. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Kamis, 08 Oktober 2026

Panduan Pilihan Berkendara ke Lokasi Jambore Ultah ke-46 TAPAL


Jambore Ultah ke-46 TAPAL bertempat di Lembah Mahoni Camp, Mega Mendung, Kabupaten. Bogor, Jawa Barat (Jabar) yang akan berlangsung pada 20-22 November 2026. Kondisi jalan menuju lokasinya beraspal cukup mulus tapi badan jalannya tidak terlalu lebar dan di beberapa titik konturnya cukup menanjak
.

Untuk itu perlu panduan atau kiat tersendiri dalam memilih dan menggunakan moda transportasi baik itu kendaraan pribadi, bus untuk rombongan maupun naik transum atau transportasi umum agar perjalanan aman dan nyaman.

Berdasarkan pengalaman TravelPlus Indonesia melakukan survey plus camping di sana, ditambah beberapa kali ke Curug Panjang, sekurangnya ada enam (6) panduan menggunakan kendaraan menuju lokasi camping ground yang dulu bermana Samara Camp tersebut.


Panduan pertama, kalau menggunakan kendaraan pribadi (sepeda motor maupun mobil ukuran mini dan sedang), bisa langsung ke lokasi dengan catatan kondisi kendaraanya layak jalan).

Kedua, bila naik mobil elf short (pendek) ada dua jenis yakni yang berkapasitas 12 orang dan 16 orang (masing-masing sudah termasuk sopir), bisa langsung ke lokasi.

Panduan ketiga, kalau menggunakan elf long (panjang) yang bisa memuat sekitar 20 orang (sudah termasuk sopir) atau mikrobus, harus lebih hati-hati dan sopirnya kudu yang sudah berpengalaman, mininal tahu dan pernah lewat jalan tersebut. Kenapa? karena lebar jalannya terbatas ditambah lagi kontur jalannya menanjak.


Keempat, jika menggunakan big bus
(bus besar), baik kapasitar 40 orang maupun 60 kursi (masing-masing sudah termasuk sopir) tentu saja tidak bisa masuk sampai lokasi.

Nah, solusinya kalau menggunakan bus besar dua tipe tersebut, parkirnya di area transit atau kantong parkir yang telah disediakan di luar jalur utama. Kemudian lanjut memakai mobil jemputan, pick up, dll ke lokasi. Cara ini pernah diterapkan oleh panitia Jambore 45 Tahun TAPAL tahun lalu, saat mengantar dan menjemput sejumlah peserta ke Annapurna Campsite, Cisarua, Jabar yang menjadi lokasi acara.


Panduan kelima, bila naik transum baik sendiri maupun
small group (dalam kelompok kecil terdiri atas 2 - 5 orang), dari Jakarta bisa menggunakan bus Marita dari Terminal Kampung Rambutan turun di Jalan Pusdik Polri, Cipayung Girang, Mega Mendung. Patokan turunnya di Masjid Besar Nurul Huda yang ada di sebelah kiri kalau dari arah Bogor. Dari situ, lanjut naik transportasi motor/mobil online ke lokasi.

Terakhir atau panduan keenam selain mengikuti google maps Lembah Mahoni Camp yakni: https://maps.app.goo.gl/2xjH1sgh5VCQsfNS8?g_st=aw , jangan malas pula untuk mengamati marka jalan dan plang-plang petunjuk di setiap percabangan, supaya tidak tersasar atau salah jalan.

Semoga bermanfaat 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180


Captions
:
1. Sepenggal suasana Lembah Mahoni Camp (sebelumnya bernama Samara Camp) di Mega Mendung, Jabar yang akan menjadi lokasi berkemah Jambore Ultah ke-46 TAPAL.
2. Sewaktu masih bernama Samara Camp, pengunjung bisa parkir mobil pribadinya sampak area camp.
3. Sejumlah peserta naik 2 bus besar dari area parkir Soto Cawang ke area transit di depan gerbang ikonik Taman Safari Indonesia, lalu naik mobil jemputan ke Annapurna Campsite sewaktu Jambore 45 Tahun TAPAL tahun lalu.
4. Asyiknya Nyabar (nyanyi bareng) dan fotbar (foto bareng) di dalam bus saat menuju venue Jambore 45 Tahun TAPAL tahun lalu.
5. Serunya naik mobil bakter (bak terbuka) dari titik area transit bus besar ke lokasi glamping Jambore Tapal tahun lalu.


Read more...

Enam Keuntungan Ikut Jambore Ultah ke-46 TAPAL


November tahun ini, TAPAL akan menggelar acara spesial bertajuk JAMBORE TAPAL STP IISIP 2026 di Lembah Mahoni Camp, Mega Mendung, Jawa Barat (Jabar). Apa saja benefit atau keuntungan mengikuti agenda tahunan TAPAL dalam rangka merayakan ulang tahun (ultah) ke-46 organisasi pencinta alam yang berbasis di Jakarta tersebut?

Berdasarkan pengalaman TravelPlus Indonesia mengikuti sekaligus menjadi panitia pelaksana Jambore ke-45 Tahun TAPAL tahun lalu di Annapurna Campsite, Cisarua, Jabar, sekurangnya ada enam (6) benefit atau keuntungan yang bakal didapat anggota maupun simpatisan TAPAL yang mengikuti Jambore pada 20-22 November 2026 tersebut, antara lain bisa kumbar, kembar, senbar, nyabar, hikbar, pedbar, inbar, dan kenbar (fotbar serta vidbar).


Benefit yang pertama, bisa
kumbar alias kumpul bareng dengan sesama anggota dan simpatisan TAPAL, dalam artian bersilaturahmi lagi setelah setahun atau bahkan mungkin sudah bertahun-tahun tidak bertemu dalam suasana yang berbeda, yakni kembar alias kemah bareng di alam terbuka dengan sederet kegiatan menarik dan bermanfaat.

Kedua, bisa senbar alias senang-senang bareng lagi seperti sewaktu muda. Senang-senang di sini dalam artian positif dengan melakukan/mengikuti kegiatan ringan/santai seperti nyabar alias nyanyi bareng, karokean, ketawa-ketiwi, api unggun bareng, dan lainnya.


Keuntungan yang ketiga, bisa melakukan kegiatan luar ruang atau
outdoor activity bermuatan petualangan tipis-tipis antara lain hikbar alias hiking bareng ke Curug Panjang.

Nah, kalau mau tahu kiat nyaman melakukan kegiatan tersebut, bisa Anda baca dalam tulisan berjudul "Tips Nyaman Hiking ke Curug Panjang" yang sudah tayang di website TravelPlus Indonesia.


Benefit yang keempat, bisa turut
pedbar alias peduli bareng dengan kegiatan bermuatan ramah lingkungan dan sosial seperti ikut aksi tanam pohon dan berbagi alat tulis buat pelajar serta berbagi sembako buat lansia.

TAPAL Lebih Berkualitas
Kelima, bisa berkesempatan memberikan inbar alias input/masukan/ide bareng berupa konsep/manajemen/tata kelola untuk membuat masa depan TAPAL menjadi lebih cerah (berkualitas) dan atau berbagi pengalaman seputar kepencintaalaman, pendakian gunung, dan lainnya dari anggota maupun simpatisan yang masih aktif melakukan sederet outdoor activities bermuatan petualangan.


Dan keuntungan terakhir atau keenam yang akan didapat anggota maupun simpatisan yang mengikuti acara bertema "46 Tahun TAPAL: Bersaudara, Berbagi, Menjaga Alam'' ini adalah bisa ikutan membuat
kenbar alias kenangan bareng yang berkesan (tak terlupakan) dalam bentuk fotbar (foto bareng), vidbar (video bareng), tulisan, konten video, dan lainnya yang lambat laun akan menjadi jejak digital bersejarah dan berharga sebagai buah dari bentuk pertemanan/persaudaraan berfaedah dimasa senja.

Semoga bermanfaat & sukses acaranya 🤲🙏.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180


Captions
:
1. Seluruh anggota dan simpatisan TAPAL fotbar (foto bareng) diujung acara Jambore 45 Tahun TAPAL di Annapurna Campsite tahun lalu. (foto: adjitropis)
2. Fotbar diawal acara sebelum ke lokasi Jambore 45 Tahun TAPAL (foto: adjitropis)
3. Tim survey Jambore Ultah ke-46 TAPAL bermain air di aliran Curug Panjang sekitar 1,5 Km dari Lembah Mahoni Camp. (foto: dok.Tapal)
4. Tim survey bentangkan bendera TAPAL di depan tenda di Lembah Mahoni Camp, Mega Mendung, Jabar. (foto: dok.Tapal)
5. Inilah salah benefit atau keuntungan ikut Jambore TAPAL, antara lain bisa buat fotobar sebagai kenbar (kenangan bareng) yang tak terlupakan. (foto: adjitropis)
6. Keuntungan lainnya kumbar (kumpul bareng), bersilaturahmi antar-anggota dan simpatisan TAPAL saat kembar (kemah bareng) di alam terbuka dengan sederet aktivitas berkesan dan bermanfaat. (foto: dok.Tapal)





Read more...

Selasa, 29 September 2026

Menikmati Gunung Sumbing dan Sindoro 1990, 2013, 2023, dan 2026


Gunung Sumbing dan Sindoro sama-sama gunung berketinggian 3.000-an Mdpl yang sangat populer di kalangan pendaki Pulau Jawa. Sumbing 3.371 Mdpl sedangkan
Sindoro 3.153 Mdpl. Keduanya sama-sama punya sederet keistimewaan, salah satunya termasuk dalam daftar gunung api yang memiliki banyak jalur pendakian.

Kedua gunung di Kabupaten Wonosobo, Provinsi  Jawa Tengah tersebut pertama kali saya daki tahun 1990 di bulan yang berbeda. Waktu itu saya menggapai Puncak Latar Ombo Gunung Sindoro jalur pendakian (japen) via Kledung sedangkan Gunung Sumbing japen via Garung dan berhasil merengkuh 3 puncaknya yang berurutan yaitu Puncak Kawah, Puncak Sejati, dan Puncak Rajawali sekaligus titik atau puncak tertingginya Gunung Sumbing.


Tahun 2013 saya balik lagi menikmati kedua gunung tersebut tapi dari sebuah hotel bernama Dieng Kledung Pass Hotel & Restaurant yang berada di Jalan Raya Wonosobo - Parakan KM. 17 Reco Kertek, Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Wonosobo. Jejak digitalnya berupa 1 tulisan yang tayang di website atau media online
TravelPlus Indonesia.

Tahun 2023, saya baru mendaki lagi Gunung Sindoro sampai ke Puncak Latar Ombo, kali ini japen via Alang-Alang Sewu masih di Kabupaten Wonosobo.

Pulangnya saya membuat 9 konten video dan 8 lagu berjudul "Pantang", "Senantiasa Memuji-Nya", "Mumpung", "Tergapai", "Jelajahi Negeri Ini", "Maha Karya-Mu", "Semoga Saja", dan " Terina Kasih Pendaki" yang saya unggah IG @adjitropis.


Tahun 2026 kembali saya menikmati Gunung Sumbing sebanyak 2 kali tapi dengan cara yang tak sama, bukan mendaki ke puncak-puncaknya. Pertama menikmati Sumbing via Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jateng untuk merasakan
takbiran Idulfitri 2026 di Dusun Butuh yang berjuluk Nepal van Java dengan masjidnya yang tersohor yakni Masjid Baituttaqwa yang berpanorama memukau di lereng Gunung Sumbing. Jejak digitalnya antara lain berupa sejumlah konten video di IG @adjitropis & tiktok @faktawisata.id serta 1 tulisan di website TravelPlus Indonesia.

Selanjutkan atau yang kedua menunaikan Salat Iduladha 2026 di lapangan Kampung Garung yang berlatar Gunung Sumbing dan Sindoro sehingga Garung sampai menyandang predikat "Tempat Salat Id dengan View Paling Megah di Dunia". Jejak digitalnya antara lain berupa sejumlah konten video di IG @adjitropis & tiktok @faktawisata.id serta 1 tulisan di website TravelPlus Indonesia.


Akankah saya mendaki Sumbing dan Sindoro lagi tahun depan? Ya rencananya ada, terutama mendaki Gunung Sumbing lagi lewat japen yang berbeda untuk mendapatkan
vibes pendakian yang tak sama. Semoga terwujud👌.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180

Captions:
1. Gunung Sumbing nampak jelas dari Kampung Garung, Kabupaten Wonosobo yang berpredikat "Tempat Salat Id dengan View Paling Megah di Dunia".
2. Tulisan "Menikmati Sindoro Sumbing dari Dieng Kledung Pass Hotel & Restaurant" yang tayang di website TravelPlus Indonesia.
3. Pesona Masjid Baituttaqwa di lereng Gunung Sumbing, Dusun Butuh, Kaliangkrik yang berjuluk Nepal van Java.
4. Saya di Pos 3 atau camp area Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu sebelum menggapai Puncak Latar Ombo Gunung Sindoro. (dok.: rekan pendaki)




Read more...

Minggu, 27 September 2026

Turun Gunung Kerinci Nonton Tari Rentak Kudo, Pendakian Jadi Lebih Komplet


Kalau nanti Anda punya rencana mendaki Gunung Kerinci di Jambi, selepas turun gunung tersebut jangan langsung pulang. Luangkan waktu sejenak untuk menyaksikan Tari Rentak Kudo yang baru-baru ini viral di medsos hingga mendunia. Dengan begitu pendakian akan menjadi lebih komplet lantaran bisa sekalian mengabadikan suguhan kesenian masyarakat setempat.

Apa itu tari rentak kudo kenapa bisa meluas ke mancanegara?

Diracik dari berbagai sumber, Tari Rentak Kudo merupakan tarian tradisional massal yang berasal dari Suku Kerinci, Jambi (khususnya daerah Hamparan Rawang, Sungai Penuh).

Ciri khasnya, ditarikan oleh sejumlah penari yang sebagian besar dari kalangan anak muda secara bersama-sama dengan gerakan yang dinamis mengikuti irama musik yang menghentak menyerupai gerak kuda. Tariannya juga kerap dipadukan dengan pencak silat.

Tarian tersebut diiringi musik dan Dendang Kudo Kelabu atau syair atau lantunan lagu khas masyatakat Kerinci yang dilantunkan oleh penyanyi daerah setempat.


Kombinasi semua itulah yang membuat kesenian khas Kabupaten Kerinci ini terasa lebih kekinian sehingga mudah diterima oleh berbagai kalangan di Indonesia bahkan mancanegara.

Resepsi Nikah & Festival Kerinci
Lalu dimana dan kapan bisa melihat Tari Rentak Kudo? Apakah sudah ada festival khusus Rentak Kudo?

Pertanyaan itu saya lontarkan di kolam komentar sebuah unggahan yang mengupas tarian tersebut di TikTok. Beberapa warganet  membalasnya.

Ada yang mengatakan: "Kalau mau lihat Tari Tentak Kudo di Kabupaten Kerinci, Jambi yang terkenal dengan Gunung dan Danau Kerinci-nya bisa datang ke pesta resepsi pernikahan warga yang menanggap tim Tari Rentak Kudo untuk tampil. Atau bisa juga di sebuah festival besar yang digelar setahun sekali".

Netizen lain menjawab begini: "Sampai saat ini memang belum ada event khusus atau Festival Rentak Kudo. Tapi tarian tersebut sering ditampilkan di event Festival Kerinci yang biasanya berlangsung pada November setiap tahun. Bisa juga di setiap hiburan resepsi nikah warga Kerinci".


Selain Tari Rentak Kudo, Anda juga bisa menyaksikan event budaya bertajuk Gebyar Suro. Untuk bisa menyaksikannya Anda harus tahu jadual tanggal dan tempat. penyelenggaraannya.

Kebetulan TravelPlus Indonesia seusai turun dari gunung berketinggian 3.805 Mdpl yang berjuluk Atap Sumatra itu beberapa tahun lalu sempat menyaksikan dan mengabadikan Gebyar Suro. Dan karena belum melihat langsung Tari Rentak Kudo, rencananya kalau nanti mendaki lagi Gunung Kerinci akan meluangkan waktu mengunjungi resepsi nikah warga Kerinci yang mengundang tim Tari Rentak Kudo tampil.

Pilihan cara lain sesuai anjuran warganet di atas, ya menonton Tari Rentak Kudo saat pelaksanaan Festival Kerinci. Di laman indonesia.travel, dijelaskan Festival Kerinci tahun ini akan berlangsung tanggal 3 - 6 November 2026 di Kabupaten Kerinci, Jambi.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180.


Captions:
1. Gunung Kerinci, Atapnya Sumatra.
2. Para pendaki yang hendak mendaki Gunung Kerinci via Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci, Jambi.
3. Gebyar Suro salah satu acara budaya yang bisa siakasiakan usai turin Gunung Kerinci.
4. Gunung Kerinci yang berada di Kabupaten Kerinci, Jambi dimana masyarakatnya memiliki kesenian Tari Rentak Kudo yang viral di medsos hingga mendunia.

Read more...

Selasa, 22 September 2026

Tips Nyaman Hiking ke Curug Panjang dari Lembah Mahoni Camp


Lembah Mahoni Camp yang menjadi lokasi acara perayaan ulang tahun (Ultah) ke-46 TAPAL pada 20-22 November 2026, berada di dekat Curug Panjang. Jaraknya tak sampai 1,5 Km dan sama-sama berada di kecamatan yang sama yakni Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dinamakan Curug Panjang lantaran tumpahan airnya seperti seluncuran raksasa sepanjang kurang lebih 25 meter. Tumpahan airnya tidak jatuh vertikal sebagaimana air terjun (curug) pada umumnya. Kendati begitu paras air terjun satu ini tetap elok terlebih memiliki kolam alami dengan kedalaman 7 meter.

Nah, buat peserta Jambore TAPAL STP IISIP 2026 yang ingin hiking ke Curug Panjang, bisa melewati jalan setapak yang sudah didesain untuk hiking santai dari Lembah Mahoni Camp.


Sekalipun jaraknya lebih dekat dan kondisi jalur hiking-nya juga lebih mudah dibanding jalur hiking dari Annapurna Campsite ke Curug Cibogo sewaktu Jambore Ultah ke-45 Tapal di Cisarua tahun lalu, sebaiknya tetap mengindahkan delapan tips nyaman versi TravelPlus Indonesia ini.

Kedelapan tips di bawah ini, berdasarkan pengalaman dan pengamatan langsung TravelPlus Indonesia ke Curug Panjang beberapa kali, terakhir sewaktu survey plus camping di Samara Camp bersama tim panitia Jambore Tapal 2025. Samara Camp merupakan camping ground yang sama, sebelum berganti nama menjadi Lembah Mahoni Camp.

Tips yang pertama, sebelum hiking berdoa sesuai kata hati (senantiasa melibatkan Tuhan YME dan memohon kepadaNya semoga cuaca cerah, lancar pergi pulang, bermanfaat, berkesan, dll).


Kedua, sebelum hiking warming up tipis-tipis (stretching, perenggangan otot supaya tidak kaku, senam pagi, dll).

Berikutnya atau tips yang ketiga, sebelum hiking menyiapkan dan memakai outfit yang nyaman (terutama sepatu dan atau sandal lapangan. Buat yang bawa HP sebaiknya memakai kantong HP kedap air atau waterproof bag HP).

Keempat, membeli tiket masuk per orang di loket dekat pintu masuk sesuai tarif yang berlaku sekarang.


Tips kelima, saat hiking sebaiknya mengatur ritme langkah selaras kemampuan (jangan mengikuti ritme langkah orang lain dan buat yang muslim bisa sekaligus berzikir disela-sela hiking).

Selanjutnya atau tips yang keenam, di lokasi tujuan Curug Panjang tetap waspada (hati-hati berjalan di bebatuan karena licin, kalau ingin berenang di kolam alaminya sebaiknya menggunakan life jacket/pelampung yang bisa disewa di tempat, kalau tidak mau basah-basahan cukup duduk-duduk santai beralas tikar sambil kulineran, jangan lupa foto-foto di spot-spot menarik seperti di atas batu berlatar belakang aliran air Curug Panjang).

Tips ketujuh, waktu terbaik hiking ke Curug Panjang dari Lembah Mahoni Camp adalah pagi hari sekitar pukul 6 pagi supaya masih mendapatkan suasana yang lebih segar, sejuk, dan sepi. Sebab biasanya pengunjung mulai ramai berdatangan siang hingga jelang sore, terlebih diakhir pekan dan musim liburan.


Terakhir atau tips yang kedelapan, tetap menjaga kebersihan Curug Panjang serta di sepanjang jalur hiking-nya dengan membuang sampah pada tempatnya atau membawa kembali sampah logistik sendiri ke tempat sampah yang ada di Lembah Mahoni Camp.

Enjoy hiking Curug Panjang 🙏.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180

Captions:
1. Pengunjung di atas Curug Panjang.
2. Aliran Curug Panjang seperti seluncuran sepanjang lebih kurang 25 meter.
3. Video mengabadikan Curug dari atas jembatan besi.
4. Jalur hiking ke Curug Panjang dari Lembah Mahoni Camp, Mega Mendung.
5. Inilah seraut wajah Lembah Mahoni Camp yang dulu bernama Samara Camp.

Read more...

Senin, 21 September 2026

Aktris dan Aktor Peraih Citra Ini, Adu Akting di Film Memburu Pemangsa

 

Daya tarik pemeran film baik itu wanita (aktris) maupun pria (aktor), tak bisa dipungkiri menjadi salah satu faktor utama yang membuat sebuah film punya kans/peluang diminati penonton. Dan film Memburu Pemangsa, sepertinya sudah punya magnet itu.

Kenapa? Ya karena ada tiga pemeran dalam film yang menggabungkan genre horor, crime, and action ini, yang bukan saja terkenal pun berprestasi di dunia perfilman antara lain pernah menyabet Piala Citra, simbol penghargaan dan prestasi tertinggi bagi dunia perfilman di Indonesia yang diberikan kepada insan film melalui ajang Festival Film Indonesia (FFI).


Ketiga pemeran film yang mengangkat isu penculikan dan kekerasan seksual terhadap anak ini adalah aktris Laura Basuki dan Prilly Latuconsina serta aktor Teuku Rifnu Wikana.

Laura Basuki yang berakting memukau sebagai Agnes (jurmalis sekaligus pemimpin redaksi) dalam film produksi Sinemaku Pictures dengan produser Imam Salimy dan Umay Shahab, ditambah Demian Aditya sebagai produser eksekutif serta Inarah Syarafina dan Yusuf Jacka sebagai ko-produser ini merupakan aktris langganan Piala Citra.

Aktris dan model ini pernah meraih Piala Citra antara lain sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik.di FFI melalui film 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta (2010) dan kategori yang sama untuk film Susi Susanti: Love All (2020). Bahkan Laura pernah menyabet penghargaan internasional Silver Bear di Berlinale Film Festival 2022 lewat film Before, Now & Then (Nana).


Adapun aktor Teuku Rifnu Wikana yang piawai berperan antagonis sebagai Sang Pemangsa (predator anak-anak) dalam film yang berkisah tentang empat jurnalis dan seorang polisi yang melakukan perburuan dan investigasi terhadap kasus penculikan anak, yang dilakukan oleh penjahat yang bekerja sama dengan iblis ini, juga pernah meraih Piala Citra sebagai pemeran pria terbaik FFI.2017 melalui film Night Bus.

Dalam ajang tersebut, aktor keturunan Aceh yang juga dikenal sebagai pemeran teater ini pun memenangkan dua penghargaan lagi untuk film Night Bus yang juga ia produseri dan tulis skenarionya yakni kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (bersama Rahabi Mandra)!dan kategori Film Cerita Panjang Terbaik.

Rifnu juga pernah meraih penghargaan Festival Film Wartawan Indonesia 2021 sebagai Aktor Pendukung Terbaik untuk genre film horor (Survive). Bahkan di ajang Asian Academy Creative Award 2023, dia menyabet award kategori Best Actor in a Supporting Role untuk serial web aksi-thriller Indonesia berjudul 96 Jam.


Prilly Latuconsina yang berperan tak kalah apik sebagai Cia (jurnalis) dalam film garapan sutradara Umay Shahab ini juga pernah menyabet Piala Citra di FFI 2023 sebagai Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik melalui perannya dalam film Budi Pekerti.

Daftar Film Wajib Tonton
Akting memukau ketiganya (Laura, Rifnu & Prilly) terlihat di film yang juga dibintangi Yasamin Jasem sebagai Anya (jurnalis), Taskya Namya sebagai Brina (juru kamera/jurnalis), Andri Mashadi sebagai Petra (polisi), Shareefa Daanish (Ruth), Norman Akyuwen (Lara atau julukan untuk kekuatan gelap atau unsur gaib yang bersekutu dengan sang predator anak), Ruth Marini (Bu Indah), dan Septian Dwi Cahyo sang maestro pantomim Indonesia sebagai orang gila, serta beberapa pemain cilik antara lain Jordan Omar sebagai Pandu dan Javinada Della (Cindy) ini.


Melihat deretan kualitas para pemainnya yang pernah meraih Piala Citra ditambah penggabungan tiga genre yakni horor, kriminal/tindak kejahatan, dan aksi yang menarik ini, rasanya film yang akan tayang mulai 24 September 2026 di seluruh
bioskop Indonesia ini pantas dimasukkan dalam daftar film wajib tonton Anda tahun ini.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180


Captions
:
1. Serba black & green saat gala premiere film Memburu Pemangsa di Episentrum XXI, Kuningan, Jaksel.pada Senin (21/9/26).
2. Aktris langganan Piala Citra. Laura Basuki berperan sebagai Agnes di film Memburu Pemangsa yang bergenre horor, crime & action.
3. Aktor dan pemeran teater Teuku Rifnu Wikana berperan antagonis sebagai Sang Pemangsa (predator anak-anak) dalam film Memburu Pemangsa. (foto: dok.nuy nagiga)
4. Prilly Latuconsina juga berperan tak kalah apik sebagai Cia (jurnalis) dalam film garapan sutradara Umay Shahab ini.
5. Para penikmat film berfoto bersama Imam Salimy (baju lengan pendek abu-abu), salah satu produser film Memburu Pemangsa produksi PH Sinemaku Pictures. (foto: dok.nuy nagiga)
6. TravelPlus Indonesia dan dua teman kuliah seangkatan hadir dalam gala premiere film Memburu Pemangsa.





Read more...

Jumat, 18 September 2026

Ragam Aksi Sosial dan Lingkungan Bakal Ramaikan Ultah ke-46 TAPAL


Sejumlah aksi bermuatan sosial dan lingkungan bakal meramaikan peringatan ulang tahun (ultah) ke-46 TAPAL yang akan berlangsung di Lembah Mahoni Camp, Megamendung, Bogor, Jawa Barat selama 3 hari 2 malam pada  20 – 22 November 2026.

Ragam aksi bermuatan positif yang akan menyemarakan acara bertajuk JAMBORE TAPAL STP IISIP 2026 dengan mengusung tema “46 Tahun Tapal: Bersaudara, Berbagi, Menjaga Alam” ini tertera di flyer dan proposal kegiatan.

Sebelum TravelPlus Indonesia beberkan apa saja aksi sosial dan lingkungan itu satu persatu, ada baiknya traveler ketahui lebih dulu makna tema serta maksud dan tujuan perayaan ultah salah satu organisasi pencinta alam yang berbasis di Jakarta ini.


D
i flyer, terlebih di bagian dalam lembaran proposal kegiatannya, dijelaskan makna dari tema kegiatan ini terfokus pada tiga kata yakni bersaudara, berbagi, dan menjaga alam.

Pengertian kata "bersaudara" disini adalah memperkuat silaturahmi dan persaudaraan lintas angkatan alumni TAPAL. Sedangkan kata "berbagi" artinya menghadirkan manfaat langsung melalui bantuan alat tulis dan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan. Adapun pengertian kata "menjaga alam" adalah mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui penanaman pohon, pengelolaan sampah, recycle, serta pembangunan fasilitas persampahan.

Diterangkan pula maksud penyelenggaraan Jambore TAPAL STP IISIP 2026 sebagai momentum memperingati ultah ke-46 TAPAL sekaligus memperkuat persaudaraan alumni melalui kegiatan sosial, lingkungan, edukasi, dan kebersamaan.

Adapun tujuannya antara lain menghubungkan alumni lintas generasi dalam kegiatan positif; memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, membuka ruang diskusi dan pertukaran gagasan antaralumni; mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan sebagai inspirasi bagi masyarakat luas; dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.


Paket Sembako & Tanam Pohon
Ragam aksi sosial yang masuk dalam rangkaian kegiatan Jambore TAPAL STP IISIP 2026 adalah aksi berbagi alat tulis dan sembako lansia.

Paket alat tulis yang akan dibagikan terdiri atas buku tulis, pensil, pulpen, penghapus, penggaris, dan perlengkapan sekolah lainnya. Sedangkan paket sembako lansia mencakup kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, teh/kopi, dan kebutuhan pokok lainnya.

Adapun ragam aksi lingkungannya antara lain menanam pohon, membersihkan sampah, membangun fasilitas sampah, recycle, dan pengadaan motor bak sampah.

Kegiatan penanaman pohon merupakan sebagai simbol kepedulian TAPAL terhadap keberlanjutan lingkungan. Rencananya setiap pohon  yang ditanam akan diberikan identitas “Pohon TAPAL ke-46” dengan tujuan dapat dirawat dan dipantau.

Sementara gerakan membersihkan area sekitar lokasi kegiatan akan dilakukan bersama masyarakat dan peserta jambore dengan konsep "pilah – angkut – olah – daur ulang".

Mengenai gerakan recycle akan dilakukan dengan cara memilih sampah yang memiliki nilai ekonomi lalu diarahkan untuk proses daur ulang. Sedangkan pengadaan motor bak sampah viar bertujuan untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan sampah sebagai sarana operasional pengangkutan sampah dari lingkungan masyarakat menuju fasilitas pengelolaan sampah.


Reuni, Edukasi & Rekreasi
Tak cuma itu, kemasan Jambore TAPAL tahun ini juga mengusing konsep reuni, edukasi, dan rekreasi.

Lebih rinci diterangkan konsep reuni adalah pertemuan alumni lintas generasi dalam suasana kekeluargaan. Konsep edukasi berupa diskusi alumni serta edukasi mengenai lingkungan dan pengelolaan sampah.

Topik yang akan diangkat dalam diakusi antara lain perjalanan TAPAL dari masa ke masa; peran alumni di tengah perubahan zaman; media, komunikasi dan perubahan sosial; kontribusi alumni bagi masyarakat; gerakan sosial dan lingkungan; serta gagasan TAPAL untuk masa depan.

Adapun kemasan rekreasinya antara lain fun games, hiburan organ tunggal, api unggun, foto bersama, dan berbagai aktivitas kebersamaan seperti treking bareng ke Curug Panjang yang berada sekita 1,3 Km dari Lembah Mahoni Camp.


Nah, buat traveler yang ingin ikut serta atau bahkan ingin berdonasi sebagai donatur bisa menghubungi panitia penyelenggara antara lain dengan
direct message (DM) ke admin akun resmi Instagram (IG) Tapal yakni @tapal_1984.

Selamat merayakan ultah ke-46 TAPAL yang tinggal sekitar 2 bulan lagi di Lembah Mahoni Camp yang dulu bernama Samara Camp.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180

Captions:
1. Sepenggal keindahan Lembah Mahoni Camp yang menjadi lokasi acara peringatan ultah ke-46 TAPAL.
2. Flyer JAMBORE TAPAL STP IISIP 2026 (foto: dok.tapal)
3. Tim panitia jambore ultah ke-45 TAPAL pernah survey dan camping di Lembah Mahoni Camp yang dulu bernama Samara Camp pada tahun 2024.
4. Curug Panjang objek wisata alam di dekat Lembah Mahoni Camp.
5. Durasi acara jambore ultah ke-46 TAPAL 2 hari 3 malam di Lembah Mahoni Camp, tanggal 20-22 November 2026.





Read more...

Kamis, 17 September 2026

Jumpa Pers King Lear


Sebuah karya teater kelas dunia “King Lear” karya William Shakespeare yang disutradarai Tadashi Suzuki dari Jepang dipentaskan untuk pertama kalinya di Indonesia, tepatnya di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada 16–17 September 2026.

Sebelum ditampilkan pada malam jari, pihak penyelenggara menggelar jumpa pers di GKJ pada Rabu (16/9/26) siang dengan mengundang sejumlah journalist dan content creator dari berbagai media termasuk media online  TravelPlus Indonesia.


Jumpa pers King Lear menghadirkan nara sumber:
Suzuki Tadashi, sutradara King Lear sekaligus Pendiri  SCOT - Suzuki Company of Toga); Restu Imansari Kusumaningrum (Co-Founder Bumi Purnati Indonesia, sekaligus produser); Bambang Prihadi (Perwakilan Bumi Purnati Indonesia sekaligus alumni SCOT); Miyake Shota (Assistant Director Divisi Budaya, The Japan Foundation, Jakarta), dan interpreter Riza Adrian.

Lalu apa saja keistimewaan King Lear sebagai pertunjukan teater bertaraf internasional?

Berdasarkan jumpa pers, keistimewaan pertunjukan “King Lear” di Jakarta yang merupakan kolaborasi kerja Indonesia-Jepang hasil produksi bersama Bumi Purnati Indonesia dan Suzuki Company of Toga (SCOT) dengan dukungan The Japan Foundation - Jakarta antara lain mempertemukan sejumlah aktor dari 8 negara yakni Indonesia, Jepang, Italia, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, Cina, dan Chile serta dibawakan dalam 7 bahasa masing-masing.


Keistimewaan lainnya ada 3 aktor Indonesia yang tanpil di King Lear yakni Jamaluddin Latif, Wahyu Kurnia, dan Ahmad Fauzi. Menariknya lagi Jamaluddin Latif menjadi pemeran utama sebagai King Lear.

Usai jumpa pers beberapa scene (adegan) King Lear ditampilkan khusus untuk pengambilan foto  dan video para awak media.


Naskah & foto: Adji TravelPlus
, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180

Captions:
1. Banner standing "King Lear".
2. Para narsum jumpa pers King Lear.
3. Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) venue jumpa pers dan pertunjukan King Lear, 16 -17 September 2026.
4. Salah satu adegan King Lear dengan pemeran utamanya, aktor Indonesia.



Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP