wisata ramah lingkungan turut menjaga kebersihan dan keasrian alam.
6. Belanja dan kulineran di pedagang lokal menambah pendapatan masyarakat setempat.



Read more...

Selasa, 30 Desember 2025

Cara Asyik Camping di Pantai Parangtritis


Bukan cuma hotel dan penginapan biasa yang tersedia di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Pun camping area untuk wisatawan yang ingin merasakan sensasi berkemah atau menginap dalam tenda di tepian pantai.

Nah, buat Anda yang tengah liburan jelang dan sambut tahun baru 2026 di Kota Jogja dan ingin berkemah di Pantai Parangtritis, mungkin bisa mencoba sederet cara asyik yang pernah TravelPlus Indonesia terapkan.

Sebelum menuju Pantai Parangtritis dari penginapan/hotel di Kota Jogja, sebaiknya Anda menghubungi pengelola Beach Camping Parangtritis untuk memesan paket berkemah yang tersedia di sana. Pilihan paketnya bermacam, ada paket survival, santai, enjoy, dan paket family. Anda juga membawa tenda sendiri, jadi cukup sewa lahan buat mendirikan tenda.

Perlu diingat, kalau Anda ingin mendapatkan suasana camping yang ramai dalam artian banyak wisatawan yang berkemah juga, pilih  pas akhir pekan, Jumat malam atau Sabtu malam. Tapi kalau suka suasana yang lebih hening, ya pilih diluar akhir pekan.

Setelah memesan paket berkemah, lanjut memilih moda transportasi yang akan digunakan dari Kota Jogja ke Parangtritis.



Bila Anda menggunakan transportasi umum, pilihan praktis naik Sinar Jaya shuttle bus yang titik keberangkatannya di parkiran depan Bank Indonesia (di sebelah Kantor Pos/di seberang Benteng Vredeburg).

Sebaiknya pilih waktu keberangkatan pukul 13.00 WIB atau pukul satu siang. Kenapa? Supaya Anda masih punya waktu untuk makan siang dan salat zuhur setelah check out dari penginapan.

Jangan lupa sekalian online booking tiket untuk pulangnya. Sebaiknya ambil waktu kepulangan dari terminal bus Parangtritis pukul 12 siang, supaya Anda masih bisa melakukan bermacam aktivitas menarik di pagi hari.

Untuk mendapatkan tiket sesuai jam keberangkatan dan kepulangan tersebut, Anda harus online booking tiketnya via aplikasi antara lain Redbus.

Waktu tempuh dari titik keberangkatan (Kota Jogja) ke terminal bus Parangtritis sekitar 1 jam bila kondisi lalu lintas lancar. Diperkirakan paling lambat Anda tiba di terminal bus Parangtritis jelang sore, sebelum pukul 15.00 WIB. Dari terminal tersebut, Anda tinggal menyeberang jalan raya lalu berjalan kaki tak sampai 100 meter ke camping area di tepi Pantai Parangtritis.



Selanjutnya temui pihak pengelola atau penjaga camping area tersebut untuk melihat tenda sesuai paket camping yang Anda pesan, sekaligus melakukan pembayaran.

Selepas istirahat sejenak, ringankan langkah untuk pergi ke Masjid Al Afiyah As'ad Humam yang berada di Purwosari. Gunungkidul. Jaraknya sekitar 1 Km dari Pantai Parangtritis ke atas perbukitan.

Kenapa ke masjid itu dan untuk apa? Karena masjid itu menyuguhkan pemandangan langsung mengarah ke laut kawasan Pantai Parangtritis sehingga mendapat sebutan/punya nama lain Masjid Ocean View Parangtritis. Di sana, tentu saja selain mengabadikan keindahannya pun Anda bisa sekaligus salat asar berjemaah.

Bagaimana dengan transportasi ke sana? Kalau Anda tidak bawa kendaraan pribadi, bisa minta tolong pengelola camping area untuk mencarikan warga lokal yang bisa mengantarkan Anda pergi pulang (P/P) dengan sepeda motor (karena di sana tidak ada ojek pangkalan, sedangkan ojek online sangat terbatas).

Usai salat asar dan mengabadikan keistimewaan masjid tersebut, lalu balik ke camping area untuk melanjutkan berbagai aktivitas bahari di Pantai Parangtritis.

Aktivitas yang bisa Anda lakukan antara lain naik jeep/ATV/delman ataupun berkuda. Pilihan lain Anda bisa main sepak bola, voli pantai, layangan, paralayang dan atau sekadar duduk-duduk beralas tikar sambil minum es kelapa muda. Jangan lupa  mengabadikan pesona matahari terbit khas Pantai Parangtritis yang menawan.



Bila Anda memilih naik jeep, pilih salah satu paket wisata jeep Parangtritis atau tour jeep Gumuk Pasir Parangtritis. Paketnya ada short pantai, short gumuk, medium 1, medium 2, long 1, dan paket long 2 dengan durasi, rute, dan tarif yang berbeda.

Puas beraktivitas di Pantai Parangtritis, menjelang magrib lanjut mandi sore di kamar mandi yang tersedia di warung-warung tepi pantai, tepatnya di seberang camping area. Lalu disambung dengan salat magrib di musala yang ada di warung tersebut atau Anda bisa ke Masjid Al-Fatah yang berada di dekat terminal bus Parangtritis.

Setelah salat magrib di masjid berwarna hijau terang tersebut, Anda bisa lanjut makan malam di Angkringan yang ada di depan terminal bus Parangtritis sambil menunggu waktu isya.



Selepas salah isya di masjid mungil tersebut, Anda bisa lanjutkan nongkrong ke kedai kopi SloWae Parangtritis yang berjarak sekitar 200 meter dari terminal bus dengan berjalan kaki. Kedai kopinya berada tepat di tepi jalan. Selain menyeruput kopi pilihan, Anda bisa memesan aneka camilan.

Lepas hangout di kedai kopi tersebut, lanjut balik ke camping area untuk menikmati tidur dalam tenda di tepian pantai berteman suara embusan angin laut dan deburan ombak di kejauhan.

Keesokan paginya, usai subuhan di musala warung, Anda bisa jalan-jalan ke pantai untuk merekam pesona matahari terbit (sunrise) khas Parangtritis.



Berendam di Air Panas
Aktivitas berikutnya, berendam di pemandian sumber air panas Parang Wedang yang berjarak sekitar 1 Km dari camping area. Karena jalannya lurus dan datar, Anda bisa berjalan kaki sekaligus olah raga tipis-tipis.

Usai mandi, Anda bisa beli sarapan pagi di pedagang yang ada di pemandian tersebut. Pilihannya ada nasi uduk dan lainnya.

Setelah itu kembali berjalan kaki ke camping area melewati jalan yang sama atau bisa memilih lewat pantai.



Selanjutnya istirahat sejenak dan berkemas. Sebelum beranjak ke terminal bus, pamit terlebih dulu dengan pihak pengelola lalu mampir ke toko-toko oleh-oleh untuk membeli suvenir atau merchandise khas Parangtritis.  Setelah itu baru ke terminal bus untuk naik Sinar Jaya shuttle bus dengan waktu kepulangan pukul 12 siang menuju Kota Jogja sesuai tiket pesanan Anda.

Setibanya di Kota Jogja, Anda bisa lanjut makan siang dan salat zuhur di lokasi terdekat atau di area Malioboro. Baru kemudian ceck in ke penginapan yang sudah Anda online booking sebelumnya.

Selamat mencoba camping di Pantai Parangtritis. Semoga cara asyik ala TravelPlus Indonesia di atas, bermanfaat 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:
1. Berkemah di tepi pantai, salah satu alternatif menginap selama berkunjung di Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.
2. Terminal bus Parangtritis, tempat pemberhentian Sinar Jaya shuttle bus dan bus reguler lain.
3. TravelPlus Indonesia sempat merasakan sensasi camping di Pantai Parangtritis.
4. Naik jeep wisata jelang sore, sambil menunggu sunset khas Parangtritis.
5. Nongkrong di kedai kopi SloWae Parangtritis selepas salat isya.
6. Paginya mandi di pemandian sumber air panas Parang Wedang yang berjarak sekitar 1 Km dari Beach Camping Parangtritis.
7. Banyak pilihan paket berkemah yang bisa Ada pilih di Pantai Parangtritis.


 

Read more...

Minggu, 28 Desember 2025

Pantai Parangtritis Tetap Eksis, Ini Delapan Kelebihannya


Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) punya banyak objek wisata pantai namun tak bisa dipungkiri Pantai Parangtritis terbilang paling harum namanya (tersohor) dan masih tetap eksis (baca: diminati banyak wisatawan) sampai sekarang.

Berdasarkan amatan langsung TravelPlus Indonesia usai berkunjung berapa kali ke Parangtritis yang kerap disingkat 'Paris', sekurangnya ada delapan kelebihan yang membuat pantai yang terletak di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY ini tetap eksis walau bermunculan pantai-pantai baru sebagai objek wisata bahari.

Kelebihan pertamanya, punya daya tarik alam yang menawan antara lain bentangan pantai berpasir coklat kehitaman yang lebar dan sangat panjang, perbukitan ijo royo-royo sebagai latar belakangnya serta sejumlah pesona lainnya seperti matahari terbenam (sunset), matahari terbit (sunrise), gumuk pasir, dan deretan pohon cemara.

Selain keindahannya, pantai yang terletak di sisi timur Pantai Parangkusumo ini memiliki legenda dan mitos yang melekat dengan Ratu Pantai Selatan atau Ratu Kidul alias Nyi Roro Kidul, yang dipercaya banyak orang sebagai penguasa laut selatan.


Kelebihan kedua, punya banyak pilihan akomodasi untuk wisatawan menginap. Ada penginapan biasa, hotel, bahkan beach camping area untuk berkemah di pantai dengan harga yang relatif terjangkau.

Berikutnya atau kelebihannya yang ketiga, punya ragam aktivitas wisata bahari yang bisa dilakukan wisatawan antara lain bermain dengan buih ombak (tapi jangan berenang), santai duduk-duduk di pantai beralas tikar, main sepak bola pantai, main bola voli pantai, main layangan, naik jeep, naik ATV, naik delman pantai, berkuda, dan ber-paralayang dari Bukit Paralayang Watugampit yang berada di area perbukitan dekat Parangtritis.

Pengunjung juga bisa berkemah, bermain air tawar atau berenang di kolam renang khusus anak-anak di tepi pantai serta kulineran bermacam makanan dan minuman seperti aneka seafood (ikan bakar, lobster, cumi, dan udang), nasi goreng, gudeg, jagung bakar, es cream, dan es kelapa muda maupun belanja aneka merchandise seperti aneka kaos, celana dan topi pantai di warung/toko tepi pantai.

Kelebihan keempat, punya aktivitas wisata diluar bahari antara lain nongkrong di kedai kopi, salat zuhur ataupun asar di Masjid Al Afiyah As'ad Humam yang menyuguhkan pemandangan ke laut pantai Parangtritis sehingga disebut Masjid Ocean View Parangtritis, dan mandi pagi di pemandian sumber air panas Parang Wedang.


Dekat Kota Jogja
Selanjutnya atau kelebihannya yang kelima, jarak Pantai Parangtritis terbilang dekat dengan kota Jogja, kurang lebih 29 Km dari pusat kota dan bisa diakses dengan bermacam kendaraan pribadi maupun bus pariwisata berukuran besar dengan waktu tempuh sekitar 1 jam bila kondisi lalulintas (lalin) lancar.

Kelebihan keenam, punya moda transportasi umum yang memudahkan wisatawan berkunjung antara lain Sinar Jaya shuttle bus yang ber-AC dari kota Jogja bertarif Rp 12 ribu per penumpang sampai ke Terminal Bus Parangtritis yang jaraknya tak sampai 100 meter ke pantai.

Bila tak menginap, pengunjung bisa pergi -pulang (p/p) dalam satu hari atau one day trip. Caranya berangkat dengan shuttle bus tersebut dengan waktu keberangkatan pagi dari parkiran Bank Indonesia Kota Jogja (seberang Benteng Vredeburg dan samping Kantor Pos Indonesia) dan baliknya pada jam kepulangan terakhir pukul 5 sore dari Terminal bus Parangtritis.


Pemesanan tiket shuttle bus-nya bisa lewat aplikasi redbus dan lainnya.

Pilihan lain dengan menggunakan bus reguler non-AC yang berangkat dari Terminal Giwangan ke Terminal Bus Parangtritis.

Kelebihan ketujuh, tiket masuknya amat terjangkau, cuma Rp 15 ribu per orang (sudah termasuk asuransi). 

Terakhir atau kelebihannya yang kedelapan, Pantai Parangtritis buka 24 jam, jadi pengunjung bisa berkunjung kapan saja. Namun TravelPlus Indonesia sarankan, kalau ingin menikmati pemandangannya dan melakukan berbagai aktivitas bahari sebagai tersebut di atas, sebaiknya datang pagi bila ingin melihat pesona matahari terbit (sudah tiba di pantai selepas salat subuh) dan atau sore untuk mengabadikan surya terbenam (tiba di sana, selepas salat asar sampai menjelang magrib).

Selamat liburan dan menikmati Pantai Parangtritis, tetap jaga kebersihan.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:
1.  Pantai Parangtritis, Bantul, DIY ramai pengunjungnya, terlebih pada akhir pekan dan musim liburan.
2 Pengunjung bisa berkemah di tepi pantai, selain bermalam di penginapan biasa ataupun hotel.
3. Punya terminal bus Parangtritis yang berjarak tak sampai 100 meter ke pantai.
4. Dapat dijangkau dengan shuttle bus dari pusat kota Jogja.

 


Read more...

Sabtu, 27 Desember 2025

Tujuh Kiat Destinasi Ramai Peminat, Nomor Satu Jangan Remehkan Wisatawan Domestik


Sekurangnya ada tujuh kiat untuk menghidupkan (menjaga dan mengembangkan) destinasi wisata yang ada di kota/kabupaten ataupun sebuah provinsi agar tetap ramai diminati/dikunjungi wisatawan, baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara dari berbagai lapisan.

Ketujuh kiat berikut ini berdasarkan hasil amatan teranyar TravelPlus Indonesia.

Kiat pertama, memahami dan mengindahkan Sapta Pesona yang mencakup tujuh unsur pariwisata berkualitas yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan

Kenapa Sapta Pesona ini berada diurutan pertama atau teratas? Karena sebanyak apapun dan sekeren/seindah/semenarik/seunik apapun objek wisata yang ada dalam sebuah destinasi wisata baik itu wisata alam, buatan maupun budaya kalau tanpa mengindahkan Sapta Pesona, lambat laut akan memudar dan bahkan bakal ditinggalkan wisatawan.

Penjabaran dari tujuh unsur Sapta Pesona tersebut adalah dengan menciptakan keamanan sehingga wisatawan merasa aman dan terlindungi selama berkunjung; mengutamakan ketertiban di setiap kegiatan wisata yang dilakukan sehingga berjalan lancar; menciptakan kebersihan lingkungan sehingga wisatawan merasakan kenyamanan dan sehat.

Selanjutnya, menciptakan kesejukan rasa sehingga wisatawan betah berlama-lama (kerasan); menciptakan/menjaga keindahan (visual) agar wisatawan terpesona; menomorsatukan keramahan (senyum tulus, senang membantu/menolong, dll) sebagai tuan rumah (masyarakat, pemilik, pelaku usaha wisata) kepada setiap wisatawan; dan menciptakan kenangan yang berkesan kepada wisatawan sehingga mereka tertarik untuk datang kembali, minimal mereka bangga menceritakan pengalaman dan citra positif selama berwisata kepada orang lain.

Khusus keramahan, senantiasa berlaku ramah dengan wisatawan dari manapun, baik itu wisatawan domestik (wisdom) yakni wisatawan dari satu provinsi (biasa juga disebut wisatawan lokal atau wislok) dan wisatawan dari provinsi lain namun masih dalam satu negara (biasa disebut wisatawan Nusantara atau wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) atau wisatawan asing dari berbagai negara.


Senantiasa ramah kepada bermacam tipe wisatawan, entah itu backpacker maupun yang bergaya turis kelas atas, dan atau turis berkantong tebal.
Senantiasa pula ramah kepada wisatawan yang melakukan kunjungan wisata secara sendiri atau solo traveling, small grup (kelompok kecil) dan ataupun rombongan besar (big group) secara terorganisir.

Jangan terlalu/berlebihan membangga-banggakan/mengutamakan/menomorsatukan wisman dan sebaliknya jangan sekali-kali meremehkan/memandang sebelah mata/mengenyampingkan/menomor sekian-kan wisdom.

Jangan terlalu memuja-muja dolar dan sebaliknya mengecilkan rupiah. Jangan pula melakukan tindakan atau aksi rasis dan atau pilih kasih. Bila itu terjadi, bisa jadi wisdom akan beralih ke destinasi wisata lain.

Sejatinya, setiap wisatawan yang datang harus/wajib diperlakukan sama yakni dilayani/dibantu/diarahkan/dipandu dengan ramah, tulus, baik, dan cepat.

Kiat kedua, tidak melakukan hal-hal yang merugikan wisatawan misalnya melihat wisatawan seperti mangsa empuk untuk mendapatkan keuntungan misalnya menaikkan harga (ngemplang) baik itu saat menjual kuliner/oleh-oleh/kerajinan tangan, tarif penginapan, ongkos moda transportasi, tiket masuk, dan harga lainnya, atau menjual dengan cara memaksa.

Bila ada oknum yang melakukan hal-hal negatif tersebut, segera beri sanksi kemudian buat solusi terbaik agar tidak terulang.

Berikutnya atau kiat ketiga, memahami sifat dasar/umum wisatawan antara lain cepat bosan/jenuh artinya kalau destinasi wisata yang dikunjungi atraksinya atau daya tariknya/objek wisatanya begitu-begitu saja atau itu-itu saja, kemungkinan cukup sekali dia datang. Tapi kalau ada sesuatu yang baru/beda/menarik/kreatif, kemungkinan ingin datang lagi. Jadi daya kreativitas dalam menghidupkan setiap atraksi yang ada di destinasi wisata, amatlah penting.

Kiat keempat, memenuhi kebutuhan wisatawan terutama ketersediaan moda transportasi umum ke objek-objek wisata  di destinasi wisata tersebut, ketersediaan akomodasi yang beragam dari penginapan biasa sampai hotel berbintang, dan keterjangkauan dari sisi harga (tentu wisatawan lebih senang destinasi wisata yang biaya transportasi/akomodasi/paket wisata/tiket masuk/kuliner/buah tangan, dan lainnya terjangkau isi dompet).


Wujudkan 3S dan 3A
Selanjutnya atau kita kelima, memahami dan mewujudkan tiga elemen kunci dalam pengembangan destinasi wisata yang biasa disingkat 3S, yaitu Something to See (daya tarik untuk dilihat wisatawan seperti keindahan alam dan lainnya), Something to Do (aktivitas/kegiatan yang dapat dilakukan wisatawan seperti tur, treking, water sports, dll), dan Something to Buy (souvenir/merchandise /kerajinan tangan atau produk lokal yang dapat dibeli wisatawan sebagai cinderamata atau oleh-oleh).

Kiat keenam, memahami dan mewujudkan konsep 3A (Attraction, Accessibility, dan Amenities) terkait pengembangan destinasi wisata.

Untuk atraksi, caranya dengan membuat berbagai kegiatan menarik antara lain festival, konser musik, pertunjukan/suguhan seni budaya dan lainnya secara kontinyu di objek wisata yang dimiliki. Untuk aksesibilitas, caranya antara lain dengan menyediakan bermacam moda transportasi umum seperti shuttle bus yang nyaman (ber-AC) dari pusat kota ke objek wisata setiap hari dengan waktu keberangkatan dari pagi sampai sore begitupun dengan jadwal kepulangan.

Untuk Amenitas atau fasilitas pendukung, caranya antara lain menyediakan akomodasi yang beragam dari penginapan kelas backpacker sampai hotel berbintang. Tak ketinggalan melengkapinya dengan berbagai fasilitas umum (fasum) standar seperti musala/masjid, MCK, lahan parkir, sentra kuliner, sentra oleh-oleh, ATM Center, money changer, ketersediaan jaringan internet gratis (free wifi), pusat pelayanan kesehatan, dan pusat informasi wisata.


Kiat terakhir atau ketujuh, melek literasi digital lalu gencar mempromosikan daya tarik dan hal-hal positif terkait pariwisata agar publik tahu lewat ragam media sosial (medsos) atau kerjasama publikasi dengan jurnalis/wartawan dan atau content creator (pembuat konten video) spesial pariwisata. Misalnya kalau ada penginapan baru, moda transportasi baru, tempat kuliner baru, agenda kegiatan wisata, paket-paket wisata murah, promo-promo menarik yang menguntungkan bagi wisatawan, dan lainnya, semestinya rutin dipublikasikan ke publik jauh-jauh hari.

Sebaliknya cepat mengontrol/meredam kabar negatif yang dapat merusak citra positif objek wisata yang dimiliki atau destinasi wisata secara keseluruhan.

Intinya apapun upaya yang dilakukan dari tujuh  kiat di atas, muaranya untuk membuat setiap wisdom maupun wisman yang berkunjung nyaman, terkesan, terkagum-kagum, betah, puas, dan kangen lalu kembali bertandang.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:
1. Sejumlah wisatawan tengah berkunjung ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
2. TravelPlus Indonesia sejak dulu konsisten bukan hanya meliputi pun mengamati sekaligus memberi masukan positif untuk pengembangan destinasi wisata di Tanah Air tercinta, Indonesia.
3. Wisman mengabadikan atraksi budaya lokal di Buton.
4. Wisatawan bersantai di salah satu pantai di Bali.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP