<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788</id><updated>2012-02-10T23:50:50.273-08:00</updated><category term='Tari Saman Bakal Jadi Ikon Pameran Kridaya 2012'/><category term='Bali Favorit Wisatawan China'/><category term='Komodo Asyik Bercinta Lalu Bertelur'/><category term='10 &apos;dosa&apos; pendaki gunung'/><category term='alun-alun suryakencana'/><category term='wisata belerang ke kawah-kawah cantik'/><category term='pesona sunset dan savana gunung merbabu'/><category term='Raja Ampat Targetkan 50.000 Wisatawan Pada 2014 dengan DMO'/><category term='Kera Eksodus'/><category term='2011 Indonesia Kebanjiran Meeting  tingkat ASEAN'/><category term='Beberapa Foto Kebudayaan 2011 Jadi Iklan Pariwisata'/><category term='berita wisata'/><category term='banjaran brata sena'/><category term='Ilmu Pariwisata Harus Dapat Slot Nomenklatur Dikti'/><category term='TWI'/><category term='Wisatawan (bisa) Beranjak'/><category term='Dodol Betawi'/><category term='Indonesia Food Fiesta'/><category term='Ludruk Si Pitung Robin Hood Betawi'/><category term='nusa dua bali'/><category term='Enam Permasalahan Utama Pengembangan Ekraf Indonesia'/><category term='14 Industri Kreatif dalam Cetak Biru Kemenparekraf'/><category term='ekspedisi'/><category term='sebelas langkah bebaskan gunung dari sampah'/><category term='Taman Nasional Komodo Warisan Alam Dunia yang Sebenarnya'/><category term='Mekarsari'/><category term='Jelang Liburan Lebaran'/><category term='’Berita dari Kawan’ Terdengar Sampai Hotel Bintang Lima'/><category term='gaya penggiat alam bebas era digital'/><category term='Rinjani Trek Juara Pertama CIPTA Award 2010'/><category term='Bandara Matak-Hang Nadim'/><category term='Pantai Senggigi Lombok'/><category term='Dilarang Berpacaran di Situs Megalitik Gunung Padang'/><category term='Film Sang Penari'/><category term='Saksikan Bunga Bangkai Mekar di Mekarsari'/><category term='Tiket Masuk Kebon Bintang Ragunan Termurah Sedunia'/><category term='Ayo Ikut Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara 2011'/><category term='Indonesia Jaring Wisman dari  Kota-Kota Lapis Kedua India'/><category term='10 Gunung Favorit Pendaki Pascalebaran'/><category term='Ikut Family Train Mekarsari Oleh-Olehnya Cerdas'/><category term='Lukisan Berbahan Material Merapi Berharga Jutaan'/><category term='indramayu'/><category term='Obama dan Michelle ke Masjid Istiqlal'/><category term='Palu Festival Film Ramaikan Festival Teluk Palu 2011'/><category term='obyek wisata sekitar gunung merbabu'/><category term='art summits indonesia 2010'/><category term='panggung perempuan kedua'/><category term='TdS 2012'/><category term='Ketika VJ Marissa Dimanjakan Ice Cream Bercokelat Belgia'/><category term='Indonesia Belajar Pengelolaan Geopark ke Cina'/><category term='Gaya KKP Mencetak Tenaga Konservasi Andal'/><category term='Semangat Cinta NKRI Warnai Pembukaan Lombal Sumpit Internasional'/><category term='Festival Wayang 2011 di Fatahillah'/><category term='Ikut TIME Pasti Untung'/><category term='L-Men versi Internasional'/><category term='Stop Pembangunan Hotel di Bali Selatan'/><category term='Erupsi Merapi 2010 Torehkan Rekor Baru'/><category term='malioboro'/><category term='master plan borobudur'/><category term='Kuliner Bakal Dimasukkan Dalam Industri Kreatif'/><category term='gigolo di Bali'/><category term='Gaya Semarang Menghidupkan Bangunan Tua'/><category term='Merak-Bakauheni Macet'/><category term='madona my darling'/><category term='MoU Kemenbudpar dengan PBNU Pengembangan Sisata Ziarah'/><category term='Mengembalikan Kedamaian Poso dengan Sintuwu Maroso'/><category term='Pesona Hutan Bukit Bengkirai di Film Lima Elang'/><category term='Sensasi Robatayaki'/><category term='Tradisi Balimau'/><category term='destinasi termurah'/><category term='Mari Elka Pangestu dan Sapta Nirwandar'/><category term='Mengemas Ludruk Agar Tak (lagi) Ambruk'/><category term='Festival Musik Bambu Nusantara ke-5'/><category term='Pajak Film Nasional Dibebaskan'/><category term='Pesona Papandayan Saat Berstatus Siaga'/><category term='Bandung Dongkrak Wisman dengan Trans Studio'/><category term='Iwan Fals Tamu Spesial Indonesia Reggae Festival'/><category term='Ikan Bakar Kerapu dan Iga Penyet Pemuas Selera'/><category term='Target Wisman dari Tour de Singkarak 2012 Naik 15 Persen'/><category term='Strategi  Melampaui Target  8 Juta Wisman 2012'/><category term='hari museum indonesia'/><category term='Letusan Merapi Diminati Turis Berjiwa Petualangan'/><category term='mapala ui'/><category term='MAK JOGI'/><category term='pameran lomba foto sadar wisata 2010'/><category term='Nonton Sendratari Mahakarya Borobudur dengan Richard Gere'/><category term='ayam tangkap'/><category term='mudik dan balik'/><category term='Lampung juara kategori umum lomba foto pembangunan Indonesia 2010'/><category term='10 Kiat Liburan Aman dengan Buah Hati'/><category term='Mengajak Orang Berwisata Lewat Foto'/><category term='Putra-Putri Batik Alat Promosi Batik Indonesia ke Dunia Internasional'/><category term='Memanjakan Mata dengan Biru dan Hijau Alami Pulau Weh'/><category term='Indonesia Mampu Terapkan Kode Etik Pariwisata Dunia'/><category term='Ketika Lodong Bambu Bermesra dengan Keyboard'/><category term='Belanda'/><category term='Festival Layang-Layang 2011 di Monas'/><category term='Gunung Gamalama di Ternate'/><category term='Hotel Kristal Jakarta'/><category term='Seminar Ketokohan Tun Sri Lanang di Bireuen Telurkan 3 Rekomendasi'/><category term='Enam Acara Utama Sabang International Regatta 2011 di Sabang'/><category term='Sistem Manajemen Pengamanan Destinasi Pariwisata Disusun'/><category term='Festival Komodo'/><category term='Festival Pulau Penyengat Bakal Digelar Tiap Tahun'/><category term='Inilah Pemenang Desain Perhiasan 2011'/><category term='vakantiebeurs'/><category term='IMT GT Berkepala Tapi Tak Berbadan'/><category term='Dua Pameran Foto Beda Tema'/><category term='obyek wisata tsunami'/><category term='budaya'/><category term='candi di UII'/><category term='Meraba Indonesia dengan Sepeda Motor'/><category term='melintasi 7 puncak gunung merbabu'/><category term='Menbudpar Nanti Harus dari Jabar'/><category term='Musikal Ludruk Kartolo Mbalelo'/><category term='bursa paket wisata 2010'/><category term='gunung merapi'/><category term='paket sahur jaringan hotel Ibis Indonesia'/><category term='IDP Latihan di Amrik Buat Tampil di Senayan'/><category term='Film Sang Pencerah'/><category term='rakata'/><category term='Indonesia Tuan Rumah Asia Tourism Forum Khusus Bidang Pengajar Pariwisata'/><category term='Musisi Jazz Internasional Ramaikan Bekasi Jazz Festival 2011'/><category term='Berburu Kuliner Buka Puasa Dekat Masjid'/><category term='festival teater remaja'/><category term='water blow'/><category term='Harpitnas Dadakan Obyek Wisata Favorit Disemuti Wisatawan'/><category term='KA Toraja'/><category term='Topi Bambu Raksasa Kabupaten Tangerang Raih Rekor Dunia'/><category term='World Economic Forum 2011'/><category term='Pameran Foto Kebudayaan 2011'/><category term='wisatawan India'/><category term='Lomba Sumpit Internasional 2011 di Singkawang'/><category term='bulusan'/><category term='Pameran Fotografi keprgok membaca'/><category term='dan Pohon'/><category term='Indonesia Cultural Performance di Den Haag'/><category term='Keuntungan Sawah Berundak Bali Jadi World Culture Heritage'/><category term='Memburu Obyek Wisata Baru di GWBN 2011'/><category term='15 Tips Aman Menggunakan Alat Transportasi Berwisata'/><category term='Sumatera Tujuan Pertama Indonesia Exploride'/><category term='Festival Danau Batur 2011'/><category term='meriam karbit'/><category term='Hotel di Padang Bertambah Menjadi 67 Unit Pascagempa'/><category term='pendakian massal'/><category term='jalan-jalan malam'/><category term='Lelang Mutiara di Lombok  Sumbawa Pearl  Festival 2011'/><category term='festival krakatau 2010'/><category term='Sop Sumsum Langsa Plus Timun Kerok'/><category term='film dan cerita pilihan'/><category term='vote komodo'/><category term='FHT Bali 2010'/><category term='Menyongsong Visit Aceh 2013'/><category term='Mengoptimalkan Obyek Wisata Religius Kepulauan Riau'/><category term='indeks saing pariwisata indonesia'/><category term='Sekolah Gajah'/><category term='Richard Gere ke Bali'/><category term='wisata bahari'/><category term='Mendaki Gunung Saat Berpuasa'/><category term='paket wisata pilihan'/><category term='Gaya Jogja Memulihkan Sektor Pariwisatanya'/><category term='Mendaki Gunung Batur Saat Festival Danau Batur'/><category term='15 Langkah Manajemen Bencana Terpadu'/><category term='Sertifikasi Keamanan Peralatan Bakal Masuk Standarisasi Usaha Wisata'/><category term='destinasi minat khusus'/><category term='Perang Topat Bukti Toleransi Antaragama di Lombok'/><category term='Bersepeda gunung diI Bromo dan Dempo'/><category term='tahun kunjungan museum 2010'/><category term='Damai'/><category term='Angklung Harus Masuk Sekolah Pascapengakuan UNESCO'/><category term='WNCH Expo Ramaikan Sidang UNESCO ke-6 dan ASEAN Festival di Bali'/><category term='pantai di Pulau Komodo'/><category term='Pameran Kridaya 2011'/><category term='sejarah'/><category term='12 Kiat Memulihkan Kejayaan Obyek Wisata'/><category term='Buaya di Museum Negeri NTB Mencuri Perhatian'/><category term='Mencabut Duri-Duri Penghalang Pariwisata Raja Ampat'/><category term='Strategi Promosi Film Sama Seperti Pariwisata'/><category term='48 Pulau Terdepan Indonesia Tidak Berpenghuni'/><category term='Kereta Ekonomi Versus Kereta Wisata'/><category term='blacius subono'/><category term='visit makassar dan beyond 2010-2014'/><category term='10 kiat menamankan spirit pendakian konservatif'/><category term='Ke Tengarong Lihat Festival Erau 2011'/><category term='Baru 2 Cruise Bersandar di Benoa Per Bulan'/><category term='Prosfek Pariwisata Indonesia  Dibawah Mari dan Sapta'/><category term='Triesna Wacik Semakin Bangga Jadi Miss Toilet'/><category term='Gunung Dempo'/><category term='Sambut TIME 2011'/><category term='Semarak Budaya Nusantara 2010'/><category term='Kota Baru Kalsel'/><category term='Promo Wonderful Indonesia Via Pejalan Kaki'/><category term='lebaran'/><category term='teater peqho'/><category term='Indonesia Contek Pengelolaan Geopark China'/><category term='Pajak Film Impor Masih Dihitung'/><category term='museum  benteng vredeburg'/><category term='Cek Ulang Fasilitas Obyek Wisata'/><category term='Rahasia Bikin Wisman Betah dan Jatuh Cinta'/><category term='Target Visit South Sulawesi 2012'/><category term='Lombok Surga Belanja Mutiara Kualitas Dunia'/><category term='cerita public figure'/><category term='Program DMO Targetkan  360.000 Wisman ke Danau Toba pada 2014'/><category term='Pementasan Teater Mastodon dan Burung Kondor'/><category term='Barbie Bali Alternatif Cenderamata Pulau Dewata'/><category term='Indonesia Kini Dalam Hikayat dan Tari Melayu'/><category term='Gunung Bawakaraeng'/><category term='Puslibangpar'/><category term='Memburu Diskon di Mal-Mal Jakarta'/><category term='Danau Ranau'/><category term='MoU Kemenbudpar dengan Polri tentang pengamanan destinasi pariwisata'/><category term='penganiayaan massal'/><category term='Pesta Kesenian Bali  2011'/><category term='Kreativitas Sang Presiden Diluncurkan di Jakarta dan Paris'/><category term='panjat tebing di Toraja'/><category term='Foto-foto Pra dan Pascaerupsi Merapi Dipamerkan'/><category term='Inilah 10 Hotel Ramah Lingkungan Pemenang Green Hotel Award 2011'/><category term='Mall Ciputra Jakarta'/><category term='Festival Waruga 2011'/><category term='Sektor Pariwisata Indonesia Tak Rentan Krisis Global'/><category term='Gunung Semeru Ditutup 3 Bulan'/><category term='Mendongkrak Pariwisata Via Balap Sepeda'/><category term='taraweh keliling di masjid-masjid Jakarta'/><category term='Pascaerupsi Merapi  Tren Pariwisata Sleman ke Wisata Budaya'/><category term='Tugu Kilometer Nol Indonesia'/><category term='56 Ember Debu Merapi dari Candi Borobudur'/><category term='Indonesia Gelar Kontes Pramuwisata Tingkat ASEAN'/><category term='pameran ragam hulu keris di BBJ'/><category term='Inilah 3 Tugas Utama Kemenparekraf'/><category term='Upaya Menggenjot Wisatawan ke Kintamani'/><category term='Java Jazz 2011'/><category term='Hotel di Padang Pascagempa'/><category term='Ramadhan Jazz Festival  Jaring Ratusan Penonton'/><category term='Jakarta dan Bali Diminati MICE Internasional'/><category term='Paket-Paket Wisata Lebaran di Sumatera'/><category term='US Beef Versus Ikan Nila di Grand Sahid Jaya'/><category term='Membangkitkan Semangat Sumpah Pemuda di Festival Petualang Nusantara 2011'/><category term='Menjajal Gladiator Khas Suku Sasak'/><category term='indogreen forestry 2010'/><category term='vulcano tracking'/><category term='hotel Ibis Slipi Jakarta'/><category term='Speedy Tour d&apos;Indonesia 2011'/><category term='Sungai-Sungai Pembunuh Jenuh dari Aceh Hingga Papua'/><category term='5 Juta Pengunjung Libur Lebaran'/><category term='Perkawinan Massal Bawah laut di Sail Wakatobi Belitong'/><category term='Liburan Berkualitas'/><category term='bantal keramik antik'/><category term='bangsal trajumas'/><category term='ISF 2010'/><category term='Tiga Syarat Terpenuhi'/><category term='Kemenbudpar Bentuk Kelompok Kerja Crisis Center'/><category term='KH Ahmad Dahlan'/><category term='Lumba-Lumba Kiluan Geser Posisi Gajah Lampung'/><category term='Promosi Budaya dan Wisata di Lomba Cipta Lagu Tingkat Nasional. Loamba Cipata Seni Pelajar Tingkat Nasional Tahun 2011'/><category term='Suku Tengger Bromo Gelar Ritual Doa dan Buka Pintu Gerbang'/><category term='Pulau Umang Kembangkan Konsep Green Island'/><category term='ITHF 2010'/><category term='paket nampan ramadhan hotel arcadia jakarta'/><category term='Taman Nasional Lore Lindu'/><category term='10 tips aman mudik dan balik'/><category term='peluncuran album keempat SBY'/><category term='Baduy'/><category term='Kematian Osama Pengaruhi Kunjungan Wisman ke Indonesia?'/><category term='Geopark Indonesia'/><category term='mister international 2010'/><category term='Obyek Wisata Alam Tomohon'/><category term='Sembilan Cara NTB Menjaring Satu Juta Wisatawan Pada 2012'/><category term='Kemenparekraf Galakkan Lagi Program Kamis ke Bioskop'/><category term='Paket Spesial Ramadhan Grand Sahid Jaya Jakarta'/><category term='Tiga Pameran di Lawang Sewu Merubah Imej Horor'/><category term='27 Pejabat Eselon 2 Kemenbudpar Dilantik'/><category term='award daya tarik wisata'/><category term='Bila Krakatau Terus Menggeliat'/><category term='Macam Merapi Turun Gunung'/><category term='Keistimewaan Menikmati Borobudur Saat Waisak'/><category term='UU Cagar Budaya yang baru ditandatangani 4 menteri'/><category term='kuliner'/><category term='golf channel'/><category term='Lulusan Pariwisata Dijamin Tidak Nganggur'/><category term='Modal Rp 6 Miliar'/><category term='bahari'/><category term='Masjid Kubah Mas Cinere Depok'/><category term='Gunung-Gunung Aktif  Menggeliat ”Menyambut” Ramadhan'/><category term='Bukan Kemparektif'/><category term='Bambu Nusantara World Musik Festival ke-5'/><category term='Pendakian ke Mahameru Ditutup Tiga Bulan Kedepan'/><category term='Pembukaan Pesta Danau Toba 2010'/><category term='freefall di Curug Gendang'/><category term='karantina PPI 2010'/><category term='Pembangunan Bioskop di Indonesia Diminati Investor Asing dan Dalam Negeri'/><category term='KA Nusantara'/><category term='Festival Komodo Sambut Pengumuman 7 Keajaiban Dunia'/><category term='Film Indonesia Bergenre Drama Religi Diminati Timur Tengah'/><category term='lokasi pengungsian tsunami'/><category term='durian medan'/><category term='Tari Topeng Betawi'/><category term='Mengawinkan Pesona Phuket'/><category term='Mari Berwisata di Negara-Negara Anggota ASEAN'/><category term='Penghargaan  Kepariwisataan TCTA Jelas Beda'/><category term='Singapura Negara Tujuan “Wisatawan” Pelarian Indonesia'/><category term='ITA 2010 Tambah 2 Kategori Baru'/><category term='Bukberpala 2010'/><category term='Lomba Penulisan Cerita Film Anak-Anak dan Kepahlawanan'/><category term='Gunug Semeru'/><category term='film eat pray love'/><category term='Rekomendasi World Batik Summit 2011 untuk Pengembangan Batik Indonesia'/><category term='green camp'/><category term='Delapan Ajakan SBY Demi Indonesia Lebih Baik'/><category term='Pagelaran ke-50  Paguyuban Puspo Budoyo Dapat Rekor MURI'/><category term='Kemenbudpar Suguhkan Seni Budaya di Pembukaan Asean Summit 2011'/><category term='Kabupaten Berau Tuan Rumah Festival Jepen 2011'/><category term='Bali Terfavorit'/><category term='Rahasia  Sukses Festival Musik Bambu Nusantara 2011'/><category term='DMO Kota Tua Jakarta'/><category term='Wonderful Indonesia'/><category term='ciwidey'/><category term='Wisata Cruise Berprosfek Cerah Tersendat Koordinasi'/><category term='Wisatawan Batal ke Lampung'/><category term='candi kimpulan'/><category term='julia roberts'/><category term='Ngejes dan Ngetan Kontras Sama Berkesan'/><category term='Lombas Sumpit Intenasional Pertama di Singkawang'/><category term='pacu jalur'/><category term='wisata olahraga golf'/><category term='Keuntungan Tour de Singkarak 2012 Promo Jauh-Jauh Hari'/><category term='Museum Marketing 3.0 Menambah Ubud Kian Berkelas'/><category term='Tiga Andalan Wisata Minahasa Utara'/><category term='Wisman Masih Berdatangan'/><category term='Pantai Batu Karas'/><category term='Jero Wacik Kena ‘Todong’ Rp 50 Juta'/><category term='ayam tsunami'/><category term='Lawang Sewu Semarang'/><category term='Sail Wakatobi Belitong 2011'/><category term='Kiat Aman Menikmati Kawah-Kawah Cantik Mematikan'/><category term='Upaya Memberi Ruang Buat Seni Tradisi'/><category term='10 Pasal Kode Etik Pariwisata Dunia'/><category term='Bukberpala 2011'/><category term='Pilot Garuda Mogok'/><category term='pembangunan karakter bangsa never ending'/><category term='4.000 Wisatawan Rusia ke Lombok Sampai Maret 2012'/><category term='Seribu Homestay untuk Sail Morotai 2012'/><category term='Speedy Promosikan Wisata Lewat Balap Sepeda'/><category term='Taman Nasional Ujung Kulon'/><category term='masjid'/><category term='Enam Faktor Jumlah Wisman ke Kaltim Meningkat'/><category term='Silatnas Raja dan Sultan se-Nusantara II di Bandung'/><category term='Kawasan Wisata Mandalika Ditaksir Investor Dalam dan Luar  Negeri'/><category term='Arak-arakan 11 bendera negara ASEAN'/><category term='pulau biawak'/><category term='Gurihnya Kepiting dan Udang Goreng Barelang'/><category term='Gaya Bali Mengemas Pesta Kesenian'/><category term='Tak Kunjung Diam'/><category term='Benteng Liya Togo pun Bertransformasi'/><category term='Pasanggrahan'/><category term='lomba foto sadar wisata 2010'/><category term='Mudik Nyaman Via Kereta Wisata'/><category term='lebaran ketupat di Madura'/><category term='Flaying Fox  di Taman Wisata Matahari Boleh Beroperasi'/><category term='Monumen Jenderal Sudirman'/><category term='city tour'/><category term='wisata gaya backpacker'/><category term='bali raihjuara lomba toilet umum bersih  museum 2010'/><category term='17 Tips Jalan-Jalan Murah Meriah Menyenangkan Ala Backpacker'/><category term='Jembatan Air Mata'/><category term='bopunjur'/><category term='Good Mister'/><category term='gebyar wisata nusantara 2010'/><category term='Pangandaran International Kite Festival 2011'/><category term='Kedai  Kupi Aceh Bertranfromasi Jadi Kampus dan Kantor'/><category term='10 kiat menanamkan spirit pendakian konservatif'/><category term='SIR 2011 Meningkatkan Pendapatan Warga'/><category term='Pesona  Alam dan Kisah Keramat Gunung Gamalama'/><category term='aksi bersih gunung'/><category term='15 Destinasi Masuk Program DMO'/><category term='ki sun gondrong'/><category term='Nyobain Kerak Telor di Festival Palang Pintu ke VI'/><category term='Lemba Bada'/><category term='pencurian 600 fosil sangiran berhasil digagalkan'/><category term='Sejumlah Penerbangan Batal  Hari ini'/><category term='kerajinan berbasis budaya'/><category term='Tanjung Aan Lombok Selatan'/><category term='Kisah Lima Sekawan dari Tanjung Aan'/><category term='film Lima Elang'/><category term='melacak sang primadona Ujung Kulon'/><category term='tradisi unik khas lebaran'/><category term='kearifan lokal'/><category term='Jero Wacik Tak Pernah Bawa Agenda Pribadi'/><category term='dunia hiburan'/><category term='situs manusia purba sangiran'/><category term='Inap di Tepi Sungai dan Jurang Makin Tren di Bali'/><category term='Mastodon dan Burung Kondor Versi Baru'/><category term='wisata gerilya'/><category term='JUST Traveller di Gedung Joang'/><category term='Badak Jawa'/><category term='Sejumlah Penerbangan Batal'/><category term='Tour de Singkarak 2011'/><category term='10 Kiat Dapatkan Liburan Berkualitas'/><category term='Menjelajahi Ratusan Dive Spot Raja Ampat'/><category term='RUU Cagar Budaya disyahkan Rapat Paripurna DPR RI'/><category term='Selamat Jalan Rekan Seprofesi'/><category term='Suguhan Berbeda Pameran Kridaya 2011'/><category term='mobil berbatik'/><category term='pitu likur'/><category term='taman nasional komodo'/><category term='satyalencana kebudayaan'/><category term='7 Juta'/><category term='festival topeng nusanatara 2010 di cirebon'/><category term='tour de Singkarak'/><category term='Danau Poso'/><category term='Buah'/><category term='durian aceh'/><category term='kesenian tradisional Sulawesi Selatan'/><category term='Promosikan Potensi Wisata Minahasa Utara Lewat Festival Waruga'/><category term='Memahami Hulu Keris dan Nilai Investasinya'/><category term='Batal ke Keraton Jogja'/><category term='Arca Borobudur Kembali Berselimut Debu Merapi'/><category term='mice'/><category term='Ancol  Targetkan 1'/><category term='18 Cara Memasarkan Produk Pariwisata'/><category term='Ketika Ratusan Raja Berkumpul di Kota Kembang'/><category term='GIPI Bermitra dengan Pemerintah'/><category term='hari bumi'/><category term='Tari Geleng Ro’om Meriahkan Gala Dinner ASEAN Summit 2011'/><category term='flying fox di hutan rahong'/><category term='Jakarta international Kite Festival 2011 di Ancol'/><category term='Taman Wisata Alam Carita'/><category term='tengkorak buaya muara'/><category term='Promo Komodo di Negeri Kangguru'/><category term='kalabendu di art summit indonesia 2010'/><category term='Akar Melayu Mak Jogi'/><category term='Rinjani Trek'/><category term='Art Summit 2010 Festival Seni Kelas Dunia 5 Negara'/><category term='Sepuluh Pemkot Terkorup di Indonesia 2011'/><category term='Lampung Berbenah Diri  Sebelum Jembatan Selat Sunda Berdiri'/><category term='Lima Alasan Indonesia Bakal Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Dunia'/><category term='Menjaring Wisman dengan Kopi'/><category term='kuliner serba daging'/><category term='Obyek Wisata di Kabupaten Minahasa Utara'/><category term='musik pilihan'/><category term='Air Awet Muda Taman Narmada'/><category term='Pesona Twins Island Umang dan Oar'/><category term='pencemaran dan pengrusakan gunung'/><category term='pameran bersama seni lukis potret mengenal identitas bangsa'/><category term='Kera dan Babi Hibur Pengunjung Kilometer Nol'/><category term='Es Kelapa Muda Minuman Terlezat Urutan 19 Dunia'/><category term='Dua Kereta Batik Diluncurkan'/><category term='Jogja dalam secangkir wedang ronde'/><category term='Merapi pun Diruwat'/><category term='World Batik Summit 2011 Bakal Bentuk Forum Pengrajin Batik Sedunia'/><category term='dan Candi Borobudur Raih Cipta Award 2011'/><category term='pameran warisan budaya bawah air'/><category term='Panduan Beli Tiket Kereta Api untuk Mudik'/><category term='seminar hari museum indonesia'/><category term='Menjelajahi Kampung SBY Usai Pesta Kesenian Rakyat'/><category term='14 Trik Menikmati Gunung Semeru Saat Waspada'/><category term='Curhat Sang Maestro Seni Tradisional Dayak'/><category term='Selama Libur Lebaran'/><category term='marissa nasution'/><category term='munas dekranas'/><category term='Hanung Bramantyo'/><category term='Bye-Bye New7Wonders'/><category term='Peran Penting Indonesia dalam Kepariwisatan ASEAN'/><category term='Forum dan Festival Pemuda Asean Jelang Pembukaan ASEAN Summit 2011'/><category term='Festival Krakatau Tanpa Tour Krakatau'/><category term='Film Hollywood kembali hadir di Indonesia'/><category term='Batam Surga Bagi Para Vegetarian'/><category term='Tahun Depan Giliran Toilet Restoran'/><category term='Dari Sop Janda Bandarlampung Hingga Semur Betawi'/><category term='Ummi Aminah Meramu Tawa dan Haru'/><category term='Pameran WNCH 2011'/><category term='tradisi Meugang'/><category term='Manado Jadi Tuan Rumah Celebrate the Sea Festival Tiga Tahun Berturut'/><category term='Kemenparekraf Merevitalisasi 87 Museum Sampai 2014'/><category term='Teater Wayang Indonesia'/><category term='Indonesia Pusaka'/><category term='paket ramadahan'/><category term='Mbah Maridjan Bersujud dalam Keteguhan Prinsipnya'/><category term='10 Tips Sukses Mendaki Gunung Saat Berpuasa'/><category term='Nonton Film Hollywood'/><category term='lombok sumbawa pearl festival 2010'/><category term='empat jalur pendakian gunung merbabu'/><category term='Tips Berwisata Tetap Nyaman Beribadah'/><category term='Peresean'/><category term='UNESCO Bahas Pemanfaatan Cagar Biosfir di Riau'/><category term='Indonesia Juara Tari di Turki'/><category term='Ketika Bankir Main Ludruk Jadi Si Pitung'/><category term='konferensi internasional budaya sunda 2010'/><category term='Kawasan Wisata Sejarah Melayu Nusantara di Samalanga'/><category term='alam'/><category term='Tak Perlu ke Negeri Tetangga'/><category term='Dukungan Publikasi Media dalam Festival Budaya'/><category term='TIME ke-17 Lampung'/><category term='Yuk'/><category term='Keliling Bali Via Kereta Wisata Tahun 2014'/><category term='Peluang Bisnis di Bidang Film Amat Menjajikan'/><category term='obyek wisata di Kabupaten Bireuen'/><category term='komunitas pecnta alam'/><category term='Berwisata Spritual Ampuh Meredam Stres'/><category term='Buku Tepian Tanah Air'/><category term='musuem gunug api batur'/><category term='Berwisata ke Kukar Pascaambruknya Jembatan Mahakam II'/><category term='Tawuran Marak'/><category term='Festival Tangkuban Parahu 2011 Gelar Tur Wisata'/><category term='Ibis Malioboro Strategis Terhubung Mall'/><category term='Festival Paduan Suarat ITB 2010'/><category term='10 kiat sukses mengelola pendakian massal'/><category term='Trans Studio Bandung'/><category term='inacraft 2010'/><category term='launching pesta danau toba 2010'/><category term='ITB International Choir Competition 2010'/><category term='Buat Eri Anugerah'/><category term='Jazz di Masjid Cut Mutiah'/><category term='Iklan di Film Di Bawah Lindungan Ka’bah Tak Sesuai Settingnya'/><category term='Anggun Bakal Konser 10 Oktober di Jakarta'/><category term='Mengangkat Pamor Festival Budaya Asmat  2011'/><category term='enam negara mendaki Gunung Gede'/><category term='Kelenteng-Kelenteng Tua Berpotensi Menjaring Wisman'/><category term='sembilan manusia aneh turun gunung ke TMII'/><category term='Baduy Negeri Berpagar Tabu'/><category term='Festival Danau Sentani 2011'/><category term='Tempayan Purba Ditemukan di Lore Lindu'/><category term='10 Alasan Jogja Ngangeni'/><category term='sate karang'/><category term='Buat Fakultas Perfilman dan Tambah Bioskop'/><category term='candi prambanan'/><category term='Curhat Komodo: “Kami Tak Butuh Label Keajaiban Dunia Versi N7W”'/><category term='Solo Batik Carnival 2011  Berlangsung Malam'/><category term='menyusuri kerajaan biawak'/><category term='Puasa Nabi Daud Bekal Memerankan Tokoh Jose Karosta'/><category term='Menyibak Misteri Tun Sri Lanang'/><category term='Raja Ampat Jadi Lokasi Syuting Film Perancis'/><category term='Mengusir Bosan di Jeram-Jeram Palayangan'/><category term='Negara Pengimpor Angklung Meningkat'/><category term='Petrus Lengkoi Seniman Besar Dayak'/><category term='Tips Berburu Kuliner Saat Puasa'/><category term='Menjaring Wisman Lewat Festival Layang-Layang'/><category term='Pintu Masuk Wisman ke Indonesia Harus Dilengkapi TIC'/><category term='CPR to Asean'/><category term='Welcome New Brand Komodo'/><category term='Pascaerupsi Miror Bromo'/><category term='Pesona Bromo dan Prambanan di Film  The Philosopher'/><category term='Jadi Superman di Taman Narmada Lombok Barat'/><category term='Wisata Tarling ke Lima Masjid di Jakarta'/><category term='outbond di lembah hijau'/><category term='Pernikahan Putri Sulung Sri Sultan HB X'/><category term='Hotel di Selorejo dan Wonorejo Dikelola Management Sahid Hotels'/><category term='ASEAN Fair 2011 di Monas Ramaikan Summit ASEAN'/><category term='42 tahun LKB Saraswati'/><category term='Keuntungan Tuan Rumah WEC Buat Sektor Pariwisata'/><category term='Damapak Tawuran di Jakarta'/><category term='Upaya Lindungi Warisan Budaya Takbenda'/><category term='Mandi Keringat dengan Pelecing Kangkung dan Ayam Taliwang'/><category term='Mutiara NTB'/><category term='Januari-Mei 2011 Jumlah Wisman Naik'/><category term='wayang kulit purwa'/><category term='banjarmasin'/><category term='Kurma Nabi di Pasar Tanag Abang'/><category term='lomba toilet umum bersih di museum 2010'/><category term='Alaaaaaaamaaakkk….'/><category term='Kerugian Penutupan Kawasan Wisata Kaliurang Mencapai Rp 6 M'/><category term='Kekuatan Mata di Jember Festival Carnaval 2011'/><category term='Plus Minus TIME 2011 di Lampung'/><category term='Pekan wira budaya di TMII'/><category term='Bir Pletok Minuman Primadona Pekan Raya Jakarta'/><category term='Menjaring Wisatawan Jiran Lewat Lomba Sumpit'/><category term='Jogja Kembali Jadi Lokasi Syuting Film Hollywood'/><category term='Benarkah Entikong Tidak Aman dan Nyaman?'/><category term='Sabang International Regatta 2011'/><category term='11 Cara Asyik Menikmati  &quot;Little Netherland&quot; Semarang'/><category term='film Serdadu Kumbang'/><category term='seminar internasional peluang bisnis pariwisata 2011-2015'/><category term='Tak Cukup Senyum Kalau Pariwisata Indonesia Mau Maju'/><category term='Visit Aceh 2013'/><category term='jambiya'/><category term='7 summits'/><category term='paket spesial ramadhan Sari Pan Pacific Jakarta'/><category term='Target 10 Besar Via Visit Makassar dan Beyond 2011-2014'/><category term='green tourism'/><category term='ACFTA'/><category term='komunitas penggiat alam bebas'/><category term='wanadri'/><category term='Risa Seseanty atlit sepeda gunung'/><category term='Lagean Mandaralas Ramaikan SBN 2010'/><category term='6 wisata unggulan Lampung'/><category term='Jero Wacik Serahkan 5 Sertifikat UNESCO Asli ke ANRI'/><category term='Cipta Award Picu Perbaikan Pengelolaan Obyek Wisata Daerah'/><category term='Pangandaran Tetap Ikon Pariwisata Ciamis'/><category term='Tiga Tugas Khusus Dirjen NBSF Baru'/><category term='harrods'/><category term='beach boys'/><category term='Raja Ampat Bukan Cuma Diving'/><category term='Visual Arts Awards 2011'/><category term='Ada SESUATU Antara Banda Aceh dan Bireuen'/><category term='Kota Tua Jakarta Jadi Warisan Dunia pada 2015'/><category term='Tergoda Ikan Bakar Mujair Rica-Rica'/><category term='target wisman 2011'/><category term='Menbudpar Jero Wacik Nobar Final AFF'/><category term='Kopi Indonesia Tidak Konsisten Dalam Kualitas'/><category term='Jambi yang Punya Sumbar yang Kaya'/><category term='Seminar Regional Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda dan Keanekaragaman Ekspresi Budaya'/><category term='Kenalkan Wonderful  Indonesia Sebelum Goerge Benson Tampil'/><category term='tolak bala mahewa lawung sesaji raja sonya'/><category term='Festival Krakatau 2011'/><category term='Festival Danau Poso'/><category term='Gunung Rinjani'/><category term='Penumpang Kereta Melonjak'/><category term='Dua Film dari Bali  Juarai Festival Film Kearifan Budaya Lokal 2011'/><category term='situ cileunca pangalengan'/><category term='pulau kabupaten Kepulauan Anambas'/><category term='Mountain Climbing for Everybody'/><category term='tips wisata pilihan'/><category term='Ayo Berjalan Gembira Batik Indonesia'/><category term='Tanam Terumbu Karang di Festival Pulau Seribu 2010'/><category term='Pesona Alam Tomohon Bukan Hanya Gunung Lokon'/><category term='kepencintaalaman'/><category term='Khas Keyaki Japanese Restaurant'/><category term='Mekarsari  Targetkan 200ribu Pengunjung  Liburan Lebaran 2011'/><category term='Curug Gendang di Carita'/><category term='workshop warisan dunia'/><category term='Melongok Potensi Budaya dan Wisata Bahari Miangas'/><category term='Obyek Wisata Jawa Barat Dibenahi'/><category term='Ketika Pelukis Jawa dan Sumatera Melukis tentang Betawi dan Jakarta Tempoe Doele'/><category term='Film The Philosopher'/><category term='Menikmati Pesona Lain Singkawang dari Bukit Rindu Alam'/><category term='Panduan ke Taman Nasional Ujung Kulon'/><category term='Dapat Mobil dan iPad Berkat Makan Tango Waffle'/><category term='film Tanah Air Beta'/><category term='Janji Pontianak Jika Jadi Tuan Rumah Lomba Sumpit Internasional 2012'/><category term='pembukaan art summit indonesia 2010'/><category term='Buku Meraba Indonesia'/><category term='Film Arisan 2'/><category term='Banyak Cinta di Taman “Melodi” Suropati'/><category term='Gedung Lawang Sewu'/><category term='2011 Ada Direktorat Seni Rupa dan Tradisi'/><category term='maudy koesnaedi'/><category term='dan Harmoni di Festival Danau Sentani'/><category term='Bandung dan Bali'/><category term='Belanja Kebutuhan Lebaran di Kridaya 2011'/><category term='Gunung Marapi 8 Kali Meletus Hari ini'/><category term='lukisan dari material erupsi Merapi'/><category term='Nyekar Jelang Ramadhan'/><category term='pemenang lomba foto pembangunan 2010'/><category term='Protes dalam Mastodon dan Burung Kondor Versi Ken Zuraida'/><category term='pengembangan raja ampat'/><category term='Untung Rugi Kenaikan Pajak Film 100 %'/><category term='Cipta Award 2011'/><category term='Menaikkan Derajat Kualitas Kopi Indonesia'/><category term='Peserta dan Tamu ASEAN Tourism Forum 2012 Mulai Datangi Manado'/><category term='Bali Tuan Rumah Global Spa Summit 2011'/><category term='Nilai Plus Sang Penari Sebagai Film Terbaik 2011'/><category term='keraton yogyakarta'/><category term='Pulau Weh'/><category term='Putri Pariwisata Indoensia Harus jadi  Speaker of Nation'/><category term='emenparekraf Promosi Obyek Wisata Lewat Kegiatan Outbound Tahunan'/><category term='Empat Titik Terbaik Menikmati Kemolekan Senggigi'/><category term='wayang suket slamet gundono'/><category term='banda aceh'/><category term='Kurma Tanah Abang Diserbu Pembeli'/><category term='Pengelola Obyek Wisata Dilarang Cuti'/><category term='Thimpan Aceh Versus Dodol Betawi Khas Lebaran'/><category term='Si Denok dan Tanaman Herbal Istana Presiden'/><category term='Rehabilitasi Jogja Pascaerupsi Merapi Lebih Mudah'/><category term='peluncuran buku SBY di Paris'/><category term='Festival Malioboro 2011'/><category term='25 Tokoh dan Institusi Raih Visual Arts Award 2011'/><category term='TIME 2011'/><category term='sir edmund hillary'/><category term='9 Triliun'/><category term='tari saman'/><category term='pepadi'/><category term='Pembangunan Pelabuhan Cruise  Tanah Ampo Masih Belepotan'/><category term='Menanamkan Budi Pekerti Berbasis Jawa'/><category term='Gunung Papandayan'/><category term='Pertumbuhan Pariwisata di kawasan ASEAN'/><category term='buku Mountain Climbing For Everybody'/><category term='IETBFM 2010'/><category term='revitalisasi museum'/><category term='Mall Ramah Lingkungan Diminati Pengunjung'/><category term='nusa dua feista 2010'/><category term='Angklung Tradigi'/><category term='perang topat'/><category term='Lihat Kirab Budaya Ngarak Siwur dan Nguras Enceh di Imogiri'/><category term='Paket Wisata Teranyar Jogja Pascarupsi Merapi'/><category term='TIME 2011 Bakal Raup Rp 1'/><category term='wayang kontemporer'/><category term='Menjaring Investor Pariwisata Lewat Indonesia Tourism Investment Day'/><category term='Nilai Lebih Bersnorkeling di Pink Beach'/><category term='pucuk krueng'/><category term='konser musik DESAWARNANA Doa Bali untuk Indonesia'/><category term='pameran alat musik tradisional di museum nasional'/><category term='22 Gunung Aktif Meningkat Statusnya Pascaerupsi Merapi'/><category term='arung jeram di Toraja'/><category term='borobudur diskon 40 persen'/><category term='Tujuh Langkah Cerdas Merancang Liburan Akhir Tahun'/><category term='Celebrate the Sea Festival (CSF) 2011'/><category term='Destinisasi Wisata Jangan Abaikan Lingkungan dan Mayarakat'/><category term='Pesona Sumbawa dan Bocah Sumbing di Serdadu Kumbang'/><category term='Gunung Sinabung'/><category term='rafting di sungai palayangan'/><category term='Ketika Putri Raja Jogja Menikah'/><category term='Road to Indonesia Coffee Festival'/><category term='dan Sabang'/><category term='edelweiss'/><category term='Lampung Benahi 6 Obyek Wisata Unggulan'/><category term='Muhammad Cipta Suhada dan Sheila Purnama Bulan Juara Pertama Putra-Putri Batik Indonesia 2011'/><category term='Manusia Saling Ribut'/><category term='puncak everest'/><category term='Koleksi Museum Negeri NTB'/><category term='TIME 2011 di Hotel Novotel Lampung'/><category term='Festival Mutiara di Lombok'/><category term='Susilo Bambang Yudhoyono'/><category term='Peninggalan Wali Songo Prioritas Pengembangan  Wisata Ziarah Muslim'/><category term='Wayang Rumput Beraksi di Taman Fatahillah'/><category term='cowboys in paradise di Bali'/><category term='Gunung Bromo Meletus'/><category term='Target Visit South Sulawesi 100ribu Wisman dan 5juta Wisnus'/><category term='Tiga Film Hollywood Ajukan Syuting di Indonesia Tahun ini'/><category term='Jero Wacik Naik Skylift Cek Persiapan TMII'/><category term='Menari di Tujuh Lapis Ombak Sungai Kampar'/><category term='Lukman Sardi'/><category term='Kampanye Karakter Bangsa dengan Ketoprak'/><category term='ASEAN Festival'/><category term='Pura Lingsar'/><category term='pesona bali dalam EPL'/><category term='aneka masakan Indonesia'/><category term='Paket Jogja Recovery Cuma 800.000 Rupiah'/><category term='Ekonomi Kreatif Sumbang  Rp 140 Triliun buat Perekonomian Indonesia. Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Mari  Elka Pangestu'/><category term='ketoprak cap lemu'/><category term='Lomba Foto dan Tulis Ramaikan Bukberpala 2011'/><category term='nilai-nilai konservasi'/><category term='berit'/><category term='Kirab Pengantin Keraton'/><category term='Lautan Manusia Saksikan Kirab Pengantin Keraton'/><category term='Kans Tari Saman Ditetapkan UNESCO sebagai  Intangible Heritage Amat Besar'/><category term='pendidikan warisan budaya'/><category term='Alenia Pictures'/><category term='Fenomena Keindonesiaan di Pameran Lukisan  Spirit and Rythm'/><category term='Festival Jepen 2011'/><category term='Lampung Bukan Cuma Gajah'/><category term='Lesehan Plus-Plus Ala Jogja'/><category term='pasca peresmian BIL'/><category term='Visit South Sulawesi 2012'/><category term='Kuliner Khas Suku Sasak Lombok'/><category term='MSI Sukses Gelar Malam Sejuta Pesona Sulsel'/><category term='RUU benda cagar budaya'/><category term='Efisiensi Energi di Pangandaran Harus Ditiru'/><category term='Menbudpar Koor Seandainya Selalu Satu'/><category term='stroberi'/><category term='Festival Teluk Palu 2011'/><category term='Lomba Sumpit Internasional di Singkawang'/><category term='Intip Tradisi Jelang Ramadhan dari Jakarta'/><category term='APWI 2009'/><category term='Vegetarian Food'/><category term='monumen Jenderal Sudirman Pascakabar Pelelangan'/><category term='mie kopyok dan tahu gimbal khas Semarang'/><category term='wayang gado-gado'/><category term='Terget  Wisman 2011 Jadi  7'/><category term='christine hakim'/><category term='Kelayakan dan Pembelian Pesawat Merpati MA 60 Dipertanyakan'/><category term='cucu gunung krakatau'/><category term='membangun karakter bangsa'/><category term='Rumah Eks Gerilya Jenderal Sudirman'/><category term='multikulturalisme'/><category term='oleh-oleh'/><category term='tari lenso'/><category term='Kereta Api Wisata'/><category term='Jaring Wisman Lewat Ajang Tiga ‘O’'/><category term='museum basoeki abdullah'/><category term='Tunda Dulu Mendaki  Gunung Slamet dan Anak Krakatau'/><category term='multikultural'/><category term='KSN Danau Toba Menuju Daerah Tujuan Wisata Internasional'/><category term='vita nova gamawan fauzi'/><category term='Festival Teater Jakarta 2011 di 8 Venue'/><category term='Malaysia Bakal Tiru Lomba Sumpit Internasional di Singkawang'/><category term='‘Hidupkan’ (lagi) Rendra'/><category term='Lampung hingga Aceh'/><category term='Batik Basis Ekonomi Budaya Masa Depan'/><category term='WISDOM 2010'/><category term='lebaran topat di Lombok'/><category term='toraja'/><category term='Paket Wisata Outbond'/><category term='petualangan'/><category term='Sepakati 5 Cabang Ilmu Pariwisata'/><category term='gladi resik Mastodon dan Burung Kondor'/><category term='Richar Gere ke Borobudur'/><category term='Gempar Semarak Lebaran 2010 di TMII'/><category term='Indonesia Tourism Award 2010'/><category term='Musik Bambu Punya Kans Go International'/><category term='Pesona Borneo 2011 Digelar di Balikpapan'/><category term='Wisata Ziarah'/><category term='Candi Borobudur Kian Mendunia Pascapenghargaan PATA'/><category term='Muhammadiyah'/><category term='Sapta Pesona Award 2011'/><category term='Taman Wisata Mekarsari'/><category term='sosialisasi rencana strategis kemenbudpar 2010-2014'/><category term='lomba foto pembangunan Indonesia 2010'/><category term='Jumlah Wisman ke ASEAN'/><category term='Makna Tur Keliling Masjid Istiqlal 25 Menit'/><category term='Kemparekre  atau Kemparekretif  Tapi  KEMENPAREKRAF'/><category term='Ada Cinta'/><category term='Derawan Masih Pesona Utama Kabupaten Berau'/><category term='transportasi pilihan'/><category term='Melia Purosani Berkonsep Oasis Bercitra Jawa'/><category term='Enam  Alasan Mengapa Pemerintah Mengembangkan Ekraf'/><category term='Mendongkrak Jumlah Wisatawan Ala Kabupaten Bangka'/><category term='Gedung Joang 45'/><category term='14 Kota MICE Jadi Venue Meeting ASEAN 2011'/><category term='Festival Petualang Nusantara 2011'/><category term='festival raja ampat'/><category term='Gedung Lawang Sewu Bakal Jadi Pusat Kriya Nusantara'/><category term='Semarang Bukan Cuma Lumpia dan Bandeng Presto'/><category term='pemugaran situs bung karno di Ende'/><category term='Lomba Mancing Ramaikan Festival Teluk Banten 2011'/><category term='Thimpan'/><category term='KPWM Serius Garap Paket Wisata Muslim Sebenarnya'/><category term='10 Tips Promosi Pariwisata Lewat Artis Dunia'/><category term='Body Rafting di Sungai Citumang Menyentil Adrenalin'/><category term='Pememang Festival Film Kearifan Budaya Lokal 2011'/><category term='2011 Indonesia Kebanjiran MICE'/><category term='Masakan khas Minahasa Utara'/><category term='Bekasi Jazz Festival 2011'/><category term='destinasi'/><category term='Sidang UNESCO ke-6 di Bali'/><category term='Festival Eartu 2011 di Tenggarong Kaltim'/><category term='Rieke Caroline Raih 1st Runner Up Ratu Pariwisata Internasional'/><category term='Jero Wacik: Jangan Judes Jadi Pemimpin'/><category term='Kawasan Kota Lama Semarang'/><category term='sandiwara musikal betawi Doel'/><category term='Festival Danau Batur pertama'/><category term='Kabupaten Belu'/><category term='Si Buta dari Goa Hantu'/><category term='bali dan singapura favorit'/><category term='Bersyukurlah Masih Bisa KENTUT'/><category term='Kecanduan I&apos;tikaf di Masjid Kubah Mas'/><category term='akomodasi pilihan'/><category term='mutiara lombok'/><category term='Rakornas Kemenbudpar Digelar 2 Hari'/><category term='Ketoprak &quot;Subur&quot;  Tontotan Segar  dan Lucu'/><category term='opini wisata'/><category term='Langkawi'/><category term='Kartolo Mbalelo Menyindir Indonesia Secara Jenaka'/><category term='Wisata Bahari Berhias Adat di Kota Baru'/><category term='world batik summit 2011'/><category term='jurun kunci gunung merapi'/><category term='tarian sunda klasik dan kreasi baru'/><category term='Pascabencana Target 7 Juta Wisman Optimis Tercapai'/><title type='text'>travelplusindonesia</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>592</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-8066492525121331577</id><published>2012-02-10T23:43:00.000-08:00</published><updated>2012-02-10T23:50:50.392-08:00</updated><title type='text'>Grand Indonesia Sukses Menjaring Pengunjung Via DRAGON SPRING FESTIVAL</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-eek5TdY8XTc/TzYdQWeIBUI/AAAAAAAACDQ/tPBvZlkRPaA/s1600/DSCN2749.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-eek5TdY8XTc/TzYdQWeIBUI/AAAAAAAACDQ/tPBvZlkRPaA/s200/DSCN2749.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5707781744485729602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Grand Indonesia Shopping Town bekerja sama dengan Kartu Kredit BCA sukses memeriahkan suasana Chinese New Year 2563 bagi para pengunjungnya dengan acara bertema DRAGON SPRING FESTIVAL (DSF).  Selama 3 pekan lebih mulai dari 12 Januari hingga 5 Februari 2012 lalu sejumlah acara digelar di mall berkelas ini.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suasana Spring Festival pada tahun naga air ini  digelar di sejumlah tempat Grand Indonesia Shopping Town, di antaranya Main Atrium East Mall, Fountain Atrium West Mall, dana under skybridge. Bunga cherry blossom sengaja dirancang bermekaran di beberapa titik Grand Indonesia Shopping Town untuk menghadirkan kehangatan nuansa musim semi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama pelaksanaan DSF sejumlah acara menarik digelar antara lain  Kung Fu Panda Meet and Greet, Steel Pole Barongsai Show by Kun Seng Keng, The Romance of Dragon Warrior Musical Show, Red in Fashion Show, Peluncuran perangko Shio Naga dari PT. POS Indonesia, dan Face Reading talk show “Wajah Hoki 2012”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Red in Fashion&lt;/span&gt; yang  dengan menampilkan karya busana 7 designer esigner kenamaan Indonesia, diantaranya Ivan Gunawan, Windy Chandra, Bebe, Ghea Panggabean, Imelda Kartini, Hian Tjen, dan Benten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing perancang busana itu memamerkan aneka koleksinya di  designer’s corner  yang berlokasi di Skybridge level, Main Atrium East Mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seluruh busana, termasuk aksesoris, sepatu, paying, dan lainnya yang ditampilkan bergaya China dengan warna-warna mencolok seperti merah ranum, hijau, hitam pekat dan lainnya. Beberapa perancang lain memilih warna yang agak lembut, seperti merah muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Event and promotion Manager, Grand Indonesia Shopping Town Kantoro Permadi atau yang bisa disapa Danto mengatakan  pada tanggal 15 Januari – 5 Februari lalu para member G-Card, menukarkan poin G-Card.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode terakhir G-Shopper Rewads ini  menyediakan beragam hadiah menarik serta satu unit Mercedes-Benz E 200 sebagai Grand Prize yang diundi pada 5 Februari 2012  di Fountain Atrium West Mall level 3A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program GShopper Rewards merupakan kerja sama antara BCA Kartu Kredit dan Grand Indonesia Shopping Town. Customer berhak mendapatkan 1 kupon undian dengan melakukan transaksi Rp. 1,000.000 pada hari yang sama, dan khusus untuk pengguna kartu kredit BCA mendapatkan nomor undian triple pada Senin-Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Grand Indonesia Shopping Town dalam menjaring pengunjung sekaligus pembeli saata Chinese New Year 2563 dengan DSF beberapa waktu itu terbilang berhasil. Buktinya sejumlah pengunjung memadati mall elite ini, terutama saat pagelaran busana dengan menampilkan sejumlah peragawati muda nan cantik&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt;  (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-8066492525121331577?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/8066492525121331577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/02/grand-indonesia-sukses-menjaring.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8066492525121331577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8066492525121331577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/02/grand-indonesia-sukses-menjaring.html' title='Grand Indonesia Sukses Menjaring Pengunjung Via DRAGON SPRING FESTIVAL'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-eek5TdY8XTc/TzYdQWeIBUI/AAAAAAAACDQ/tPBvZlkRPaA/s72-c/DSCN2749.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-4597777552499910711</id><published>2012-02-10T21:27:00.000-08:00</published><updated>2012-02-10T21:32:03.332-08:00</updated><title type='text'>Pameran Wisata Religi Indonesia Bakal Digelar Tiap Tahun</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mEkssZSvWeA/TzX87QsRuHI/AAAAAAAACDE/QdSHaCZgsdg/s1600/DSCN2730.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-mEkssZSvWeA/TzX87QsRuHI/AAAAAAAACDE/QdSHaCZgsdg/s200/DSCN2730.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5707746197785131122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Pameran Wisata Religi Indonesia (PWRI) sudah dua kali digelar. Yang kedua diselengarakan di Exhibition Center Grand Indonesia Shopping Town, East Mall, Ground Level, Jakarta Pusat pada 3-5 Februari 2012 lalu . Berdasarkan pantauan penulis, pameran ini sudah pantas digelar  tiap tahun di lokasi pameran yang besar dengan acara yang lebih menarik dan padat&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PWRI pertama tahun 2010 berhasil merangkul seluruh pemangku industri pariwisata religi di seluruh Indonesia. Hasilnya menjaring 5.000 pengunjung dengan jumlah transaksi sebesar Rp10 miliar. Dan PWHRI kedua dengan target diatas 5.000 dengan target Rp15 miliar diperkirakan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini acara dimeriahkan dengan aneka hiburan, talk show, prouduct launching, dan product presentationn seperti rilis dan bedah buku baru. Sejumlah media terkait juga ikut dalam pameran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PWRI punya pangsa yang besar mengingat kejamukan penganut agama di negeri ini. Paling tidak ada 6 agama terbesar di Indonesia. Wisata religi yang diminati tentu sesuai dengan keyakinan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket wisata yang dijual sejumlah travel agent yang mengikuti PWRI kedua ini bukan hanya paket wisat religi dalam negeri tapi juga luar negeri. Yang menarik berdasarkan pantauan penulis, paket wisata religi outboubd atau luar negeri justru lebih diminati calon wisatawan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dino (45), salah satu pengunjung yang membeli paket wisata religi luar negeri pada hari terakhir pameran mengatakan paket wisata religi luar negeri lebih menarik kemasannya. “Bisa jadi obyek wisata religi yang di dalam negeri sudah pernah dikunjungi calon pembeli jadi kemudian mereka mencari paket wista religi yang belum pernah dikunjungi termasuk ke luar ngeri, seperti saya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi denagn pendapat Melisa Putri, Putri Pariwisata Indonesia 2011. Dia mengatakan potensi wisata religi dalam negeri sangat beragam. “Sayangnya pengemasannya kurang menarik sehingga kurang menarik minat wisatawan asing,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah obyek wisata religi di Tanah Air tersebar di sejumlah tempat seperti  di Demak, Cirebon, Banten, Palembang, dan masih banyak lagi. “Baru Bali yang sudah mengemas paket wista religi Hindu yakni upacara Ngaben dan lainnya dengan menarik,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PWHRI yang diselenggaran Rajamaice.com didukung sejumlah pihak terkait antara lain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Agama, Dinas Pariwisata Jakarta, Pacific Asia Travel Agent (PATA), ASEAN Travel Association (ASENTA), Association Travel Agent Indonesia(ASITA), Indonesia Hotel and Restaurant Indonesia (PHRI), Indonesia National Airlines Association (INACA), Indonesia Exhibition Companies Association (ASPERAPI), PARISHADA, KWI, PGI, EKAYANA, DHARMACAKKA, MATAKIN, Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Komunitas Penyelenggara Wisata Muslim (KPWM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-4597777552499910711?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/4597777552499910711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/02/pameran-wisata-religi-indonesia-bakal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/4597777552499910711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/4597777552499910711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/02/pameran-wisata-religi-indonesia-bakal.html' title='Pameran Wisata Religi Indonesia Bakal Digelar Tiap Tahun'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-mEkssZSvWeA/TzX87QsRuHI/AAAAAAAACDE/QdSHaCZgsdg/s72-c/DSCN2730.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-1587349925615928439</id><published>2012-02-10T06:45:00.000-08:00</published><updated>2012-02-10T06:59:46.092-08:00</updated><title type='text'>Pasca Penayangan Tim Bui, Benteng  Van Der Wijck Bakal Kian Ramai Pengunjung</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-npMnHB7RCVA/TzUvuUkLzKI/AAAAAAAACC4/eLrWpTdD18Y/s1600/van%2Bder.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-npMnHB7RCVA/TzUvuUkLzKI/AAAAAAAACC4/eLrWpTdD18Y/s200/van%2Bder.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5707520575602936994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-U0hXMUMhtnk/TzUvi68bxAI/AAAAAAAACCs/apEOqeIhY9k/s1600/tim%2Bbui%2Bfoto.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-U0hXMUMhtnk/TzUvi68bxAI/AAAAAAAACCs/apEOqeIhY9k/s200/tim%2Bbui%2Bfoto.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5707520379746763778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Benteng Van Der Wijck di Gombong, Jawa Tengah diprediksi bakal kian ramai dikunjungi wisatwan usai penanyangan drama seri Tim Bui yang segera tayang di Metro TV. Benteng pertahanan Hindia-Belanda yang dibangun pada abad ke 18 ini terpilih menjadi lokasi syuting drama seri tersebut.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Benteng ini yang dibangun  Belanda ini dulu berdungsi sebgai pertahanan, dan bahkan kadang-kadang untuk menyerang. Nama benteng ini diambil dari VAN DER WIJCK, nama yang terpampang pada pintu sebelah kanan. Konon nama itu adalah nama komandan pada saat itu. Selanjutnya Benteng pertahanan ini digunakan untuk sekolah militer. Dan setelah direnovasi kemudian menjadi tempat wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur benteng ini terbilang istimewa. Dibangun pada 1827 oleh arsitek Islam. Bentuknya segi delapan, sepintas mirip Masjidil Haram. Jika dilihat dengan kompas Islam, pintu benteng tepat menghadap ke arah kiblat.  Menurut pengelola  benteng ini, di dunia hanya ada dua benteng segi delapan, satunya lagi  ada di Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya seperti sekarang ini, imej benteng ini dulu menyeramkan dan dianggap sebagai sarang  setan.  Banyak kisah horor yang melekat di benteng ini, mulai dari cerita pembunuhan,  pemerkosaan, sampai  tempat gantung diri.  Setelah di renovasi tahum 1999 atas izin TNI, benteng ini berubah menjadi tempat wisata yang menyenangkan dan diminati dan =diminatai wisatwan baik lokal, nusantara maupun mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng setinggi 10 meter, setebal 1,4 meter, dan seluas 7.168 meter persegi ini dibangun dua lantai. Lantai pertama memiliki 4 pintu gerbang. Di dalamnya terdapat 16 ruangan besar dan 27 ruangan kecil. Juga ada 72 jendela dan delapan tangga untuk menuju lantai dua, yang memiliki 16 barak dan 25 ruangan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini  benteng ini menjadi tempat wisata keluarga dengan beragam fasilitas pendukung seperti kolam renang, tempat bermain anak, kereta api di atas benteng, hotel, dan acara pergelaran musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugeng Wahyudi sutradara Drama Seri Tim Bui menjelaskan pemilihan benteng Van Der Wijck sebagai lokasi syuting karena sesuai dengan kebutuhan arsistik yang diinginkan dalam sinopsisnya. “Selain mudah disulap menjadi Lapas, lokasinya juga mudah dicapai dan ada penginapannnya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya memilih benteng ini, lanjut Sugeng, timnya melakukan survei ke beberapa lapas seperti Cipinang dan Suka Miskin termasuk ke beberapa benteng antara lain Benteng di Cilacap. “Tapi karena alasan kepentingan artistik dan lainnya kami putuskan memakai benteng ini untuk tempat syuting Tim Bui,”  tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng Van Der Wijck berlokasi  di Gombong, sekitar 21 km dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah atau 100 km dari Candi Borobudur, Magelang. Kalau mau masuk, tiketnya relatif terjangkau, cuma Rp 5.000 per orang pada hari biasa, dan Rp 6.000 pada hari libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Foto: dok. Ist.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-1587349925615928439?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/1587349925615928439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/02/pasca-penayangan-tim-bui-benteng-van.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/1587349925615928439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/1587349925615928439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/02/pasca-penayangan-tim-bui-benteng-van.html' title='Pasca Penayangan Tim Bui, Benteng  Van Der Wijck Bakal Kian Ramai Pengunjung'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-npMnHB7RCVA/TzUvuUkLzKI/AAAAAAAACC4/eLrWpTdD18Y/s72-c/van%2Bder.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-5074188834558794470</id><published>2012-02-10T06:33:00.000-08:00</published><updated>2012-02-10T06:44:47.638-08:00</updated><title type='text'>Drama Seri Tim Bui Segera Tayang di Metro TV</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-n5qUhl2U-Pk/TzUsSJnSG7I/AAAAAAAACCg/mH5ECaqgQSA/s1600/DSCN2850.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-n5qUhl2U-Pk/TzUsSJnSG7I/AAAAAAAACCg/mH5ECaqgQSA/s200/DSCN2850.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5707516793091922866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Drama seri yang mempromosikan kekuatan tim olahraga dalam  menghadapi  perbedaan dan resolusi konflik akan tayang di Metro TV mulai 19 Februari 2012. Drama seri ini mengambil setting di sebuah lapas fiktif bernama Lawang Betung. Lokasi syutingnya di Benteng  Van Der Wijck, Gombong, Jawa Tengah&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemain utama yang terlibat dalam drama seri yang disutradari Sugeng Wahyudi ini adalah nominator aktor pendukung terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2011, Agus Kuncoro sebagai Kepala Pembina Lapas bernama Agung. Dan sejumlah pemeran pembantu antara lain Rio Alba sebagai Kepala Keamanan Lapas bernama Iman, Richard Alino (Togar) dan Daffi Ariaga (Joko)  sebagai pemimpin geng Batak dan Jawa, Aerly Ashyla sebagai Kepala Lapas bernama Nina, dan Abby Gallaby sebagai putri Nina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di episode pertama diterangkan Agung bermimpi menghentikan perseteruan  antar genk Jawa dengan batak di Lapas tersebut dengan tanpa menggunakan kekerasan. Mimpinya itu didukung oleh Nina yang bersimpatik padanya sejak awal bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agung dituding Iman penjilat atasan barunya. Imam iri dan merasa tugasnya diambilalih Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar lapas, Agung dan Nina punya masalah kehidupan masing-masing yang tak kalah menguras emosi mereka. Agung seorang duda 2 anak yang baru saja ditinggal mati sang istri.  Dia butuh banyak uang untuk biaya pengobatan jantung putrinya. Bahkan dia belum mampu membelikan sepatu bola baru untuk putra sulungnya yang bernama Wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina adalah janda kesepian yang hubungannnya tak harmonis dengan putrinya sendiri. Di lapas laki-laki, dia diangap lemah karena sebelumnya hanya menjadi ketua lapas perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Agung menyatukan genk Batak dan Jawa di lapas itu akhirnya terwujud setelah mendapat ide usai bertemu dengan guru mengaji anaknya.  Ide brilian itu adalah dengan bola. Ya dengan membentuk tim bola antar genk di lapas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kelanjutannya? Anda dapat menyaksikan di Metro TV. Ada 13 episode yang akan ditayangkan setiap Mingu siang pada pukul 13.30 s/d 14.00 WIB di Metro TV. Setiap episodenya berdurasi 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Asia SFCG Brian D. Hanley mengatakan  Tim Bui melakukan revolusi drama televisi di Indonesia dengan menawarkan kepada penonton sebuah alternatif mendidik dari pada program sinetron yang mendominasi pasar televisi. "Tim Bui merupakan program pembangunan perdamaian melalui sepak bola, tak hanya sepak bola kita juga berbicara mengenai perbedaan dalam penjara,intoleransi pada wanita," jelasnya usai screening Tim Bui, di Jakarta, Kamis (9/2/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur SET Film Garin Nugroho menjelaskan bahwa penjara selalu dianggap sebagai muara dari beragam bentuk nilai yang bertentangan dengan demokratisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Justru yang menarik lewat drama seri ini, beragam nilai-nilai yang penting untuk dikonsumsi penonton khususnya di wilayah-wilayah penuh konflik menjadi nilai dari drama seri ini. Di tengah transisi demokrasi yang dipenuhi oleh konflik kekerasan, ketimpangan ekonomi, dan dilema dalam hukum ini, drama seri ini perlu ditonton,” jelas sutradara Under The Tree ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Bui merupakan proyek kerja sama SET Film dengan organisasi nonpemerintah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Search for Common Ground&lt;/span&gt;. Dana produksi berasal dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;United Kingdom’s Department for International Development&lt;/span&gt; dan pemerintah Australia melalui &lt;span style="font-style:italic;"&gt;AusAID&lt;/span&gt;. ”Mengapa kami pilih penjara dan sepak bola sebagai tema drama seri ini? Penjara itu miniatur permasalahan negeri kita dan sepak bola itu teater besarnya,” papar Garin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-5074188834558794470?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/5074188834558794470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/02/drama-seri-tim-bui-segera-tayang-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5074188834558794470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5074188834558794470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/02/drama-seri-tim-bui-segera-tayang-di.html' title='Drama Seri Tim Bui Segera Tayang di Metro TV'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-n5qUhl2U-Pk/TzUsSJnSG7I/AAAAAAAACCg/mH5ECaqgQSA/s72-c/DSCN2850.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-3239575524701957778</id><published>2012-02-06T17:41:00.000-08:00</published><updated>2012-02-06T17:45:18.999-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Saksikan Bunga Bangkai Mekar di Mekarsari'/><title type='text'>Saksikan Bunga Bangkai Mekar di Mekarsari</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-LXZaZaygmqo/TzCB0iHEO9I/AAAAAAAACCU/OS4Mllx0yls/s1600/Bunga%2Bbangkai%2Bpot%2Bdi%2BMekarsari.%2BDok.%2BMekarsari.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-LXZaZaygmqo/TzCB0iHEO9I/AAAAAAAACCU/OS4Mllx0yls/s200/Bunga%2Bbangkai%2Bpot%2Bdi%2BMekarsari.%2BDok.%2BMekarsari.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706203467388042194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3zYDpvz8Heo/TzCBw_EMrLI/AAAAAAAACCI/NCRfhjp0G4Q/s1600/Bunga%2Bbangkai%2Bpot.%2BDok.%2BMekarsari.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3zYDpvz8Heo/TzCBw_EMrLI/AAAAAAAACCI/NCRfhjp0G4Q/s200/Bunga%2Bbangkai%2Bpot.%2BDok.%2BMekarsari.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706203406441163954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Mau jadi orang pertama yang melihat bunga bangkai (Amorphophallus titanum.) mekar di Taman Wisata Buah Mekarsari, Bogor, Jawa Barat? Datang dan saksikan  saja langsung di Mekarsari. Diprediksi bunga bangkai pot ini akan mekar pada Jumat ini&lt;/i&gt;.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya pihak Mekarsari memprediksi bunga bangkai ini akan mekar sempurna antara tangga 4-7 Februari 2012 pada pukul 21.00 s/d 23.00 WIB. Namun ketika saya menghubungi Public Relations Manager Taman Wisata Mekarsari, Putri Ayu Pratami (6/2/2012) dia mengatakan bunga tersebut belum mekar. “belum tahu pastinya, kita tunggu sampai Jum’at ini,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah mekar, aroma bau kurang sedap dari bunga bangkai ini akan tercium hingga radius 50meter mulai dari pukul 18.00 WIB. Kendati belum mekar sempurna,  pengunjung sudah dapat menikmati keunikan Bunga Bangkai ini di Gedung Graha Krida Sari (GKS), Mekarsari. Kelebihan lain yang dimiliki bunga titanum adalah bunga langka ini tumbuh di dalam pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamakan titanum karena ukuran bunganya yang sangat besar dan memiliki spadik yang kokoh di tengah bunga sebagai pelekat serbuk sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2002 tim peneliti Taman Wisata Mekarsari menemukan pecahan umbi bunga bangkai di area hutan di daerah jambi. Umbi bunga lalu dibawa ke Lab. Biosari TWM dan diperbanyak melalui teknik kultur jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu 8 hingga 12 bulan maka muncul bibit-bibit tanaman bunga bangkai yang siap dipindahkan ke media tanam di lapangan. Bibit bunga titanum lalu ditanam di dalam pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga titanum memerlukan waktu tumbuh sekitar 2-3 tahun dari masa vegetatif hingga generatif, tinggi bunga titanum saat ini 140 centimeter, diperkirakan tinggi bunga akan terus bertambah hingga 2 meter dengan perkiraan diameter mahkota bunga yang akan mekar mencapai 100 centimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keunikan lain bunga bangkai ini ialah warna mahkotanya tidak mudah diprediksi, bisa berwarna pink, merah atau marun. Saat ini warna mahkota yang terlihat berwarna ungu kegelapan dengan spadik bunga warna kuning terang," ujar Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekarsari memperbanyak bunga bangkai ini adalah sebagai upaya penyelamatan plasma nutfah, karena bunga ini sangat jarang ditemukan mengingat faktor pertumbuhannya bukan hal yang di sengaja melainkan faktor alam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Taman Wisata Mekarsari memiliki sekitar 600 koleksi bunga bangkai yang diambil dari daerah asalnya di Provinsi Jambi. Bunga bangkai yang pernah mekar di Taman Wisata Mekarsari memiliki deskripsi yang bervariasi. Rata-rata memiliki ketinggian mencapai 170 - 230 centimeter. Bunga titanum ini berumur 6 tahun dan ini adalah kali kedua-nya titanum mekar sempurna di Taman  Wisata Mekarsari,” tambah Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merekah sempurna, secara perlahan-lahan bunga akan memulai proses layu hingga layu total, namun bukan berarti bunga tersebut mati, karena umbi di dalam tanah akan mengeluarkan batang dan daun yang baru sebagai awal dari babak vegetatif. Pada satu bunga bangkai mampu menghasilkan buah  sebanyak 700 hingga 1000 biji. Buah yang berwarna merah cerah dan berukuran sedikit lebih beasr dari buah Melinjo ini dapat disemai untuk menghasilkan bibit tanaman baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Wisata Mekarsari merupakan tempat wisata yang mencanangkan program  4-si yaitu, Konservasi, Reboisasi, Edukasi dan Rekreasi dalam setiap aspek kegiatan yang diadakan. Kedepannya Taman Wisata Mekarsari akan terus berupaya menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang sehat, peduli lingkungan dan modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto: Dok. Mekarsari&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-3239575524701957778?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/3239575524701957778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/02/saksikan-bunga-bangkai-mekar-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3239575524701957778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3239575524701957778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/02/saksikan-bunga-bangkai-mekar-di.html' title='Saksikan Bunga Bangkai Mekar di Mekarsari'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-LXZaZaygmqo/TzCB0iHEO9I/AAAAAAAACCU/OS4Mllx0yls/s72-c/Bunga%2Bbangkai%2Bpot%2Bdi%2BMekarsari.%2BDok.%2BMekarsari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-2411642017250376849</id><published>2012-01-20T03:13:00.001-08:00</published><updated>2012-01-20T03:23:09.680-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menjelajahi Ratusan Dive Spot Raja Ampat'/><title type='text'>Menjelajahi Ratusan Dive Spot Raja Ampat</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JwwqOF0HajU/TxlNGJBCjhI/AAAAAAAACB8/2Aso9MctqZc/s1600/Pesona%2Bpulau-pulau%2Bkarst%2Bkhas%2BRaja%2BAmpat.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-JwwqOF0HajU/TxlNGJBCjhI/AAAAAAAACB8/2Aso9MctqZc/s200/Pesona%2Bpulau-pulau%2Bkarst%2Bkhas%2BRaja%2BAmpat.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699671571308908050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Raja Ampat, Papua Barat disebut-sebut sebagai salah satu dari  5 lokasi menyelam (diving) terbaik di dunia. Predikat ini jelas membanggakan. Padahan ada ribuan lokasi menyelam di dunia ini. Apa kelebihan Raja Ampat dan dimana saja dive spot terbaiknya?&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada ratusan titik menyelam (divespot) di Raja Ampat, sebut saja &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Manta Point&lt;/span&gt; disekitar perairan Pulau Arborek, di Selat Dampier. Dinamamakan begitu karena di titik ini mudah ditemukan ikan pari atau biasa di sebut Manta. Ukuran ikannya ada yang lebar sayapnya mencapai 5 meter dengan warna badannnya hitan dan putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga divespot&lt;span style="font-style:italic;"&gt; P47Thunderbolt Wreckplane&lt;/span&gt; yang terletak 30 meter dari bibir Pantai Way dengan naik boat. Pulau kecil ini berpantai dengan pasir putih dan beberapa pohon pinus. Di spot ini Anda bakal menemukan sebuah bangkai pesawat dalam posisi terbalik di sebuah slope dengan kemiringan sekitar 45 derajat di antra karang-karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat P47 merupkan tipe pesawat fighter dengan ukurannya yanglebih besar dari pesawat tipe fighter lainnya. Diperkirakan pesawat ini jatuh pada Perang Dunia II sekitar tahun 1944.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mike’s Point&lt;/span&gt;, nama anak dari penyelam yang mempopulerkani divespot ini yaitu ‘Max Ammer the dutchman’. Dive spot ini berjarak berdekatan dengan Pulau Kerupiar ,tepatnya di area Selat Dampier, masih dekat dengan Manta Sand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua spot di Raja Ampat bernama orang asing. Selain Mike’s Point, ada nama &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Andy’s Ultimate, Melissa’s Garden, Anita’s Garden, Alex’s Rock, Marit’s Mount, dan Edi’s Black Forest&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi divespot  di Raja Ampat yang patut Anda selami seperti lokasi menyelam di periaran Pulau Wayag. Kelebihan di Pulau ini, selain menawarkan keindahan bawah laut yang sangat bervariatif spesiesnya, juga menawarkan pemandangan atas laut yang memukau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada dive spot &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the Rock &lt;/span&gt; di Bag Island dengan ciri terdapat gua batu dan sering ditemui schooling sweetlips, Ridge  di Pulau Yanggefo yang menawarkan keindahan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;softcoral&lt;/span&gt; Raja Ampat yang luar biasa,&lt;span style="font-style:italic;"&gt; the Point&lt;/span&gt; di Kalig Island yang banyak terdapat sejumlah penyu yang asyik berenang, dan  Baracuda di Penemu Island dengan ciri khas banyak ditemukan schooling barracuda serta &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tomolol Cave&lt;/span&gt; di  area Missol Island  dengan menyelam unik karena Anda bakal muncul dibawah gua tebing raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika belum puas, cari divespot lainnya. Sebaiknya bawa buku “Diving Indonesia’s Raja Ampat – The Planet’s Most Bio-Diver Reefs”, karya Burt Jones dan Maurine Shimlock yang memuat detil ratusan divespot di Raja Ampat berikut foto-fotonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya saat menyelam. Anda dipandu para &lt;span style="font-style:italic;"&gt;local guide&lt;/span&gt;, karena mereka lebih memahami kondisi laut dan arusnya termasuk tingkah laku beragam ikan dan penghuni bawah laut Raja Ampat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kadisbudpar Raja Ampat Yusdi Lamatenggo untuk mencapai Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat, wisatawan biasanya menggunakan pesawat udara menuju Kota Sorong dilanjutkan ke Waisai dengan transportasi laut. “Sekarang ini ada 6 maskapai penerbangan, kecuali Garuda Indonesia yang terbang dari Jakarta ke Sorong. Frekuensi penerbangannya masing-masing 1 kali sehari kecuali Express 2 kali sehari,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan alat transportasi lautnya dari Sorong ke Raja Ampat baru ada 2 kapal fery biasa setiap hari dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dan 2 kapal ferry cepat sekitar 2 jam, Berangkat tiap hari pukul 14.00 WIT. “Biayanya 120 ribu per orang untuk ferry cepat dan Rp 100 ribu untuk ferry biasa ekonomi. Kalau mau lebih cepat, bisa carter speedboat sekitar Rp 5 juta pulang pergi,” jelas Yusdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai Waisai, Anda bisa mencari hotel-hotel murah sekitar Rp 300.000-Rp 400.000 per orang. Tapi kalau berduit bisa menginap di resort semalam ada berkisar  Rp2-3 juta  per kepala dengan  kamar menghadap pemandangan pantai termasuk paket penjemputan ke Sorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah resort yang menyediakan paket menyelam dengan guide berpengalaman dan tahu dimana letak titik penyelaman yang Anda diinginkan. Di Waisai ada penginapan milik Pemkab yang memiliki paket inap sekaligus paket diving yakni Waisai Beach Hotel dan Arcopora Resort.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  biaya Rp 6-8 juta, Anda dapat menikmati Raja Ampat selama sepekan. Dengan catatan mau share kapal dengan minimal 7 orang untuk keliling pulau-pulaunya dan menginap di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;homestay-homestay&lt;/span&gt; atau rumah penduduk yang jauh lebih murah daripada resort.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Raja Ampat berpenduduk 31.000 jiwa memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni). Luas wilayah sekitar 46.000 Km2 terdiri ata 6.000 Km2 berupa daratan dan 40.000 Km2 lagi lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Ampat termasuk kawasan yang mendapat  program Destination Management Organization (DMO) yang diprakarsai Kementerian Pariwisata dan Ekonpmi Kreatif (Kemenparekraf).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala DMO Raja Ampat Hengky Manurung mengatakan dengan program DMO diharapkan Raja Ampat dapat menjaring 50 ribu wisatawan, baik wisnus maupun wisman pada tahun 2014. “Tahun 2011 wisatawan yang mengunjungi Raja Ampat baru mencapai 21 ribu wisatawan. Rata -rata wisatawan yang ke berkunjung ke Raja Ampat termasuk high class dengan pengeluaran US $ 300-400 per hari,” jelas Hengky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hengky masih banyak peluang bisnis dan investasi yang dapat dilakukan investor di Raja Ampat. “Selain investasi di bidang akomodasi, mulai dari akomodasi penginapan kelas melati sampai hotel berbintang juga investasi di bidang transportasi laut terutama taksi air atau speedboat,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau Anda mau berwisata ke Raja Ampat memang bisa kapan saja. Tapi bulan Oktober atau November adalah saat yang tepat karena lautnya tenang.  Jangan lupa membawa kamera bawah laut atau pembungkus kamera khusus anti air untuk mengabadikan pesona dan penghuni bawah lauitnya. Jangn lupa menbawa sunblock, sunscreen, topi, kaos yang nyaman untuk cuaca pantai, sepatu plastik atau sandal lapangan. Dan Jangan lupa bawa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lotion&lt;/span&gt; anti nyamuk serta obat anti malaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mau berinvestasi di sektor pariwisatanya? Peluangnya masih sangat terbuka dan amat menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-2411642017250376849?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/2411642017250376849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/menjelajahi-ratusan-dive-spot-raja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/2411642017250376849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/2411642017250376849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/menjelajahi-ratusan-dive-spot-raja.html' title='Menjelajahi Ratusan Dive Spot Raja Ampat'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JwwqOF0HajU/TxlNGJBCjhI/AAAAAAAACB8/2Aso9MctqZc/s72-c/Pesona%2Bpulau-pulau%2Bkarst%2Bkhas%2BRaja%2BAmpat.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-5268575296469395633</id><published>2012-01-19T04:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T05:02:36.814-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Indonesia Bergenre Drama Religi Diminati Timur Tengah'/><title type='text'>Film Indonesia Bergenre Drama Religi Diminati Timur Tengah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3OxzasScqSE/TxgT3iTa-VI/AAAAAAAACBw/gTAmPOR3IaY/s1600/Direktur%2BPerfilman%252C%2BKemenparekraf%2BSyamsul%2BLussa.%2Bfoto%2Badji%2Bk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3OxzasScqSE/TxgT3iTa-VI/AAAAAAAACBw/gTAmPOR3IaY/s200/Direktur%2BPerfilman%252C%2BKemenparekraf%2BSyamsul%2BLussa.%2Bfoto%2Badji%2Bk.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699327173259360594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-PRoGvLKiIy4/TxgTy6EU1iI/AAAAAAAACBk/NFCHwYZQAEc/s1600/Nonton%2Bfilm%2BUmmi%2BAminnah%2Bbersama%2B100%2Bpemimpin%2Bmajlis%2Btaklim%2Bdi%2BJakarta.%2Bfoto%2Badji.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-PRoGvLKiIy4/TxgTy6EU1iI/AAAAAAAACBk/NFCHwYZQAEc/s200/Nonton%2Bfilm%2BUmmi%2BAminnah%2Bbersama%2B100%2Bpemimpin%2Bmajlis%2Btaklim%2Bdi%2BJakarta.%2Bfoto%2Badji.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699327093739148834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Film Indonesia bergenre drama religi Islam, pasarnya sangat luas. Peminatnya bukan hanya pasar dalam negeri tapi juga negara-negara Timur Tengah yang berbasis Islam, termasuk negara-negara non Islam yang memiliki komunitas Islam seperti Amerika, Rusia, dan China&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pasar utama film Indonesia bernuansa Islam itu sudah jelas, yaitu pasar dalam negeri. “Masyarakat Indonesia yang muslim saja sudah 87 % dari 240 juta penduduk. Dan film jenis ini biasanya untuk segala usianya. Jadi pasar dalam negerinya angat jelas dan besar,” jelas Direktur Perfilman, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Syamsul Lussa sebelum menyaksikan pemutaran film drama religi Ummi Aminah karya Aditya Gumay bersama 100 pimpinan majelis taklim di Pusat Perfilman Usmar Ismail (PPHUI), Jakarta,  Rabu Malam (18/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film bernuansa Islam ini, lanjut Syamsul juga diminati negaar-negara Timur Tengah. “Contohnya film Ummi Aminah diminati Iran,” jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sejumlah negara yang  tidak dominan Islam tapi ada komunitas-komunitas Islamnya seperti   Amerika,  Rusia,  dan China.  “Muslim di Rusia saja mencapai 23 juta orang dan merupakan peluang pasar juga. Karena mereka ingin melihat gambaran Islam dalam masyarakat Indonesia seperti apa,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, film drama religi nilai jualnya amat tinggi dan marketnya besar.  “Pasar domestiknya jelas sangat besar ditambah pasar dari negera-negara berbasis Islam dan non Islam yang memiliki komunitas Islam,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaring pasar dalam negeri, lanjut Syamsul produser dan sutradaranya harus jeli mencari celah dalam memasarkannya. Stratregi yang dilakukan Aditya Gumay misalnya, menurutnya sudah tepat dengan mengundang para pemimpin majlis taklim untuk nonton film Ummi Aminah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, film Aditya Gumay yang bertajuk 'Mak Ingin Naik Haji' diputar di sejumlah masjid. “Ini salah satu strategi pemasaran yang tepat untuk film bergenre ini. Karena dia (Aditya Gumai_red) melihat pasarnya ada di sana maka dia memasuki strategi ke seqment pasar yang lebih spesifik ini,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain seorang produser dan sutradara drama religi, lanjut Syamsyul mesti jeli melihat pasarnya seperti apa dengan memasuki celah-celah strategi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang produser, tambah Syamsul jangan hanya menghitung masa putar filmnya itu setahun. “Menurut teori perfilam, masa emas putar sebuah film itu sampai 17 tahun.  Sebuah  film bisa saja  kelak diputar ratusan bahkan ribuan TV di dunia. Contohnya di dalam negeri film-film lama seperti warkop DKI sampai kini  masih diputar di beberapa  TV swasta. Sekali putar itu bisa puluhan juta biasa tayangnya. Jadi kalau setahun belum dapat hasil jangan frustasi. Karena masih panjang masa edar film itu,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aditya Gumay sang sutradara film Ummi Aminah mengatakan sengaja mengajak 100 pimpinan majelis taklim dan pengurus Parfi, pengajian A&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;rafah, produser, orang-orang film dan lainnya sebagai strategi pemasaran film keempatnya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya ingin mencari celah pasar saja. Ibu-ibu pengajian yang jumlahnya ribuanitu akan lebih mudah dan mau datang ke bioskop untuk menonton film Ummi Aminah bila dihimbau oleh  pimpinan majelis taklimnya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya bila pasar ibu-ibu pengajian ini digarap dengan baik, bisa bisa menjadi penonton yang loyal khusus film-film Indonesia yang baik seperti film bergenre drama religi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aditya berharap film-film bergenre religi ini juga didukung oleh pemerintah dalam hal ini oleh Kemenparekraf. Karena bisa jadi film-film semacam ini tidak terlalu berhasil di bisokop kalau tidak didukung dengan mencari celah-celah pasar yang tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agar film-film jenis ini terus diproduksi, ya subsidi atau dukungan lain dari pemerintah itu perlu,” akunya seraya menambahkan bahwa biaya produksi film Ummi Aminah  sekitar  Rp 4 miliar tanpa ada bantuan ataupun subsidi dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyoal harapan subsidi untuk film-film religi Islam, Syamsul Lussa mengatakan subsidi pemerintah untuk film itu sebagaimana janji Menbudpar tahun lalu baru diperuntukkan husus untuk film-film bertema kepahlawanan dan anak-anak. “Kalau tahun ini nanti ternyata ingin ditingkatkan, termasuk ke film-film drama religi, kita tunggu instruksi Menparekraf Mari Elka Pangestu,’’ jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-5268575296469395633?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/5268575296469395633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/film-indonesia-bergenre-drama-religi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5268575296469395633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5268575296469395633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/film-indonesia-bergenre-drama-religi.html' title='Film Indonesia Bergenre Drama Religi Diminati Timur Tengah'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3OxzasScqSE/TxgT3iTa-VI/AAAAAAAACBw/gTAmPOR3IaY/s72-c/Direktur%2BPerfilman%252C%2BKemenparekraf%2BSyamsul%2BLussa.%2Bfoto%2Badji%2Bk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-5182547627116852425</id><published>2012-01-19T00:26:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T05:10:52.858-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ummi Aminah Meramu Tawa dan Haru'/><title type='text'>Ummi Aminah Meramu Tawa dan Haru</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QbTKxlJaCDk/TxfUvmqwxLI/AAAAAAAACBY/uzlIhoiSoNs/s1600/Aditya%2BGumai%2BSutradara%2BFilm%2BUmmi%2BAmminah.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-QbTKxlJaCDk/TxfUvmqwxLI/AAAAAAAACBY/uzlIhoiSoNs/s200/Aditya%2BGumai%2BSutradara%2BFilm%2BUmmi%2BAmminah.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699257767759496370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Usai  sukses menggarap  'Emak Ingin Naik Haji', sutradara Aditya Gumay kembali menghadirkan film bergenre drama religi nan memukau bertajuk Ummi Aminah. Film bertema biasa tentang kehidupan ustazah dan problema memiliki anak banyak ini menjadi luar biasa karena  dikemas dengan apik hingga memompa haru dan tawa&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Film berdurasi 104 menit ini diawali kesibukan Ummi Aminah (Nani Widjaya) sebagai ustazah yang sibuk berceramah di berbagai tempat. Kehadirannya selalu dinanti ribuan jamaahnya terutama kaum perempuan. Ummi Aminnah adalah ibu tujuh anak dari dua pernikahan  berbeda. Ummi Aminah tinggal bersama suami keduanya, Abah (Rasyid Karim) dan beberapa anak dan cucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh anaknya memiliki karakter dan kehidupan berbeda. Umar (Gatot Brajamusti), anak pertama Ummi dari suami pertama. Umar hidupnya paling sukses. Dia tinggal dengan istrinya Risma (Yessy Gusman) dan anak mereka di rumah besar dan mewah. Lantaran  Risma kelewat pelit dan  sinis dengan keluarga Umar hubungan mereka tidak harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kedua Ummi dari suami pertamanya adalah  Aisyah (Cahya Kamila) tinggal bersama keluarga kecilnya di rumah sederhana. Tapi mereka akur dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dari suami keduanya, Ummi Aminah memiliki lima orang anak yakni  Zarika (Paramitha Rusadi)), Zainal (Ali Zainal), Zubaidah (Genta Windi), Zidan (Ruben Onsu), dan Ziah (Zee Zee Shahab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh anak Ummi ini  memiliki persoalan hidup maing-masing. Dan inilah yang menjadi alur cerita film ini hingga usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zarika adalah  wanita karier yang sudah matang namun belum juga punya pacar. Dia justru menjalin hubungan dengan suami orang hingga terekspose di jejaring social yang akhirnya melukai hati Ummi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adiknya, Zainal sudah beristri Rini (Revalina S. Temat) yang sedang mengandung anak kedua. Zainal kerjaannya hanya menjadi sopir Ummi Aminah ke berbagai tempat ceramah. Penghasilannya pas-pasan, kadang tak cukup membeli susu buat anak pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zubaidah lain lagi, sibuk memikat pria Jawa yang mengontrak di dekat rumahnya. Dia pengangguran dan iri melihat adik bungsunya, Ziah yang menjadi asisten Ummi. Sedangkan Zidan, dia galau karena Abahnya tak menerima keberandaannya yang kebanci-bancian dan bekerja di salon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik sang sutradara, Aditya Gumai pandai meramu setiap konflik yang muncul tak pernah henti. Dia juga pandai meramu emosi dari tawa hingga haru (baca: sedih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah film ini selain mengurasi air mata, pun beberapa dialog lucunya juga menghadirkan tawa. Skenario yang ditulis oleh Aditya Gumay dan Adenin Adlan berhasil memberi warna pelangi film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik dimulai dari Abah yang tertipu jual-beli tanah, lalu Zarika yang terjebak cinta terlarang, dan puncaknya Zainal yang ditangkap Polisi gara-gara terjebak transaksi narkoba hingga membuat Ummi stress dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Zainal membuat nama baik Ummi tercemar. Dia diburu wartawan. Jamaahnya merosot tajam dan sejumlah pihak membatalkan ceramahnya. Akhirnya Ummi  mundur dari dunia ceramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diujung film, Aditya Gumay masih saja mengaduk emosi penonton. Awalnya Abah datang ke salon Zidan. Bahkan dia minta rambutnya dipotong oleh anaknya yang kebanci-bancian itu. Zidan senang bukan kepalang karena akhirnya Abah menerima keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika Abah sedang dicuci rambutnya oleh Zidan, sementara Zidan terus&lt;i&gt; ngoceh&lt;/i&gt; karena senang Abahnya datang ke salon. Abah diam terus, setalah dipanggil-panggil Zidan, Abah tetap diam dan tak berkedip. Ternyata Abah meninggal dunia. Zidan menangis histeris, dia mencium kening Abah tercintanya. Lagi-lagi penonton dibuat berkaca-kaca matanya bahkan berurai air mata usai dibuat ketawa. Adegan mengharu biru iniini menyiratkan bahwa umur manusia tidak tahu kapan dan dimana berakhir. Cuma Dia yang Maha Tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan bermaksud memuji lebih, film yang juga dibintangi Elma Theana dan aktris senior Atie Kanser serta sudah tayang sejak 5 Januari 2012 di sejumlah bioskop Tanah Air ini memang film drama cerdas dan memukau. Dipastikan usai menontonnya, Anda bakal membawa pulang sejumlah pesan sarat makna. Bukan semata tawa dan haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan &lt;/span&gt;(adji_travelplus@yahoo.com).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-5182547627116852425?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/5182547627116852425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/ummi-aminah-meramu-tawa-dan-haru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5182547627116852425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5182547627116852425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/ummi-aminah-meramu-tawa-dan-haru.html' title='Ummi Aminah Meramu Tawa dan Haru'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-QbTKxlJaCDk/TxfUvmqwxLI/AAAAAAAACBY/uzlIhoiSoNs/s72-c/Aditya%2BGumai%2BSutradara%2BFilm%2BUmmi%2BAmminah.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-2011915749546893092</id><published>2012-01-18T23:26:00.000-08:00</published><updated>2012-01-18T23:31:47.857-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Target Wisman dari Tour de Singkarak 2012 Naik 15 Persen'/><title type='text'>Target Wisman dari Tour de Singkarak 2012 Naik 15 Persen</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-LOu_0Jx00gI/TxfGjV8EiWI/AAAAAAAACBM/QqrlCW42W00/s1600/Jumpers%2BTdS%2B2012.%2BFoto%2Badji%2Bk..jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-LOu_0Jx00gI/TxfGjV8EiWI/AAAAAAAACBM/QqrlCW42W00/s200/Jumpers%2BTdS%2B2012.%2BFoto%2Badji%2Bk..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699242163947473250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Tour de Singkarak (TdS) 2012 di Sumatera Barat  akan berlangsung 4 sampai dengan 10 Juni 2012 nanti. Perhelatan lomba sepada tingkat internasional ini dipastikan turut meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumbar dari tahun ke tahun. Target wisman dari TdS tahun ini naik 15 persen dari tahun  lalu.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, TdS berpengaruh positif meningkatkan kunjungan wisman ke Sumbar  hingga 13,2% pada tahun 2011, di atas kenaikan pariwisata nasional yang hanya 8,9%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan juga terjadi pada tamu wisman yang menginap di hotel berbintang di Sumbar. Pada tahun 2010 sebanyak 332.515 orang, meningkat menjadi 413.180 orang atau naik 24,3% pada 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Target kunjungan wisman ke Sumbar dari penyelengaraan  TDS 2012 naik 15% dari tahun 2011,” jelasnya seusai rapat koordinasi persiapan kegiatan “Tour de Singkarak 2012 dengan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar dan sejumla bupati, walikota,  Polda Sumbar, serta pihak terkait TDS di Jakarta, Rabu (18/1/2012).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penyelenggaraan TdS bukan  sekadar  mempercepat pemulihan citra Sumbar pasca-gempa dua tahun lalu. Pun  meningkatkan kunjungan (wisman) ke Indonesia,  khususnya ke destinasi pariwisata Sumbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“TdS merupakan salah satu cara untuk mempercepat pemulihan citra Sumbar pasca gempa. Untuk memulihkannya perlu waktu, kerja keras, dan kreativitas,” kata Sapta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TdS sebagai sport tourism, lanjut Sapta sangat efektif sebagai sarana promosi pariwisata untuk menarik kunjungan wisman ke Indonesia, khususnya ke Sumbar. “Sejak diselenggarakan event ini, kunjungan wisatawan ke kota tambang tua Sawahlunto misalnya naik hingga tiga kali lipat,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba balapan sepeda internasional TdS ke-4 ini melombakan 7 etape berjarak total 800 Km melewati 14 kabupaten/kota di Sumbar.  Sijunjung dan Pesisir Selatan yang menjadi dua kabupaten yang masuk rute tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TdS 2012 akan diikuti 25 tim, terdiri atas 17 tim luar negeri dan 8 tim dalam negeri. ”Tahun ini titik start-nya di Kota Sawahlunto dan finish-nya di Kota Padang. Nanti juga akan ada paket wisata start, finish, dan paket wisata lainnya untuk wisatawan yang datang dan ingin menikmati obyek-obyek wisata dan budaya khas masyarakat Minang di Sumbar,” tambah Sapta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-2011915749546893092?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/2011915749546893092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/target-wisman-dari-tour-de-singkarak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/2011915749546893092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/2011915749546893092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/target-wisman-dari-tour-de-singkarak.html' title='Target Wisman dari Tour de Singkarak 2012 Naik 15 Persen'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-LOu_0Jx00gI/TxfGjV8EiWI/AAAAAAAACBM/QqrlCW42W00/s72-c/Jumpers%2BTdS%2B2012.%2BFoto%2Badji%2Bk..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-8608053790764643805</id><published>2012-01-18T22:18:00.000-08:00</published><updated>2012-01-18T22:36:35.213-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keuntungan Tour de Singkarak 2012 Promo Jauh-Jauh Hari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TdS 2012'/><title type='text'>Keuntungan Tour de Singkarak 2012 Promo Jauh-Jauh Hari</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lDKMrBniqHM/Txe5xgUBMMI/AAAAAAAACBA/8LjYA5KAmCg/s1600/TdS%2B2012.%2BFoto%2BAdji%2Bk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-lDKMrBniqHM/Txe5xgUBMMI/AAAAAAAACBA/8LjYA5KAmCg/s200/TdS%2B2012.%2BFoto%2BAdji%2Bk.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699228113599279298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3L_G76wEGvg/Txe5tqlqkfI/AAAAAAAACA0/CRM83pVFpro/s1600/jumpers%2BTdS%2B2012.%2BFoto%2Badji%2Bk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3L_G76wEGvg/Txe5tqlqkfI/AAAAAAAACA0/CRM83pVFpro/s200/jumpers%2BTdS%2B2012.%2BFoto%2Badji%2Bk.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699228047638172146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Tour de Singkarak (TdS) 2012 di Sumatera Barat baru akan berlangsung 4-10 Juni 2012 nanti. Namun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) beserta Pemprov  Sumbar dan sejumlah pemkabnya sudah  menggelar jumpa pers persiapan TdS ke-4 ini lebih awal di Jakarta, Rabu (18/1/2012). Inisiatif ini patut diancungi jempol&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Informasi pelaksanaan event besar semacam TdS ini memang semestinya sudah disebarluaskan jauh-juah hari lewat jumpa pers. Dengan begitu akan tersebarluas oleh sejumlah media baik online, cetak maupun elektronik yang kemudian disusul lewat jejaring sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan penyebaran informasi lebih awal ini dapat dilihat dari dua sisi, yakni buat panitia pelaksana dan calon wisatawan. Panitia pelaksana punya waktu cukup untuk mempersiapkan segala sesuatunya jauh lebih baik, antara lain lewat masukan-masukan yang datang dari berbagai pihak, termasuk memperbaiki segala kekurangaan yang pernah terjadi pada event sebelumnya. Sementara keuntungan bagi calon wisatawan, dapat merancang waktu dan tentu saja anggaran keuangan untuk datang dan melihat event tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba balapan sepeda internasional TdS 2012 melombakan 7 etape berjarak total 800 Km melewati 14 kabupaten/kota di Sumbar.  Sijunjung dan Pesisir Selatan yang menjadi dua kabupatenu yang masuk rute tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (wamenparekraf) Sapta Nirwandar mengatakan TdS 2012 ini berkelas 2.2. “Event ini bukan semata untuk lebih menyemarakkan lomba sepeda yang tengah booming. Pun bertujuan menjual pariwisata dan ekonomi kreatif Sumatera Barat,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TdS 2012 akan diikuti 25 tim dari 15 negara, terdiri atas 17 tim luar negeri dan 8 tim dalam negeri, memperebutkan hadiah Rp 1 Miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tahun ini titik start-nya dari Kota Sawahlunto dan finish-nya di Kota Padang. Nanti juga akan ada paket wisata start, finish, dan paket wisata lainnya untuk wisatawan yang datang dan ingin menikmati obyek-obyek wisata di Sumbar,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kota dan kabupaten yang dilewati rute TdS 2012 akan menampilkan bermacam kesenian daerah masing-masing berupa seni musik, tari, dan kuliner tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari terakhir acara, akan ada Festival Rendang di Padang. Festival ini akan menyajikan 5,2 ton rendang yang diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumpa pers TdS 2012 yang dilakukan jauh-jauh hari sebagaimana dilakukan Wamenparekraf dan Gubernur Sumbar beserta jajarannnya ini perlu dicontoh panita pelaksana event lain, baik yang digelar oleh pusat dalam hal ini Kemenparekraf maupun daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebaiknya, bukan hanya event-event berskala internasional saja yang melakukan hal semacam ini, melainkan juga event-event berskala lokal dan nasional. Muaranya adalah satu, agar terekspos lebih menasional bahkan mendunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-8608053790764643805?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/8608053790764643805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/keuntungan-tour-de-singkarak-2012-promo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8608053790764643805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8608053790764643805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/keuntungan-tour-de-singkarak-2012-promo.html' title='Keuntungan Tour de Singkarak 2012 Promo Jauh-Jauh Hari'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lDKMrBniqHM/Txe5xgUBMMI/AAAAAAAACBA/8LjYA5KAmCg/s72-c/TdS%2B2012.%2BFoto%2BAdji%2Bk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-3244339003935631950</id><published>2012-01-12T05:05:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T05:16:39.009-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengoptimalkan Obyek Wisata Religius Kepulauan Riau'/><title type='text'>Mengoptimalkan Obyek Wisata Religius Kepulauan Riau</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-eRPS-He6Jy4/Tw7dEXQqkOI/AAAAAAAACAo/K1mf2vZlWeM/s1600/Tarian%2Bkhas%2BMelayu%2Bbernuansa%2BIslami.%2BFoto%2BAdji%2BK.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-eRPS-He6Jy4/Tw7dEXQqkOI/AAAAAAAACAo/K1mf2vZlWeM/s200/Tarian%2Bkhas%2BMelayu%2Bbernuansa%2BIslami.%2BFoto%2BAdji%2BK.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696733645703385314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-a3-E9IZffvM/Tw7c-1dlO7I/AAAAAAAACAc/atUK028CS8Q/s1600/Masjid%2BJami%2BPenyengat%252C%2BIkon%2BWisata%2BReligius%2Bdi%2BPulau%2BPenyengat.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-a3-E9IZffvM/Tw7c-1dlO7I/AAAAAAAACAc/atUK028CS8Q/s200/Masjid%2BJami%2BPenyengat%252C%2BIkon%2BWisata%2BReligius%2Bdi%2BPulau%2BPenyengat.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696733550731410354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang berjuluk Bumi Hang Tuah ini  memiliki 2.405 pulau. Di sejumlah pulaunya terdapat beragam obyek wisata religius yang potensial menjaring wisatawan. Sayangnya, obyek wisata tersebut belum tergarap secara maksimal. Bagaimana mengoptimalkan potensi obyek-obyek wisata religius di Kepri? &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Obyek wisata religius yang ada di provinsi yang terbentuk pada 1 Juli 2004 ini antara lain tersebara di Kabupaten Karimun, Kota Tanjung Pinang, dan Kota Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kabupaten Karimun misalnya ada Prasasti Pasir Panjang di Desa Meral, Makam Sibadang di Desa Buru, Masjid Jami’ dan Kelenteng Sampong Teng Pulau Buru.  Di Kabupaten Lingga ada Makam Sultan Abdullah Muiyat Syah di Kecamatan Tambelan, Situs Midai di Kecamatan Midai, dan beberapa keramat di Kecamatan Bunguran Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kota Tanjung Pinang ada Komplek Makam Daeng Celak dan Tun Abbas di Kelurahan Melayu Kota Piring, Komplek Makam Sultan Sulaiman Badrul Alam di Kelurahan Kampung Bulang, Makam Daeng Kamboja di Kelurahan Kampung Bugis, Makam Raja Ali di Kelurahan Tanjung Unggat, serta Masjid Raya Sultan Riuan, dan beberapa makam di Pulau Penyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kota Batam juga ada beberapa tempat bersejarah yang dikelola dan menjadi obyek wisata religius, antara lain Pura Agung Amertha Buana, Patung Dewi Kwan Im, Gereja Pulau Galang, dan Masjid Raya Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, di Batam juga ada beberapa kegiatan keagamaan yang dijual ke wisatawan seperti Cap Go Meh, Pesta Mengusir Hantu, Halloween, Pawai Takbir, dan peringatan hari besar agama lain.  Target pasar wisata religi di Kota Batam adalah warga muslim Singapura, Malaysia, dan Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek wisata religus Kepri memiliki peluang utuk dikembangkan lebih jauh. Selain ketersediaan obyek tersebut yang beragam dan relatif masih terpelihara dengan baik, lokasi Kepri yang strategis turut mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepri berada di jalur pelayaran internasional, tepat di mulut Setal Malaka yang banyak dilalui kapal-kapal dagang. Posisinya berdekatan langsung dengan Singapura dan Malaysia serta berdampingan dengan pusat pertumbuhan industri Batam dan Bintan yang membuat Kepri terus berbenah diri mengembangkan berbagai sektor, termasuk upaya menjadi destinasi wisata religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan menteri pariwisata I Gede Ardika dalam sebuah lokakarya di Batam, pernah mengatakan dalam pengembangan wisata religi dimanapun termasuk di Kepri sebaiknya tidak mencampurkan yang sakral dengan yang profan. “Ada kegiatan religi yang tidak bisa diikuti disentuh oleh wisatawan. Jadi wisatawan hanya boleh melihat saja,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangannya, lanjut Ardika juga harus melibatkan partisipasi masyarakat. “Dengan kata lain punya manfaat buat masyarakat setempat. Dan yang tak kalah penting  ketersediaan aksebilitas dan informasi yang memadai,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang menonjol dan harus diperhatikan dalam pengembangan pariwisata budaya termasuk religi, yakni budaya dan keindahan alam. Pemanfaatan wisata budaya berarti mengemas sebuah produk budaya yang aman, bersih, nyaman, dan dilengkapi dengan pelayanan, fasilitas, dan manajemen yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemasan wisata budaya harus semenarik mungkin agar wisatawan tertarik untuk datang kembali. Begitu juga dengan alamnya harus dijaga kebersihan dan keindahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan wisata religi di Kepri masih menghadapi berbagai kendala. Selain promosi yang masih minim, informasi kegiatan keagamaannya pun terbatas. Seharusnya kegiatan keagamaan tahun ini sudah dipasarkan oleh travel agent pada tahun sebelumnya agar wisatawan tahu dan dapat merancang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjualan paket wisata religi pun belum menjadi jualan utama travel agent di Kepri. Sebagian besar anggota ASITA DPD KEPRI berkonsentrasi pada penjualan tiket pesawat dan kapal laut serta voucher hotel. Banyak juga yang menjual paket wisata tapi yang terbanyak justru menjual paket wisata luar negeri (outbound).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjual paket inbound Batam dan Kepri  hanya segelincir. Paket wisata religi yang masih dijual antara lain paket untuk pemeluk agama Budha yaitu acara pelepasan ikan lele di Batam, paket wisata qurban, dan paket persembanghyangan di Pura Amerta Buana untuk orang-orang India yang beragama Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ardika menghimbau untuk tidak berkecil hati meskipun dana promosi Kepri masih minim apalagi membandingkan dengan promosi negara tetangga. Jangan hanya mengejar jumlah wisatawan yang datang padahal cuma sekali saja datang, lalu kapok. “Seharusnya wisatawan yang datang ke Kepri harus berulangkali. Caranya, selain kemasan paket wisatanya menarik, para pemandu wisata pun harus memberi penjelasan tentang obyek wisata religi ini dengan baik dan meyakinkan,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Festival Pulau Penyengat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam lawatan ke Pulau Penyengat beberapa waktu lalu, saat penyelenggaraan Festival Pulau Penyengat pertama yang digelar Kementerian Pariwista dan Ekomomi Kreatif  (Kemenparekraf) bekerjasama Dinas Kebudayaan Provinsi (Disbudprov) Kepri, penulis melihat masih banyak yang harus dibenahi di Pualau Penyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek wisata yang ada, cuma itu-itu saja. Salah satunya Masjid Raya Sultan Riau atau yang lebih dikenal dengan Masjid Jami Penyengat yang menjadi ikon wisata religius di Pulau Penyengat. Padahal sebenarnya masih banyak yang dapat digarap lewat obyek yang ada termasuk kesenian dan permainan tradisional masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan fasilitas keamanan transportasi laut menuju Penyengat. Perahu sampan bermotor yang disebut pompong tidak difasilitasi life jacket. Dan ini  sering dipertanyakan wisatawan yang tak terbiasa dengan perjalanan laut terlebih dengan perahu kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu tempat-tempat wisata religiusnya, pantai dan pelabuhannya termasuk pelabuhan di Tanjung Pinang kurang bersih. Tempat sampah sulit didapat sehingga masyarakat dan pengunjung banyak yang membuang sampah seenaknya ke pantai dan laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah rumah makan, kedai, dan pedagang kaki lima di tepi laut juga berkontribusi mengotori pantai dan lautnya dengan sisa makanan pengunjungnya. Tak kalah penting,  para pemilik bemor atau becak bermotor masih ada yang kurang tertib. Ada yang seenaknya memasang tarif  angkut sehingga beberapa wisatawan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis menilai, penyelenggaraan Festival Pulau Penyengat yang akan diadakan setahun sekali setiap akhir Desember ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Pemprov Kepri dan masyarakat Pulau Penyengat untuk terus membenahi wisata budaya temasuk religinya lebih baik lagi, termasuk soal kebersihan, keramahan, dan kenyamanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival ini pun dapat dijadikan sarana untuk menghidupkan kembali bermacam permainan tradisional Melayu khas Pulau Penyengat seperti perahu layar, gangsing, dan layang-layang yang kini justru lebih berkembang di luar Pulau Penyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan bukan cuma itu,  festival ini juga menjadi peluang untuk menggerakkan dan meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat Pulau Penyengat, mulai dari kuliner Melayu, panganan khas, kerajinan tangan, dan tentu saja atraksi keseniannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila keberadaan Fetsival Pulau Penyengat ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal, tak mustahil Pulau Penyengat kelak bakal menjadi obyek wisata budaya dan religius terutama di Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sulit menjangkau Pulau Penyengat. Dari Pelabungan Punggur, Batam naik kapal ferry ke Pelabuhan Tanjung Pinang, Bintan. Waktu tempuhnya sekitar 1 jam. Kalau dari Pelabuhan Tanjung Pinang, tinggal naik pompong ke Pulau Penyengat sekitar 15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akomodasi di Penyengat cuma beberapa homestay yang dikelola penduduk, antara lain homestay milik Ibrahim. Pilihan lain, bermalam di Kota Tanjung Pinang, ibukota Kepri yang akomodasinya jauh lebih lengkap, mulai dari hotel melati sampai bintang 4. Begitupun dengan rumah makannya, tersedia banyak resto yang menyajikan aneka  chinesse food dan makanan khas Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-3244339003935631950?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/3244339003935631950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/mengoptimalkan-obyek-wisata-religius.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3244339003935631950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3244339003935631950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/mengoptimalkan-obyek-wisata-religius.html' title='Mengoptimalkan Obyek Wisata Religius Kepulauan Riau'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-eRPS-He6Jy4/Tw7dEXQqkOI/AAAAAAAACAo/K1mf2vZlWeM/s72-c/Tarian%2Bkhas%2BMelayu%2Bbernuansa%2BIslami.%2BFoto%2BAdji%2BK.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-4180522787814286109</id><published>2012-01-11T00:56:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T04:36:57.245-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kopi Indonesia Tidak Konsisten Dalam Kualitas'/><title type='text'>Kopi Indonesia Tidak Konsisten Dalam Kualitas</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jf33g3PR2dU/Tw1QvbS9auI/AAAAAAAACAQ/nIcXNFenW5k/s1600/Kopi%2Bkualitas%2Bterbaik%2BIndonesia.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jf33g3PR2dU/Tw1QvbS9auI/AAAAAAAACAQ/nIcXNFenW5k/s200/Kopi%2Bkualitas%2Bterbaik%2BIndonesia.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696297879404899042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kxgVtcF2-lA/Tw1QnT5_zwI/AAAAAAAACAE/tqmVUt6xd4k/s1600/Aneka%2Bkopi%2Barabica%2Basli%2BIndonesia.%2Bfoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kxgVtcF2-lA/Tw1QnT5_zwI/AAAAAAAACAE/tqmVUt6xd4k/s200/Aneka%2Bkopi%2Barabica%2Basli%2BIndonesia.%2Bfoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696297739982196482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Saat ini produksi kopi Indonesia mencapai 200 ribu ton per tahun dan merambah eskpor hingga ke Jepang, Jerman, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat. Harga kopi Indonesia juga mengalami kenaikan di pasaran, kini harganya berkisar Rp80.000,- per kilogramnya. Tapi sayangnya kopi Indonesia kerap mendapat komplain dari buyers luar karena dinilai tidak konsisten dalam kualitas&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mutu kopi Indonesia dinilai turun-naik sebagimana penilaian buyers dari Amerika, Eropa dan lainnya. “Sekarang bagus, besok kualitasnya jelek sehingga harganya pun turun naik, kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Executive Director&lt;/span&gt; Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) Ina A. Murwani di Bandung beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang penting mengenai pengetahuan kualitas kopi itu belum merata dimiliki para pemain kopi mulai dari hilir ke hulu. Oleh karena itu para pemain kopi mulai dari petani sampai coffee teller kumpul bersama dan berkimitmen mengeluarkan specialy kopi yang menekankan pada kualitas. “Kopi special itu, tidak ada cacat dan ketika diseduh mengeluarkan citra rasa yang unik,” terang Ina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi secara umum ada 4 jenis, yaitu kopi arabica (coffea arabica), kopi robusta (coffea canephora), kopi liberica (coffea liberica) dan kopi excelso (coffea dewevrei). Di Indonesia umumnya dikenal 2 kopi saja yaitu kopi tubruk dan kopi instan atau disebut juga kopi arabica dan kopi robusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi yang beredar di dunia saat ini secara umum terbagi menjadi 70% arabica dan 30% robusta. Indonesia merupakan penghasil kopi arabica terbaik di dunia, meskipun bukan penghasil kopi arabica terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi Arabica, lanjut Ina biasanya ditanam di ketinggian 900 meter dpl. Contohnya di Gayo, Takengon diAceh, Mandheiling sekitar Danau Toba, Kintamani (Bali), Kawah Ijen (Jatim), Bajawa dan Maggarai di Flores (NTT), Toraja (Sulsel), dan Wamena di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau Robusta di dataarn redah seperti di Lampung. Tapi ada juga Robusta yang ditanam di dataran tinggi  juga mutunya  bagus. Makanya kita  mencari specialy robusta juga,” ungkapnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi harga lebih mahal Arabica, karena rasanya unik. Bisa beda 2 dollar per kilo. Harganya lebih mahal dari robusta karena harus dirawat lebih teliti dan  rasanya sangat bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kopi Arabica di setiap daerah  itu berbeda-beda.  “Contohnya ada rasa coklat pada kopi Arabica gayo, dan ada rasa jeruk  pada Arabica Kintamani, rasa floral atau rasa bunga di Kopi Arabica Flores, Toraja ada rasa herbal, dan kalau Mandheiling hampir mirip dengan Gayo, cuma lebih asam,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fisik membedakannnya agak susah. “Kemarin kita juga dapat robusta yang kecil-kecil Padahal biasanya Robusta besar-besar sedangkan Arabica kecil-kecil biji dan warnanya hijau kebiruan,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah penjual robusta terbesar. Tapi para buyers biasanya mencari Arabica Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kopi Indonesia  tidak menjadi minuman terpopuler di Indoneisa karena nilai produksi kopi Indonesia masih rendah. “Kita produsen ketiga  setelah Brazil, Vietnam, baru kita. Sebenarnya dulu kita keempat setelah kolumbia. Tapi karena kolumbia kini sedang ganti pohon atau regenerasi, sehingga produksinya turun, jadi Indonesia bisa melampaui,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi kopi arabica Indonesia pertahun arabika 100 ribu ton. Sedangkan Brazil 1-2 juta ton per tahun. Kalau kopi robusta Indonesia mencapai  500 ribu ton per tahun. “Indonesia lebih banyak robusta-nya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi Arabica Indonesia semuanya unggul cuma jumlah produksinya sedikit. Jumlah Arabica terbesar dari Indonesia berasal dari Aceh dan Sumut dan juga paling banyak dicari para buyers mancanegara. “Kalau Jepang suka kopi Toraja dan Bali. Sedangkan orang Amerika gemar Kopi Sumatera dan Aceh,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Road to Indonesia Coffee Festival&lt;/span&gt; di Bandung dan nanti puncaknya di Bali, menurut Ina salah satu cara pemerintah dan para stakeholder kopi untuk memperkenalkan beragam kopi Indonesia yang berkualitas. "Acara ini positif sekali karena masyarakat jadi tahu akan macam-macam kopi Indonesia yang berkualitas, termasuk cara membuatnya yang benar. Dampak minus-nya, permintaan kopi akan meningkat namun tidak dibarengi dengan peningkatan produksi kopi berkualitas," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedepan, Ina berharap kemasan acara semacam ini terus ditingkatkan, dengan tetap  memberikan penyuluhan tentang kopi Indonesia yang berkualitas baik lewat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;talk show, workshop&lt;/span&gt; maupun selebaran informasi tentang kopi-kopi Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-4180522787814286109?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/4180522787814286109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/kopi-indonesia-tidak-konsisten-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/4180522787814286109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/4180522787814286109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/kopi-indonesia-tidak-konsisten-dalam.html' title='Kopi Indonesia Tidak Konsisten Dalam Kualitas'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jf33g3PR2dU/Tw1QvbS9auI/AAAAAAAACAQ/nIcXNFenW5k/s72-c/Kopi%2Bkualitas%2Bterbaik%2BIndonesia.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-8903009954912559768</id><published>2012-01-10T23:39:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T23:59:47.540-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Festival Pulau Penyengat Bakal Digelar Tiap Tahun'/><title type='text'>Festival Pulau Penyengat Bakal Digelar Tiap Tahun</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nuoMhilLUqI/Tw0-1E1OahI/AAAAAAAAB_4/fZPju6zDrNQ/s1600/Lomba%2Bperahu%2Blayar%2Bmeramaikan%2BFestival%2BPulau%2BPenyengat%2Bpertama%2B2011.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nuoMhilLUqI/Tw0-1E1OahI/AAAAAAAAB_4/fZPju6zDrNQ/s200/Lomba%2Bperahu%2Blayar%2Bmeramaikan%2BFestival%2BPulau%2BPenyengat%2Bpertama%2B2011.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696278185244518930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-mzz-hV1iDRU/Tw0-u9J4CbI/AAAAAAAAB_s/fyAcgmKFLlQ/s1600/Gub%2BKepri%2BHM%2BSani%2Bdan%2BKasubdit%2BPemasaran%2BPwriwisata%2BWilayah%2BI%2BSumatera%252C%2BRaseno%2BArya%2Bdisambut%2Bpencak%2Bsilat%2BMelayu%2Bdi%2BPulau%2BPenyengat.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mzz-hV1iDRU/Tw0-u9J4CbI/AAAAAAAAB_s/fyAcgmKFLlQ/s200/Gub%2BKepri%2BHM%2BSani%2Bdan%2BKasubdit%2BPemasaran%2BPwriwisata%2BWilayah%2BI%2BSumatera%252C%2BRaseno%2BArya%2Bdisambut%2Bpencak%2Bsilat%2BMelayu%2Bdi%2BPulau%2BPenyengat.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696278080104434098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Usai sukses menggelar Festival Pulau Penyengat pertama di ujung 2011 lalu, Kementerian Pariwista dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama Disbudparprov Kepri, berencana menggelar festival ini kembali tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Bahkan bila sudah terselenggara dengan baik, akan digelar dalam tingkat internasional.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kasubdit Promosi Pariwisata Wilayah I Sumatera, Kemenparekraf Raseno Arya mengatakan Festival Pulau Penyengat ini akan digelar setiap tahun. “Tahun 2012 diharapkan ditambah dengan permainan rakyat khas Melayu lain seperti gangsing dan layang-layang. Kelak festival ini akan berskala internasional,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Pulau Penyengat pertama ini bukan sekadar festival yang hanya mengelar aneka kesenian deperti taritarian dan music gazal serta permainan khas Melayu. Pun terasa lebih berbobot dengan digelarnya dialog budaya yang menampilkan tiga pembicara Ketua STISIPOL Raja Haji, Zamzami A Karim, Abdul Malik,Lektor Kepala Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Tanjung Pinang, Kepri, dan budayawan Melayu Samson Rambah Pasir. Ketiga narasumber ini setuju kearifan lokal Melayu dari Gurindam Dua Belas, pantun, petatah-petitih, dan syair menjadi muatan lokal dalam pendidikan di Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadisbuprov Kepri Eddy Sophian mengatakan Festival Pulau Penyengat ini bukan hanya berdampak bagi pariwisata Pulau Penyengat dengan kunjungan wisawatan dari luar Pulau Penyengat, pun melestarikan budaya Melayu yang selama ini kian memudar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam Festival Pulau Penyengat pertama ini juga menampilkan lomba perahu layar yang kini justru berkembang di luar Pulau Penyengat seperti di Pulau Belakang Padang, Batam, dan Johor Malaysia,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sekitar 50 perahu layar yang mengikuti lomba perahu layar ini yang datang dari berbagai pulau di Kepri seperti Bintan, Batam, Lingga, dan Karimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eddy Sophian menambahklan bahwa dari sekian banyak potensi pariwisata di Kepri, hanya wisata budaya yang belum terangkat secara maksimal. Padahal pusat budaya Melayu itu ada di Kepri, termasuk salah satunya di Pulau Penyengat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berharap lewat festival ini, masyarakat Melayu kembali mengenal budaya asli Melayu dan ikut melestarikan.  Sedangkan Raseno menegaskan kembali bahwa Kemenparekraf selalu komit mendukung promosi potensi pariwisata yang dimiliki daerah, termasuk di Pulau Penyengat yang pada akhirnya dapat  menjadi  magnet pariwisata Kepri masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Kepri HM Sani yang membuka Festival Pulau Penyengat ini sempat menghimbau agar promosi pariwisata dan budaya Melayu tidak sebatas kepada orang Melayu saja. Promosinya harus meluas agar masyakat di luar Kepri berdatangan. “Kalau promosi cuma buat orang Melayu, yang datang orang-orang Melayu juga. Jadi harus ke luar Kepri bahkan ke mancanegara,” imbaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Direktur Promosi Dalam Negeri, Kemenparekraf M Faried mengatakan perlu kemasan menarik dalam mengemas obyek wisata budaya yang ada di Pulau Penyengat agar orang luar baik itu wisnus maupun wisman berdatangan ke pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau perlu dibuat semacam cerita yang menarik, apalagi sudah ada cerita bahwa pembuatan Masjid Jami Penyengat ini konon terbuat dari putih telur. Bayangkan berapa banyak butir telur yang digunakan dan dari mana telur itu didatangkan. Jadi perlu disampaikan lebih mendetail lagi dan lebih meyakinkan karena itu menjadi salah satu pemikat sehingga wisatawan mau berkunjung,” imbaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eddy Sophian menambahkan Festival Pulau Penyengat 2012 tetap akan digelar di Pulau Penyengat pada akhir Desember. “Mudah-mudahan peserta lomba perahu layarnya kian bertambah, dan ditambah dengan permainan tradisional Melayu lain seperti gangsing, laying-layang dan lainnya. Dengan begitu waktu penyelenggaraannya akan ditambah semula 2 hari, mungkin menjadi 3 atau 4 hari,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-8903009954912559768?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/8903009954912559768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/festival-pulau-penyengat-bakal-digelar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8903009954912559768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8903009954912559768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/festival-pulau-penyengat-bakal-digelar.html' title='Festival Pulau Penyengat Bakal Digelar Tiap Tahun'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nuoMhilLUqI/Tw0-1E1OahI/AAAAAAAAB_4/fZPju6zDrNQ/s72-c/Lomba%2Bperahu%2Blayar%2Bmeramaikan%2BFestival%2BPulau%2BPenyengat%2Bpertama%2B2011.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-7779077783782143699</id><published>2012-01-10T08:48:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T09:07:06.879-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dapat Mobil dan iPad Berkat Makan Tango Waffle'/><title type='text'>Dapat Mobil dan iPad Berkat Makan Tango Waffle</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lndK54VUIco/TwxulNWO-OI/AAAAAAAAB_g/4SBr_Pkandk/s1600/Dua%2Bkonsumen%2Btango%2Bwaffle%2Bmenerima%2Bhadiah%2Bmobil%2Bdan%2BiPad.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-lndK54VUIco/TwxulNWO-OI/AAAAAAAAB_g/4SBr_Pkandk/s200/Dua%2Bkonsumen%2Btango%2Bwaffle%2Bmenerima%2Bhadiah%2Bmobil%2Bdan%2BiPad.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696049214233966818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-gNqM44Fpajg/TwxucDw78lI/AAAAAAAAB_U/ll--s3Z9GMI/s1600/Rima%252C%2Bmenerima%2Bhadia%2Bmobil%2Bdari%2BTango%2BWaffle%2Byang%2Bdiserahkan%2Blangsung%2BPR%2BManager%2BGroup%2BOT%252C%2BYuna.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-gNqM44Fpajg/TwxucDw78lI/AAAAAAAAB_U/ll--s3Z9GMI/s200/Rima%252C%2Bmenerima%2Bhadia%2Bmobil%2Bdari%2BTango%2BWaffle%2Byang%2Bdiserahkan%2Blangsung%2BPR%2BManager%2BGroup%2BOT%252C%2BYuna.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696049057042788946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Gara-gara makan Tango Waffle produksi OT Group saat berlangsung program Tango Waffle Wonderlife dalam periode 1 Juni - Desember 2011 lalu,  dua konsumennya  dari  Bandung dan Jakarta masing-masing mendapatkan hadiah mobil dan iPad langsung tanpa diundi. Siapa kedua orang yang beruntung itu?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konsumen Tango Waffle asal Bandung yang berhasil mendapatkan I unit mobil Nissan March warna merah marun itu seorang ibu rumah tangga bernama Rima Nur Hoyimah. Sedangkan salah satu  penerima iPad, seorang mahasiswa Bina Nusantara, Jakarta yang bernama Gustan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya menerima hadiah masing-masing di Resto Kembang Gula, di Jakarta Pusat, Senin (9/1/2011). Dan hadiahnya langsung diserahkan Yuna Eka Kristina selaku PR Manager OT Group. “Program ini mendapat tanggapan luar biasa dari masyarakat, terbukti berhasil meningkatkan penjualan Tango Waffel sebesar 20 %,” jelas Yuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain I unit mobil Nissan March, program ini juga  berhadiah 80 iPad,  10 sepeda motor Honda Scoopy, dan uang tunai ratusan juta rupiah serta jutaan produk tango waffle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rima, penerima hadiah mobil mengaku sebelumnya tidak percaya ketika dihubungi tim tango waffle kalau dia mendapatkan hadia mobil. Dan dia juga tidak punya firasat atau mimpi kalau ketiban durian jatuh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak saya, Fikri suka &lt;span style="font-style:italic;"&gt;banget&lt;/span&gt; tango waffle, ketika dia jajan tango waffle biasanya bungkusnya langsung dibuang.  Entah kenapa hari itu saya penasaran buka bungkusnya dan lihat ada warna emas di dalamnya yang ternyata bertuliskan berhadiah mobil,” jelasnya mengaku Fikri setiap hari makan enak tango waffle crunchberry kesukaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Gustan. Dia mengaku selama ini justru lebih suka menyantap tango wafer, entah kenapa hari itu ketika dia mau foto copy untuk bahan skripsi, sambil menunggu fotocopy-an, dia  membeli sebungkus tango waffle di warung sebelah tukang foto copy di dekat kampusnya, dan ketika dia buka bungkusnya ada stiker hologram yang  bertuliskan I unit iPad. “Lalu saya telp ke nomor yang ada di hologram itu, dan dijelaskan bagaimana prosedur memperoleh Ipad itu. Setelah itu baru dikabari panitianya,” aku Gustan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yuna, program promo Tango Waffle Wonderlife merupakan salah satu strategi pemasaran yang dilakukan tango waffle dengan tujuan mempertahankan posisinya sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;market leader&lt;/span&gt; di dunia waffle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk tetap memenangkan persaingan di pasaran, tango waffle akan terus  berinovasi baik dari sisi varian rasa, kemasan, target pasar maupun promo programnya. Inovasi merupakan kata kunci dan komitmen yang akan terus dipegang teguh Tango Waffle mengingat karakteristik konsumen snacking di Indonesia itu cepat bosan,” ungkap Yuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali diluncurkan November 2008, Tango Waffle telah memiliki 4 varian rasa yakni real cheese, crunchox, crunchberry, dan rasa crunchmilk. “Tahun ini, kami akan kembali menghadirkan produk-produk inovatif tango waffle termasuk program promonya yang lebih seru dan pastinya bakal disukai konsumen. Tunggu saja,” pungkas Yuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-7779077783782143699?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/7779077783782143699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/dapat-mobil-dan-ipad-berkat-makan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7779077783782143699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7779077783782143699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/dapat-mobil-dan-ipad-berkat-makan.html' title='Dapat Mobil dan iPad Berkat Makan Tango Waffle'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lndK54VUIco/TwxulNWO-OI/AAAAAAAAB_g/4SBr_Pkandk/s72-c/Dua%2Bkonsumen%2Btango%2Bwaffle%2Bmenerima%2Bhadiah%2Bmobil%2Bdan%2BiPad.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-3809912176932713437</id><published>2012-01-10T06:32:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T16:50:54.205-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dan Pohon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikut Family Train Mekarsari Oleh-Olehnya Cerdas'/><title type='text'>Ikut Family Train Mekarsari Oleh-Olehnya Cerdas, Buah, dan Pohon</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FH0pnRthkF0/TwxQw49hnSI/AAAAAAAAB_I/8a7S-agXfEs/s1600/Berkereta%2Bkhusus%2Bmengililingi%2BMekarsari%2Bdalam%2Bpaket%2BFamily%2BTrain.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FH0pnRthkF0/TwxQw49hnSI/AAAAAAAAB_I/8a7S-agXfEs/s200/Berkereta%2Bkhusus%2Bmengililingi%2BMekarsari%2Bdalam%2Bpaket%2BFamily%2BTrain.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696016429571218722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-A-pXFXwKtxU/TwxQlzRxihI/AAAAAAAAB-8/Jr5qgIzIcdk/s1600/Berkunjung%2Bke%2Bkebun%2Bmelon.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-A-pXFXwKtxU/TwxQlzRxihI/AAAAAAAAB-8/Jr5qgIzIcdk/s200/Berkunjung%2Bke%2Bkebun%2Bmelon.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696016239066974738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Taman Buah Mekarsari di Cileungsi, Bogor punya banyak paket tur menarik untuk Anda nikmati bersama keluarga maupun teman-teman sebagai pengisi liburan akhir pekan maupun liburan panjang. Salah satunya paket Family Train yang memadukan unsur wisata berkebun, belajar di alam, dan tentu saja menikmati buah langsung dari pohon serta membeli aneka buah yang sedang panen&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Paket Family Train dapat  Anda nikmati dengan harga Rp 500.000 per kelompok maksimal 6 orang. Harga tersebut sudah termasuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;green land tour&lt;/span&gt; untuk 6 orang, menanam pohon atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;planting activity&lt;/span&gt; (6 orang), memetik buah atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;picking vegetables&lt;/span&gt; tergantung buah yang tengah panen, biasanya buah melon (seberat 2 KG),  melukis topi petani atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;painting farmer’s hat&lt;/span&gt; (4 topi), menunggang kuda atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;horse riding&lt;/span&gt; untuk 2 orang, anak-anak ataupun orang dewasa, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;softdrink&lt;/span&gt; (8 botol).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengikuti semua kegiatan dalam paket ini, Anda diantar dengan kereta khusus berkapasitas 6 orang, ditambah dengan sopir dan seorang pemandu. Sepanjang jalan pemandu menceritakan semua  obyek yang dilalui termasuk obyek yang dikunjungi dan dilakukan. Anda dan peserta lain dapat bertanya. Kereta yang Anda tumpangi akan mengantar Anda dan rombongan smapai akhir acara, jadi tidak berganti kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket ini dumulai dari Bangunan Air Terjun yang menjadi ikon bangunan di Mekarsari, yakni sebuah bangunan yang berairterjun. “Gedung ini atas prakarsa almarhum Ibu Tien Soeharto, konon ini gedung berairterjun tertinggi di dunia,” jelar PR Mekarsari Putri Ayu Pratami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bangunan tersebut, kereta melewati jalan di sebelah kanan taman air terjun yang biasa digunakan untuk foto-foto dan kerap menjadi lokasi syuting film, rombongan bergerak menuju wahana &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Family Garden&lt;/span&gt;. Sebelum sampai di wahana tersebut, kereta yang Anda tumpangi akan melewati kawasan bersepeda santai. Pengunjung yang ingin berkeliling dengan sepeda baik sendiri maupun tandem  dapat menyewa sepeda dengan harga sewa mulai dari Rp 20.000 per sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah kanannya ada koleksi tanaman buah naga yang bercampur dengan tanaman kaktus. Dan di sampingnya hamparan Kebun Nanas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Arnis&lt;/span&gt; atau singkatan dari nanas berair dan manis. Nanas jenis ini aslinya berasal dari Hawaii yang kemudian dikembangbiakkan di Mekarsari dengan cara kultur jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanas ini sangat mudah dikupas, seperti mengupas buah mangga” kata Lusi, salah satu pemandu wisata Family Train.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Famili Garden, Anda dapat mencoba menunggang kuda  mengelilingi setapak lapangan dan kandang kuda ditemani pemandu. Jatah menunggang kuda dalam paket ini hanya untuk  2 orang, sisanya 4 orang dapat  mengikuti kegiatan melukis topi petani. Keempat topi petani yang sudah dilukis dapat dibawa pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Anda diajak memetik sayuran jika sedang panen. Tapi jika tidak digantikan dengan memilih salah satu tanaman sayuran dalam pot. Anda hanya diperbolehkan membawa satu pohon saja untuk dibawa pulang. Tinggal pilih, mau pohon cabe, ubi jalar, dan lainnya. Kalau mau membeli aneka bibit tanaman buah unggul atau tanaman hias cantik, Anda dapat mmebelinya di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Garden Center&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Anda akan dibawa ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nursery&lt;/span&gt; atau areal pembibitan untuk belajar menanam pohon buah dalam pot atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tambulampot&lt;/span&gt;. Anda tinggal pilih maua pohon buah jambu biji Kristal, jambu cingcalo,  jambu air citra, jambu bol jamaika, jeruk nipis, jerul purut, dan lainnya. Sebelum menanam, ada seorang tenaga ahli penanaman pohon dalam pot yang akan menjelaskan cara menanam,memupuk,dan merawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman petugas pemelihara bibit tanaman intern Mekarsari mengatakan tambulampot ini tidak membutuhkan lahan tanah luas, cukup di pot. Kemudian kalau sudah membesar bisa dipindahkan ke drum atau ember besar berukuran 22 liter. “Cahayanya dengan matahari langsung. Pagi ditempatkan di luar ruangan, malam di masukkan kembali. Atau bisa juga di bawah  atap yang transparan,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media tanam tambulampot ini terdiri atas tanah dua sendok, pupuk kandang dari kotoran sapi 2 sendok dan kulit padi atau sekam lapuk. Ketiganya kemudian  diaduk dan dicampur. Media tanam ini bisa digunakan juga untuk tanaman hias dan sayur. “Interval pemupukannya cukup 4 bulan sekali. Setelah aga besar bisa dikasih MPK dan perangsang buah seperti petsin dan aior cucian daging untuk meningkatkan kemanisan buah,” jelas Firman lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menanam tambulampot, Anda dapat membawa pulang hasil tambulampot yang ada buat sendiri sesuai pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas areal pembibitan sekitar 4 hektar, di dalamnya juga ada laboratiorum pembibitan. “Seluruh penemuan dari tim R&amp;amp;D atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;riset and development&lt;/span&gt; yang masuk keluar hutan di seluruh Indonesia untuk mendapatkan bibit  tanaman. Setelah itu bibit-bibit temuan dibawa ke lab ini dicek dan lain-lain kemudian dibuat indukannya. Dari indukannya baru diperbanyak dengan kultur jaringan. Kenapa  bibit-bibit pohon di Mekarsari itu bibit unggulan karena dengan cara kultur jaringan atau semacam kloningan dari  indukan yang unggul,” papar Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menuju areal pembibitan, Anda akan melewati Kid's Fun Valley atau lembah bermain anak-anak yang menyediakan aneka permainan seperti bom-bom car, mini gokart, ATV, aero plane, dan lainnya. Semua permainannya menggunakan koin, harganya Rp 6.000 sampai dengan Rp 10.000 per koin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di areal Nursery juga ada  rumah serangga dan  rumah kupu-kupu. “Di rumah kupu-kupu ada sejumlah tanaman bunga dan buah yang disukai kupu-kupu seperti kembang sepatu dan lainnya. Biasanya kupu-kupu suka bunga-bunga yang  cantik,” papar Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Anda akan dibawa ke Kebun Wisata Melon, Salak, Belimbing, dan lainnya sampai berakhir kembali di Bangunan Air Terjun. Durasi Paket Family Train ini sekitar 2,5 jam. Di Kebun Melon, kalau sedang panen, Anda dapat membeli untuk oleh-oleh begitu juga di Kebun Salak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Taman Buah Terbesar di Dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mekarsari memiliki lahan seluas 264 Hektar. Di dalamnya terdapat 78 famili dan 1437 Varietas dengan jumlah total tanaman sekitar 100 ribu tanaman. Lokasi Mekarsari 13 Km dari pintu keluar Tol Cibubur arah Jonggol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman buah terbesar di dunia ini terbagi 6 zone yakni pertama, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Central Park&lt;/span&gt; yang di dalamnya terdapat Plaza Air Mancur, Bangunan Air Terjun, Taman Air Terjun dan Camp Park. Kedua, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Greenland Zone &lt;/span&gt;yang  di dalamnya ada Nursery beserta Rumah Serangga dan Kupu-Kupu, Kebun Wisata Melon, Saung Adem, Taman Konservasi Rusa, Kebun Wista Salak, Taman Air, Taman Ziarah, dan Kebun Wisata Belimbing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zona ketiga adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mediteran Zone&lt;/span&gt; terdiri atas Taman Mediteran dan Oasis, Kebun Tanaman Langka, Rumah Pohon LEO, dan Wisata Bersepeda. Keempat, Water Zone terdiri atas Taman Lotus, Taman Rekreasi Kelapa, Lakeside Camp Park, Danau Cipicung, Pulau Mekarsari "My Island", Sabut Kelapa Outbound, Shelter Kereta Danau, Wisata Perahu serta Permainan Air seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;banana boat&lt;/span&gt;, perahu naga, sepeda air, &lt;span style="font-style:italic;"&gt; floating dona&lt;/span&gt;t, bersampan, dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zone kelima &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Family Zone&lt;/span&gt; yang terdiri atas Graha Krida Sari (GKS) tempat Anda memperoleh informasi lengkap tenant Mekarsari termasuk panen buah pada hari itu, Garden Center, Taman Paradiso, Kebun Keluarga, Teater Dewi Sri yang mampu menampung sekitar 200 orang untuk menonton film-film berformat 3 dimensi, Menara Pandang setinggi sekitar 30 Meter untuk menikmati keindahan pemandangan alam  Mekarsari, Lembah Bermain Annak-Anak, Country Side, Danau Wiratama,&lt;span style="font-style:italic;"&gt; The Port&lt;/span&gt; atau Wisata Kanal, dan Toko Buah berupa Rumah Oleh-Oleh dan Cendera Mata serta pusat jajanan serba ada atau Pujasera untuk bersantap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan zone keenam, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Festival Point&lt;/span&gt; yang terdiri atas Panggung Pertunjukan, Bazar dan Festival serta &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fun Games &amp; Attraction&lt;/span&gt; atau Arena Ketangkasan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menikmati wahana yang ada di 6 zone tersebut, pengelola Mekarsari menyediakan transportasi kereta, sepeda tandem, ataupun &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tuk-tuk&lt;/span&gt;. Sedangkan paket turnya antar lain&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Smart Cultivation Tour, Tropical Exotic Tour, Paddy Legend Tour&lt;/span&gt;, Rumah Pohon LEO, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Greend Land Tour&lt;/span&gt;, Wisata Air,&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Outbound, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Family Camp&lt;/span&gt; atau bermalam dengan tenda, dan Family Train&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat memilih sesuai keinginan. Kalau Anda tertarik mengikuti paket &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Family Train&lt;/span&gt; ini, sebaiknya pesan sehari sebelumnya. Anda dapat memesannya dengan menghubungi Mekarsari di nomor  telp (021) 823 1813 ext. 403 atau (021) 823 1822 atau email: sales@mekarsari.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-3809912176932713437?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/3809912176932713437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/ikut-family-train-mekarsari-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3809912176932713437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3809912176932713437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/ikut-family-train-mekarsari-oleh.html' title='Ikut Family Train Mekarsari Oleh-Olehnya Cerdas, Buah, dan Pohon'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-FH0pnRthkF0/TwxQw49hnSI/AAAAAAAAB_I/8a7S-agXfEs/s72-c/Berkereta%2Bkhusus%2Bmengililingi%2BMekarsari%2Bdalam%2Bpaket%2BFamily%2BTrain.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-6289671127381643656</id><published>2012-01-10T04:09:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T04:31:13.298-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Tuan Rumah Asia Tourism Forum Khusus Bidang Pengajar Pariwisata'/><title type='text'>Indonesia Tuan Rumah Asia Tourism Forum Khusus Bidang Pengajar Pariwisata</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6M7Eboxpai0/TwwuiWVCbkI/AAAAAAAAB-w/7-cdfwKyuG8/s1600/Noviendi%2BMakalam.%2BDok%2BIst..jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 123px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6M7Eboxpai0/TwwuiWVCbkI/AAAAAAAAB-w/7-cdfwKyuG8/s200/Noviendi%2BMakalam.%2BDok%2BIst..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695978796361084482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-wzkBYKdeIbU/TwwuHZeFiBI/AAAAAAAAB-k/_n3-F91ZI_k/s1600/bplp%2BSTP%2Bbandung.%2BDok%2BIst.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-wzkBYKdeIbU/TwwuHZeFiBI/AAAAAAAAB-k/_n3-F91ZI_k/s200/bplp%2BSTP%2Bbandung.%2BDok%2BIst.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695978333347874834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indonesia akan menjadi tuan rumah Asia Tourism Forum, sebuah forum yang dihadiri sejumlah profesor dan pengajar di bidang pariwisata dari Asia, Eropa, Australia dan juga Indonesia. Acaranya akan berlangsung di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP), Bandung selama 3 hari pada 8-10 Mei 2012 &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sekitar 400 tenaga pendidik  baik itu profesor,  pengajar dari  seluruh Asia, Eropa, Australia dan Indonesia sebagai tuan rumah  yang  akan berkumpul untuk berkonferensi di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka akan membahas berbagai topik mengenai pengajaran di bidang pariwisata,” jelas Ketua STP Bandung Noviendi Makalam di Bandung beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini merupakan perhelatan akbar di bidang pengajar pariwisata, lanjut Noviendi, dimana para professor terkemuka di Asia termasuk dari Eropa dan Australia  yang datang juga akan membahas isyu mengenai pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paling tidak ada 300 paper atau makalah yang akan dibahas selama 3 hari. Jadi benar-benar padat. Kita akan bagi  sampai 15 kelas per hari. Jadi peserta bisa memilih mau masuk ke  topik yang mana yang disukai,” jelasnya seraya menambahkan dari Indonesia paling kurang ada 100 paper yang ditulis oleh para profesor dan pengajar dari seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Profesor dan pengajar dari Indonesia  sampai hari ini masih ditunggu kesediaannya. Tapi keynote speaker-nya,  kita meminta Menparekraf Mari Elka Pangestu atau Wamenperakraf Sapta Nirwandar,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Noviendi Indonesia beruntung menjadi tuan rumah ATF karena acara ini memperlihatkan posisi Indonesia sebagai pusat  pendidikan pariwisata yang terkemuka.&lt;br /&gt;Di Asia hanya ada 14 universitas yang sudah terakreditasi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tedqual&lt;/span&gt;  atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tourism education quality&lt;/span&gt;. Dua di antaranya  Indonesia yakni STP Bandung dan STP Bali. “Artinya sebagai penyandang akreditasi tedqual,  kita harus menjadi leader dari pendidikan kepariwisataan di Indonesia,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan mendapatkan tedqual , tambah Noviendi,  mahasiswa lulusannya akan berijazah bertanda tulisan tedqual. “Artinya dia terakreditasi di seluruh dunia. Jadi sudah kelas dunia.  Termasuk berkesempatan kerja di mana-mana,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 11 maret 2012, lanjut Noviendi merupakan hari jadi STP Bandung yang ke-50. “Sudah 16ribu lulusannya, 6 ribunya di luar negeri paling ban yak di AS. Yang bekerja di kapal pesiar sekitar 3 ribu orang, sisanya di hotel dan lainnya. Dan sebagian sudah jadi orang hebat, salah satunya juru masak profesional chef Yono yang menjadi  salah seorang pendiri Culinary Institute of America,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini ATF bidang pengajar pariwisata ini, lanjut Noviendi kebanyakan digelar di China dan India. “Dan penyelenggaran di Indonesia Mei nanti merupakan ATF yang ke-sepuluh,” tutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;foto: dok. ist.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-6289671127381643656?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/6289671127381643656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/indonesia-tuan-rumah-asia-tourism-forum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/6289671127381643656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/6289671127381643656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/indonesia-tuan-rumah-asia-tourism-forum.html' title='Indonesia Tuan Rumah Asia Tourism Forum Khusus Bidang Pengajar Pariwisata'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6M7Eboxpai0/TwwuiWVCbkI/AAAAAAAAB-w/7-cdfwKyuG8/s72-c/Noviendi%2BMakalam.%2BDok%2BIst..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-1002787682860671671</id><published>2012-01-10T01:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T02:16:13.729-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menaikkan Derajat Kualitas Kopi Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Road to Indonesia Coffee Festival'/><title type='text'>Menaikkan Derajat Kualitas Kopi Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Gy515zsKus4/TwwPvB2QaCI/AAAAAAAAB-Y/F3B08z-sv9Q/s1600/Wamenparekraf%2BSapta%2BNirwandar%2Bdi%2BRoad%2Bto%2BICF.%2Bfoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Gy515zsKus4/TwwPvB2QaCI/AAAAAAAAB-Y/F3B08z-sv9Q/s200/Wamenparekraf%2BSapta%2BNirwandar%2Bdi%2BRoad%2Bto%2BICF.%2Bfoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695944929341106210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-EwYbxTD-nPw/TwwPox15mDI/AAAAAAAAB-M/xHXFBxzVSzs/s1600/Wagub%2BJabar%2BDede%2BYusuf%2Bminum%2Bkopi%2Bbersama%2Busai%2Bcoffee%2Btalks%2Bdi%2BRoad%2Bto%2BICF%2Bdi%2BCiwalk%2BBandung.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-EwYbxTD-nPw/TwwPox15mDI/AAAAAAAAB-M/xHXFBxzVSzs/s200/Wagub%2BJabar%2BDede%2BYusuf%2Bminum%2Bkopi%2Bbersama%2Busai%2Bcoffee%2Btalks%2Bdi%2BRoad%2Bto%2BICF%2Bdi%2BCiwalk%2BBandung.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695944821965428786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) menyebut Indonesia produsen kopi terbesar ketiga setelah Brazil, Vietnam pada tahun lalu. Khusus kopi arabika, Indonesia memiliki beragam citra rasa berbeda. Untuk memperkenalkan bermacam kopi asli Nusantara, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Indonesia Coffee Festival (ICF) yang puncaknya akan berlangsung di Ubud, Bali, Agustus 2012. Sebelumnya digelar Road to ICF di sejumlah kota, pertama di Ciwalk, Bandung, Jawa Barat,  23 Desember 2011 lalu.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ada tujuh belas kedai kopi dari beberapa jenis kopi di Indonesia. Kegiatan ini untuk memperkenalkan kopi serta memanjakan penikmat kopi di Kota Bandung," kata penggagas acara ini, Yanthi Tambunan di Ciwalk, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini, lanjut Pemilik Bandar Kopi ini untuk mengedukasi masyarakat agar tahu tentang kopi dan tahu potensi kopi di tanah air yang begitu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wagub Jabar Dede Yusuf yang membuka acara ini mengatakan Jawa Barat memiliki sejarah penting dalam perkembangan kopi di Indonesia karena perkebunan kopi pertama ada di Bandung yakni dikenal dengan Java Coffee atau Kopi Priangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu itu Priangan terkenal dengan sebutan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;the Land of Coffee&lt;/span&gt;. Yang sekarang dikenal dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Preanger Coffee&lt;/span&gt;. Dulu Belanda memang menanami tanah Priangan ini dengan kopi,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadisbudpar Jabar Herdiwan Iing Suranta megatakan akan menggenjot kuliner dan minuman khas Jabar untuk menjadi suguhan wajib bagi wisatawan.  Kopi dan teh akan menjadi minuman pembuka dan minuman selamat datang bagi para tamu hotel atau restoran di Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami juga akan memperkuat kedai-kedai kopi untuk menjadi salah satu tujuan wisatawan di Jabar,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, Sapta mengatakan leat  event ini&lt;br /&gt;bukan sekadar membangun brand image ke seluruh dunia bahwa Indonesia merupakan penghasil kopi dunia, juga menjadi salah satu cara mempromosikan kopi ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diharapkan dengan event ini pecinta kopi  dari seluruh dunia  juga datang langsung ke Indonesia menikmati kopi maupun melihat perkebunan kopi di Indonesia karena minum kopi di Negara produsennya langsung itu  memberikan sensasi tersendiri," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha kopi Rudy J. Pesik  menjelaskan mengapa kopi Indonesia kurang terangkat di dunia karena para eksportir kopi di Indonesia  mengirim kopi asal Indonesia dalam bentuk mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harusnya dudah digiling atau siap konsums dengan kemasan yang menarik. Terlebih lagi jika sudah diblended. Contoh saja Itali, pasti akan naik pamornya,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Road to ITC di Bandung ini bersifat lokal, namun  jenis produk kopi yang ditampilkan cukup variatif dan  hamper seluruh kopi dari Nusantara ada antara lain; Kopi Gayo, Aceh, Sidikalang, Sintong, Toraja, Jawa, Lampung, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Road to ITC di Bandung selian diisi dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Coffee Talks&lt;/span&gt;, juga ada demo dari beberapa penggiat kopi ternama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah stand bukan hanya menjual biji kopi maupun yang sudah digiling tapi juga memperlihatkan proses penyajian kopi, mulai dari teknik penyajian tradisional seperti  menggunakan arang batu sebagai media menanak air demi mendapatkan aroma khas kopi sampai yang full automatic, seperti yang diperagakan Bandar Kopi, Roswell, Kopi Kamu dan Rollas Kopi, dan lainnya yang merupakan penggiat kopi ternama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa stand juga menyuguhkan bermacam penganan khas daerah yang unik serta lezat sebagai teman santap ngupi. Acara ini ditutup dengan pagelaran musik&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Tonny Q Rastafara serta Amy &amp;amp; Friends feat Marsha&lt;/span&gt; yang kian menghangatkan suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-1002787682860671671?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/1002787682860671671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/menaikkan-derajat-kualitas-kopi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/1002787682860671671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/1002787682860671671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/menaikkan-derajat-kualitas-kopi.html' title='Menaikkan Derajat Kualitas Kopi Indonesia'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Gy515zsKus4/TwwPvB2QaCI/AAAAAAAAB-Y/F3B08z-sv9Q/s72-c/Wamenparekraf%2BSapta%2BNirwandar%2Bdi%2BRoad%2Bto%2BICF.%2Bfoto%2BAdji%2BK..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-7730447395475169310</id><published>2012-01-09T21:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T00:45:58.522-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiga Film Hollywood Ajukan Syuting di Indonesia Tahun ini'/><title type='text'>Tiga Film Hollywood Ajukan Syuting di Indonesia Tahun ini</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9Gz9QEHPwyc/TwvUcUHCCEI/AAAAAAAAB-A/Hk17pRUwqEI/s1600/Pesono%2BBromo%2Blokasi%2Bsyuting%2Bfilm%2BThe%2BPhilosophers.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-9Gz9QEHPwyc/TwvUcUHCCEI/AAAAAAAAB-A/Hk17pRUwqEI/s200/Pesono%2BBromo%2Blokasi%2Bsyuting%2Bfilm%2BThe%2BPhilosophers.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695879736639752258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Memasuki tahun 2012, ada  tiga film Hollywood yang telah mengajukan izin syuting di Indonesia. Namun ketiganya masih belum melaksanakan pengambilan gambar.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Direktur Perfilman Kemenparekraf, Syamsul Lussa di Sarinah, Jakarta, Kamis (5/1/2011). “Judulnya sudah masuk, tapi mereka belum bisa melaksanakan syuting, mungkin terkait dengan urusan intern mereka,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menarik minat produser film asing melakukan syuting film di Indonesia, lanjut Syamsul pemerintah  akan menyiapkan layanan untuk mempermudah perizinan pengajuan lokasi syuting film asing di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perizinan seputar lokasi syuting sesuai dengan arahan Menparekraf Mari Elka Pangestu yakni dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;one stop service&lt;/span&gt; yakni dengan melayani segala yang terkait dengan syuting film asing seperti keamanan, bea cukai, imigrasi, karantina, tenaga kerja dan dikomunikasikan dan dengan daerah dalam satu atap,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenparekraf mengklaim ratusan film asing mengambil lokasi syuting di Indonesia sepanjang 2011 lalu. “Ada 114 film asing yang syuting di Indonesia, di antaranya 3 film features atau film Hollywood dan paling banyak adalah film dokumenter,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu film asing yang pernah syuting di Indonesia, tepatnya di Bali dan berhasil menjaring wisman datang ke lokasi syutingnya antara lain film &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Eat, Pray, and Love&lt;/span&gt; yang dibintangi Julia Roberts dan Christine Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Philosophers&lt;/span&gt; garapan produser Hollywood Goerge Zakk dan Cybill yang syuting di Gunung Bromo, Candi Prambanan, dan Pantai Pasir Putih di Belitung. Film bergenre &lt;span style="font-style:italic;"&gt;thriller&lt;/span&gt; yang disutradarai John Huddles dan pemainnya antara lain Bonnie Wright, Freddy Stroma, dan Cinta Laura ini akan tayang pada tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wamenparekraf Sapta Nirwandar mengatakan pembuatan film asing di Indonesia merupakan peluang untuk mempromosikan kekayaan budaya dan alam Indonesia yang beragam dan indah ke dunia sehingga kelak dapat menjaring wisman. "Kalau imej Indonesia aman dengan sendirinya wisman akan datang sendirinya ke Indonesia,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Nilai Budaya, Seni, dan Film (NBSF) Kemenparekraf Ukus Kuswara mengatakan Kemenparekraf memfasilitasi proses produksi film asing, terutama dalam hal koordinasi dengan instansi terkait. “Memasarkan Indonesia sebagai lokasi syuting film asing, menjadi salah satu program utama Ditjen NBSF setiap mengikuti festival film di luar negeri,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-7730447395475169310?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/7730447395475169310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/tiga-film-hollywood-ajukan-syuting-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7730447395475169310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7730447395475169310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/tiga-film-hollywood-ajukan-syuting-di.html' title='Tiga Film Hollywood Ajukan Syuting di Indonesia Tahun ini'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-9Gz9QEHPwyc/TwvUcUHCCEI/AAAAAAAAB-A/Hk17pRUwqEI/s72-c/Pesono%2BBromo%2Blokasi%2Bsyuting%2Bfilm%2BThe%2BPhilosophers.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-4344881130793760849</id><published>2012-01-09T21:26:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T00:46:50.675-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi Promosi Film Sama Seperti Pariwisata'/><title type='text'>Strategi Promosi Film Sama Seperti Pariwisata</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-19V9DsGISEw/TwvNXMd5bCI/AAAAAAAAB90/Rj8oLI_iPfE/s1600/poster%2Btanahairbeta.%2Bdok%2Bist.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-19V9DsGISEw/TwvNXMd5bCI/AAAAAAAAB90/Rj8oLI_iPfE/s200/poster%2Btanahairbeta.%2Bdok%2Bist.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695871952107432994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Guna mendorong para kreator film nasional menghasilkan karya maksimal, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan membantu mempromosikan film sama. Strategi pemasarannya hampir sama dengan strategi promosi  pariwisata yakni efektif dan efisien&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Direktur Perfilman, Kemenparekraf Syamsul Lussa di  MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Strateginya promisinya co-promo antara lain menjalin kerja sama dengan pengusaha, peminat film di luar ngeri, dan kerja sama internasional. Kita akan menerapkann konsep &lt;span style="font-style:italic;"&gt;low budget high impact&lt;/span&gt;,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah melalui Kemenparekraf, lanjut Syamsul juag akan  terus mendorong sineas Indonesia untuk ikut serta dalam berbagai ajang festival film internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berusaha  mendorong para produser film untuk mengikutsertakan film-filmnya ke festival-festival internasional agar dikenal masyarakat dunia,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promosi film nasional, lanjut Syamsul tidak bisa disamakan dengan promosi film-film Hollywood yg sudah mengindustri kuat. Kalau produksi film Hollywood, keseluruhan promosi filmnya dilakukan oleh pembuat filmnya langsung hampir 100 %. Pemerintahnya hanya berfungsi memberikan jalur kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sementara beberapa film kita, promosinya masih harus dibantu pemerintah dengan tujuan untuk memperkuat dan memajukan perfilman nasional,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto: dok.ist.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-4344881130793760849?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/4344881130793760849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/strategi-promosi-film-sama-seperti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/4344881130793760849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/4344881130793760849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/strategi-promosi-film-sama-seperti.html' title='Strategi Promosi Film Sama Seperti Pariwisata'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-19V9DsGISEw/TwvNXMd5bCI/AAAAAAAAB90/Rj8oLI_iPfE/s72-c/poster%2Btanahairbeta.%2Bdok%2Bist.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-7920187040805216391</id><published>2012-01-06T01:19:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T00:44:30.848-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Bisnis di Bidang Film Amat Menjajikan'/><title type='text'>Peluang Bisnis di Bidang Film Amat Menjajikan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_TsE3AgfZUI/Twa97Th6vYI/AAAAAAAAB9o/luN5ea2_rak/s1600/Gedung%2Bbioskop.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_TsE3AgfZUI/Twa97Th6vYI/AAAAAAAAB9o/luN5ea2_rak/s200/Gedung%2Bbioskop.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694447605409037698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Berdasarkan Pasal 8 ayat 2 UU No.33 Tahun 2009 tentang perfilman menyebutkan bahwa ada  8 usaha di bidang  perfilman yakni pembuatan film, jasa teknik film, pengedaran film, pertunjukan film,  penjualan film dan penyewaan film, pengarsipan film, ekspor film, dan import film. Bagaimana prosfeknya?&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ke delapan usaha tersebut sejak 2007-2011 mengalami peningkatan. Pada tahun  2010  pembuatan film berjumlah 1.433 dan pada 2011 meningkat menjadi 1.632. usaha jasa teknik film pada 2010 mencapai 19 menjadi 22 pada 2011, usaha pengedaran film semula hanya 65 (2010) menjadi 67(2011), usaha import film dari 59 (2010) menjadi 69 (2011), sementara usaha ekspor film jumlahnya sama antara 2010 dengan 2011 yakni 1. Sedangkan usaha pertunjukan film jumlahnya 25 (2010) dan 14 saja pada 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah produksi film nasional 2010 hanya 77 film meningkat menjadi 82 film pada 2011. Sedangkan untuk film seri atau sinetron dari 265 judul atau 6.997 episode pada 2010 meningkat menjadi 269 judul film atau 7.093 episode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jumlah film asing yang masuk ke Indonesia totalnya sama 111 judul film tahun 2010 dengan 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Perpres No.36 tahun 2010 tentang bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal untuk pembuatan film modal dalam negeri (MDN) 100 %.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan kata lain  masih tertutup untuk investor asing,” kata Direktur Perfilman, Kementerian Pariwisata dan Ekonopmi Kreatif (Kemenparekraf) Syamsul Lussa saat bincang-bincang seputar peluang bisnis perfilman dan bioskop, di Jakarta, Kamis (5/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk jasa teknik film yang terdiri dari 7 cabang yakni studio pengambilan gambar film, laboratorium film, sarana pengisian suara, dan sarana pencetakan dan atau penggadaan film masing-masing terbuka untuk Modal Asing (MA) maksimal 49%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisanya yakni sarana pengambilan gambar film, sarana penyuntingan film, dan sarana pemberian tax film itu masih dni karena 100 % masih untuk investor dalam negeri. “Jadi dari 7 anak jasa teknik film yangg terbukabuat investor asing  baru 4, sisanya 3 masih status Daftar Negatif Investasi atau DNI,” terangnya Syamsul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk bidang usaha lain yakni studio rekaman (termasuk kaset, VCD, DVD, dll), pembuatan sarana promosi film (iklan,  poster, foto film,  slide, klise, banner, pamlet, baliho,dll), distribusi film (ekspor, impor dan penghedaran, serta penayangan bisokop/gedung teater film, semuanya masih DNI untuk investor asing,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syamsul lagi, jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan kelas menengah yang terus meningkat, dan kurangnya layar bioskop di Indonesia merupakan peluang besar untuk membangun sejumlah bioskop dan bidang usaha perfilman lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati begitu, bukan perarti tidak ada kendala. Usaha di bidang perfilman seperti pembuatan gedung bisokop terhalang berbagai soal seperti biaya operasional yang mahal terutama listrik, pajak tontonan/hiburan yangmasih tinggi, dan kuantitas dan kualitas produksi film nasional masih rendah. Di samping itu, banyak alternatif hiburan lain seperti TV, VCD/DVD dan lainnya, sementara harga tiket bioskop masih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;foto: Ist.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-7920187040805216391?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/7920187040805216391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/peluang-bisnis-di-bidang-film-amat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7920187040805216391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7920187040805216391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/peluang-bisnis-di-bidang-film-amat.html' title='Peluang Bisnis di Bidang Film Amat Menjajikan'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_TsE3AgfZUI/Twa97Th6vYI/AAAAAAAAB9o/luN5ea2_rak/s72-c/Gedung%2Bbioskop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-3508071950710802426</id><published>2012-01-05T22:11:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T22:28:10.999-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peserta dan Tamu ASEAN Tourism Forum 2012 Mulai Datangi Manado'/><title type='text'>Peserta dan Tamu ASEAN Tourism Forum 2012 Mulai Datangi Manado</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-APiA-ylEAKg/TwaRsdd4DsI/AAAAAAAAB9c/3X3FyK8-CEU/s1600/foto%2BATF%2B2012.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-APiA-ylEAKg/TwaRsdd4DsI/AAAAAAAAB9c/3X3FyK8-CEU/s200/foto%2BATF%2B2012.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694398971866779330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Mulai Jumat,  para peserta dan tamu Asean Tourism Forum (ATF) 2012 berdatangan di Manado, Sulawesi Utara lewat Bandara Internasional Sam Ratulangi. Perhelatan besar di sektor pariwisata global ini akan berlangsung 8-15 Januari 2012  di Negeri Nyiur Melambai ini.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Sebagian EO sudah datang, dan hari Jumat akan ada 226 tamu yang juga dipastikan hadir, termasuk 100 media nasional dan internasional untuk meliput kegiatan ATF ini," terang Ketua Panitia ATF Zuhron Navani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengamankan peserta dan tamu sera keseluruhan acara ini, Polda Sulut mengerahkan 94 anggota polisi dalam operasi pengamanan bertajuk Maengket Samrat yang mulai digelar hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ancaman bisa datang kapan saja, jadi harus diwaspadai. Karena itu pengamanannya ketat seperti World Ocean Conference 2008 lalu,” jelas Kepala bidang Humas Polda Sulut, AKBP Pdt Denny Adare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polda pun akan mengerahkan Tim Gegana untuk mencegah kemungkinan terburuk seperti bom. Dan menempatkan sniper di titik-titik strategis. Aparat polisi juga ditempatkan di obyek-obyek wisata mengingat peserta ATF kemungkinan besar akan berkunjung ke obyek-obyek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ATF 2012 yang bertema ASEAN Tourism for Global Community of Nations” mengambil venue di Golden Kawanua Convention Center. Acara pembukaannya pada Kamis, 12 Januari 2012 di Novotel Manado Convention Center. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu direncanakan akan meresmikan acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ATF di Manado ini akan mempertemukan menteri pariwisata dari 10 negara ASEAN dan pejabat senior pemerintah. Forum ini juga pameran dan bursa pariwisata atau Travex (Travel Exchange) yang mempertemukan para buyers dan sellers pariwisata ASEAN dan mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum Travex akan berlangsung di Golden Kawanua Convention Center, menempati ruangan pameran seluas 7.000 meter persegi yang dapat menampung 450 stan.  Convention center ini berfasilitas komprehensif, dilengkapi hotel dan restoran dan letaknya dekat dengan Bandara Internasional Sam Ratulangi, sekitar 15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para menteri ASEAN dijadwalkan bertemu pada 11 dan 12 Januari, sedangkan Konferensi Pariwisata ASEAN akan berlangsung pada Jumat, 13 Januari. Sebelumnya, para pejabat senior ASEAN akan menyelenggarakan beberapa pertemuan termasuk pada 10 Januari, termasuk dialog khusus ASEAN NTOs (Organisasi Pariwisata Nasional) yang diikuti oleh perwakilan dari China, Jepang, Korea, India, dan Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat pariwisata dunia antara lain Secretary General UN-WTO, President of Aspac, dan CEO of PATA  akan menjadi pembicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ada 970 pembeli yang terdafta, 400 buyers di antaranya dibiayai panitia. Sisanya terdaftar datang atas biaya sendiri. Pendaftaran stan dimulai 11 Januari sedangkan pertemuan bisnis akan dimulai dari 13 Januari. Kemenparekraf memprediksi peserta ATF berjumlah sekitar 1.450 orang yang terdiri atas 400 buyers, 950 sellers dan 100 media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para buyers berasal dari ASEAN, Asia, Aspac, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika, sedang para sellers berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Philipina, dan Thailand. Untuk media internasional akan diliput dari media d ASEAN, Asia-Pasifik, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia pernah menjadi tuan rumah konferensi ATF pada 1986 di  Bandung, Jawa Barat serta di Jakarta dan Yogyakarta pada 1991 dan 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penyelenggaraan ATF 2012 di Manado, karena kota ini merupakan salah satu destinasi MICE (Meeting, Inventive, Convention dan Exhibition-Red) kelas dunia," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar di Jakarta, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manado terpilih menjadi tuan rumah ASEAN Tourism Forum membuktikan kota konvensi ini menjadi salah satu tujuan MICE terkemuka di Indonesia. Faktor pendukungnya, kota ini dilengkapai convention center bertaraf internasional, akomodasi mhotel berbintang yang memadai, serta penerbangan langsung baik dengan SilkAir dari Singapura maupun penerbangan domestik dari Jakarta, Bali, dan Makassar dengan Garuda Indonesia, Batavia Air, Lion Air, dan banyak lagi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan lain, Manado memiliki obyek wisata alam yang memukau dan sudah tersohor di dunia seperti Bunaken dan lainnya serta memiliki bermacam kuliner yang lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 2009, seluruh negara ASEAN kedatangan 65.680.000 wisatawan, 31.690.000 dari kawasan ASEAN  dan 33.980.000 dari luar kawasan ASEAN. Dalam 7 bulan pertama 2011, total wisatwan yang ke Asean sebesar 73.670.000 orang, terdiri atas 4,8 juta wisatawan dari negara-negara ASEAN dan 38,8 juta wisatawan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto: Indonesia.travel&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-3508071950710802426?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/3508071950710802426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/peserta-dan-tamu-asean-tourism-forum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3508071950710802426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3508071950710802426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/peserta-dan-tamu-asean-tourism-forum.html' title='Peserta dan Tamu ASEAN Tourism Forum 2012 Mulai Datangi Manado'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-APiA-ylEAKg/TwaRsdd4DsI/AAAAAAAAB9c/3X3FyK8-CEU/s72-c/foto%2BATF%2B2012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-8038734293553592928</id><published>2012-01-05T10:15:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T18:07:03.838-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan Bioskop di Indonesia Diminati Investor Asing dan Dalam Negeri'/><title type='text'>Pembangunan Bioskop di Indonesia Diminati Investor Asing dan Dalam Negeri</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-DNJrA29fhw8/TwZW5VqixRI/AAAAAAAAB9Q/V3GH9CopTgI/s1600/DSCN0716.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-DNJrA29fhw8/TwZW5VqixRI/AAAAAAAAB9Q/V3GH9CopTgI/s200/DSCN0716.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694334321924687122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-h8Sgb-pjYBc/TwZW04LE2MI/AAAAAAAAB9E/xpP_0zfz00A/s1600/Sejumlah%2Bmedia%2Bonline%252C%2Bcetak%252C%2Bdan%2Belektronik%2Bsaat%2Bbincang-bincang%2Bsantai%2Bdengan%2BDirektur%2BPerfilman%252C%2BKemenparekraf%2BSyamsul%2BLussa.%2BFoto%2BAdji.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-h8Sgb-pjYBc/TwZW04LE2MI/AAAAAAAAB9E/xpP_0zfz00A/s200/Sejumlah%2Bmedia%2Bonline%252C%2Bcetak%252C%2Bdan%2Belektronik%2Bsaat%2Bbincang-bincang%2Bsantai%2Bdengan%2BDirektur%2BPerfilman%252C%2BKemenparekraf%2BSyamsul%2BLussa.%2BFoto%2BAdji.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694334245288597698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan kelas menengah yang terus meningkat, dan kurangnya layar bioskop di Indonesia merupakan peluang besar untuk membangun sejumlah bioskop. Rupanya peluang ini jeli dilihat sejumlah investor asing dan dalam negeri. Sayangnya untuk investor asing, keinginan itu masih terhalang aturan.&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan survei tentang bisnis bidang film yang baru pertama kali dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebutkan Indonesia baru memiliki 172 bioskop dengan 676 layar. Dengan  jumlah penonton tahun 2011 mencapai 50 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Perfilman, Kemenparekraf Syamsul Lussa saat bincang-bincang seputar peluang bisnis di bidang film dan bioskop dengan sejumlah media online, cetak, dan elektronik di Jakarta, Kamis,(5/1/2012) menjelaskan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;dari 525 kota dan kabupaten di Indonesia, baru 55 daerah yang memiliki bioskop. Di Jawa yang berpenduduk besar masih banyak kotanya yang belum memiliki bioskop, padahal orang butuh hiburan. “Contohnya Kota Pekalongan tidak memiliki bioskop,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pantauan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Travelplusindonesia&lt;/span&gt;, sejumlah kota besar di Sumatera juga belum mempunyai bioskop, antara lain Kota Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya masih terbuka peluang sangat besar untuk membangun bioskop-bioskop baru. “Sampai saat ini sudah banyak investor dalam negeri yang berminat membangun bioskop-bioskop di kabupaten termasuk investor asing antara lain Group Lotte," terang Syamsul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Group Lotte, lanjutnya merupakan perusahaan asal Korea Selatan yang berencana akan membuka 100 bioskop baru berlabel Lotte Cinema di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lotte telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah sejak tahun lalu.  Sayangnya rencana itu sepertinya terganjal Perpres Nomor 36 Tahun 2010 tentang Bidang Usaha yang tertutup dan Bidang Usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal. Dalam Perpres tersebut disebutkan dengan jelas usaha penayangan bioskop dinyatakan bahwa penyertaan modal dalam negeri masih 100 persen. "Ini berarti masih tertutup bagi investor asing,"ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal penambahan bioskop baru, lanjut Syamsul dapat menjaring lebih banyak lagi penonton ke bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan hasil survei tentang karateristik penonton film Indonesia yang digelar Kemenparekraf menyimpulkan bahwa karateristik demografi pasar potensial penonton film adalah penduduk remaja, pelajar, mahasiswa, dan belum kawin. Sedangkan di lihat dari karatersitik wilayahnya adalah daerah perkotaan dengan banyaknya pertokoan yang berkelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Menparekraf Mari Elka Pengestu mengaku prihatin dengan merosotnya jumlah penonton bioskop di Indoensia. “Angka penonton yang dulu mencapai ratusan ribu, kini hanya tiga ribu,” akunya sewaktu bertandang ke Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI), Jakarta beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga prihatin kebijakan fiskal dan Hak Kekayaan Intelektual belum mendukung industri film. Untuk membenahi hal itu, Mari akan secepatnya merealisaikan pembentukan Badan Perfilman Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-8038734293553592928?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/8038734293553592928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/pembangunan-bioskop-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8038734293553592928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8038734293553592928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/pembangunan-bioskop-di-indonesia.html' title='Pembangunan Bioskop di Indonesia Diminati Investor Asing dan Dalam Negeri'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-DNJrA29fhw8/TwZW5VqixRI/AAAAAAAAB9Q/V3GH9CopTgI/s72-c/DSCN0716.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-3200509777414809864</id><published>2012-01-03T22:37:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T00:06:14.637-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi  Melampaui Target  8 Juta Wisman 2012'/><title type='text'>Strategi  Melampaui Target  8 Juta Wisman 2012</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_QheVKRzTI4/TwP1zylaQNI/AAAAAAAAB84/fVjgwX7FeK4/s1600/wisman%2Bdi%2Bbandung.%2BFoto%2Badji.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_QheVKRzTI4/TwP1zylaQNI/AAAAAAAAB84/fVjgwX7FeK4/s200/wisman%2Bdi%2Bbandung.%2BFoto%2Badji.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693664624027254994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam jumpa pers akhir tahun lalu menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada tahun 2012  mencapai 8 juta orang dengan devisa sekitar 8,96 miliar dollar. Target ini dipastikan bakal terwujud sekalipun krisis ekonomi dunia belum pulih. Bagaimana strateginya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian target wisman dari 7,1 juta orang pada 2010 menjadi 7,6 juta orang pada 2011 atau 8,5 % membuktikan Indonesia masih menjadi incaran wisman dari belahan dunia. Namun sebenarnya pencapaian itu bisa lebih dari itu. Bahkan target 8 juta wisman pun sebenarnya juga bisa lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor pendukungnya amat banyak. Pertama, Indonesia memiliki obyek wisata yang beragam baik alam, bahari, sejarah, buatan, petualangan, dan konvensi. Kedua Indonesia juga dianugerahi bermacam budaya yang khas, termasuk aneka kulinernya. Dan masih ada faktor lain yang turut berpengaruh positif seperti murah dan banyak pilihan, masyarakatnya terbilang ramah, dan relatif aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, semua obyek wisata dan destinasinya belum tergarap dengan baik dan maksimal, baik itu sarana dan prasarananya, kesiapan sumber daya manusianya termasuk masyarakatnya dan juga pengemasannya yang masih apa adanya serta cara mempromosikannya belum efisien dan tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru segelincir saja obyek wisata dan destinasi kita yang sudah berjalan dengan baik. Sayangnya  dari tahun ke tahun masih itu-itu saja, sebut saja Bali, Jogja, Jakarta, Batam, dan Manado. Memang ada nama-nama baru yang menyedot perhatian baik wisman maupun wisnus seperti Bandung, Raja Ampat, Belitung, dan lainnya. Namun sebenarnya masih banyak lagi yang belum tergarap, dan bukan cuma ada di kota-kota besar, melainkan tersebar di sejumlah pulau yang sulit terjangkau dan juga pedalaman. Padahal kalau semunya rata tergali, pasti bakal mendatangkan wisman lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik segudang faktor pendukung di atas, masih banyak penghambatnya. Sebut saja beberapa obyeknya masih sulit diakses dan infrastrukturnya belum memadai, masih banyak paket wisata yang belum tergarap dengan baik dan atau belum dibuat, padahal semua tersedia disini dan layak dijual, dan juga promosi yang belum maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak pihak yang belum mengerti bahwa promosi itu sangat PENTING. Masih banyak pihak yang belum memahami apa itu promosi dan bagaimana mempromosikan sebuah obyek, event dan lainnya ke khalayak. Dan masih banyak pihak termasuk orang-orang yang berada di bidang promosi yang mandek atau dengan kata lain tidak kreatif dalam berpromosi, padahal banyak cara yang dapat dilakukan untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu pemerintah dan pihak-pihak terkait, belum memaksimalkan potensi wisata di daerah-daerah yang menjadi pintu masuk wisman dari negara-negara yang berbatasan langsung atau negara-negara tetangga seperti dari Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru negara-negara tersebut, terutama Malaysia, Singapura, dan Thailand begitu gencar melancarkan strategi “perang” menarik wisatawan asal Indonesia sebanyak-banyaknya ke negaranya dengan berbagai cara, termasuk mungkin dengan rajin menciptakan imej positif, membanggakan, dan berkelas terhadap obyek wisatanya masing-masing. Dan strategi inilah yang belum dipahami benar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya strategi untuk melampaui target 8 juta wisman tahun ini amatlah mudah. Pertama, selain terus membenahi infrastruktur di semua obyek wisata dan destinasinya serta menyiapkan SDM termasuk masyarakatnya agar menjadi tuan rumah yang baik, ramah, dan menyenangkan serta senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban, pun tak kalah penting terus gencar berpromosi dengan bermacam cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu promosi yang dilakukan harus efisien dan tepat sasaran. Misalnya dengan melibatkan peran media massa, baik online, cetak (Koran dan majalah), elektronik (radio &amp;amp; TV) sebanyak dan sesering mungkin dalam setiap kegiatan baik yang dilakukan pemerentah dalam hal ini Kemenparekraf maupun pihak swasta, stakeholder, dan industri pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping promosi, mulailah melangkah ke tahap yang lebih tinggi yakni menerapkan strategi menjaring wisman dengan berbagai cara. Tak ada salahnya mempelajari cara negara-negara tetangga yang begitu aktif melakukan promosi melalui badan promosi wisatanya, termasuk dengan melakukan invansi maskapai penerbangannya sebagaimana dilakukan Malaysia lewat AirAsia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dengan cara lain dengan rajin menggelar event, festival dan lainnya di daerah-daerah yang menjadi pintu masuk wisman dari negara-negara tetangga seperti di Batam, Bintan, Entikong, Pontianak, Singkawang, Nunukan, Balikpapan, Aceh, Medan, Atambua, Kupang, Jayapura, dan lainnya. Juga membuat paket-paket wisata yang menarik di daerah-daerah tersebut serta membuka kawasan wisata baru yang potensial di daerah-daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila strategi ini SEPENUH HATI dijalani, dipastikan target 8 juta wisman ke Tanah Air tahun ini akan terlampaui bahkan melesat jauh. Terlebih kini ada mesin ekonomi baru berlabel EKONOPMI KREATIF dengan 15 sub sektoral antara lain fesyen, seni pertunjukan, dan kuliner yang menyatu dengan kementerian pariwisata. Dipastikan target devisa tahun ini dari sektor ini pun bakal melambung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tinggal pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf bersama pihak-pihak terkait yang mau dan RELA bekerja keras membenahi diri serta kreatif melakukan terobosan-terobosan baru untuk memenangkan strategi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-3200509777414809864?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/3200509777414809864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/strategi-melampaui-target-8-juta-wisman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3200509777414809864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3200509777414809864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2012/01/strategi-melampaui-target-8-juta-wisman.html' title='Strategi  Melampaui Target  8 Juta Wisman 2012'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_QheVKRzTI4/TwP1zylaQNI/AAAAAAAAB84/fVjgwX7FeK4/s72-c/wisman%2Bdi%2Bbandung.%2BFoto%2Badji.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-8786966993858810482</id><published>2011-12-20T02:52:00.000-08:00</published><updated>2011-12-22T13:51:07.864-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Destinisasi Wisata Jangan Abaikan Lingkungan dan Mayarakat'/><title type='text'>Destinisasi Wisata Jangan Abaikan Lingkungan dan Mayarakat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-tSE6AYTPLvE/TvOknsSw52I/AAAAAAAAB8s/HA95ifQEp4Q/s1600/Menparekraf%2BMari%2BElka%2BPangestu%2Bmeninjau%2Bindustri%2Bkreatif%2Bdi%2Bdesa%2BWisata%2Bsekitar%2B%2BCandi%2BBorobudur.%2BFoto%2BPKP%2BKemenparekraf..jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 133px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689071756110784354" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-tSE6AYTPLvE/TvOknsSw52I/AAAAAAAAB8s/HA95ifQEp4Q/s200/Menparekraf%2BMari%2BElka%2BPangestu%2Bmeninjau%2Bindustri%2Bkreatif%2Bdi%2Bdesa%2BWisata%2Bsekitar%2B%2BCandi%2BBorobudur.%2BFoto%2BPKP%2BKemenparekraf..jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dalam pengembangan sebuah destinasi wisata, pengelolanya jangan sampai mengabaikan kelestarian lingkungan. Di samping itu juga harus melibatkan warga setempat sehingga dapat memberikan kontribusi langsung bagi rakyat.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangan sebuah destinasi wisata, pengelolanya jangan samapi mengabaikan kelestarian lingkungan. Di samping itu juga harus melibatkan warga setempat sehingga dapat memberikan kontribusi langsung bagi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu saat mengunjungi Desa Wisata Candirejo, Magelang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu Mari berkesempatan melihat dan mendengar langsung langkah yang diambil oleh warga Desa Candirejo setempat dalam pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di desa tersebut dengan mengoptimalkan bantuan pemerintah melalui skema Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marie memberi apresiasi atas inisiatif warga Desa Candirejo yang dalam mengembangkan potensi pariwisatanya memadukan dengann ekonomi kreatif. “Berkah lokasi Desa Candirejo yang unik dekat dengan Candi Borobudur mampu dimanfaatkan dengan maksimal oleh warganya. Disini ada musik seni pertunjukan, kerajinan yang kreatif dengan memanfaatkan abu dari Gunung Merapi. Dimana ada kreativitas maka disitu ekonomi kreatif akan berkembang,” kata Mari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangan parekraf di desa ini lebih maksilam perlu didukung sumber daya manusia yang mumpuni. “Keberada SMK Pariwisata di wilayah ini harus mampu menyiapkan SDM yang fokus pada sektor parekraf di desa ini dan sekitarnya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan PNPM Mandiri Pariwisata di desa-desa sekitar Candi Borobudur telah dimulai pada 2009 yakni Desa Candirejo, Desa Borobudur, Desa Majaksingi, Desa Bumisegoro dan Desa Tuksongo. Kelima desa tersebut berlanjut di tahun 2010, dan pada tahun 2011 ditambah menjadi 8 (delapan) desa, yaitu Desa Borobudur, Desa Tuksongo, Desa Candirejo, Desa Wanurejo, Desa Karangrejo, Desa Karanganyar, Desa Tanjungsari dan Desa Wringin Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lurah Desa Candirejo Singgih Mulyanto mengakui warganya merasakan manfaat dari skema PNPM ini. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gazebo, membeli seragam untuk pertunjukan kesenian, perangkat gamelan, dokar, dan penambahan fasilitas &lt;em&gt;homestay&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singgih berharap ada skema PNPM berikutnya untuk melengkapi perangkat gamelan yang selama ini digunakan sebagai bagian dari pertunjukan untuk menghibur tamu yang datang ke desanya. “Selama ini kami harus mengeluarkan biaya untuk sewa-pinjam gamelan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Candirejo memiliki 21 rumah yang disiapkan khusus homestay. “Bila ada kunjungan yang membludak, desa ini mampu menyiapkan sekitar 75 rumah sebagai sarana homestay,” jelasnya serya menyebutkan ada 1872 wisman dan 1077 wisnus yang sudah berkunjung ke Desa Candirejo selama 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari Elka Pangestu yang berkesempatan mengunjungi homestay dan sentra kerajinan di Desa Wanurejo, Magelang menghimbau agar inisiatif mengembangkan produk kreatif ramah lingkungan yang memberikan kontribusi langsung kepada warga setempat terus dilanjutkan dan dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto: PKP Kemenparekraf&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-8786966993858810482?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/8786966993858810482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/destinisasi-wisata-jangan-abaikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8786966993858810482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8786966993858810482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/destinisasi-wisata-jangan-abaikan.html' title='Destinisasi Wisata Jangan Abaikan Lingkungan dan Mayarakat'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-tSE6AYTPLvE/TvOknsSw52I/AAAAAAAAB8s/HA95ifQEp4Q/s72-c/Menparekraf%2BMari%2BElka%2BPangestu%2Bmeninjau%2Bindustri%2Bkreatif%2Bdi%2Bdesa%2BWisata%2Bsekitar%2B%2BCandi%2BBorobudur.%2BFoto%2BPKP%2BKemenparekraf..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-7196828926615848684</id><published>2011-12-20T02:10:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T02:21:29.949-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menjaring Investor Pariwisata Lewat Indonesia Tourism Investment Day'/><title type='text'>Menjaring Investor Pariwisata Lewat Indonesia Tourism Investment Day</title><content type='html'>Dalam rangka meningkatkan promosi investasi di Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menggelar Indonesia Investment Tourism Day (ITID) untuk pertama kali pada 2012. Forum ini terlaksana berkat kerjasama Kemenparekraf dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kemenko Bidang Perekonomian, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Apa targetnya? &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (PDP) Kemenparekraf Firmansyah Rahim menjelaskan ITID 2012 merupakan kegiatan forum bisnis investasi yang bertujuan meningkatkan investasi pariwisata Indonesia ke depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Targetnya meningkatkan nilai investasi sektor pariwisata terhadap investasi nasional dari 5,19% pada 2010 menjadi 6,43% pada 2014 sesuai harapan Menparekraf Mari Elka Pangestu yang disampaikannya pada Konferensi Nasional Pariwisata beberapa waktu lalu,” terang Firmansyah di Jakarta, Senin (19/12/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua umum Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia (AKPI) Marudi Surachman mengatakan forum ITID 2012 akan mempertemukan calon potensial investor yang terdiri ata CEO pengembang properti pariwisata di Indonesia, KADIN, chambers of commerce negara-negara ASAN, Timur-Tengah, Negara Asia-Pasifik seperti China, Jepang, dan Korea Selatan, serta dari Afrika Selatan total sekitar 100 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka akan dipertemukan dengan 10 pengelola kawasan pariwisata  yang tergabung dalam AKPI dan 10 kabupaten atau kota yang memiliki potensi investasi pariwisata serta pengembang properti pariwisata di Indonesia,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ITID 2012 nanti akan diisi dengan business lunch antara Menparekraf Mari Elka Pangestu dengan Kepala BKPM dengan calon potensial investor untuk memberikan gambaran prospektur bisnis  atau usaha pariwisata Indonesia. “Nanti juga akan ada jamuan makan malam dengan Wapres RI Boediono dan penandatanganan MoU proyek-proyek pengembangan kawasan pariwisata di Indonesia dengan calon investor,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda utama ITID 2012 akan dilaksanakan pada 2-3 Juli 2012 dan untuk kunjungan ke kawasan pariwisata  pada 3-4 Juli 2012. Rencana lokasi pelaksanaan ITID 2012 di JW Marriot Hotel Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marudi menambahkan sekurangnya ada 7 anggota penuh AKPI yang akan ikut menjual potensi kawasan pariwisatanya kepada calon investor di forum ITIOD 2012, yakni PT Pengembangan Pariwisata Lombok, PT Banten West Java, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk., PT Krakatau Lampung Development, PT Bintan Resort Corporation, PT Mandara Jasindo Sena, PT Teluk Makaki Indah, PT Tourism Development Corporation, dan PT Bali Nirwana Resort.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sisanya ada 12 PT yang menggarap kawasan pariwisata di berbagai daerah sebagai anggota potensial AKPI ,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firmansyah Rahim berharap AKPI dapat menpersiapkan kawasan pariwista yang akan dijual ke calon investor dengan sebaik-baiknya. “Jangan sampai investor kecewa, karena kawasan pariwisata yang dikunjunginya nanti tidak siap,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasi Promosi Sektoral BKPM Iko Djutmiko mengatakan pihaknya siap mendukung penyelengaraan ITID 2012. Pernyataan yang sama juga dilontarkan perwakilan dari KKP dan Menko bidang Perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah  Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-7196828926615848684?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/7196828926615848684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/menjaring-investor-pariwisata-lewat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7196828926615848684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7196828926615848684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/menjaring-investor-pariwisata-lewat.html' title='Menjaring Investor Pariwisata Lewat Indonesia Tourism Investment Day'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-7909408231351529667</id><published>2011-12-20T01:14:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T02:28:34.938-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inilah 10 Hotel Ramah Lingkungan Pemenang Green Hotel Award 2011'/><title type='text'>Inilah 10 Hotel Ramah Lingkungan Pemenang Green Hotel Award 2011</title><content type='html'>Green Hotel Award (GHA) 2011 yang diselanggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk kali pertama menetapkan 10 hotel sebagai pemenangnya. Ajang ini diikuti sejumlah hotel bintang 4 dan 5 di Indonesia yang telah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Hotel di Bali mendominasi award ini. Hotel apa saja? &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-10 hotel tersebut adalah Matahari Beach Resort &amp; Spa (Bali), Discovery Kartika Plaza Hotel (Bali), Holiday Inn Resort Batam, Angsana Bintan, Meliana Benoa Bali, Losari Spa Retreat &amp; Coffee Plantation (Magelang-Jawa Tengah), The St. Regis Bali Resort, Melia Bali Villa &amp; Spa Resort, The Dharmawangsa Jakarta, dan Gran Melia Jakarta Hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-10 hotel di atas berhak mewakili Indoensia dalam ajang serupa tingkat ASEAN. “Rencananya  award Green Hotel tingkat ASEAN  akan diberikan pada acara ASEAN Tourism Forum (ATF) pada Januari 2012 di Manado, Sulawesi Utara,” jelas Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (PDP), Kemenparekraf Firmansyah Rahim usai acara GHA 2011 di Jakarta, Senin,(19/12/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 290 hotel anggota PHRI yang ikut ajang ini.  Setelah melalui proses seleksi dan penilaian tim juri ada 32 hotel yang lolos verifikasi. Tapi satu hotel yakni Hotel Shangrila Surabaya mengundurkan diri karena tidak siap untuk dinilai sehingga jumlah hotel yang dinilai ada 31 hotel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Usai dilakukan cross check dengan melakukan kunjungan ke lapangan, dewan juri akhirnya memilih 24 hotel yang dinilai layak mendapatkan penghargaan green hotel ini,” terang Firmansyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 hotel lainnya yang mendapat penghargaan GHA 2011l dan boleh mengikuti ajang yang sama pada 2013 nanti adalah Banyan Tree Ungasan (Bali), Banyan Tree Bintan, Maya Ubud Resort &amp; Spa (Bali), Novotel Palembang Hotel &amp; Residence, Alila Villas Uluwatu (Bali), The Shangri_La Hotel Jakarta, Novotel Bogor Golf Resort and Convention Center, Hyatt Regency Yogyakarta, Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Sahid Jaya Lippo Cikarang, Jogjakarta Plaza Hotel, Bintan Lagoon Resort, Nusa Dua Beach Hotel &amp; Spa (Bali), dan Grand Swiss-Belhotel Medan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah  Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto: Irhamna Ilham Muaz, PKP Kemenparekraf&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-7909408231351529667?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/7909408231351529667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/inilah-10-hotel-ramah-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7909408231351529667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7909408231351529667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/inilah-10-hotel-ramah-lingkungan.html' title='Inilah 10 Hotel Ramah Lingkungan Pemenang Green Hotel Award 2011'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-8069066740493258030</id><published>2011-12-19T23:44:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T23:48:39.461-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tujuh Langkah Cerdas Merancang Liburan Akhir Tahun'/><title type='text'>Tujuh Langkah Cerdas Merancang Liburan Akhir Tahun</title><content type='html'>Horeee.., liburan akhir tahun  di depan mata. Ini kesempatan buat melepas rutinitas usai setahun membanting tulang, beraktivitas, belajar dan lainnya. Biar liburan akhir tahun berjalan lancar sesuai harapan, perlu persiapan khusus mengingat liburan ini memiliki karakteristik berbeda dengan liburan di waktu lain. Apa saja yang perlu dipersiapkan? &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liburan aknir tahun termasuk high season yang biasanya peminatnya membludak sehingga pilihanpun jadi terbatas. Seperti hotel kerap fullbook, restoran favorit antri panjang, tiket transportasi naik, obyek wisata penuh sesak. dan bermacam masalah lainnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari semua persoalan itu dibutuhkan persiapan matang, sekaligus untuk menghindari over budget lantaran banyaknya pengeluaran tak terduga. Berikut tips yang perlu dilakukan untuk mengisi liburan akhir tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mengumpulkan data obyek wisata yang ingin dituju, baik lewat internet, majalah, buku panduan, koran, maupun orang yang pernah berkunjung untuk mengetahui sekaligus meng-up date perkiraan biaya yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bila sudah mendapatkan informasi yang lengkap, segera pesan tiket pesawat dan atau lainnya jauh-jauh hari, termasuk pesan hotel, sewa mobil, dan lainnya lewat online booking ataupun via telpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kalkulasikan total bujet dari transportasi, penginapan, makan-minum, tiket masuk, belanja, oleh-oleh dan lainnya selama berwisata sampai balik ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, maksimalkan kartu kredit untuk produk-produk yang berdiskon namun tetap bijak agar tak terjebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, pergilah secara kelompok atau rombongan untuk menekan biaya transportasi dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, kalau tak mau repot, beli saja paket wisata di biro perjalanan wisata ataupun komunitas yang kerap melakukan perjalanan. Tapi tetap harus mencek biro perjalanan dan komunitas yang menyelenggarakannya, apakah profesional atau masih amatiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketujuh, tetap menjaga kondisi fisik yang prima dengan membawa suplemen dan obat-obatan pribadi serta senantiasa melakukan pemanasan sebelum beraktivitas terutama kegiatan yang memacu adrenalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat liburan akhir tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah &amp; foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-8069066740493258030?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/8069066740493258030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/tujuh-langkah-cerdas-merancang-liburan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8069066740493258030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8069066740493258030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/tujuh-langkah-cerdas-merancang-liburan.html' title='Tujuh Langkah Cerdas Merancang Liburan Akhir Tahun'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-6233824068270902212</id><published>2011-12-19T22:07:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T22:13:33.312-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yuk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lihat Kirab Budaya Ngarak Siwur dan Nguras Enceh di Imogiri'/><title type='text'>Yuk, Lihat Kirab Budaya Ngarak Siwur dan Nguras Enceh di Imogiri</title><content type='html'>Kalau Anda sedang berlibur di Jogja bulan ini, lanjutkan saja ke Imogiri  untuk melihat kirab budaya Ngarak Siwur yang dilanjutkan dengan upacara ritual Ngurah Enceh. Tahun ini kirab budaya ke-XIV ini akan berlangsung pada 22 Desember 2012 dari Pendopo Kecamatan Imogiri berakhir di  Terminal Wisata Taman Raja-Raja Mataram. Sedangkan Ngurah enceh pada 23 Desember 2012 di Komplek Raja-Raja Mataram.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi Ngarak Siwur yang digelar  Forum Cinta Budaya Bangsa (Forcib) Kecamatan Imogiri,  Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan pengembangan dari  tradisi Nguras Enceh (Gentong) di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara ritual yang dilaksanakan di Komplek Makam Raja-Raja Mataram ini merupakan tradisi dalam rangka mengganti air yang terdapat dalam  gentong di makam Raja-raja Imogiri.  Air kurasan tersebut kemudiani dibagi-bagikan kepada masyarakat yang percaya air tersebut berkhasiat  memberikan bermacam kebaikan bagi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara ini biasanya dilaksanakan setiap Selasa Kliwon pada bulan Suro ini. Dimulai dengan mengganti air yang terdapat pada empat padasan, yakni Kyai mendung (berasal dari Roma), Nyai siem (Myanmar), Kyai danumoyo (Aceh), dan Nyai Danumurti (Palembang) kemudian dilanjutkan dengan kirab budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kirab ini, peralatan nguras berupa siwur (gayung dari tempurung kelapa) dibawa dari Kecamatan Imogiri menuju kompleks Makam Raja-raja. Kegiatan ritual ini ditutup dengan pentas kesenian tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecamatan Imogiri berada di sebelah Tenggara dari Ibukota Kabupaten Bantul. Kecamatan seluas 5.448,6880 Ha ini berada di dataran rendah. Jarak Ibukota Kecamatan ke Pusat Pemerintahan (Ibukota) Kabupaten Bantul sekitar 8 Km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Kirab Budaya Ngarak Siwur dan Nguras Enceh, masih ada beberapa wisata budaya yang dapat kita lihat di Imogiri antara lain upacara Merti Dusun atau Jodhangan dan upacara rasulan atau bersih Desa Wukirsari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merti Dusun dilaksanakan di pelataran  Gua Cerme, Dusun atau Srunggo I dan Srunggo II, Desa Selopamioro. Upacara bersih dusun atau sedekah bumi ini biasanya digelar setelah  panen raya sebagai tanda ucap syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. &lt;br /&gt;Sedangkan upacara rasulan dilaksanakan sesudah bulan purnama, biasanya hari Legi atau Wage menurut kalenderJjawa di Masjid Giriloyo, Imogiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau cagar budaya yang dapat dilihat antara lain Komplek Makam Raja-Raja  Mataram  di Kelurahan Ginirejo, Imogiri yang diperuntukkan bagi raja raja Mataram dan keluarganya. Makam ini didirikan oleh Sultan Agung antara tahun 1632 - 1640M. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada Makam Banyusumurup atau Pangeran Pekik, putra Pangeran Purbaya seorang penguasa di Surabaya pada sekitar abad 17 M . Setelah Surabaya ditaklukan Mataram pada 1625, Sultan Agung memerintahkan Pangeran Pekik  pindah ke Mataram dan dikawinkan dengan adik Sultan Agung yaitu Ratu Pandansari. Makam Banyusumurup berada 2 Km sebelah Selatan Komplek Makam Raja-Raja Mataram. Di sini juga ada Masjid Banyusumurup berbentuk limasan yang disangga 4 pilar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Makam Giriloyo di Cengkehan, Wukirsari. Makam peninggalan masa Islam sekitar abad 17 M  ini masih dikeramatkan masyarakat setempat. Tokoh yang dimakamkan disini adalah Pangeran Juminah, pamannya Sultan Agung. Makam Sultan Agung sendiri berada di Pajimatan Imogiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh dari kecamatan ini kita juga bisa berwisata gua ke Gua Gajah yang berada di Dusun Sukorame, Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo, kawasan karst pegunungan Sewu. Gua  horisontal ini dapat kita telusuri sepanjang kurang lebih 50 meter. Dinamakan gua gajah karena ada gumpalan batu yang bentuknya menyerupai gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga dapat mengunjungi sejumlah sentra kerajinan yang menjadi  industri kreatif masyarakat Imogiri antara lain sentra kerajinan tatah sungging di Wukirsari, sentra kerajinan batik di Giriloyo Wukirsari, sentra kerajinan keris di Banyusumurup, dan sentra pembuatan makanan keripik tempe di Imogiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto: Ist.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-6233824068270902212?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/6233824068270902212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/yuk-lihat-kirab-budaya-ngarak-siwur-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/6233824068270902212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/6233824068270902212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/yuk-lihat-kirab-budaya-ngarak-siwur-dan.html' title='Yuk, Lihat Kirab Budaya Ngarak Siwur dan Nguras Enceh di Imogiri'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-7148439461967181201</id><published>2011-12-16T20:44:00.000-08:00</published><updated>2011-12-16T20:48:08.039-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jogja Kembali Jadi Lokasi Syuting Film Hollywood'/><title type='text'>Jogja Kembali Jadi Lokasi Syuting Film Hollywood</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-pKjFwd9Q31E/Tuwe54WgmNI/AAAAAAAAB8U/vQaYx_cMW5s/s1600/Candi%2BBorobudur%2Bjadi%2Blokasi%2Bfilm%2BJava%2BHeat.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 134px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686954409190267090" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-pKjFwd9Q31E/Tuwe54WgmNI/AAAAAAAAB8U/vQaYx_cMW5s/s200/Candi%2BBorobudur%2Bjadi%2Blokasi%2Bfilm%2BJava%2BHeat.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Setelah film The Philosophers garapan produser Hollywood Goerge Zakk dan Cybill berlokasi syuting di Candi Prambanan, Jogya. Tahun ini juga, giliran Java Heat yang diproduseri Rob Allyn mengambil tempat pembuatan di Candi Borobudur dan juga Keraton Jogja. Aktor gaek Mickey Rourke dan aktor muda Amrik Kellan Lutz menjadi pemeran utama film ini.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produser film &lt;em&gt;Java Heat&lt;/em&gt;, Rob Allyn mengatakan ada banyak lokasi yang bakal digunakan untuk keperluan syuting di Jogja dan Jawa Tengah, salah satunya di Candi Borobudur. “Saya senang sekali dapat membuat film ini dengan latar belakang Candi Borobudur. Ini seperti mimpi,” akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Rob Allyn, Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film (Dirjen NBSF), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ukus Kuswara mengatakan, film ini selain akan memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa, pun memperkenalkan pariwisata Indonesia ke mancanegara termasuk kuliner khas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Film ini akan diedarkan secara internasional, otomatis budaya kita akan makin dikenal dunia khususnya Candi Borobudur. Film ini diharapkan dapat menginformasikan bahwa Indonesia itu alamnya indah, aman, dan nyaman,” ujar Ukus saat meninjau pengambilan gambar film Java Heat di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah beberpa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan film ini, lanjut Ukus juga dapat berdampak pada peningkatkan ekonomi masyarakat di lokasi syuting film ini, selain meningkatkan pengalaman para kru film Indonesia yang ikut terlibat dalam pembuatan film ini. “Kru film nasional yang dilibatkan dalam pembuatan film ini cukup banyak. Mudah-mudahan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) film nasional,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadisbudpar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tazbir mengaku senang Yogyakarta dan Jawa Tengah terpilih menjadi lokasi syuting film Java Heat.”Produsernya tentu tidak sembarang memilih lokasi syuting karena banyak faktor yang menentukan. Setahu saya alasan Indonesia khususnya Yogyakarta dan Jawa Tengah dipilih karena budaya Jawanya kental, termasuk ada keraton dan Candi Borobudur serta Prambanan yang cukup mendunia,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tazbir yakin film ini akan dampak positif bagi masa depan pariwisata Jogja dan Jawa Tengah termasuk obyek-obyek lain di sekitarnya. ”Saya yakin dengan film ini bukan cuma Candi Borobudur dan Prambanan saja yang bakal lebih dikenal masyarakat internasional, pun obyek-obyek wisata lain di sekitarnya,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang diproduksi oleh perusahaan film &lt;em&gt;Margaret House &lt;/em&gt;dari Amerika Serikat bekerjasama dengan &lt;em&gt;SYZYGY Production &lt;/em&gt;asal Indonesia. ini bercerita tentang sebuah tim rahasia dari Amerika Serikat bekerjasama dengan polisi Indonesia berusaha menangkap sindikat internasional pelaku penculikan putri Sultan Yogyakarta dan perhiasan keraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aksi pengejarannya tim misterius ini beraksi di sejumlah lokasi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Selain Mickey Rourke, film ini jug dibintangi Kellan Lutz yang pernah bermain sebagai Emmet Cullen di film kondang vampire remaja, &lt;em&gt;Twilight&lt;/em&gt; (Twilight, New Moon, Eclipse, Breaking Dawn Part 1 &amp;amp; 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kellan Lutz berperan sebagai Jake, pria Amerika yang memburu teroris ke Asia Tenggara. Ditemani oleh seorang detektif muslim, dia mengejar Malik, seorang pencuri perhiasan yang perankan Mickey Rourke yang suka ngebom dan menculik. Film ini juga bakal dibintangi sejumlah pemain film Indonesia antara lain Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, dan Ario Bimo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mickey Rourke yang pernah bermain dalam film &lt;em&gt;Wild Orchid &lt;/em&gt;dengan Lisa Bonet pada pertengahan 80-an dan film &lt;em&gt;Harley Davison &lt;/em&gt;serta &lt;em&gt;Marlboro Man &lt;/em&gt;ini tergolong aktor tua Hollywood yang bayarannya masih tergolong mahal. Konon labarnya lantaran mahal, bintang eksentrik yang sempat masuk nominasi Oscar dalam film &lt;em&gt;Wrestler&lt;/em&gt; ini hanya dua minggu berada di Jogja. Sedangkan Kellan Lutz lebih dari dua bulan di Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang digarap sutradara muda Conor Allyn (25 thn), diperkirakan menelan biaya 21,5 miliar dolar AS. Syutingnya berlangsung selama sekitar 3 bulan dan akan dirilis pada bulan Oktober 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/strong&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-7148439461967181201?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/7148439461967181201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/jogja-kembali-jadi-lokasi-syuting-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7148439461967181201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7148439461967181201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/jogja-kembali-jadi-lokasi-syuting-film.html' title='&lt;strong&gt;Jogja Kembali Jadi Lokasi Syuting Film Hollywood&lt;/strong&gt;'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-pKjFwd9Q31E/Tuwe54WgmNI/AAAAAAAAB8U/vQaYx_cMW5s/s72-c/Candi%2BBorobudur%2Bjadi%2Blokasi%2Bfilm%2BJava%2BHeat.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-2592572117845497475</id><published>2011-12-15T01:51:00.000-08:00</published><updated>2011-12-15T02:10:10.715-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Es Kelapa Muda Minuman Terlezat Urutan 19 Dunia'/><title type='text'>Es Kelapa Muda Minuman Terlezat Urutan 19 Dunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-6C2nCZQTBZw/TunGNSp4cmI/AAAAAAAAB8I/OM5lGhje7Gs/s1600/Pohon%2Bkelapa.%2BFoto%2Badji.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-6C2nCZQTBZw/TunGNSp4cmI/AAAAAAAAB8I/OM5lGhje7Gs/s200/Pohon%2Bkelapa.%2BFoto%2Badji.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686293936180064866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Es Kelapa Muda dari Indonesia menduduki posisi ke-19 minuman terlezat di dunia versi survei CNNgo dari 50 jenis minuman lain di berbagai belahan dunia. Minuman special Negara-negara tropis ini mudah di dapat di sejumlah obyek wisata pantai dan kota-kota besar Indonesia. Apa keistimewaannya?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Es Kelapa Muda made in Indonesia ini dinilai tim survei sebagai minuman yang dapat memberikan efek menyegarkan, enak, dan begitu popular. "Irisan daging buahnya  lembut dan air kelapa bnyak manfaatnya. Kalau ditambah dengan sirup dan es batu membuatnya begitu nikmat hingga disukai,” jelas tim survei tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minuman ini biasanya dinikmati pada siang hari saat berudara panas atau saat bersantai di pinggir pantai. Tak heran hamper di sejumlah obyek wisata pantai di Indonesia banyak penjual Es Kelapa Muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelapa muda selain menyegarkan juga punya banyak khasiat. Airnya memiliki rasio kadar air dan minyak yang besar. Kandungan energi per 100 gram daging buah kelapa muda cukup besar, yaitu 41-99 kkal. Daging kelapa muda mengandung asam lemak omega-6, yaitu asam inoleat dengan jumlah sekitar 200-300 mg/100 gr daging buah. Di dalam tubuh, asam linoleat dapat diubah menjadi asam arakhidonat(AA). Zat ini penting sebagai penunjang kecerdasan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati dikenal sebagai minuman khas pantai, pohon kelapa yang tumbuh subur di Indonesia bukan cuma tumbuh di pesisir pantai. Pun di daratan di kaki gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minuman asal Indonesia lainnnya Es Cendol berada diperingkat 45. Es cendol juga dinilai tim survey sebagai penghilang haus yang digemari. Minuman ini biasanya dinikmati  siang hari sebagai pencuci mulut setelah makan berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jawa barat, minuman ini biasa disebut dengan cendol  yang berasal dari kata ‘jendo’ (bahasa Sunda). Sedangkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur akrab disapa es dawet. Minuman ini terbuat dari tepung beras yang dicampur pewarna alami dari daun pandan dan suji berwarna hijau, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasanya manis dan gurih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut  10 besar minuman terenak di dunia itu. Minuman terlezat pertama adalah air putih. Coca-cola yang berasal dari Amerika Serikat menempati urutan kedua. Minuman berkarbonasi tersebut telah mendunia dan menjadi konsumsi jutaan orang. Di tempat ketiga, kopi yang disebut berasal dari Etiopia. Kopi merupakan salah satu komoditas dunia yang paling banyak diperdagangkan.  Padahal beragam kopi pun berasal dri Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusul dengan bir dan teh di urutan keempat dan kelima. Minuman air mata kucing dari Malaysia di peringkat keenam. Kemudian jus jeruk dari AS ke-7, red wine (anggur merah) ke-8, serta gin dan tonik dari Inggris ke-9 serta minuman cokelat panas dengan manisan dari AS menempati peringkat ke-10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelezatan Es Kelapa Mudan Dan Es Cendol Indonesia  mampu mengalahkan sejumlah minuman khas dari sejumlah negara lain seperti Pina Colada (Puerto Rico), Mango Lassi (India), Red Bull (Austria), Yakult (Jepang), dan Guinness (Irlandia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya kenapa Indonesia cuma dapat dua ya? Padahal minuman teh, kopi, es jeruk, dan es teler juga minuman yang  populer di kalangan masyarakat Indonesia dan mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan &lt;/span&gt;(adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-2592572117845497475?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/2592572117845497475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/es-kelapa-muda-minuman-terlezat-urutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/2592572117845497475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/2592572117845497475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/es-kelapa-muda-minuman-terlezat-urutan.html' title='Es Kelapa Muda Minuman Terlezat Urutan 19 Dunia'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-6C2nCZQTBZw/TunGNSp4cmI/AAAAAAAAB8I/OM5lGhje7Gs/s72-c/Pohon%2Bkelapa.%2BFoto%2Badji.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-6144245583321299312</id><published>2011-12-15T00:10:00.000-08:00</published><updated>2011-12-15T00:27:29.239-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mencabut Duri-Duri Penghalang Pariwisata Raja Ampat'/><title type='text'>Mencabut Duri-Duri Penghalang Pariwisata Raja Ampat</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-apjOUWA4Zro/TumsbHuhwFI/AAAAAAAAB78/a491MwFELi0/s1600/Para%2Bpendatangan%2BMoU%2BDMO%2BRaja%2BAmpat%2Bdi%2BJakarta.%2BFoto%2BAkbar.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-apjOUWA4Zro/TumsbHuhwFI/AAAAAAAAB78/a491MwFELi0/s200/Para%2Bpendatangan%2BMoU%2BDMO%2BRaja%2BAmpat%2Bdi%2BJakarta.%2BFoto%2BAkbar.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686265586462605394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Raja Ampat belakangan menjadi destinasi yang diincar wisatawan terutama penggila diving, selain Bali. Namanya cepat sekali meroket. Kemenparekraf pun melirik destinasi ini untuk dikembangkan lebih jauh lewat program Destination Management Organization (DMO).  Program ini bakal mencabut duri-duri yang menghambat pengembangan  pariwisatanya. Apa saja duri-durinya dan bagaimana solusinya?&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tokoh masyarakat Pulau Misool, Raja Ampat Harun Sapua menjelaskan Pulau Misool luar biasa indah, bahkan lebih indah dari pulau-pulau lain di Raja Ampat. Untuk mendatangkan wisatawan ke Misool harus diimbangi dengan penyediaan alat transportasi menuju ke pulau tersebut termasuk alat transportasi penunjang dari kota ke kampung-kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanpa sarana transportasi itu, Misool tidak ada gunanya sekalipun sudah dibuatkan resort dan lainnya,” ujarnya di Jakarta saat ikut menandatangai kesepakatan (MoU) DMO Raja Ampat dengan Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenparekraf dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;stakeholder&lt;/span&gt; lain, di Jakarta, Senin (12/12/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun mengakui masih ada duri-duri dalam pembenahan pariwisata Raja Ampat antara lain sebagian masyarakatnya masih belum mengerti dan kadang menggangu turis asing. “Pernah ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;speedboat&lt;/span&gt; yang baru datang lalu ditodong minta uang,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu penyuluhan sadar wisata harus terus disampaikan ke masyarakat Raja Ampat. “Jangan sampai ada masyarakat yang mengganggu turis lagi. Sebab kalau orang bule sekali diganggu, dia akan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngomong&lt;/span&gt; ke bule-bule lain. Ini jelas merugikan Raja Ampat nantinya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duri lainnya, masih kerap terjadi kekurangan BBM di Raja Ampat. Untuk itu dia menghimbau pemerintah pusat dan daerah membuat gudang BBM  di Raja Ampat bukan hanya di Sorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga Ahli DMO Raja Ampat Cipto Ali Gunawan menjelaskan sebelum Raja Ampat berdiri sebagai kabupaten sudah ada NGO atau LSM  dan pengusaha internasional yangg bermain disana dan kemudian mempromosikan Raja Ampat sehingga mendapat perhatian dunia. Sejumlah NGO dan pengusaha memliki kepentingan tertentu yang belum tentu diakomodir oleh masyarakat, pengusaha maupun pemerintah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat komponen di Raja Empat ini yakni masyarakat, pemerintah, pengusaha, dan NGO memiliki kepentingan-kepentingan sendiri. Harus ada penyatuan semua kepentingan itu untuk memecahkan bermacam masalah. Kalau tidak, masalah-masalah yang terungkap di atas akan terus menjadi masalah. ”Jadi kunci dari DMO Raja Ampat pada tahap awal di tahun 2012 adalah menyatukan komunikasi 4 komponen tersebut untuk bisa saling duduk dalam sebuah forum resmi maupun tidak,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha di daratan, lanjut Cipto menghadapi social investment langsung dengan masyarakat. Sedangkan pengusaha di lautan seperti kapal wisata tidak terlalu mengalamai kesulitan dari masyarakat. “Konflik antar pengusaha juga kerap terjadi baik antarpengusaha di daratan  maupun pengusaha daratan dengan  pengusaha kapal wisata,” akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Pemkab Raja Ampat dengan Pemkot Sorong, lanjutnya juga belum ada sinergi yang baik. Padahal ini salah satu kunci keberhasilan pariwisata Raja Ampat.. “Kalau Sorong berkembang, Raja Ampat ikut menikmatinya dan sebaliknya. Tapi seperti keduanya belum nyambung. Buktinya masih ada persoalan kekurangan BBM, belum adanya pesawat Garuda yang landing di Bandara di Sorong dan sebagainya,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah pusat, tambahnya harus mempertemukan dan mensinergikan Pemkab Raja Ampat dan Pemkot Sorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DMO Raja Ampat juga harus mengembakan trip-trip wisata lain yang berlum tergarap di Raja Ampat. “Raja Ampat bukan hanya obyek wisata marine. Masih banyak yang dapat dikembangkan  seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;birdwacthing trip&lt;/span&gt;, kupu-kupu, dan lainnya,“ jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Ampat juga belum memiliki data mengenai tingkat kepuasan wisatawan yang berwisata di Raja Ampat. “Apakah  wisatawan puas, agak puas atau tidak puas atau mereka ingin sesuatu yang lebih, itu belum ada,” jelasnya.  Kedepan harus ada &lt;i&gt;profiling costumers&lt;/i&gt; &lt;span&gt;Raja Ampat.  “Data ini sangat penting sebagai acuan membuat produk wisata untuk ditawarkan kepada wisatawan,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monitoring persepsi wisatawan di Raja Ampat akan menjadi tahap pertama pelaksanaan DMO Raja Ampat pada tahun 2012.  “Pengusaha di Raja Ampat diminta ikut berpartisipasi  menyebar kuisioner tingkat kepuasan wisatawan kepada wisatawan di sana,“ akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu juga akan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;memonitoring persepsi masyarakat Raja Ampat sendiri. “Benarkah masyarakatnya pahamp ariwisata? Apakah dampak negatif pariwisata dipahami masyarakat? Apakah masyarakatnya paham kalau komersialisasi budaya akan menjadi bagian dari pariwisata?  Dan sebagainya,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto: Tri Akbar Handoko, PKP Kemenparekraf.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-6144245583321299312?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/6144245583321299312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/mencabut-duri-duri-penghalang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/6144245583321299312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/6144245583321299312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/mencabut-duri-duri-penghalang.html' title='Mencabut Duri-Duri Penghalang Pariwisata Raja Ampat'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-apjOUWA4Zro/TumsbHuhwFI/AAAAAAAAB78/a491MwFELi0/s72-c/Para%2Bpendatangan%2BMoU%2BDMO%2BRaja%2BAmpat%2Bdi%2BJakarta.%2BFoto%2BAkbar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-8231000572705754787</id><published>2011-12-14T05:39:00.000-08:00</published><updated>2011-12-14T05:51:35.056-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyibak Misteri Tun Sri Lanang'/><title type='text'>Menyibak Misteri Tun Sri Lanang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5fxSsStO-Q8/TuipYYYaSRI/AAAAAAAAB7w/Awh_oPAI5TE/s1600/Makam%2BTun%2BSri%2BLanang%2Bdi%2BSamalanga%252C%2BBireuen.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5fxSsStO-Q8/TuipYYYaSRI/AAAAAAAAB7w/Awh_oPAI5TE/s200/Makam%2BTun%2BSri%2BLanang%2Bdi%2BSamalanga%252C%2BBireuen.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685980765882042642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-C5keYlGWXxw/TuipSGpQnUI/AAAAAAAAB7k/DFkJkuMel5E/s1600/Rumoh%2Bkreung%2Bdi%2BSamalanga%2Bdekat%2Bmakam%2BTSL.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-C5keYlGWXxw/TuipSGpQnUI/AAAAAAAAB7k/DFkJkuMel5E/s200/Rumoh%2Bkreung%2Bdi%2BSamalanga%2Bdekat%2Bmakam%2BTSL.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685980658041658690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Nama Tun Sri Lanang perlahan naik ke permukaan, terutama di Tanah Rencong, Aceh setelah makamnya ditemukan tahun 2004 lalu. Ketokohannya pun kemudian diseminarkan dengan melibatkan nara sumber dari tiga negara yakini Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Siapakah sebenarnya dia sampai Kementerian Pariwiswata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) lewat Direktorat Jenderal Sejarah Purbakala (Ditjen Sepur) menjadikan makam dan peninggalannya  di Samalanga, Bireuen, Aceh sebagai Kawasan Wisata Sejarah Melayu Nusantara, Jum’at, 9 Desember 2011 lalu&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nama Tun Sri Lanang ada yang menulisnya Tun Seri Lanang (TSL) memang tidak setenar Sultan Malikussaleh, Sultan Iskandar Muda, apalagi bila dibandingkan dengan kesohoran Cut Nyak Dien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya Mahdi Jamil (45thn), warga yang tinggal di Gampong (kampung) Meunasah, Desa Leung, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen tidak tahu sama sekali siapa itu TSL. Padahal rumahnya sangat dekat dengan makam TSL. “Sejak kecil saya main di sekitar makamnya. Dan masyarakat di sini pun tidak tahu kalau itu Makam Tun Sri Lanang.” Akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahdi yang sewaktu kecil mengaji di&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Rumoh Kreung&lt;/span&gt; (rumah sungai), yakni rumah panggung di dekat makam itu yang dikelilingi kali &lt;span style="font-style:italic;"&gt;batee iliek&lt;/span&gt;, baru  tahu kalau makam itu adalah makam TSl setelah ada orang Malaysia yang datang dan menyatakan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika ditanya siapa itu TSL, Mahdi pun kembali mengaku tidak tahu.  “Yang saya tahu dia (TSL-red) itu pernah berkuasa di Samalanga,” jelas ayah tiga anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaktahuan tentang siapa TSL dan sepak terjangnya di Samalanga bukan cuma dialami Mahdi. Mungkin ribuan orang Aceh lainnya pun sama sepertinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah  para perumus seminar bertajuk “Ketokohan Tun Sri Lanang dalam Sejarah Dua Bangsa: Indonesia-Malaysia” yang digelar Ditjen Sepur Kemenparekraf bekerjasama dengan Pemprov Aceh, Pemkab Bireuen, dan Yayasan Tun Sri Lanang di Kantor Bupati Bireuen pada Kamis (8/12/2011) menelurkan 3 rekomendasi. Salah satu rekomendasinya jelas menyatakan bahwa sejarah ketokohan TSL perlu dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi itu tentunya untuk memperkenalkan siapa sebenarnya TSL dan ketokohannnya di Aceh khususnya kepada generasi muda, terutama anak-anak sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati belum mengetahui siapa sebenarnya TSL, bagi Mahdi itu buak soal. Yang terpenting baginya makam TSL yang kemudian dijadikan sebagai Kawasan Wisata Sejarah Melayu Nusantara (KWS-MN) di Samalanga nantinya dapat memberi dampak positif bagi penghidupannya. “Rencananya kalau kawasan ini nanti ramai didatangi wisatawan, saya akan  dagang makanan di lokasi,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;Dalam buku  berjudul  “Tun Sri Lanang Dalam Sejarah Dua bangsa Indonesia-Malaysia Terungkap Setelah 380 Tahun” karya Pocut Haslinda Muda Dalam Azwar, ahli waris ke-8 TSL, menjelaskan bawah TSL benama asli Tun Muhammad yang bergelar Dato’ Bendahara Tun Muhammad dan Orang Kaya Seri Paduka Tun Seberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memimpin Negeri Samalanga (letaknya kini berada di wilayah administratif Kabupaten Bireuen, Aceh) selama 1613-1659 M, dia merupakan Bendahara atau Perdana Menteri Kerajaan Pahang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepindahannya ke Aceh terkait keberadaan Aceh sebagai kesultanan besar yang mampu mengadakan perlawanan secara bekesinambungan terhadap kekuatan Portugis di Malaka, kendati harus ditebus dengan jatuhnya korban jiwa sehingga populasi rakyat Aceh ketika itu merosot tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Aceh yang ketika itu dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda berinisiatif membawa rakyat termasuk petingginya dari negeri yang telah dikuasai untuk dipindahkan dan menetap di Aceh. Tokoh-tokoh yang berimigrasi tersebut di antaranya TSL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Sultan Iskandar Muda bertekad mengembangkan ajaran Islam di kawasan pesisir Timur, maka TSL diangkat menjadi raja Samalanga pertama guna memperluas kepemimpinan sultan serta menyebarkan Islam ke Timur Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pujangga Melayu dan Mubaligh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada 1615 M, TSL resmi menjadi raja perdana Negeri Samalanga. Selain ahli pemerintahan, dia juga dikenal sebagai pujangga Melayu. Karyanya yang monumental adalah Kitab Sulalatus Salatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Winstedt, kitab tersebut dikarang TSL mulai Februari 1614M dan  selesai Januari 1615. Sulalatus Salatin atau sejarah Melayu dianggap penting karena menggambarkan adat istiadat kerajaan, silsilah taja, dan sejarah kerajaan Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku  setebal 128 halaman ini menyebutkan kalau TSL itu juga berprofesi sebagai mubaligh Islam. Buktinya selama berkuasa di Samalanga, dia telah mendirikan sekolah dan pesantren dengan cara mewakafkan sebagian tanah  untuk kegiatan  agama. Sampai saat ini, Samalanga  dikenal sebagai salah satu  basis santri  di Aceh. Para santrinya datang dari pelosok Aceh, Semenanjung  Melayu hingga  dari Thailand Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bab 6 buku ini juga memuat tentang anak cucu TSL di Samalanga. TSL menurunkan garis keturunan di dua bangsa yakni Indonesia dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Malaysia, keturunannya merupakan para sultan di Melayu seperti Sultan Pahang, Sultan Johor, Sultan Trenggani, dan Sultan Selangor. Sedangkan di Indonesia khusunya Aceh, dia menurunkan darah keberanian dan perjuangannya kepada Pocut Meuligoe, ahli waris ke-5 yang mampu memimpin perlawanan terhadap Belanda hingga terusir dari Samalanga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peninggalan TSL, kini dijadikan KWS-MN di Samalanga yang terdiri atas makam TSL dan bekas rumahnya. Penetapan kawasan tersebut salah satunya bertujuan untuk mempererat hubungan emosional sesama rumpun bangsa Melayu, khususnya garis keturunan TSL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan &lt;/span&gt;(adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-8231000572705754787?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/8231000572705754787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/menyibak-misteri-tun-sri-lanang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8231000572705754787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/8231000572705754787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/menyibak-misteri-tun-sri-lanang.html' title='Menyibak Misteri Tun Sri Lanang'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5fxSsStO-Q8/TuipYYYaSRI/AAAAAAAAB7w/Awh_oPAI5TE/s72-c/Makam%2BTun%2BSri%2BLanang%2Bdi%2BSamalanga%252C%2BBireuen.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-1191624631976759111</id><published>2011-12-14T02:20:00.000-08:00</published><updated>2011-12-14T02:27:58.938-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Program DMO Targetkan  360.000 Wisman ke Danau Toba pada 2014'/><title type='text'>Program DMO Targetkan  360.000 Wisman ke Danau Toba pada 2014</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-I7OiLGeGfC8/Tuh6B0TP5kI/AAAAAAAAB7Y/M_mNbpeP4Gs/s1600/Pesona%2BDanau%2BToba%252C%2BSumut.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-I7OiLGeGfC8/Tuh6B0TP5kI/AAAAAAAAB7Y/M_mNbpeP4Gs/s200/Pesona%2BDanau%2BToba%252C%2BSumut.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685928701193086530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-cqDojRAPs6k/Tuh54Qxs7FI/AAAAAAAAB7M/EgMgTx0OORo/s1600/Penandatanganan%2BMoU%2Bkesepakatan%2BDMO%2BRaja%2BAmpat%2Bdi%2BJakarta.%2BFoto%2BAkbar..jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-cqDojRAPs6k/Tuh54Qxs7FI/AAAAAAAAB7M/EgMgTx0OORo/s200/Penandatanganan%2BMoU%2Bkesepakatan%2BDMO%2BRaja%2BAmpat%2Bdi%2BJakarta.%2BFoto%2BAkbar..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685928537038318674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Danau Toba, Sumatera Utara pada 2014 sebesar 360.000 orang lewat program Destination Management Organization (DMO) yang diprakarasai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomim Kreatif. Apa saja kegiatan DMO di Danau Toba?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dirjen PDP Kemenparekraf Firmansyah Rahim menjelaskan kajian DMO telah dilakukan pihaknya sejak 2007. Dari 200 lebih destinasi yang dimiliki Indonesia akhirnya dipilih 15 destinasi yang mendapat bantuan program DMO, termasuk Danau Toba. “Saya maunya semua destinasi medapat program DMO. Tapi anggaran, kapasitas dan waktu kita terbatas, jadi harus dipilih destinasi untuk jadi lokomotif dan mendorong destinasi yang lain,” jelasya saat penandatanganan kesepatakan DMO raja Ampat denagn sejumlah stakeholders di Jakarta, Senin (12/12/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau Toba masuk dalam program DMO dengan alasan danau vulkanik terluas di Indonesia bahkan di Asia Tenggara ini memiliki potensi wisata alam luar biasa. Belum termasuk wisata spiritual, sejarah, budaya, arsitektur, dan kuliner. “Alasan itulah membuat Danau Toba dan Pulau Samosir yang terletak di tengahnya menjadi aset pariwisata yang pantas dibanggakan dan dikelola secara lestari dengan program DMO,” aku Firmansyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan destinasi yang perlu dibenahi, menurut Firmansyah, berdasarkan tarikan pasar atau dorongan produk. Destinasi yang pernah punya nama memerlukan biaya yang lebih rendah daripada destinasi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Danau Toba sudah punya nama, tinggal kita menyempurnakan dan membenahi. Harapannya dengan modal sedikit, kunjungan bisa naik. Contohnya lainnya Toraja,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firmasnyah mengakui banyak permasalahan yang dialami industri pariwisata Danau Toba saat ini, antara lain infrastruktur seperti jalan tidak memadai, serta hotel dan biro perjalanan tidak sinergi, termasuk masalah lingkungan. Utuk mewujudkan pengelolaan danau ini secara berkelanjutan, Kemenparekraf sepakat melestarikan dan memulihkan fungsi Danau Toba melalui kerjasama dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;stakehorlders&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; termasuk sejumlah kementerian lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan DMO yang dilakukan di Danau Toba, lanjutnya antara lain pengelolaan ekosistem danau, pemanfaatan sumber daya air, pengembangan sistem monitoring, evaluasi dan informasi danau serta langkah-langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim terhadap danau, pengembangan kapasitas kelembagaan serta koordinasi dalam rangka sinkronisasi dan sinergitas berbagai program kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan ekosistem Danau Toba. Tak ketinggalan kegiatan meningkatkan peran masyarakat serta penyediaan dana berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Program DMO Danau Toba kita hanya memoles-moleh apa saja yang kurang agar kembali seperti semula dengan perbaikan-perbaikan karena bebearpa infrastrukturnya sudah ada sebelum ada program ini. Dulu Danau Toba pernah hebat lalu anjlok karena ada masalah. Kini dengan program DMO, kita upayakan bangkit lagi,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan program ini, diharapkan kejayaan Danau Toba kembali termasuk perolehan wismannya bisa meningkat.  "Dulu sekitar tahun 1997 Danau Toba dikunjungi 300 ribu wisman. Tapi tahun 2008 menurun menjadi 50 ribu orang, dan tahun 2010 cuma 150 ribu wisman", ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program DMO Danau Toba dimulai tahun 2011, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu 5-10 tahun.  Ukuran keberhasilan DMO Toba dapat terilihat pada 2014. “Dengan DMO  harus bisa mencapai 360 ribu kunjungan wisman  pada tahun 2014 sesuai dengan pencapaian pada tahun 1997", ujar Firmansyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Danau Toba, ada 14 destinasi lagi yang masuk program DMO yakni Pangandaran (Jawa Barat), Komodo-Kelimutu-Flores (NTT), Java Promo-Borobudur (Jawa Tengah), Bunaken (Sulawesi Utara), Regional Bali-Danau Batur (Bali), Rinjani (NTB), Kota Tua Jakarta (DKI Jakarta), Toraja (Sulawesi Selatan), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Raja Ampat (Papua Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Puting (Kalimantan Tengah), Derawan (Kalimantan Timur), dan Sabang (Aceh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekditjen PDP, Kemenparekraf Achyaruddin selaku ketua pelaksana 15 DMO tersebut menjelaskan biaya yang diberikan dalam program DMO tidak sama antara satu destinasi dengan destinasi lain. “Biayanya berkisar anatar Rp 1-4 miliar. Khusus Danau Toba Rp 4 miliar pada tahun 2011. Biaya tersebut diluar pembangunan fisik,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto: Adji &amp;amp; Akbar-Kemenparekraf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-1191624631976759111?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/1191624631976759111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/program-dmo-targetkan-360000-wisman-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/1191624631976759111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/1191624631976759111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/program-dmo-targetkan-360000-wisman-ke.html' title='Program DMO Targetkan  360.000 Wisman ke Danau Toba pada 2014'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-I7OiLGeGfC8/Tuh6B0TP5kI/AAAAAAAAB7Y/M_mNbpeP4Gs/s72-c/Pesona%2BDanau%2BToba%252C%2BSumut.%2BFoto%2BAdji%2BK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-4807369966332536373</id><published>2011-12-13T08:26:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T09:02:35.031-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Raja Ampat Targetkan 50.000 Wisatawan Pada 2014 dengan DMO'/><title type='text'>Raja Ampat Targetkan 50.000 Wisatawan Pada 2014 dengan DMO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-0QZDUYO4UfI/Tud-rs-2kmI/AAAAAAAAB7A/kcd5keigbKE/s1600/Pesona%2BRaja%2BAmpat.%2BFoto%2BWeeko.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-0QZDUYO4UfI/Tud-rs-2kmI/AAAAAAAAB7A/kcd5keigbKE/s200/Pesona%2BRaja%2BAmpat.%2BFoto%2BWeeko.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685652343852798562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8NOdX4g-iiw/Tud-HUxeZaI/AAAAAAAAB60/_0pAglKxSa8/s1600/Penandatangan%2BDMO%2BRaja%2BAmpat.%2BFoto%2BTri%2BAkbar%2BHandoko.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8NOdX4g-iiw/Tud-HUxeZaI/AAAAAAAAB60/_0pAglKxSa8/s200/Penandatangan%2BDMO%2BRaja%2BAmpat.%2BFoto%2BTri%2BAkbar%2BHandoko.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685651718878946722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kabupaten Raja Ampat menargetkan 50.000 wisatawan pada tahun 2014 dengan serangkaian pembenahan program Destination Management Organization (DMO) yang dibuat  Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengembangan Destinasi Pariwisata (PDP), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Pembenahan apa saja yang dilakukan untuk mencapai target tersebut?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Program DMO di Raja Ampat dimulai tahun ini  dengan melakukan sosialisasi dan pengumpulan data-data yang menjadi dasar pelasanakan DMO pada tahun-tahun berikutnya. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;workshop DMO, focus group discussion&lt;/span&gt;, dan penyusunan draft rnecana aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini dilakukan penandatangan kesepakatan DMO Raja Ampat yang bertujuan menindaklanjuti hasil-hasil yang sudah diperoleh selama ini dan menjadi dasar bagi Kemenparekraf dan Pemkab Raja Ampat melaksanakan rencana kerja tahun-tahun selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahun 2012  harus ada aksi nyata, bukan lagi diskusi-diskusi sehingga sudah ada bukti kongkrit DMO ini. Paling tidak sudah ada wisatawan yang datang dengan adanya program DMO ini”, kata Dirjen PDP, Kemenparekraf  Firmansyah Rahim saat penandatanganan MoU program DMO Raja Ampat di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (12/12/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadisbupar Raja Ampat Yusdi Lamatenggo menjelaskan Kabupaten Raja Ampat  adalah kabupaten yang baru terbentuk 6 tahun lalu. Kabupten ini memiliki 610 pulau dengan Waisai sebagai ibukota kabupaten. Baru 35 pulau yang berpenghuni, sisanya tak berpenghuni dan sebagian besar belum bernama. Empat pulau besarnya yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai Waisai, wisatawan biasanya menggunakan pesawat udara menuju Kota Sorong dilanjutkan ke Waisai dengan transportasi laut. “Sekarang ini ada 6 maskapai penerbangan, kecuali Garuda Indonesia yang terbang dari Jakarta ke  Sorong. Frekuensi penerbangannya masing-masing 1 kali sehari  kecuali Express 2 kali sehari,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendalanya Bandara Sorong itu milik beberapa pemkab. Selain Raja Ampat, ada 7 kabupaten lain yang menggunakan bandara ini. “Harapannya semoga Garuda tahun 2012 juga bisa masuk ke Sorong,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan alat transportasi lautnya dari Sorong ke Raja Ampat  baru ada 2 kapal fery  biasa setiap hari dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dan 2 kapal ferry cepat sekitar 2 jam. “Biayanya 120 ribu per orang untuk ferry biasa, 180 ribu untuk ferry cepat dan  Rp 100 ribu untuk kelas ekonomi. Kalau mau cepat, bisa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;carter speedboat&lt;/span&gt; sekitar Rp 5 juta pulang pergi,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk akomodasi baru ada resort yang dapat menampung 250 orang, kapal wisata, dan  280 kamar hotel melati di Waisai. “Jumlah ini masih sangat kurang sekali dengan kondisi sekarang. Kita harapkan nantinya ada 20 resort. Untuk kapal wisata sekarang baru ada 25 diharapkan nanti ada 40 kapal wisata,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firmansyah Rahim tak menampik masih kurangnya sarana transportasi dan akomodasi di Raja Ampat yang menyebabkan wisatawan masih kesulitan untuk berkunjung ke Raja Ampat. "Kedua masalah ini dapat diatasi dengan saling bersinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, investor dan masyarakat Raja Ampat,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Ampat sudah punya modal kuat, buktinya dengan  mendapatkan 2 penghargaan Indonesia Tourism Award (ITA) 2011 sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Most Favourite Destination&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Most Favourite Destionation Dive Site&lt;/span&gt;. “Sayang sekali kalu kita tidak manfaatkan dengan pengelolaan yang tetap menomorsatukan lingkungan sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;special interest destination&lt;/span&gt; bukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mass tourism&lt;/span&gt;,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  program DMO ini diharapkan Raja Ampat dapat menjaring 50 ribu wisatawan, baik wisnus maupun wisman pada tahun 2014. “Tahun 2011 wisatawan yang mengunjungi Raja Ampat baru mencapi 21 ribu wisatawan. Rata -rata wisatawan yang ke berkunjung ke Raja Ampat termasuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;high class&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dengan pengeluaran US $ 300-400 per hari,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Raja Ampat, ada 14 destinasi lain yang dikembangkan melalui program DMO oleh Ditjen PDP, Kemenparekraf yakni Kota Tua, Pangandaran, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Danau Toba, Sabang, Bali, Rinjani, Komodo-Kelimutu-Flores, Tanjung Puting, Derawan, Toraja, Bunaken, dan Wakatobi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biaya program DMO untuk masing-masing destinasi berbeda mulai dari Rp 1 samapi 4 miliar, diluar pembangunan fisik,” jelas Firrmansyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir dalam penandatangan MoU program DMO Raja Ampat selain Firmansyah dan Yusdi, juga ada pengusaha wisata di Raja Ampat I Nyoman Kirtya, tokoh masyarakat Raja Ampat Harun Sapua, dan Sekditjen PDP Kemenparekraf Achyarrudin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Naskah: Adji Kurniawan &lt;/span&gt;(adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto: Weeko &amp;amp; Akbar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-4807369966332536373?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/4807369966332536373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/raja-ampat-targetkan-50000-wisatawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/4807369966332536373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/4807369966332536373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/raja-ampat-targetkan-50000-wisatawan.html' title='Raja Ampat Targetkan 50.000 Wisatawan Pada 2014 dengan DMO'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0QZDUYO4UfI/Tud-rs-2kmI/AAAAAAAAB7A/kcd5keigbKE/s72-c/Pesona%2BRaja%2BAmpat.%2BFoto%2BWeeko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-5807988062292452992</id><published>2011-12-13T02:07:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T02:12:18.797-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nilai Plus Sang Penari Sebagai Film Terbaik 2011'/><title type='text'>Nilai Plus Sang Penari Sebagai Film Terbaik 2011</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2yaGQcCjFjE/Tuck7MtbBTI/AAAAAAAAB6o/IDd4KqmyCJw/s1600/Menparekraf%2BMari%2BElka%2BPangestu%2Bpada%2Bmalam%2Bpenganugerahan%2BPiala%2BCitra%2BFFI%2B2011%2Bdi%2Bjakarta.%2BFoto%2Btri%2BAkbar%2BHandoko%252C%2BKemenparekraf..jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2yaGQcCjFjE/Tuck7MtbBTI/AAAAAAAAB6o/IDd4KqmyCJw/s200/Menparekraf%2BMari%2BElka%2BPangestu%2Bpada%2Bmalam%2Bpenganugerahan%2BPiala%2BCitra%2BFFI%2B2011%2Bdi%2Bjakarta.%2BFoto%2Btri%2BAkbar%2BHandoko%252C%2BKemenparekraf..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685553654021162290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;i&gt;Film Sang Penari karya sutradara muda Ifa Isfansyah yang terpilih menjadi Film Terbaik FFI 2011 dinilai punya kelebihan tersendiri dibanding film yang masuk unggulan. Film ini juga  memenangkan tiga Piala Citra lain yakni  Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita, dan Pemeran Pendukung Wanita terbaik. Apa kelebihan Sang Penari?&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Kekuatan film Sang Penari bukan sekadar mengangkat tema cinta biasa, pun menempatkan tokohnya pada dilema antara loyalitas kepada negara dan cinta kepada seorang penari ronggeng di sebuah desa miskin Indonesia pada pertengahan 1960-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasus (Nyoman Oka Antara), seorang tentara muda menyusuri kampung halamannya, mencari cintanya yang hilang, Srintil (Prisia Nasution). Film yang terinspirasi dari trilogi "Ronggeng Dukuh Paruk" karya Ahmad Tohari ini melibatkan masyarakat. Desa di Banyumas, Jawa Tengah, tempat lokasi pembuatan film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan lain film ini, dalam penggarapannya sampai membangunan jalan. Film ini pun menghidupkan kembali batik sebagai kostum pemaian, musik tradisional lokal dan juga memperjualkan buku tentang film tersebut. “Jadi ada dampak ekonomi yang positif di dalam pembuatan film ini,” kata Menparekraf Mari Elka Pangestu yang hadir dan memberikan piala citra kepada pemenang film terbaik FF 2011 ini di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/20110.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan industri perfilman nasional, lanjut Mari salah caranya dengan jalan menambah jumlah bioskop di daerah. Tujuannya untuk merangsang pertambahan penonton secara nasional. Dengan adanya penambahan bisokop otomatis pendistribusian film nasional juga akan semakian merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain untuk meningkatkan jumlah penonton film nasional, tidak cukup dengan menambah kuantitas film melainkan juga memperhatikan kualitasnya. “Film berkualitas, pastinya akan ditonton banyak orang, tentu dibarengi dengan promosi yang gencar,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaran FFI, lanjut Mari setidaknya dapat memotivasi  Sumber Daya Manusia (SDM) perfilman mulai dari produser, pembuat skenario, pemain, dan kru untuk membuat film yang bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Bidang Penjurian FFI 2011 Totot Indrarto  mengatakan tahun ini  banyak film Indonesia yang berkualitas baik yang keunggulannya boleh dibilang hampir merata. “Ironisnya justru terjadi  penurunan jumlah penonton film Indonesia di bioskop beberapa bulan terakhir,” akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film  The Mirror Never Lies dan Masih Bukan Cinta Biasa mendapat dua Piala Citra. Sementara 5 yakni fim -- ? (Tanda Tanya), Tendangan Dari Langit, Catatan Harian Si Boy, Rumah Tanpa Jendela, dan Pengejar Angin,  masing-masing kebagian satu Piala Citra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Juri Film Bioskop yang diketuai Himat Darmawan juga memberikan Penghargaan Khusus kepada Kamila Andini  dan Gita Nivalista sebagai Sutradara Pendatang Baru Terbaik dan Pemain Berbakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Piala Citra dan Penghargaan Khusus Dewan Juri, FFI 2011 juga memberikan dua penghargaan istimewa kepada dua orang/kelompok yang dianggap berjasa dan berkontribusi besar dalam memajukan perfilman Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini Lifetime Achievement Award diberikan kepada J.B. Kristanto, pengamat film yang dengan tekun dan teliti mendokumentasikan data-data film Indonesia sejak tahun 1926 hingga hari ini melalui buku-buku Katalog Film Indonesia dan dilanjutkan dalam situs www.filmindonesia.or.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya segelintir orang memahami bahwa pendokumentasian merupakan hal yang sangat penting, terutama sebagai pencatat sejarah yang bisa setiap saat ditengok oleh semua orang dari pelbagai generasi. Lebih sedikit lagi orang memilih jalan sunyi itu. J.B. Kristanto adalah salah satunya,” kata Ketua Panpel FFI 2011, Abduh Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerah Khusus FFI 2011 diberikan kepada semua orang yang teribat dan berkontribusi dalam film KULDESAK (1998). Film yang disutradarai Mira Lesmana, Nan T. Achnas, Riri Riza, dan Rizal Mantovani tersebut dinilai telah memberikan inspirasi pada generasi mereka sendiri maupun generasi sesudahnya untuk tetap berkarya dan mencintai film Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu (1998), produksi film Indonesia berada pada titik nadir. Sekelompok anak muda, yang kemudian dikenali sebagai generasi baru perfilman Indonesia, memulai upaya untuk memproduksi film dengan caranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semangat mereka itu menjadi semacam pernyataan paling keras bahwa film Indonesia masih ada dan masih memiliki masa depan. Sebuah kolabarasi sekumpulan anak muda dengan visi besar menjaga kontinuitas sejarah perfilman Indonesia, yang secara gemilang telah dilakukan oleh generasi pembuat film sebelumnya,” jelas Abduh Aziz.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikut nama  pemenang piala citra film bioskop FFI 2011 yang dipilih dewan Juri FFI 2011 yakni  Hikmat Darmawan (Ketua merangkap Anggota), Agung Sentausa (Anggota), Djenar  Maesa Ayu (Anggota), Hilmar Farid (Anggota), Mouly Surya (Anggota) dan Nirwan A.  Arsuka (Anggota) dan Zeke Khaseli (Anggota): Film Terbaik (Sang Penari),  Pemeran Utama Pria Terbaik Emir Mahira dalam film Rumah Tanpa Jendela, Pemeran Utama Wanita Terbaik Prisia Nasution dalam film Sang Penari, Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Mathias Muchus dalam film Pengejar  Angin), Pemeran Pendukung wanita Terbaik (Dewi Irawan dalam film Sang Penari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangan Penulis Skenario Terbaik (Benni Setiawan dalam film Masih Bukan Cinta Biasa), Penulis Cerita Asli Terbaik (Kamila Andini dalam film The Mirror Neverlies), Pengarah Sinematografi Terbaik (Yadi Sugandi dalam film ? (Tanda Tanya), Pengarah Artisitik Terbaik (Fauzi dalam film Tendangan Dari Langit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Foto: Tri Akbar Handoko, PKP Kemparekraf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-5807988062292452992?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/5807988062292452992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/nilai-plus-sang-penari-sebagai-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5807988062292452992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5807988062292452992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/nilai-plus-sang-penari-sebagai-film.html' title='Nilai Plus Sang Penari Sebagai Film Terbaik 2011'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2yaGQcCjFjE/Tuck7MtbBTI/AAAAAAAAB6o/IDd4KqmyCJw/s72-c/Menparekraf%2BMari%2BElka%2BPangestu%2Bpada%2Bmalam%2Bpenganugerahan%2BPiala%2BCitra%2BFFI%2B2011%2Bdi%2Bjakarta.%2BFoto%2Btri%2BAkbar%2BHandoko%252C%2BKemenparekraf..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-7827263868663285418</id><published>2011-12-13T00:51:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T00:58:42.363-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seminar Ketokohan Tun Sri Lanang di Bireuen Telurkan 3 Rekomendasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawasan Wisata Sejarah Melayu Nusantara di Samalanga'/><title type='text'>Seminar Ketokohan Tun Sri Lanang di Bireuen Telurkan 3 Rekomendasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-GQWrRQO0y_s/TucTipiHocI/AAAAAAAAB6c/h2CA0mfzhrM/s1600/Seminar%2BKetokohan%2BTun%2BSri%2BLanang%2Bdi%2BKantor%2BBupati%2BBireuen%252C%2BAceh%2Bpada%2BKamis%252C%2B8%2BDesember%2B2011%2Bmenghadirkan%2Bsejumlah%2Bpembicara%2Bdari%2B%2BIndonesia%252C%2BMalaysia%252C%2Bdan%2BSingapura.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-GQWrRQO0y_s/TucTipiHocI/AAAAAAAAB6c/h2CA0mfzhrM/s200/Seminar%2BKetokohan%2BTun%2BSri%2BLanang%2Bdi%2BKantor%2BBupati%2BBireuen%252C%2BAceh%2Bpada%2BKamis%252C%2B8%2BDesember%2B2011%2Bmenghadirkan%2Bsejumlah%2Bpembicara%2Bdari%2B%2BIndonesia%252C%2BMalaysia%252C%2Bdan%2BSingapura.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685534540563980738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-T4X4xF5D5v8/TucTbpWzfcI/AAAAAAAAB6Q/5KpP36b_i-k/s1600/Ziarah%2Bke%2Bmakam%2BTun%2BSri%2BLanang%2Bdi%2BSamalanga.%2BFoto%2BAdji.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-T4X4xF5D5v8/TucTbpWzfcI/AAAAAAAAB6Q/5KpP36b_i-k/s200/Ziarah%2Bke%2Bmakam%2BTun%2BSri%2BLanang%2Bdi%2BSamalanga.%2BFoto%2BAdji.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685534420257439170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;i&gt;Seminar bertajuk “Ketokohan Tun Sri Lanang dalam Sejarah Dua Bangsa: Indonesia-Malaysia” yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala (Ditjen Sepur), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan Pemprov Aceh, Pemkab Bireuen, dan Yayasan Tun Sri Lanang di Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis (8/12/2011) menelurkan 3 (tiga) butir rekomendasi. Apa saja?&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tiga rekomendasi forum diskusi ilmiah tentang ketokohan Tun Sri Lanang ini dirangkum  dari sejumlah sambutan  dan makalah antara lain sambutan Dirjen Sepur, Kemenparekraf I Gde Pitana, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf  yang diwakili Sekda Aceh, Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman, ketua Yayasan Tun Sri Lanang Pocut Haslinda, keynote speaker ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Muklies PaEni serta 13 makalah para narasumber dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura  dalam 3 sidang pleno, juga dari hasil diskusi yang berlangsung selama 1 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga  rekomendasi  yang dibacakan  oleh Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen Asnawi di Pendopo Bupati Bireuen, isinya sebagai berikut: pertama, ketokohan Tun Sri Lanang (TSL) perlu diinternaslisasikan melalui upaya-upaya kongkrit yang didukung pemda dan pusat serta bangsa-bangsa serumpun di Asia Tenggara; kedua, pengembangan Kawasan Situs TSL sebagai Kawasan Wisata Sejarah Melayu Nusantara di Samalanga harus segera diwujudkan; dan ketiga, sejarah ketokohan TSL perlu dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal di sekolah (Aceh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar ketokohan TSL ini dirangkai dengan peresmian Kawasan Wisata Sejarah Melayu Nusantara di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gampong&lt;/span&gt; (kampung) Meunasah, Desa Leung, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen pada Jum’at (9/12/2011), dan dilanjutkan dengan lawatan sejarah ke situs-situs TSL baik yang berada di Samalanga maupun di kota-kota lain terutama di Kota Banda Aceh pada Sabtu (10/12/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang diwakili Sekda Aceh mengatakan seminar ini juga untuk menggali catatan dan tinggalan TSL yang masih tercecer.  “Dengan kehadiran para narasumber diharapkan dapat memperkaya informasi mengenahi TSL dan peninggalannya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Sepur I Gde Pitana mengatakan seminar ini digelar untuk merefkelsikan kembali sekaligus meneladani sikap dan prilaku yang dilakukan TSL semasa hidupnya untuk kemajuan Aceh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lewat seminar ini diharapkan para peserta bukan hanya mendapatkan ilmu yang seluas-luasnya dari para pembicara melainkan juga memberikan hasil nyata bagi perkembangan kesejarahan di Aceh pada umumnya dan Bireuen pada khususnya,” ungkap Pitana yang juga menjadi pengarah seminar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Nilai Sejarah, Ditjen Sepur Shabri Aliaman menambahkan bahwan seminar ini mengkaji sumber-sumber sejarah baik yang tertulis maupun tinggalan-tinggalan sejarah dari TSL sehingga dapat diperoleh titik terang tentang peran dan ketokohan TSL dalam sejarah dua bangsa yakni Indonesia dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari  seminar ini diharapkan dapat membangkitkan kembali keluhuran budaya dan adat istiadat Melayu  serta menumbuhkan minat dan kecintaan generasi muda kepada sejarah bangsanya. Dan tentu menjadikan sosok TSL sebagai pijakan dari pengkajian sejarah rumpun Melayu yang pada hakikatnya merupakan pengayaan dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia secara menyeluruh,” terang Shabri yang menjadi ketua panitia seminar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar yang  berlangsung di halaman belakang Kantor Bupati Bireuen, Aceh ini diikuti sekitar 450 orang  dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bunei Darussalam. Para pesertanya datang dari berbagai profesi seperti akademisi, sejarawan, pemerhati sejarah, guru dan mahasiswa sejarah serta masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembicara dari Indonesia antara lain Ketua Yanasa sekaligus dosen UIN Syarif Hidayatullah Oman Faturrahman, dosen  Univesitas Negeri Medan Phil Ichwan Azhari, ketua Majelis Adat Aceh Badruzzaman yang menyampaikan makalah bertajuk “Adat Budaya Aceh dalam Konstelasi Hubungan Raja-Raja Melayu (Tun Sri Lanang) di Aceh”, dosen UIN Syarif Hidayatulkah Dien Madjid (Menelusuri Tun Sri Lanang dalm Lintasan Sejarah Aceh), Sekda Bireuen Razuardi Ibrahim, dan MSI Aceh Misri A Muchsin dengan makalah “Pemahaman Keislaman di Aceh dalam Abad XVI-XVII M)”, serta Kadis Syariat Islam Aceh Rusjdi Ali Muhammad dengan makalah “Tun Sri Lanang  dalam Sejarah Dua Bangsa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara dari Malaysia antara lain ketua Majelis Ugama Pahang Dato’ Sri Abdul Wahid Wan Hasan dengan makalah berjudul “Salasilah Kekerabatan  Kesultanan Melayu Nusantara”, dosen Universitas Pendidikan Sulthan Idris Tanjung  Malim, Perak-Malaysia  Abdurrahman Nafiah, ketua Yayasan Warisan Johor Kamdi bin Haji Kamil dengan makalah “Tun Seri Lanang Permata Melayu Tersohor: Situs dan Peninggalannya”, dan dosen Universitas Sains di Penang-Malaysia Moh. Haji Saleh dengan makalah “Dunia Runtunan Cendikiawan: Tun Seri Lanang dan Pusar-Pusar Persoalannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pembicara satu-satunya dari Singapura adalah sastrawan Singapura Djamal Tukimin, serta arkeolog dari Art Historian ISEAS E.Edwards McKinnon dengan makalah bertajuk “Aceh Sebelum Aceh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djamal Tukimin dalam sinopsisnya mengatakan ketokohan TSL sudah bersemayam di hati sanubari masyarakat Melayu di Singapura.  “Bukti konkritnya nama TSL digunakan sebagai nama anugerah bagi sasterawan negara di Singapura sejak lebih dari 20 tahun lalu yakni Anugerah Tun Seri Lanang,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pocut Haslinda selaku ahli waris ke-8 TSL mengatakan seminar ini merupakan  salah satu upaya untuk mengungkap sejarah TSl agar masyarakat luas termasuk generasi muda mengetahuinya mengingat TSl bukan saja milik Aceh tapi milik Nusantara bahkan dunia Melayu. “Dalam kesempatan ini saya menyumbang 2.500 buku karya saya terkait keberadaan Sosok TSL antara lain buku Sulalatus Salatin Sejarah Melayu karya tulis TSL versi Populer,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kawasan Wisata Sejarah Melayu Nusantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Usai seminar, para peserta menghadiri pembukaan Kawasan Wisata Sejarah Melayu Nusantara (KWS-MN) di Samalanga, Bireuen yang diisi dengan serangkaian acara mulai dari penandatanganan Prasasti Sulalatus Salatin, penyerahan surat sertifikat  wakaf oleh ahli waris ke-8 TSL Pocut Haslida kepada Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman seluas 1 hektar, dilanjutkan dengan ziarah ke makam TSL, peletakan batu pertama perpustakaan TSL, hingga kunjungan ke Masjid Raya Samalanga, dan kenduri raya di Masjid Raya Samalanga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya rombongan melakukan lawatan sejarah ke situs-situs di Banda Aceh antara lain ke Kompleks Makam Sultan Iskandar Muda, Makan Raja-Raja Bugis, Museum Aceh, Gunongan Putroe Pahang dan Makam Sultan Iskandar Tsani, Makam Syiah Kuala, Benteng Indrapatra, Makam Kemalahayati, dan Rumah Cut Nyak Dien serta ke obyek-obyek pascatsunami  antara lain ke Museum Tsumani, Perahu di atas Rumah, dan Kapal PLTD Apung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irwandi  Yusuf dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Aceh mengatakan bahwa belum banyak masyarakat Aceh yang mengenal sejarah TSL.  “Saat makam TSL ditemukan pata 2004, kondisinya sangat memprihatinkan. Berkat kerjasama Pemerintah Aceh dengan Malaysia diadakan pembenahan secara bertahap,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah situs TSL di Samalanga perlahan dipugar, lanjut Irwandi kunjungan wisatawan ke Samalanga terus meningkat hingga diresmikan menjadi KWS-MN. “Diharapkan dengan adanya kunjungan wisman ke KWS-MN di Samalanga dapat menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat setempat dan sekitarnya,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman berharap dengan resmikannya KWS-MN di Samalanga akan makin banyak wisatawan yang datang ke Bireuen baik wisatawan lokal, Nusantara maupun mancanegara terutama dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. “Namun untuk meraih itu diperlukan promosi yang gencar dan dibenahi fasilitas pendukungnya terutama penyediaan akomodasi di Bireuen,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadisbupdar Aceh Jasman J. Ma’ruf  optimis tiga tahun kedepan KWS-MN di Samalanga ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman terutama asal Malaysia ke Aceh. “Jumlah wisman keseluruhan yang berkunjung ke Aceh selama 2011 ini mencapai 20.000an orang, terbanyak masih dari Malaysia. Tahun depan diharapkan jumlah itu naik 10 persen atau sekitar 24.000 orang, ” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-7827263868663285418?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/7827263868663285418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/seminar-ketokohan-tun-sri-lanang-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7827263868663285418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7827263868663285418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/seminar-ketokohan-tun-sri-lanang-di.html' title='Seminar Ketokohan Tun Sri Lanang di Bireuen Telurkan 3 Rekomendasi'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-GQWrRQO0y_s/TucTipiHocI/AAAAAAAAB6c/h2CA0mfzhrM/s72-c/Seminar%2BKetokohan%2BTun%2BSri%2BLanang%2Bdi%2BKantor%2BBupati%2BBireuen%252C%2BAceh%2Bpada%2BKamis%252C%2B8%2BDesember%2B2011%2Bmenghadirkan%2Bsejumlah%2Bpembicara%2Bdari%2B%2BIndonesia%252C%2BMalaysia%252C%2Bdan%2BSingapura.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-3203359555332975897</id><published>2011-12-11T09:35:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T21:21:34.434-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kedai  Kupi Aceh Bertranfromasi Jadi Kampus dan Kantor'/><title type='text'>Kedai Kupi Aceh Bertranfromasi Jadi Kampus dan Kantor</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dfUjzuY0kkA/TuWJ_dJNWaI/AAAAAAAAB6E/C_x-6VbTWaI/s1600/Gaya%2Bmeracik%2Bkopi%2Baceh.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-dfUjzuY0kkA/TuWJ_dJNWaI/AAAAAAAAB6E/C_x-6VbTWaI/s200/Gaya%2Bmeracik%2Bkopi%2Baceh.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685101827873135010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-6yM8US7zfu8/TuWJ6GJr0yI/AAAAAAAAB54/9-9H-6dFUKU/s1600/Pengunjung%2Bkedai%2Bkopi%2Bbergaya%2Bmodern%2Bdi%2BBireuen.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-6yM8US7zfu8/TuWJ6GJr0yI/AAAAAAAAB54/9-9H-6dFUKU/s200/Pengunjung%2Bkedai%2Bkopi%2Bbergaya%2Bmodern%2Bdi%2BBireuen.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685101735801770786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berkunjung ke Tanah Rencong kurang komplit kalau belum menyeruput kupi (kopi) di kedai-kedai kopinya yang tersebar di sejumlah kota, mulai dari Banda Aceh sampai kota-kota kabupaten.  Tujuh tahun pascatsunami, sejumlah kedai kopinya berubah fungsi, bukan sekadar tempat santai sambil ngobrol bermacam topik hangat,  pun bertransformasi  menjadi ruang kelas kampus bagi sejumlah mahasiswa, bahkan tempat menyelesaikan pekerjaan  dan bisnis bagi sebagian wiraswatawan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di Kota Banda Aceh, terdapat puluhan kedai kopi mulai dari kelas kaki lima sampai kelas restoran. Solong Coffee yang berdiri sejak tahun 1974, salah satun kedai yang ramai peminatnya dari dulu hingga kini  di daerah yang di sebut Ulee Kareng. Kendati muncul kedai kopi baru dengan tampilan yang lebih modern, gaya, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;trendy&lt;/span&gt;, tetap saja kedai kopi ini tak pernah sepi pengunjungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Ulee Kareng, harga secangkir kopi biasa Rp 3.500 dan kopi susu Rp 6.000. Ssetiap hari ada perputaran uang sekitar Rp 10 juta di daerah ini. Belum di daerah lain. Bayangkan. Mungkin karena keuntungan yang menggiurkan itulah yang membuat kedai-kedai kopi baru bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan bisnis kedai kopi pun tak terelakkan. Masing-masing kedai kopi berlomba menawarkan pelayanan berbeda untuk menjaring tamu.  Kedai-kedai kopi terutama di Kota Banda Aceh misalnya dilengkapi dengan fasilitas WiFi. Ada juga yang memasang layar. Pengunjung bisa sambil nonton film ataupun pertandingan sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kedai kopi bergaya modern yang digandrungi warga Banda Aceh dan sekitarnya adalah Dhapu Kupi. Kelebihan kedai kopi modern ini dirancang dengan konsep terbuka. Pengunjungnya dapat menikmati suasana Jalan Simpang Surabaya dari lantai dua selama 24 jam. Pemiliknya, Tarmizi asal Pidie mengaku meraup omset sampai Rp 2 miliar setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada sejumlah kedai kopi lain yang juga selalu ramai peminatnya seperti kedai Ayah-Solong dan Warkop Chek Yukee di Jalan Pinggir Kali, Banda Aceh. Begitu pun di kota-kita kabupaten di seluruh Aceh. Melihat realita itu, wajar rasanya bila Aceh disebut Provinsi Sejuta Kedai Kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan kedai kopi di Bumi Sultan Iskandar Muda ini sempat menimbulkan imej kurang sedap. Konon, dulu ada tudingan bahwa pria Aceh cuma bisanya nongkrong di kedai-kedai kopi berjam-jam untuk membicarakan masalah keluarga, politik lokal, nasional, dan isu yang sedang hangat dan menjad&lt;span style="font-style:italic;"&gt;i headline&lt;/span&gt; di surat kabar termasuk skandal pejabat dan gosip panas artis. Namun kalau Anda telusuri lebih jauh lagi dengan mengamati prilaku pengunjung kedai kopi era kini, citra itu bakal sirna seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja di sejumlah kedai kopinya, pengunjungnya yang didominasi kaum lelaki tak sekadar melampiaskan kegemarannya menyeruput kopi spesial Aceh yang diracik khusus dengan proses pembuatannya  yang juga beda, pun sekaligus melakukan kegiatan lain sesuai profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa sejumlah universitas swasta dan negeri di Banda Aceh misalnya, menjadikan kedai kopi juga sebagai tempat untuk merampungkan tugas-tugas kuliah. Jadi semacam ruang kelas kampus. Dengan membawa notebook, laptop, dan kini tablet PC yang ringkas, mereka betah berlama-lama di kedai kopi favoritnya untuk browsing mencari data secara online, mengetik tugas da lainnya. Biasanya mahasiswa datang bersama rekannya, minimal 2-3 orang. Tak sedikit yang datang dalam kelompok yang agak besar 4-6 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridwan (24) misalnya salah seorang mahasiswa swasta di Banda Aceh mengaku hampir tiap hari singgah di kedai kopi untuk merampungkan tugas kuliah yang diberikan dosen. “Di kedai kopi bikin tugas kuliah bareng teman jadi lebih santai dan asyik dibanding di rumah,” akunya yang diamini Fadli (23) teman kuliahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi serupa pun dilakoni Arman (40), pemilik salah satu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;rental car&lt;/span&gt; di Banda Aceh. Bedanya dia menyelsaikkan tugas dan mengatur penyewaan mobilnya di kedai kopi. “Mesti ada kantor, saya lebih suka mengatur jadual kerja sopir saya termasuk pembayaran sewa mobil di kedai kopi, ya sambil ngupi,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Arman lagi, sejumlah rekannya juga kerap melakukan transaksi bisnis dari kedai kopi. “Bisa dibilang kedai kopi sekarang jadi kantor kedua bagi sejumlah wiraswastawan,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rumah Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik lagi, tak semua orang yang gemar ke kedai kopi di Banda Aceh untuk minum kopi. Ada juga yang justru untuk meminum jenis minuman lain seperti teh manis hangat. Ini diakui Yuzar yang pernah bekerja di sebuah NGO (LSM). “Aku tidak suka ngupi, jadi kalau ke kedai kopi pesannya teh manis,” akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuzar juga mengaku tidak suka kedai kopi yang terlalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;crawded&lt;/span&gt;. Dia memilih kedai kopi yang sepi pengunjungnya. Yuzar tak heran kalau ada perubahan kedai kopi menjadi kampus dan kantor. Bahkan menurutnya banyak orang Aceh yang menjadikan warung kopi sebagai rumah kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan Yuzar dibuktikan dengan pernyataan Tarmizi.  Menurutnya  banyak kedai kopi yang dijadikan tempat pelarian masalah keluarga. “Saat ada masalah dengan istrinya, banyak suami yang memilih sarapan di kedai kopi.  Sarapan istrinya pun tak disentuh,” akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan lain, kedai kopi pun kerap dijadikan sebagai lokasi pelarian sejumlah PNS yang mangkir kerja atau korupsi jam kerja. Masalah ini sempat membuat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf  gusar hingga menggelar "sweeping" ke kedai kopi favorit pejabat di Banda Aceh.  Konon, sejak itu pegawai berseragam  negeri itu banyak yang gerah duduk di kedai kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kedai kopi di Banda Aceh, Anda bukan hanya bertemu dengan mahasiswa dan wiraswasta, pun mermacam rupa orang dengan beragam profesinya seperti gubernur, bupati, wali kota, anggota DPRD, pengusaha, kontraktor, guru, ulama, sampai pengangguran. Termasuk tamu dari luar Aceh yang sedang beriwisata dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan kedai kopi tak dipungkiri menjadi magnit tersendiri bagi orang luar Aceh. Buktinya banyak wisatawan yang datang ke Serambi Mekkah ini bukan semata ingin melihat Masjid Raya Baiturrahman nan cantik dan mengunjungi obyek-obyek pascatsunami-nya seperti museum tsunami, kuburan massal korban tsunami, Kapal PLTD Apung, dan Perahu di atas Rumah, pun  mendatangi kedai kopi untuk menikmati racikan kopi Robusta maupun Arabica dari Gayo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi itu pun dilirik oleh  Disbudpar Kota Banda Aceh dengan menggelar Festival Kopi Aceh atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aceh Coffee Festival 2011&lt;/span&gt; baru-baru ini 25 - 27 Nopember 2011. Festival ini rencananya bakal digelar tiap tahun untuk memperkenalkan Kopi Aceh ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Aceh pantas berjuluk  Provinsi Sejuta Kedai Kopi, lain halnya dengan Manggar di Pulau Belitung yang juga memiliki sejumlah warung kopi sehingga berjuluk Kota Seribu Warung Kopi. Meski kota yang  pernah menjadi salah satu lokasi syuting film fenomenal Laskar Pelangi ini memiliki banyak kedai kopi, tetap saja atmosfirnya beda dengan di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tak percaya, datang saja ke kedua tempat itu lalu bandingkan perbedaan suasananya. Di Aceh, Anda bakal menemukan atmosfir baru kedai kopi yang bukan melulu tempat bersantai sambil&lt;span style="font-style:italic;"&gt; ngobrol ngolor-ngidul&lt;/span&gt;, pun &lt;span style="font-style:italic;"&gt;meeting point&lt;/span&gt; untuk urusan bisnis, tugas kampus, sosialisasi maupun komunitas, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-3203359555332975897?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/3203359555332975897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/kedai-kupi-aceh-bertranfromasi-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3203359555332975897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3203359555332975897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/kedai-kupi-aceh-bertranfromasi-jadi.html' title='Kedai Kupi Aceh Bertranfromasi Jadi Kampus dan Kantor'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dfUjzuY0kkA/TuWJ_dJNWaI/AAAAAAAAB6E/C_x-6VbTWaI/s72-c/Gaya%2Bmeracik%2Bkopi%2Baceh.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-5977096798251544560</id><published>2011-12-11T04:31:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T05:05:35.445-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obyek wisata di Kabupaten Bireuen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ada SESUATU Antara Banda Aceh dan Bireuen'/><title type='text'>Ada SESUATU Antara Banda Aceh dan Bireuen</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-pmCf-4kkg_k/TuSkQpBSAWI/AAAAAAAAB5s/NlB-xSIwDWk/s1600/Pantai%2BUjung%2BBlang%2Bdi%2BBireuen.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-pmCf-4kkg_k/TuSkQpBSAWI/AAAAAAAAB5s/NlB-xSIwDWk/s200/Pantai%2BUjung%2BBlang%2Bdi%2BBireuen.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684849235444498786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Syj5JtIlJes/TuSkLL_2IcI/AAAAAAAAB5g/EYKRONd6Ebk/s1600/Makam%2BTun%2BSri%2BLanang%2Bdi%2BSamalanga%252C%2BBireuen.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Syj5JtIlJes/TuSkLL_2IcI/AAAAAAAAB5g/EYKRONd6Ebk/s200/Makam%2BTun%2BSri%2BLanang%2Bdi%2BSamalanga%252C%2BBireuen.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684849141754503618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Kalau berkunjung ke Kabupaten Bireuen dari Banda Aceh, Anda bakal menemukan SESUATU yang beda di beberapa titik di sepanjang ruas jalannya. Anda dapat melihat sejumlah situs bersejarah berupa masjid tua, makam Tun Sri Lanang, obyek alam Gunung Seulawah dan sungai berbatu atau Kreung Batee Iliek, pantai dan tentu saja buah-buahan serta kulinernya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lepas Anda ber-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;city tour&lt;/span&gt; ke sejumlah obyek wisata pascatsunami dan situs peninggalan Tun Sri Lanang  di Banda Aceh, sebaiknya jangan pulang dulu. Teruskan saja kunjungan Anda ke Kabupaten Bireuen untuk menikmati tinggalan Tun Sri Lanang lainnya yang kini dijadikan Kawasan Wisata Sejarah Melayu Nusantara (KWS-MN) di Samalanga dan sejumlah obyek lain yang tak kalah menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Banda Aceh ke Bireuen hanya butuh waktu sekitar 5 jam dengan kendaraan roda empat. Anda bisa naik bus umum, namun paling enak dengan menyewa mobil travel sejenis kijang berkapasitas 7 orang seharga Rp 450 ribu per hari belum termasuk bahan bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski lumayan jauh dan melelahkan namun akses jalan dari Banda Aceh ke Bireuen cukup menyenangkan hati. Jalannya beraspal mulus dan lebar, lalu lintasnya pun terbilang lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling menyenangkan lagi ada sejumlah obyek yang dapat dilihat seperti beberapa masjid tua di Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya dan beberapa masjid lain yang tidak termasuk masjid tua namun memiliki arsitektur yang menarik untuk diabadikan seperti masjid di Sigli dan Masjid Raya Sareh yang kerap disingahi pengendara untuk beristirahat sejenak sambil menunaikan shalat Ashar sebelum melanjutkan kembali perjalanan ke Bireuen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seberang Masjid Raya Sareh ada kedai kopi milik Yahya yang sudah 25 tahun berjualan di tempat ini. Dia juga berjualan martabak Aceh. Harga segelas kopi tariknya cuma Rp 2.000 dan aneka panganan seperi kue pisang dan ketan yang berisi pisang seharga Rp 1.000 per potong.  Selain itu ada deretan pedagang panganan khas Sareh berupa aneka keripik ubi, singkong seharga Rp 8.000 per bungkus dan kacang rebus berwarna kuning karena direbus dengan air kunyit seharga Rp 2.000 per ikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau datang pas musim buah seperti bulan Oktober-Desember ini, Anda bakal menemukan banyak pedagang aneka buah di sepanjang jalan seperti buah langsat, rambutan, manggis, durian, pisang, dan belimbing sayur dengan harga yang masih bisa ditawar,  serta air aren yang dimuat dalam botol plastik seharga Rp 5.000 per botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan menawan pegunungan dan lembah juga yang dapat Anda lihat sewaktu melintasi lereng Gunung Seulawah. Di tempat berudara sejuk berhutan pinus ini Anda dapat meluruskan kaki sejenak sambil menikmati kopi atau teh hangat di salah satu warungnya. Sayangnya, di tempat indah ini belum ada penginapan, baik itu vila ataupun &lt;span style="font-style:italic;"&gt;homestay&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun dari Seulawah tepatnya di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kreung&lt;/span&gt; (Sungai) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Batee Iliek&lt;/span&gt;, Anda bisa istirahat sejenak sambil menikmati gemuruh air sungai yang berbatu. Di tepi sungai ini ada deretan kedai dan rumah makan yang menyajikan panganan dan tentu saja &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kupi&lt;/span&gt; (kopi) Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari Kreung Batee Iliek Anda akan bertemu dengan persimpangan Samalanga. Belokkan mobil Anda ke kiri lalu menuju Kawasan Wisata Sejarah Melayu Nusantara yang baru diresmikan Pemkab Bireuen pada Jumat, 9 Desember 2011.  Di kawasan ini Anda bisa melihat makam Tun Sri Lanang, tokoh Melayu dari Malaysia yang kemudian menjadi raja pertama di Samalanga, rumah bekas kediamannya, dan  masjid Raya Samalanga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempat itu, Anda lanjutkan perjalanan ke Kota Bireuen. Di kota ini Anda dapat menikmati makanan khasnya seperti Sate Matang, dan aneka buah durian dengan ketan serta menyeruput kopi di kedai 88 atau santap malam di Warung Habiby yang menyajikan aneka masakan khas Aceh dan ayam bakar penyet serta aneka jus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel di Kota Bireuen memang belum sebanyak di Banda Aceh, apalagi hotel berbintang. Salah satu hotel yang dapat Anda pilih Hotel Graha Buana untuk bermalam selama di Bireuen. Tarifnya mulai dari Rp 250.000 sampai Rp 350 ribu per kamar. Lokasi hotelnya di Jalan Laksamana Malahayati, tak jauh dari pusat kota, dekat pertigaan Pendopo Bupati Bireuen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya lanjutkan perjalanan Anda menjelajahi kota dan Kabupaten Bireuen antara lain ke Pantai Ujung &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Blang&lt;/span&gt; (sawah) yang belum terkelola dengan baik padahal pantainya landai berpasir lembut dan panjangnya mencapai lebih dari 2 Km.  Sewaktu menikmati pantai ini, jangan lupa mencicipi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lincah&lt;/span&gt; (rujak) Aceh di warung tepat di muka pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa singgah di Pusat Informasi Pembanganan Kabupaten Bireuen di  Pendopo Bupati Bireuen. Di tempat ini Anda dapat melihat sejumlah foto kejadian tsunami di Banda Aceh dan sekitarnya, foto-foto perlawanan masyarakat Aceh terhadap Belanda, foto rumah khas Bireuen yang disebut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rumoh Santeuet&lt;/span&gt; (rumah sama rata tingginya), foto obyek wisata sejarah di Bireuen, kliping surat kabar tetang Bireuen, dan sejumlah buku antara lain buku Aceh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pungo&lt;/span&gt; (Aceh Gila) serta beberapa lukisan, termasuk lukisan wajah Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Profil Bireuen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Bireuen yang terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 48 Tahun 1999 dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 48 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Simeulue (Lembar Negara Tahun2000 Nomor 75, tambahan Lembar Negara Nomor 3963) ini memiliki luas wilayah 1.901,21 Km2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas wilayahnya di bagi menjadi beberapa kawasan peruntukan, antara lain kawasan irigasi pertanian dan perkebunan Waduk Paku sekitar 3 hektar di  Simpang Mamplam, kawasan perkebunan kakao di sekitar 500 hektar di Peulimbang, kawasan agrowisata dan Taman Reptil sekitar 20 hektar di Kecamatan Jeumpa,  kawasan peternakan terpadu Waduk Urong Sapi sekitar 60 hektar di  Kecamatan Gandapura, kawasan perkebunan dan wisata air Kreung Simpo sekitar 150 hektar di Kecamatan Juli, dan kawasan wisata gua benteng Jepang Batee Glungku di Kecamatan Pandrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tahun 2006, secara administratif Kabupaten Bireuen ini terdiri dari 17 kecamatan, 70 mukim serta 559 desa, dan 2 Kelurahan. Jumlah penduduknya pada tahun 2006 sebanyak 354.763 jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak Kabupaten Bireuen sangat strategis dan potensial untuk dikembangkan sebagai kota perdagangan dan pusat pemerintahan serta pariwisata karena diapit langsung oleh 4 (empat) Kabupaten. Sebelah Selatan berbatasan langsung dengan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah yang menjadi pintu gerbang kawasan sentra produksi komoditas holtikultura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Pidie yang terkenal dengan hasil kerupuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;melinjo&lt;/span&gt; (emping). Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Aceh Utara sebagai Sentra Industri besar yang diharapkan dapat mengalirkan limpahan (forward shiffing) bagi industri kecil, dan sebelah Utara berbatasan langsung dengan Selat Malaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penandatanganan MoU perdamaian antara pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, kondisi keamanan di Kabupaten Bireuen saat ini sudah sangat kondusif, aman dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tak ada alasan cemas untuk berkunjung dan menikmati SESUATU di perjalanan antara Banda Aceh hingga Bireuen dan kemudian menjelajahi Bireuen lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp;  Foto: Adji Kurniawan&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-5977096798251544560?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/5977096798251544560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/ada-sesuatu-antara-banda-aceh-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5977096798251544560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5977096798251544560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/ada-sesuatu-antara-banda-aceh-dan.html' title='Ada SESUATU Antara Banda Aceh dan Bireuen'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-pmCf-4kkg_k/TuSkQpBSAWI/AAAAAAAAB5s/NlB-xSIwDWk/s72-c/Pantai%2BUjung%2BBlang%2Bdi%2BBireuen.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-4984856621088081525</id><published>2011-12-05T23:43:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T23:48:56.377-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pulau Umang Kembangkan Konsep Green Island'/><title type='text'>Pulau Umang Kembangkan Konsep Green Island</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mjrWeW3YLr4/Tt3Iy3oDs_I/AAAAAAAAB48/bsYcXEks1wk/s1600/Meniti%2Bdermaga%2Bkayu%2Bdi%2BPulau%2BUmang%252C%2BBanten.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-mjrWeW3YLr4/Tt3Iy3oDs_I/AAAAAAAAB48/bsYcXEks1wk/s200/Meniti%2Bdermaga%2Bkayu%2Bdi%2BPulau%2BUmang%252C%2BBanten.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682919081062413298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-XYE66E3W3CE/Tt3Io4lPkmI/AAAAAAAAB4w/kZ61iAsk2n8/s1600/Salah%2Bsatu%2BPohon%2BOar%2Byang%2Bartistik%2Bdi%2BPulau%2BOar%252C%2BBanten.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-XYE66E3W3CE/Tt3Io4lPkmI/AAAAAAAAB4w/kZ61iAsk2n8/s200/Salah%2Bsatu%2BPohon%2BOar%2Byang%2Bartistik%2Bdi%2BPulau%2BOar%252C%2BBanten.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682918909520351842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Pulau Umang peduli lingkungan. Ini buktikan oleh pengelolanya dengan menerapkan Green Umang sejak 2010 lalu.  Manfaatnya bukan saja kelestariannya tetap terjaga, pun mampu menyedot wisman yang mulai bawel dengan produk wisata berlabel green.  Apa saja yang dilakukan pengelola pulau mini ini terkait wisata ramah lingkungan?&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pulau Umang di Teluk Panaitan, perairan Selat Sunda, Sumur, Provinsi Banten pengelolanya mulai menawarkan liburan berkonsep ramah lingkungan atau istilah kerennya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;eco tourism&lt;/span&gt; dengan bermacam program, antara lain program  "ayo tanam sejuta pohon", transplantasi terumbu karang, dan reservoir air yang alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Christian P.B Halim pemilik dan pengelola pulau ini, sejak 2010 Pulau Umang menerapkan program &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Green Umang&lt;/span&gt; yang mengkampanyekan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;green concept&lt;/span&gt; antara lain dengan tidak menggunakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;stereoform&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak pejabat yang mengikuti program penanaman sejuta pohon di pulau ini antara lain Marzuki Usman, mantan menteri pariwisata yang namanya tercantum di papan bercat hijau di salah satu pohon yang ada di pulau ini. “Dengan menanam 1 pohon, kita dapat menyumbang oksigen dan menyelematnya 1 manusia dewasa,” jelas Christian lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah bangunan di Pulau Umang juga berkonsep back to nature, seperti dermaga kayu sepanjang sekitar 50 meter yang terbuat dari balok-balok kayu dengan sejumlah tiang dari batang pohon kelapa dan 60 bangunan kamarnya yang diodominasi bahan kayu.&lt;br /&gt;Seluruh room-nya berkonsep terbuka atau living room yang menghadap ke laut. Pengunjung dapat menikmati sunrise jika mendapat room yang menghadap ke Timur dan mengabadikan sunset jika menghadap ke Barat dari teras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping tempat berlibur dan corporate outing yang menarik, pulau ini juga menjadi lokasi gathering dan meeting. Pasalnya tersedia ruang rapat (meeting room) yang di lengkapi dengan drugstore, bangquet hall, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang belum puas dan ingin mencari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;spot diving&lt;/span&gt;, pengelola pulau Umang menawarkan paket ke Pulau Peucang yang termasuk kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Harga paketnya Rp 3,5 juta per one day trip maksimal untuk 8 orang dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam dari Pulau Umang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai beraktivitas di pulau kembar Umang dan Oar, pengunjung dimajakana dengan sensasi pijatan ala Indomesia maupun mancanegara. Tingal pilih mau pijat ala Prancis atau Swedia di gazebo yang dua dari empat kaki penopangnya, terpancang di laut perairan Pulau Umang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kelebihan yang dimiliki kedua pulau ini, wajar saja meski harus ditempuh beberapa jam dari Jakarta, tetap saja peminatnya banyak termasuk wisman terutama asal Australia, Korea, dan Jepang yang datang  dalam keluarga maupun grup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu rombongan staff Pusat Komunikasi Publik (PKP), Kementerian Pariwisat dan E&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;konomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Orientasi dan Outbound  di Pulau Umang, 3 Desember lalu, masih ada 2 rombongan dari perusahaan lain termasuk satu keluarga Aga, mahasiswa Universitas Al-Azhar dengan seorang adik perempuannya dan kedua orangtuanya yang berlibur dan ikut water sport di Pulau Oar berbarengan dengan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku suka snorkeling di laut, begitu juga adik dan ayahku, makanya kami memilih berlibur ke Pulau Umang dan Oar ini,” aku Aga, pemuda bertubuh jangkung usai puas ber-snorkeling di perairan Pulau Oar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Infrastruktur Pas-pasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Christian mengakui perjalanan ke Pulau Umang dari Jakarta masih penuh perjuangan. Lokasi nya pun sedikit terisolasi dan infrastruktur pas-pasan, terutama jalan dari Cibiliung ke Sumur yang naik turun bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua rute perjalanan ke Pulau Umang dari Jakarta. Rute pertama lewat Pandeglang sepanjang sekitar 183 Km. Dari Jakarta  tol Kebun Jeruk-Merak-keluar Tol Serang Timur atau KM 71 lalu masuk ke Pandeglang-Labuan-Tarogong-Citeurup-Cigeulis-Cibaliung-Cimanggi, dan terakhir ke Sumur selama sekiar 6-8 jam tergantung banyaknya rombongan. Baru kemudian menyeberang ke Pulau Umang sekitar 5 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rute kedua lewat Anyer sepanjang 215 Km dari tol Kebun Jeruk-Merak-keluar pintu tol Cilegon Barat, diteruskan ke Anyer-Carita-Labuan-Tarogong-Citeurup-Cigeulis-Cibaliung-Cimanggu, dan Sumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi jalan dari Serang sampai Pandeglang cukup baik. Lalulintasnya cenderung ramai lancar pada pagi hari sampai jelang malam hari. Dari Pandeglang sampai Labuan ada beberapa lubang di ruas jalan dengan lalulintas lancar.  Sedangkan kondisi jalan dari Cibaliung sampai Sumur merupakan jalan desa beraspal dengan kontur naik turun dan berkelok-kelok di beberapa bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika Anda ingin menikmati kegiatan outbound maupun &lt;span style="font-style:italic;"&gt;water sport&lt;/span&gt; di Pulau Umang dan Oar, terlebih jika ingin melanjutkan perjalanan ke Pulau Peucang dan pedalaman hutan TNUK, sebaiknya Anda menyediakan waktu yang cukup dan berkondisi fisik prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada salahnya Anda melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;warming up&lt;/span&gt; atau pemanasan sebelum beraktivitas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;outdoor&lt;/span&gt; agar tubuh tidak kaget. Sementara untuk menekan anggaran biaya yang cukup tinggi, sebaiknya Anda pergi secara rombongan sehingga bisa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;share&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-4984856621088081525?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/4984856621088081525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/pulau-umang-kembangkan-konsep-green.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/4984856621088081525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/4984856621088081525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/pulau-umang-kembangkan-konsep-green.html' title='Pulau Umang Kembangkan Konsep Green Island'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-mjrWeW3YLr4/Tt3Iy3oDs_I/AAAAAAAAB48/bsYcXEks1wk/s72-c/Meniti%2Bdermaga%2Bkayu%2Bdi%2BPulau%2BUmang%252C%2BBanten.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-5037668223884099672</id><published>2011-12-05T23:32:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T00:19:17.643-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesona Twins Island Umang dan Oar'/><title type='text'>Pesona Twins Island Umang dan Oar</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zQIfXOozcuU/Tt3HN8eiHMI/AAAAAAAAB4k/aO_oImtjK9c/s1600/Menikmati%2Bkolam%2Brenang%2Bmenghadap%2Blaut%2Bdi%2BPulau%2BUmang.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-zQIfXOozcuU/Tt3HN8eiHMI/AAAAAAAAB4k/aO_oImtjK9c/s200/Menikmati%2Bkolam%2Brenang%2Bmenghadap%2Blaut%2Bdi%2BPulau%2BUmang.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682917347197852866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2sFEQBawsGw/Tt3HFUMR-xI/AAAAAAAAB4Y/lK3XJKY15LM/s1600/Banana%2Bboat%2Bdi%2Bperairan%2BPulau%2BOar.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2sFEQBawsGw/Tt3HFUMR-xI/AAAAAAAAB4Y/lK3XJKY15LM/s200/Banana%2Bboat%2Bdi%2Bperairan%2BPulau%2BOar.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682917198944926482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Banyak pulau di perairan Selat Sunda yang bakal menjadi harapan wisata pulau masa depan. Ini terkait akan dibangun beberapa infrastruktur termasuk Jembatan Selat Sunda di sekitar kawasan ini. Ada beberapa pulau yang sudah lebih dulu mencuri start dengan menjadikannya sebagai obyek wisata antara lain Pulau Umang dengan pulau pasangan kembarnya Oar. Apa kelebihan twins island Umang dan Oar ini?&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“More than just stay at Pulau Umang,” begitu seloroh Christian P.B Halim pemilik sekaligus pengelola pulau berukuran sekitar 5 hektar yang bersemayam di perairan Selat Sunda, tepatnya di sebuah Teluk Panaitan, Sumur, Provinsi Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata apa yang dikatakannnya memang benar. Di Pulau Umang yang berluas 5 hektar dan Oar sekitar 3,5 hektar, pengunjung bukan hanya sekadar menginap tapi dapat melakukan berbagai kegiatan menarik seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;outbounbd, watersport&lt;/span&gt;, dan kegiatan ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program outbound-nya antara lain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Amazing Adventure&lt;/span&gt; berupa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fun games&lt;/span&gt; Rp 150 ribu nett/pax, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fun outbound atau treasure hunt&lt;/span&gt; Rp 350 ribu nett/pax, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;outbound training&lt;/span&gt; Rp 550 ribu nett/pax, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;challenge outbound&lt;/span&gt; Rp 750 ribu nett/pax serta &lt;span style="font-style:italic;"&gt;family outbound&lt;/span&gt; Rp 150 ribu per fax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan program water sport-nya antara lain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;flying fish&lt;/span&gt; Rp 200 ribu 15 menit untuk 3 orang, jetski Rp 200 ribu untuk 2 0rang selama 15 menit, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;banana boat&lt;/span&gt; Rp 250 ribu untuk 5 orang per 15 menit, snorkeling Rp 75 ribu per orang per trip, memancing di laut (fishing) Rp 300 ribu untuk 4 orang selama 2 jam atau Rp 75 ribu per orang selama 2 jam, dan sunset cruise atau menikmati pesona matahari terbit dengan kapal boat Rp 50 ribu per orang minimal 2 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pulau Umang ada sejumlah banguan permanen yang tetap berkonsep &lt;span style="font-style:italic;"&gt;back to nature&lt;/span&gt;. Bangunan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Sunrise Dome&lt;/span&gt; yang menjadi ikon bangunan di pualau ini, menjadii tempat untuk memikmati pesona matahari terbit (sunrise) yang fantastik dan menjadi salah satu kelebihan pulau ini selain juga dapat melihat kemolekan pemandangan saat-saat matahari tenggelam di batas lautan (sunset). Bangunan ini sekaligus menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lobby&lt;/span&gt; dan tempat bersantap sambil dihibur suguhan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;live music&lt;/span&gt; organ tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan lainnya 60 kamar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Suites&lt;/span&gt; yang dapat memuat maksimal 5 orang. Masing-masing kamar di dalamnya terdapat 2 kasur berkelambu warna serba putih di bagian atas dan 3 kasur tanpa kelambu di bagian bawah ruang tamu, 2 AC yang menempel di dinding bagian atas dan 1 kamar mandi dan sebuah TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga room-nya untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;week day&lt;/span&gt; Rp 1,2 juta nett/pax.  Untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;week and&lt;/span&gt; Rp 1,5 juta nett/pax dan saat high season weekand dan long weekand Rp 1,65 juta nett/pax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paket ini bernama &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Amazing Holiday&lt;/span&gt; untuk 3 hari 2 malam bisa sharing 4 orang per room. Sudah termasuk  2 kali makan siang, malam dan makam pagi, eksta bad untuk 2 orang, transfer boat,  komplimentari trip ke Pulau Oar untuk 4 orang pergi-pulang, dan snorkeling untuk 2 orang,” jelas hotel manager Pulau Umang Nanang Aries S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada paket inap lain khusus bulan madu dengan nama paket &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Amazing Honeymooners&lt;/span&gt; untuk 3 Hari 2 malam, paket pemotretan pernikahan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Amazing Prewedding&lt;/span&gt; untuk 2 hari 1 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Free fasilitasnya antara lain voli pantai, tenis meja, futsal pantai, dan swiwming. Buat yang suka karoke dapat meyewa karoke hall 250 ribu per dua jam. Dan jika ingin bermain biliar tersedia &lt;span style="font-style:italic;"&gt;full table &lt;/span&gt;biliar Rp 25 ribu per satu jam. Kalau ingin mereka suara saat tampil di panggung dapat memesan kits video music recording Rp 150 ribu per 1 disc berdurasi 1,5 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nanang, sejak 6 bulan belakangan ini Pulau Umang diblok oleh perusahaan-perusaahan besar. “Sebelum, rombongan mas datang, ada beberapa perusahaan dari Jakartya dan Serpong yang memblok satu pulau ini sebanyak 300 orang lebih. Jadi tidak ada tamu lain, cuma perusahaan itu saja,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati infrastruktur masih belum memadai, Christian yakin ke depan Pulau Umang berprosfek kian cerah.  Pasalnya nanti akan Bandara Citeurep, Panimbang PLTU Suralaya, dan rencana pembangunan jalan tembus sepanjang 22 Km dari Tanjung Lesung ke Sumur serta adanya Jembatan Selat Sunda (JSS) yang dapat mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan dari daratan Sumatera. “Semua infratsruktur tersebut tentu akan berdampak positif bagi pengembangan wisata di Banten termasuk di Pulau Umang ke depan,” akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi nilai lebih pulau ini karena memiliki satu pulau kembarannya yang bernama Pulau Oar, di sebelah Barat Pulau Umang sekitar 700 meter dari Pulau Umang. Di pulau seluas sekitar 3,5 hektar itu tidak ada bangunan permanen, hanya ada beberapa saung sederhaha di pantainya dan rumah bilik yang ditinggali penjaga pulau ini serta tempat bilas terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tamu Pulau Umang yang ingin ke Pulau Oar disediakan boat atau kapal nelayan dengan waktu tempuh sekitar 5-10 menit. Kalau yang pandai berenang juga bisa merenangi selat ke Pulau Oar. Sudah beberapa kali digelar lomba renang dari Pulau Umang ke Pulau Oar,” terang Christian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pulau Oar pengunjung dapat melakukan berbagai olahraga air atau water sport seperti banana boat, jetski, snorkeling, berenang, berjemur, voli pantai dan sepak bola pantai. Bagi yang tidak suka, cukup berjalan kaki mengelilingi pulau sambil hunting foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Snorkeling di perairan Pulau Oar dapat melihat terumbu karang keras dengan bermacam ikan hias seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;butterfly fish&lt;/span&gt;. Kalau arus sedang tenang dan cuaca cerah, pemandangan bawah lautnya lebih indah dan jelas terlihat,” papar Arman instruktur snorkeling di Pantai Oar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lebih Virgin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Usai ber-water sport  pengunjung dapat menikmati segarnya air kelapa merah dan kelap ijo yang dipetik dari pohon kelapa yang tumbuh di pulau ini, ditambah dengan panganan sarabi yang dijajakan salah seorang petugas setempat. “Di pulau ini, selain didominasi pohon kelapa, juga banyak dijumpai tanaman Oar atau pohon sejenis bakau. Oleh karenanya dinamakan Pulau Oar,” jelas Armaya petugas penjaga Pulau Oar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banding Pulau Umang, keasrian Pulau Oar lebih terasa, termasuk keindahannya. Oar terasa lebih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;virgin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;. Bentangan pantainya lebih luas dengan pasir putih dan kecoklatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian Barat pulau ini ditumbuhi tanaman bakau yang mnghadirkan pesona tersendiri. Ada beberapa pohon bakau dengan akar-akar panjang menjalar ke permukaan pantai disertai ribuan tunas bakau baru, mencipatkan pemandangan yang artistik. Tak heran lokasi ini kerap dipilih fotografer untuk mengabadikan keindahannya termasuk para calon pengantin yang berfoto prewedding di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini pun menjadi lokasi terbaik untuk mengabadikan sunset dari Pulau Oar. Berlatar depan hutan bakau dengan hamparan tunas bakau baru serta sejumlah baru karang, dipastikan bakal mendapatkan gambar yang fantastik dan SEMPURNA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-5037668223884099672?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/5037668223884099672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/pesona-twins-island-umang-dan-oar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5037668223884099672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5037668223884099672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/pesona-twins-island-umang-dan-oar.html' title='Pesona Twins Island Umang dan Oar'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-zQIfXOozcuU/Tt3HN8eiHMI/AAAAAAAAB4k/aO_oImtjK9c/s72-c/Menikmati%2Bkolam%2Brenang%2Bmenghadap%2Blaut%2Bdi%2BPulau%2BUmang.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-6207484638805371590</id><published>2011-12-05T06:11:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T23:52:06.145-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sektor Pariwisata Indonesia Tak Rentan Krisis Global'/><title type='text'>Sektor Pariwisata Indonesia Tak Rentan Krisis Global</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_ANs-jpJ57M/Tt3Jmxrtm3I/AAAAAAAAB5U/Gc1OcdVGrCo/s1600/tn.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_ANs-jpJ57M/Tt3Jmxrtm3I/AAAAAAAAB5U/Gc1OcdVGrCo/s200/tn.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682919972820327282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-uzyvbm5lhdM/Tt3JiVP0TaI/AAAAAAAAB5I/Gbpp4NFGbWI/s1600/tn%2B%25281%2529.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-uzyvbm5lhdM/Tt3JiVP0TaI/AAAAAAAAB5I/Gbpp4NFGbWI/s200/tn%2B%25281%2529.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682919896467656098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Kendati krisis ekonomi global terutama utang yang menghantam Eropa diprediksi akan berlangsung lama, tidak membuat sektor Pariwisata Indonesia terpuruk. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu optimistis sektor pariwisata Indonesia tetap menjanjikan dan tidak rentan terhadap krisis ekonomi.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak peluang yang dapat dicari termasuk  menggunakan potensi di pasar luar negeri maupun Asia yang tak terkena badai krisis. “Pariwisata merupakan sektor yang menjanjikan. Sekalipun orang sedih terkena krisis, mereka tetap butuh hiburan dengan berlibur ke tempat-tempat wisata,” ujar Mari usai jumpa pers acara Konferensi Pariwisata Nasional di Hotel Sahid Jakarta,  Senin (5/12/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data pariwisata 2009 saat krisis global juga terjadi, sektor pariwisata Indonesia justru naik 0,36 persen, sedangkan ekspor terkoreksi hingga 14 persen. “Jumlah wisnus naik 10 persen dan belanja sebesar 30 persen pada 2009 karena wisatawan domestik lebih berbelanja cenderamata,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan wisman rata-rata menghabiskan anggaran liburannya sebesar 28 persen untuk makanan atau restoran. Terkait hal ini, ke depan pemerintah akan menambah jumlah restoran yang telah ada di daerah-daerah pariwisata. Dalam jasa dan hiburan, belanja wisanus 3,7 persen dan wisman 6,5 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada 2012 pemerintah menargetkan wisman mencapai delapan juta orang. Sedangkan, tahun ini diperkirakan mendapat 7,5–7,7 juta orang,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, lanjut Mari akan melirik negara-negara dengan pertumbuhan double digit seperti Australia, China, Rusia, Filipina, dan Timur Tengah Mari untuk terus meningkatkan sektor pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya daya saing pariwisata Indonesia berdasarkan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) masih cukup rendah dengan peringkat 74 dari 133 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya, lanjut Mari infrastruktur pariwisata Indonesia belum memadai dan kesinambungan sektor pariwisata belum terjaga. Dengan adanya Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) diharapkan infrastruktur pariwisata dapat teratasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menambahkan wisman di negara-negara terimbas krisis masih berpeluang berwisata di Indonesia. “Mungkin yang semula dua minggu menjadi seminnggu. Yang tadinya ber-Spa 4 kali seminggu jadi 2 kali. Atau yang minumnya 15 botol jadi 10 botol. Tapi tetap ada dan tetap menguntungkan kita,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan  pariwisata merupakan sektor yang banyak memberi lapangan pekerjaan. ”Tiap 1 wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia menciptakan 1,5 lapangan kerja di Indonesia,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikina dari kunjungan 7 juta wisman tahun ini, lanjut Hatta dapat memperkerjakan 11.8 juta pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta menambahkan pertumbuhan pariwisata Indonesia juga terus meningkat. Pada tahun 2010 mencapai 10,8 persen padahal pariwisata global hanya 6,6 persen.  “Tahun ini tingkat pertumbuhan pariwisata Indonesai 8,5 persen jauh melampuai tingkat pariwisata global yang hanya 6,5 % tingkat pertumbuhannya,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan terus mendukung pariwista nasional karena terbukti menjadi penyumbang devisa terbesar keempat . “Kami akan mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk  mengembangkan pariwisata di sejumlah daerah yang perpotensi,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta menghimbau pemda  untuk lebih antusias dan serius mengembangkan potensi wisata dengan menarik lebih banyak investor.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sosialisasi Ripparnas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Pariwisata Nasional yang berlangsung dua hari, 5-6 Desember  di Jakarta, di hadiri 300 lebih peserta yang terdiri adta kadisbudpar kabupetan/kota, ketua DPRD kabupaten/kota, walikota/wakil, bupati/wakil, kadisbupar provinsi, ketua DPRD provinsi/wakil, dan gubernur/wakilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini, Kemenparekraf mensosialisasikan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (Ripparnas) yang mengacu pada UU Nomor 10/2009 tentang Kepariwisataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ripparnas ini menjadi acuan pengembangan kepariwisataan dari pusat hinnga daerah. Diharapkan Pemda juga membuat Ripparda,” imbaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapta Nirwandar menambahkan banyak daerah yang belum berinisiatif menarik investor ke wilayahnya.  “Dengan konferensi ini diharapkan ada diskusi-diskusi antar pemda dan pihak lainnya untuk mencari solusi agar permasalahan yang menghambat di daerahnya dapat diminimalisasi,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto: Fahrul Rozzi, PKP Kemenparekraf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-6207484638805371590?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/6207484638805371590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/sektor-pariwisata-indonesia-tak-rentan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/6207484638805371590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/6207484638805371590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/sektor-pariwisata-indonesia-tak-rentan.html' title='Sektor Pariwisata Indonesia Tak Rentan Krisis Global'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_ANs-jpJ57M/Tt3Jmxrtm3I/AAAAAAAAB5U/Gc1OcdVGrCo/s72-c/tn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-3935552381735528716</id><published>2011-12-05T05:21:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T07:29:13.225-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepuluh Pemkot Terkorup di Indonesia 2011'/><title type='text'>Sepuluh Pemkot Terkorup di Indonesia 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil survei Indek Integrasi Daerah (IID) yakni tentang layanan publik lembaga-lembaga pemerintah yang dilakukan pada November 2011. Hasil survei itu di antaranya menempatkan 10 pemkot dengan nilai IID di bawah 6,00 persen atau dengan kata lain terkorup di Indonesia selama  2011. Siapa saja?&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ke-10 Pemkot  terkorup di Indonesia selama 2011 adalah diurutan pertama  Pemkot Lampung (3,15 persen), disusul Depok-Jabar (3,50 persen), Serang-Banten (3,54 persen), Semarang-Jateng (3,61 persen), Manokwari-Papua (3,70 persen), Kota Ternate-Maluku Utara (4,07 persen), Bengkulu (4,18 persen) ), Palembang-Sumsel (4,25 persen), Bogor-Jabar (4,27 persen), dan terakhir atau kesepuluh Pemkot Lubuk Linggau-Sumsel (4,38 persen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari setelah KPK merilis 10 daftar Pemkot terkorup 2011, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, memberi peringatan keras dengan melayangkan surat edaran (SE) kepada 10 pemerintahan kota (pemkot)  tersebuti. Ke-10 pemkot itu diminta segera melakukan pencegahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami sudah mengirimkan surat kepada pemerintah daerah (pemkot, red) Jumat kemarin. Surat tersebut sebagai surat peringatan untuk melakukan pencegahan korupsi,” terang Juru Bicara Kemendagri Reydonnizar Moenek, Minggu (4/12/2011).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi penting dalam surat edaran Mendagri itu meminta pemerintah kota memperketat pelayanan publik yang jauh dari korupsi. Pelayanan publik itu seperti dalam pembuatan izin KTP, IMB, SIUP dan sebagainya. Beberapa di antaranya dengan mengoptimalisasikan Pelayanan Satu Pintu (PSP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ke-10 pemkot kota di atas tidak melakukan perbaikan dalam pelayanan publik akan diberi sanksi lebih keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPK sedikitnya mensurvei 60 pemerintah daerah/kota dengan 180 unit pelayanan. Unit pelayanan yang menjadi obyek survei adalah tempat pembuatan KTP, IMB, dan SIUP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan survei KPK tersebut bertujuan mengetahui nilai integritas, indikator dan sub indikator integritas dalam pelayanan publik. Caranya dengan melakukan pengukuran ilmiah terhadap tingkat korupsi dan faktor-faktor penyebab terjadinya korupsi di lembaga publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemkot yang menududuki urutan terkorup kedua dikritik aktivis antikorupsi Kota depok dengan memasang spanduk berisi kritikan dan sindiran yang dipasang di berbagai sudut Kota Depok antara lain di Jembatan penyeberangan Terminal Jalan Marginda Raya, pertigaan Jalan Siliwangi, depan Ramayana Kemiri, dan di depan supermarket Sepok Town Square.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi kritikan dan sindiran spanduknya berbunyi “Piala Adipura Tak Kunjung Tiba, Malah Dapat Gelar Korupsi”, dan “Selamat Sukses Atas Prestasi Membanggakan Praktik Suap dan Grativikasi Menggurita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPK juga mensurvei integritas terhadap 89 instansi negara di Indonesia. Hasil survei menunjukkan rata-rata nilai dari indeks integritas nasional adalah 6,31. Rata-rata nilai integritas di instansi pusat adalah 7,07, instansi vertikal 6,40 sedangkan nilai integritas instansi di daerah adalah 6,00. Hasil survey menyebutkan Kementerian Agama paling rawan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-3935552381735528716?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/3935552381735528716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/sepuluh-pemkot-terkorup-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3935552381735528716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3935552381735528716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/sepuluh-pemkot-terkorup-di-indonesia.html' title='Sepuluh Pemkot Terkorup di Indonesia 2011'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-5048154077408093494</id><published>2011-12-04T08:06:00.000-08:00</published><updated>2011-12-04T19:48:51.931-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inilah Pemenang Desain Perhiasan 2011'/><title type='text'>Inilah Pemenang Desain Perhiasan 2011</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-TWObkFTVpFs/Ttw--OeMBXI/AAAAAAAAB3c/I6iGDHGTFxA/s1600/Mutumanikam%2Btradisional%2Basal%2BSumut.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-TWObkFTVpFs/Ttw--OeMBXI/AAAAAAAAB3c/I6iGDHGTFxA/s200/Mutumanikam%2Btradisional%2Basal%2BSumut.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682486068592248178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-1anyljQRc_I/Ttw-IrzRUTI/AAAAAAAAB3Q/TdIZ686jpq4/s1600/Pemenang%2Bkontes%2Bdesain%2Bperhiasan%2B2011.%2BFoto.%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-1anyljQRc_I/Ttw-IrzRUTI/AAAAAAAAB3Q/TdIZ686jpq4/s200/Pemenang%2Bkontes%2Bdesain%2Bperhiasan%2B2011.%2BFoto.%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682485148752367922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Copy Antik Motif Tradisonal karya desainer Julio Kusumo menjadi desain pehiasan terbaik untuk kategori desian perhiasan tradisional Indonesia dalam Pameran Perhiasan Mutumanikam Nusantara Indonesia  di Jakarta Convention Center, 1-4 Desember 2011 yang diselenggarakan Mutumanikam Nusantara Indonesia (MMNI). Pameran ini memamerkan beragam koleksi perhiasan berupa mutiara, emas, perak, batu alam, dan permata dalam bentuk bros, gelang, cincin, dan anting-anting dari berbagai daerah di Nusantara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk kategori  desain perhiasan modern Indonesia pemenangnya Dewi Abdi dengan karya desain berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Copeng Oval&lt;/span&gt;.  Sementara kategori desain perhiasan kontemporer Indonesia pemenangnya Astana Megrania dengan judul karya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Asmat in Beauty&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemenang tersebut dipilih oleh dewan juri yang terdiri atas Ghea Panggabean, Astari Rasjid, John Hardy, Madame Charlotte Wu Homme, dan Priyo partomo sebagai koordinator pelaksana penjurian, serta Lukman Effendi selaku penanggungjawab kegiatan penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Luki, salah seorang pengurus MNNI, desain perhiasan modern Indonsia adalh sebuah desain baru yang tetap melestarikan nilai-nilai budaya local dan warisan budaya dalam segi bentuk, corak, dan elemen serta cara pembuatannya tetap tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan desain perhiasan modern Indonesia merupakan pengembangan dari perhiasan tradisional Indoensia. “Teknik pembuatannnya sudah modern dengan mengunakan sentuhan keberagaman kebudayan Indonsia. Dan perhiasannya dapat dipakai dalam berbagai kesempatan.,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain kontemporer Indonesia, lanjutnya  lebih bebas. “perhiasannnya hanya dipakai pada saat-saat tertentu,” terang Luki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pembagian hadiah berupa piala dan sertifikat diberikan sejumlah pengurus Mutumanikam Nusantara Indonesia (MMNI) selaku penyelenggara pameran dan kontes desain ini antara lain Herawatie  Wirajuda selaku ketua MMNI, Prihadi Santoso Pengawas MMNI, Suharto Dirktur Eksekutif MMNI, dan  lainnya di JJC pada penutupan pameran MMNI ke-6 , Minggu (4/12/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang membedakan pameran perhiasan MMNI ini dengan pameran sejenis lainnya, di sini MMNI sangat menekankan unsur pendidikan serta pengembangan kreativitas para peserta dalam hal ini pengrajin melalui kegitan kontes dan kompetisi rancangan gambar perhiasan,” jelas Herawatie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes desain, lanjutnya diikuti sejumlah peserta pameran. “Sedangkan kompetisi gambar rancangan perhiasan diikuti masyarakat umum terutama pelajar SMK Jurusan Kriya Logam dan Mahasiswa,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan &lt;/span&gt;(adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-5048154077408093494?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/5048154077408093494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/inilah-pemenang-desain-perhiasan-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5048154077408093494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5048154077408093494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/inilah-pemenang-desain-perhiasan-2011.html' title='Inilah Pemenang Desain Perhiasan 2011'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-TWObkFTVpFs/Ttw--OeMBXI/AAAAAAAAB3c/I6iGDHGTFxA/s72-c/Mutumanikam%2Btradisional%2Basal%2BSumut.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-2471496992395982247</id><published>2011-12-04T05:49:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T02:19:37.322-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='emenparekraf Promosi Obyek Wisata Lewat Kegiatan Outbound Tahunan'/><title type='text'>Kemenparekraf Promosi Obyek Wisata Lewat Kegiatan Outbound Tahunan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-lC9oS6ldXpo/TtxA11t6bjI/AAAAAAAAB30/ZYvNWVuYS8s/s1600/Meliput%2Bobyek%2Bwisara%2Blokasi%2BOutbound.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-lC9oS6ldXpo/TtxA11t6bjI/AAAAAAAAB30/ZYvNWVuYS8s/s200/Meliput%2Bobyek%2Bwisara%2Blokasi%2BOutbound.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682488123531619890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-cjfhJiSgD3o/TtxAtmkBjnI/AAAAAAAAB3o/WK_CW1FbOAo/s1600/Rombongan%2BOutbound%2BKemenparekraf%2Bdi%2BPulau%2BOar.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-cjfhJiSgD3o/TtxAtmkBjnI/AAAAAAAAB3o/WK_CW1FbOAo/s200/Rombongan%2BOutbound%2BKemenparekraf%2Bdi%2BPulau%2BOar.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682487982024658546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;i&gt;Kegiatan Outbound yang digelar Pusat Komunikasi Publik (PKP), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) setiap jelang akhir tahun, bukan semata   silaturahmi antara staff PKP dan para jurnalis yang biasa meliput kegiatan Kemenparekraf, pun sekaligus mempromosikan obyek wisata yang menjadi lokasi kegiatan. Kegiatan ini pun didahului dengan Orientasi peningkatan  pemahaman bidang Parekraf.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dulu, sebelum Kemenbudpar berubah nama menjadi Kemenparekraf, Orientasi peningkatan pemahamannya tentu dibidang budpar. Dengan menghadirkan sejumlah narasumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala PKP Kemenparekraf I Gusti Ngurah Putra, tahun ini sedianya Menparekraf Mari Elka Pangestu dan Wamenparekraf Sapta Nirwandar yang menjadi narasumber sekaligus memberi Orientasi pemahaman Parekraf. Namun karena sesuatu hal, keduanya berhalangan dan akhirnya digantikan oleh Sekjen Kemenparekraf Wardiyatmo dan Badan Pengembangan Pasar, Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan catatan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Travelplusindonesia&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, setiap tahun lokasi dan kegiatan yang dilakukan dalam Outbound dan Orintasi ini selalu tak sama. Tiga tahun sebelumnya, Jawa Barat menjadi lokasi kegiatan ini, mulai dari resort di kawasan Puncak Bogor, lalu Jatinangor, dan tahun lalu di kawasan wisata Pangalengan, Kabupaten Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Outbondnya pun beda. Di Puncak Bogor berupa Outbound santai berikut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fun games&lt;/span&gt;. Begitu juga sewaktu di Jatinangor. Yang agak berbeda sewaktu di Pangalengan, Outbound-nya agak memicu adrenalin antara lain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;rafting, flaying fox&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;paint ball&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati agak beraroma petualangan, Outbound tahun lalu di Jatinangor tidak ada yang cedera apalagi meninggal dunia. Aman-aman saja, karena memang menggunakan instruktur yang ahli dibidangnya dan didukung pesertanya sehat-sehat semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sekadar Outbond, di ketiga kegiatan sebelumnya itu setiap peserta dalam hal ini jurnalis diharapkan menulis atau meliput obyek wisata yang menjadi lokasi kegiatan termasuk kegiatannya. Juga ada lomba foto terkait obyek wisata dan kegiatannya yang semuanya berhadiah. Otomatis obyek wisata yang menjadi lokasi berikut kuliner dan budayanya ikut terpromosikan karena dipublish jurnalis yang ikut serta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, akhirnya terpilih lokasi di luar Jabar, yakni Pulau Umang, Banten. Rupanya PKP Kemenparekraf mendengar masukan beberapa jurnalis peserta Outbound tahun lalu yang menyarankan lokasi selanjutnya jangan di Jabar lagi untuk memberi kesempatan obyek wisata daerah atau provinsi lain terekspose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan pertama, jelas Banten karena lokasinya terbilang dekat dengan Jakarta. Kemudian ada usulan lain di Lampung. Namun akhirnya PKP menentukan Pulau Umang, Banten. "Sebelumnya ada kandidat lain yakni Pulau Tidung di Kepulauan Seribu, masih dia kawasan Jakarta. Namun PKP Kemenparekraf akhirnya  memilih Pulau Umang," jelas Ivan salah satu panitia &lt;span style="font-style:italic;"&gt;event organizer&lt;/span&gt; di Orientasi dan Outbound 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Pulau Umang juga untuk memberi atmosfir lain. Jika tahun lalu Outbound-nya bersuasana alam pegunungan berhawa sejuk, maka tahun ini beratmosfir pantai dan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan penulis, banyak manfaat yang didapat dari kegiatan Orientasi dan Outbound  ini. Kegiatan Orientasi Peningkatan Pemahaman Bidang Perekraf misalnya, jelas memberi manfaat bagi para jurnalis terutama yang baru bergabung atau meliput bidang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kegiatan Outbound, selain memperkuat tali silaturahmi antara staff PKP Kemenparekraf dengan para jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Kebudayaan dan Pariwisata (Forbudpar) maupun yang belum, juga memberi kesempatan bagi para jurnalis mendapatkan bahan baru, baik itu obyek wisata, nara sumber dan lainnya untuk ditulis, disiarkan ataupun ditayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selaku ketua Forbudpar, saya berharap kedepan kegiatan ini terus berlanjut. Dan tentunya dengan catatan persiapan yang harus dilakukan benar-benar lebih matang. Mulai dari survey lokasi dengan melibatkan orang lapangan yang memang mengerti atau biasa menggelar kegiatan luar ruangan ini. Termasuk pembuatan itenenary, penyediaan tim medis dari panitia termasuk di lokasi kegiatan, dan tentunya menggunakan intstruktur Outbound ataupun &lt;span style="font-style:italic;"&gt;watersport&lt;/span&gt; yang terpercaya serta tak ketinggalan mencek riwayat kesehatan para peserta dengan dokter berkompeten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditemui penyakit seperti stroke, asma, jantung dan lainnya yang membahayakan, sebaiknya peserta dilarang mengikuti kegiatan yang berat atau melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun depan, Outbound ini juga harus memberi kesempatan bagi obyek wisata di daerah atau provinsi lain, semisal Resort Kalianda di Lampung, atau lokasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat pepatah usang, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, begitulah perumpamaan Orientasi dan Outbound yang digelar Kemenparekraf ini karena memang banyak manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, jangan karena ada kejadian meninggal dunianya Eri Anugerah, jurnalis koran Media Indonesia dalam kegiatan Outbound di Pulau Umang, 3 Desember 2011 lalu, kegiatan ini jadi terhenti pada tahun-tahun berikutnya. Karena memang bukan Outbound yang menyebabkan kematian rekan tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-2471496992395982247?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/2471496992395982247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/kemenparekraf-promosi-obyek-wisata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/2471496992395982247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/2471496992395982247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/kemenparekraf-promosi-obyek-wisata.html' title='Kemenparekraf Promosi Obyek Wisata Lewat Kegiatan Outbound Tahunan'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lC9oS6ldXpo/TtxA11t6bjI/AAAAAAAAB30/ZYvNWVuYS8s/s72-c/Meliput%2Bobyek%2Bwisara%2Blokasi%2BOutbound.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-7454428426101237127</id><published>2011-12-03T23:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T02:14:39.560-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buat Eri Anugerah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selamat Jalan Rekan Seprofesi'/><title type='text'>Buat Eri Anugerah, Selamat Jalan Rekan Seprofesi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-U6FjH1j9RLY/TtxCrUIVzLI/AAAAAAAAB4M/8J2-RRXYyNs/s1600/Doa%2Bbersama%2Bbuat%2BEri.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-U6FjH1j9RLY/TtxCrUIVzLI/AAAAAAAAB4M/8J2-RRXYyNs/s200/Doa%2Bbersama%2Bbuat%2BEri.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682490141740223666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-X6dWEwVAltA/TtxCIsgo3zI/AAAAAAAAB4A/VosRs4sUJp8/s1600/Eri%2BAnugerah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 123px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-X6dWEwVAltA/TtxCIsgo3zI/AAAAAAAAB4A/VosRs4sUJp8/s200/Eri%2BAnugerah.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682489546989166386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Kegiatan Orientasi dan Outbound  Peningkatan Pemahaman Bidang Parekraf Bagi Jurnalis dan Pers yang digelar Pusat Komunikasi Publik (PKP), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang sedianya berlangsung sampai  Minggu siang (4/11/2011) di Pulau Umang, Banten, diputuskan tidak diteruskan lantaran salah satu pesertanya, Eri Anugerah, jurnalis koran Media Indonesia  meninggal dunia.  Siapa Eri, apa penyebab dan kronologis kematiannya? &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Hai bro, makin gemuk aja. Olahraga dong,” begitu sapaku suatu ketika bertemu Eri dalam sebuah liputan di Jakarta. Eri senyum saja lalu menjawab. “Iya nih badan gw makin melar,” katanya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah Eri yang ku kenal sejak masih sama-sama kuliah di IISIP atau Kampus Tercinta, Jakarta belasan tahun lalu. Kakak kelasku ini memang tak banyak kelakar, lebih cenderung pendiam. Namun saat kumpul dan ada bahan lelucon, dia pun nimbrung tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karakternya itu pun masih tak berubah sampai terakhir bertemu di Pulau Umang untuk mengikuti Outbond tahunan yang biasanya diikuti sejumlah awak media baik cetak, online maupun elektronik yang biasa meliput bidang kebudayaan dan pariwisata di Kemenbudpar yang kini berlabel Kemenparekraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma sifatnya itu yang tak jauh berbeda. Penampilannnya juga tak lebih sama seperti dulu. bergaya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;casual&lt;/span&gt; dan rambutnya yang ikal bergelombang dibiarkan panjang hampir sebahu. Dulu semasa kuliah, rambutnya lebih gondrong lagi. Entah kenapa Eri begitu setia dengan rambut panjangnya itu sampai imej “gondrong forever” itu melekat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan pada profesinya sebagai jurnalis bidang hiburan dan budaya yang kini lebih dikenal dengan bidang ekonomi kreatif juga dipegang teguhnya, termasuk kesetiaannya pada Koran Media Indonesia, media tempat dia bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loyalitas inilah yang membuatku kerap mengundangnya untuk meliput jumpa pers terkait bidang budaya dan ekonomi kreatif, selain hubungan pertemanan lama. Tahun ini, sekurangnya ada 3 acara jumpa pers yang diikutinya atas undanganku sebagai koordinator wartawan, antara lain jumpa pers Paket Wisata Muslim, Festival Jepen, dan jumpa pers Festival Pesona Borneo, serta event-event sebelumnya. Eri selalu datang dan tentu saja menulis hasi liputannya di medianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepengetahuanku, sejak terjun di dunia jurnalistik sampai kini, Eri memantapkan diri diliputan bidang hiburan dan budaya. Meski mungkin dia pernah ‘berselingkuh’ di bidang liputan lain, koridornya tetap di hiburan dan budaya. Eri sedikit dari jurnalis yang punya kesetiaan di bidangnya itu, dan saya respek akan loyalitasnya itu, karena saya pun begitu, setia di bidang kebudayaan dan pariwisata  sejak masih di bangku kuliah hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu bertemu Eri di Pulau Umang, aku belum sempat ngobrol banyak dengannya. Termasuk menanyakan kenapa sebelah matanya merah. Eri asyik berkumpul dengan rekan seprofesi lain yang konsen meliput bidang perfilman seperti Imam, Ami, Benny, dan Didang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus yang aku tumpangi juga berbeda dengan Eri. Dari depan Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jalan Merdeka Barat, Jakpus, Ju’mat jelang sore (2/12/2011), pukul 14.30, Eri dengan rekan-rekan dekatnya itu naik di bus lain. Sementara aku di bus ketiga dengan beberapa staff PKP Kemenparekraf dan sejumlah jurnalis lainnya. Ada 3 bus, masing-masing berkapasitas 24 &lt;em&gt;seats&lt;/em&gt; serta 1 mobil kantor yang berangkat menuju Pulau Umang secara konvoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, sempat beberapa kali kendaraan yang kami tumpangi berhenti karena sejumlah rekan ingin buang air kecil dan shalat magrib di salah satu musholah di daerah  Pandeglang. Ketika di musholah itu, aku dapat informasi dari penduduk setempat bahwa Pulau Umang masih jauh, sekitar pukul 11 malam baru sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;itenenary&lt;/span&gt; tercantum tiba di Pulau Umang jam 8 malam dan langsung santap malam. Mungkin panitia yang survey lokasi dan membuat itenenary tidak membedakan mana survey, mana membawa rombongan besar saat pelaksanaan yang jelas beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai shalat magrib, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Umang. Di bus yang aku tumpangi, hampir di sepanjang sisa perjalanan yang keluar dari mulut sejumlah rekan melulu seputar makan malam yang telat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma jurnalis, staff PKP juga tak henti berceloteh mengenai enaknya makan malam dengan menu ini dan itu. “Tuh ada martabak telor,” kata Jimmy dari Trans TV yang berharap ada panita yang turun dan membelinya. Padahal sewaktu rehat shalat Magrib tadi, dia mengaku sempat makan di warung sederhana, tak jauh dari musholah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi sewaktu ada warung tenda sop kambing, Jimmy dan rekan-rekan lainnya berharap bus berhenti dam mampir. Ternyata benar bus berhenti tapi bukan untuk makan melainkan beberapa teman membeli sandal dan makanan kecil. “Ga usah Sop Kambing,  nasi bungkus dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tempe oreg&lt;/span&gt; juga sudah enak kalu laper-laper begini,” sindir Glory, staff PKP Kemenparekraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan jauh  hampir 8 jam dari Jakarta ke Pulau Umang, terlebih sepanjang jalan hujan mengguyur. Ditambah setelah memasuki Pandeglang hingga mendekati Sumur, sebelum menyeberang ke Pulau Umang, kondisi jalannya berkelok-kelok dan naik turun, jelas membuat sejumlah peserta di bus yang aku tumpangi mengeluh kelaperan. Entah mungkin di bus lain, termasuk di bus yang ditumpangi Eri merasakan hal serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru tepat pukul 10, rombongan kami tiba di kantor reservasi Pulau Umang di Kecamatan Sumur. Kemudian rombongan dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok pertama berjumlah 25 orang berangkat lebih dulu ke dermaga untuk menaiki perahu kapal, setelah mengenakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;raincoat&lt;/span&gt; berwarna biru yang disediakan petugas Pulau Umang. Disusul peserta lain secara bergantian, termasuk dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;speedboat&lt;/span&gt; kecil berkapasitas 6 orang penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Pulau Umang hampir pukul 11 malam, seluruh peserta termasuk Eri langsung santap tengah malam, sambil dihibur &lt;span style="font-style:italic;"&gt;live music&lt;/span&gt; organ tunggal dengan seorang penyanyi perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas makan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;owner&lt;/span&gt; Pulau Umang Christian P.B Halim menjelaskan seputar kegiatan yang akan dilakukan seluruh peserta outbond esok hari, Sabtu sampai dengan Minggu siang. “&lt;em&gt;Just more than stay&lt;/em&gt; di Pulau Umang. Karena banyak kegiatan yang dapat dilakuakan seperti outbound dan penanaman pohon di Pulau Umang, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;water sport&lt;/span&gt; antara lain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;banana boat, snorkeling, jetski&lt;/span&gt;, voli pantai, dan lainnya  di pulau kembarannya yakni Pulau Oar, kira-kira 700 meter dari Pulau Umang,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian panitia, meminta kepala PKP, Kemenparekraf I Gusti Ngurah Putra untuk memberi sambutan sekaligus pengarahan. Namun Ngurah Putra menolak dengan alasan sudah larut. “Tak usah sambutan lagi, seluruh peserta pasti sudah capek dan ngantuk. Langsung istirahat saja ke kamar masing-masing agar besok bisa ikut outbound dengan badan segar,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh peserta pun masuk kamar setelah panita membagikan beberapa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cottages&lt;/span&gt; yang diisi 4-5 orang peserta per cottages. Cottages perempuan terpisah dengan cottages peserta pria. Di dalam cottages ada 2 kasur berkelambu di bagian atas dan 3 kasur di bagian bawah yang ditempatkan di ruang tamu, dan 2 AC  yang ditempatkan di dinding bagian atas, dan 1 kamar mandi serta sebuah TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai buku program, Eri mendapat cottages bernomor 207 bersama Iman, Didang dan lainnya. Sedangkan saya di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;room&lt;/span&gt; nomor 209 bersama Diyak Mulahela, pengamat pariwisata dari LEPITA dan 3 jurnalis lainnya. Tapi akhirnya saya tidur di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;room&lt;/span&gt; sebelah nomor 208 karena lebih kosong cuma ada Nikson dari Bali Post dan Aby dari Harian terbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa peserta ada yang langsung tidur karena lelah. Sementara aku ke &lt;span style="font-style:italic;"&gt;room&lt;/span&gt; 206 untuk  melanjutkan mengirim tulisan dengan meminjam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;notebook&lt;/span&gt; milik Arifin Hutabarat dari Majalah Pariwisata sampai pukul 2 dini hari. Aku tidak tahu apakah Eri di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;room&lt;/span&gt;-nya bersama rekan-rekannya sudah tidur atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas tuntas meminjam notebook, aku kembali ke room 208. Di sana pun aku tak bisa lelap karena sebelumnya menyeruput kopi. Lepas subuh baru tertidur. Dan Aby membangunkanku sekitar pukul 7 pagi. Kemudian aku mandi dan langsung ke ruang makan untuk sarapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang makan, sejumlah peserta sedang asyik bersantap pagi termasuk Eri. Panitia membagikan tas ransel yang di dalamnya ada kaos dan celana training serta selayer bertuliskan nama kegiatan yang wajib dipakai peserta saat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;watersport&lt;/span&gt; di Pulau Oar dan out bond di Pulau Umang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 9 kami beranjak ke Pulau Oar secara bergantian dengan kapal perahu dan juga speedboat yang kami gunakan semalam. Setibanya di Pulau Oar yang berukuran sekitar 5 Hektar dengan pantai berpasir putih dan ada tiga saung  sederhana di pantainya untuk bersantai, penitia langsung membagikan peserta yang ikut snorkeling, banana boat dan lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang sebenarnya hobi berenang dan snorkeling memilih meredam keinginan semua itu, sekalipun itu gratis karena merasa kurang tidur beberapa hari ini termasuk semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadar betul, tak selamanya fisik ini sehebat sewaktu muda, semasa SMA atau kuliah dulu.  Faktor ‘U’ dan juga kurang persiapan fisik sangat ku perhitungkan. Oleh karenanya, aku lebih memilih hunting foto, mengelilingi Pulau Oar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, aku sempat bertemu dengan Ilham, fotogarfer PKP Kemenparekraf yang tengah asyik memotret hutan bakau dan bebatuan karang yang begitu artistik. Aku betah berlama-lama di tempat menawan itu, dan mengabadikannya sambil mengarang lagu yang sudah menjadi kebiasaanku disela-sela perjalanan dan petualangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum beranjak sendiri mengelilingi pulau, aku sempat melihat beberapa peserta langsung ikut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;banana boat&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;snorkeling&lt;/span&gt;. Aku lihat tak ada satupun yang melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;warming up&lt;/span&gt; (pemanasan). Padahal itu penting agar tubuh tidak kaget. Tapi semua langsung &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nyebur&lt;/span&gt;, berenang, dan berteriak senang. Begitu pun dengan Eri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembali saya mengelilingi pulau, beberapa rekan sedang bermain sepak bola pantai. Tim PKP (humas) Kemenparekraf melawan tim jurnalis. Saya tidak melihat Eri ikut main. Kata seorang teman, tadi Eri cuma ikut banana boat dan snorkeling, lalu istirahat untuk minum air kelapa bersama rekan-rekan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai berfoto-foto bersama, kami kembali ke Pulau Umang dengan perahu dan speedboat. Eri naik perahu pada kloter pertama bersama 20-an peserta lain yang ingin cepat sampai di Pulau Umang karena mungkin sudah letih, lapar, dan kepanasan. Aku  dan sejumlah peserta lain menyusul pada kloter terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Pulau Umang, beberapa peserta yang tiba lebih dulu, sudah selesai santap siang termasuk Eri. Sewaktu aku, Arifin Hutabarat, dan Aby baru mau mulai menyantap makan siang dengan menu daging cincang, tumis buncis, dan mie capcay. Tiba-tiba Ilham dan Rozzi, staff PKP Kemenparekraf masuk ruang makan dan mengatakan ada teman yang pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa rekan yang sudah selesai santap siang, segera membantu. Saya melanjutkan santap siang karena tidak tahu kalau yang pingsan itu Eri. Namun karena penasaran, belum tuntas makan, saya segera  ke lokasi. Di bawah tugu yang ditandatangani Gubernur Banten Atut, saya lihat Eri sedang dibantu oleh beberapa rekan termasuk Christian P.B Halim dengan memberikan oksigen lewat tabung oksigen berukuran kecil. Sementara yang lain hanya bisa menonton dan cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa tidak ada dokter yang siaga di pulau Ini. Padahal saat itu bukan cuma rombongan kami yang datang di Pulau Umang. Masih ada beberapa rombongan lagi termasuk satu keluarga Aga, mahasiswa Universitas Al-Azhar dengan seorang adik perempuannya dan kedua orangtuanya yang berlibur dan ikut water sport di Pulau Oar berbarengan dengan kami. Ini tentu jadi catatan tersendiri buat pengelola Pulau Umang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa waktu tak ada hasil, diputuskan untuk membawa Eri ke puskemas terdekat di Sumur dengan perahu. Aku sempat mengabadikannya, meskipun sebenarnya tak tega. Tapi ini cuma untuk dokumentasi saja. Eri yang masih pingsan kemudian ditandu hingga ke dermaga lalu dinaikkan ke perahu. I Gusti Ngurah Putra, dan staffnya Kabid Media Masa Yanto serta beberapa rekan wartawan, Imam dan Beni ikut mengantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas mengantar Eri ke dermaga, Aku kembali ke room, sambil berharap semoga Eri tidak ada apa-apa. Tak ada 30 menit kemudian. Jimmy memanggil-manggil aku untuk kumpul. Katanya Eri sudah ‘tidak ada’ sebelum sampai Rumah Sakit. "Gw dapat kabar dari Imam," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tidak Percaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jelas aku sangat terkejut dan tak percaya. Dalam hati, aku berdoa. "Jika benar, Ya Allah, terimalah amal perbuatannya, kuatkan dan tabahkan istri serta ketiga anaknya," itu pintaku sambil berharap berita itu tak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun berusaha menenangkan Besty, jurnalis dari RRI yang menangis. “Dia teman gw dari SMA dan juga kuliah, dji…,” teriaknya sambil meneteskan airmata. Beberapa jurnalis perempuan lainya juga sama, mata mereka merah sembab dan merah karena menangis. Rupanya mereka juga sudah mendapat kabar itu lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, aku dan Diyak Mulahela merasa belum yakin. Diyak sempat bertanya apa sudah ada bukti dari Rumah Sakit yang menyatakan Eri meninggal? Pertanyaan itu tak terjawab. Kata dia, bisa saja cuma mati suri. “Sebelum ada visum dan bukti dari Rumah sakit harusnya jangan disebarkan dulu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akhirnya berkumpul di depan room-ku, lalu Joko staff PKP Kemenparekraf lainnya memimpin doa untuk Eri yang masih membuatku belum percaya 100 % apa benar dia sudah meninggal atau belum. Karena sewaktu digotong, aku merasa yakin Eri kuat dan bisa ditolong. Namun kenyataannya tidak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami berembuk untuk tidak melanjutkan kegiatan dan memilih pulang menuju kediaman Eri di Sawangan, Depok. Pukul 2 dini hari kami sampai dikediaman Eri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya disana saya baru yakin, Eri benar-benar telah pergi. Tubuhnya kaku, tak bernyawa, tak bergerak dan ditutupi kain. Di sampingnya, istrinya yang berjilbab sedang ditemani jurnalis Hilda Sabri dari Bisnis Indonesia dan Lina Jabir dari RRI dan lainnya. Sementara tiga anaknya, 1 putri dan 2 putra memberi salam kepada teman-teman ayahnya termasuk aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa rekan yang datang, terdengar kabar bahwa Eri punya penyakit stroke dan asma. Jadi bukan karena dia ikut banana boat dan snorkeling sebagaimana tersiar kabar simpang siur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selaku ketua Forum Wartawan Kebudayaan dan Pariwisata (Forbudpar) sempat menerima pesan pendek dari beberapa jurnalis di Jakarta sewaktu masih di Pulau Umang yang menanyakan kebenaran apakah Eri meningggal. Satupun aku tidak balas, karena pada saat itu aku tidak tahu kebenaran kepastiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba’da zuhur Minggu (4/12/2011), pria kelahiran 20 Februari 1970 ini dimakamkan di TPU Caringin, dekat kediamannya di Sawangan. Info ini saya dapat dari Yanto, Kabid Media Massa, PKP Kemenparekraf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Eri, rekan seperjuangan, rekan seprofesi. Apa yang kau lakukan di dunia jurnalistik serta loyalitasmu, semoga memberi manfaat positif  buat bangsa ini dan juga memberi inspirasi buat jurnalis lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-7454428426101237127?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/7454428426101237127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/buat-eri-anugerah-selamat-jalan-rekan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7454428426101237127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/7454428426101237127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/buat-eri-anugerah-selamat-jalan-rekan.html' title='Buat Eri Anugerah, Selamat Jalan Rekan Seprofesi'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-U6FjH1j9RLY/TtxCrUIVzLI/AAAAAAAAB4M/8J2-RRXYyNs/s72-c/Doa%2Bbersama%2Bbuat%2BEri.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-4415747176763620586</id><published>2011-12-02T09:19:00.000-08:00</published><updated>2011-12-02T09:29:59.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemenparekraf Merevitalisasi 87 Museum Sampai 2014'/><title type='text'>Kemenparekraf Merevitalisasi 87 Museum Sampai 2014</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) lewat Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala (Sepur), Direktorat Permuseum merevitalisai 87 museum di seluruh Indonesia. Selama dua tahun ini 42 museum telah selesai direvitalisasi. Apa tujuannnya?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Target sampai 2014, minimal 87 museum sudah selesai direvitalisasi. Tahun lalu ada 6 museum yangd direvitalisasi. Dan 2011 ini ada 36 museum," kata Direktur Permuseuman, Dirjen Sepur, Kemenparekraf, Intan Mardiana, pada acara Media Gathering Gerakan Nasional Cinta Museum di Museum Gajah, Jakarta, Kamis (1/12/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan revitalisasi ini, diharapkan masyarakat makin melek akan arti penting museum sebagai tempat untuk menggali khazanah budaya lokal dan Indonesia agar karakter atau jati diri bangsa dapat terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intan tak menampik kalau masyarakat selama ini masih memiliki gambaran negatif permuseuman. “Ada yang bilang kunolah, seramlah, dan imej miring yang akhirnya bikin masyarakat enaggan datang ke museum. Masih banyak yang membanding-bandingkan museum dengan mall. Maka itu kita merevitalisasi sejumlah museum agat lebih menarik," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revitalisasi museum ini, lanjutnya menyangkut beberapa hal antara lain bangunan fisik museum, SDM pengelola, manajemen, dan aspek pencintraan. “Dengan revitalisi aspek-aspek tersebut diikuti gerakan cinta museum diharapkan lambat laut citra museum bukan lagi tempat yang asing bagi masyarakat tapi juga jadi tempat menarik yang setiap saat dapat dikunjungi masyarakat banyak," harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi penataan fisik museum termasuki koleksi dan SDMnya, ada kebijakan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah mengenai kebijakan apa saja yang harus dilakukan dengan program-programnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya juga terus menampung aspirasi masyarakat dan membuat pencitraan positif terhadap museum agat masyarakat bangga dan mau datang ke museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai SDM museum, terus dilakukan penyuluhan agar SDM-nya kreatif dan berinovas terus. “SDM museum harus kreatif dengan mengubah paradigma object oriented menjadi public oriented dean berbagai program yang dapat mengangkat museum ke ruang public menjadi sesuatu yang menarik,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDM museum diharapkan dapat mengundang publik dengan membuat kegiatan interaktif bagi masyarakat. “Contohnya ketika kita membuat pameran batik di museum maka dibuat juga program kegiatan membatik, workshop tentang batik, dan lainnya,” imbaunya.&lt;br /&gt;“Kami berharap dengan revitalisasi ini generasi muda Indonesia tidak hanya tertarik datang ke mall saja, tapi juga mengunjungi museum dengan segala aktivitas menariknya,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intan menambahkan, museum yang dapat digunakan untuk umum adalah museum yang telah diperbolehkan untuk umum. “Tapi tetap ada rambu-rambu mana bagian yang diperbolehkan dimanfaatkan dan mana yang tidak bisa pakai,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memiliki 275 museum. Dan sampai saat ini hanya segelincir yang mampu menarik kunjungan wisatawan baik Nusantara maupun mancanegara. Dengan adanya revitalisasi ini, termasuk penggolongan museum mana saya yang masuk kategori A,B, dan C, diharapkan kunjungan wisnus dan wisman kedepan kian meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duta Museum 2011 Sigi Wimala berjanji akan turut aktif mempromosikan museum ke generasi muda. “Saya akan mencoba berpromosi lewat internet dan jejaring sosial agar generasi muda tertarik dan bangga dengan museum-museum Indonesia,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryati mengatakan pemilihan duta museum ini diharapkan dapat mengubah imej museum yang selama ini dinilai kusam dan kumuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas duta museum ini menjadi komunikator dan mengikuti program selama setahun dan wajib jaga integritas duta dengan baik serta mengikuti kegiatan berupa roadshow, seperti acara di Bandung dan Bali pada akhir tahun. “Lewat duta meuseum ini diharapkan apresiasi masyarakat terhadap museum meningkat,” tambah Intan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/strong&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-4415747176763620586?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/4415747176763620586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/kemenparekraf-merevitalisasi-87-museum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/4415747176763620586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/4415747176763620586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/12/kemenparekraf-merevitalisasi-87-museum.html' title='&lt;strong&gt;Kemenparekraf Merevitalisasi 87 Museum Sampai 2014&lt;/strong&gt;'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-1137836217245986151</id><published>2011-11-30T22:24:00.000-08:00</published><updated>2011-11-30T22:32:36.412-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tak Cukup Senyum Kalau Pariwisata Indonesia Mau Maju'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertumbuhan Pariwisata di kawasan ASEAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jumlah Wisman ke ASEAN'/><title type='text'>Tak Cukup Senyum Kalau Pariwisata Indonesia Mau Maju</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-85vODMIoIME/TtcfYojmrEI/AAAAAAAAB3E/XyOns1Sdig4/s1600/Wamenparekraf%2BSapta%2BNirwandar%2Bsaat%2Bmembuka%2BSeminar%2Bsehari%2B%2Btentang%2Bpariwisata%2BASEAN%2Bdi%2BJakarta.%2BFoto.%2BPKP%2BKemenparekraf..jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-85vODMIoIME/TtcfYojmrEI/AAAAAAAAB3E/XyOns1Sdig4/s200/Wamenparekraf%2BSapta%2BNirwandar%2Bsaat%2Bmembuka%2BSeminar%2Bsehari%2B%2Btentang%2Bpariwisata%2BASEAN%2Bdi%2BJakarta.%2BFoto.%2BPKP%2BKemenparekraf..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681043963015244866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Persaingan di sektor pariwisata antar negara-negara di kawasan ASEAN kian sengit. Untuk memenangkan persaingan itu, pariwisata Indonesia tak cukup mengandalkan kemolekan alam dan keberagaman budayanya. Tak kalah penting memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata yang bukan hanya profesional tapi juga bersertifikasi kompentesi.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan ketua ASEAN Tourism Professional Monitoring Commitee (ATPMC) I Gusti Putu Laksaguna usai menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Sehari “Kerja Sama Pariwisata ASEAN dan Kawasan Pertumbuhan” di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (30/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laksaguna menjelaskan pariwisata Indonesia bisa maju kalau dikelola  oleh SDM  pariwisata yang profesional baik di pemerintah maupun swasta dan masyarakat “Ramah saja tidak cukup, SDM pariwisata kita pun harus bersertifikat kompetensi dan diberangengi dengan infrastruktur yang memadai,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata ASEAN, lanjutnya telah disepakati adanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mutual Recognition Arrangement&lt;/span&gt; (MRA) di bidang profesi pariwisata sejak Januari 2009. “Tujuan MRA ini untuk  meningkatkan kesetaraan kualitas dan profesionalitas SDM pariwisata di kawasan ASEAN dan memfasilitasi mobilitas  dan perlindungan tenaga kerja pariwisata ASEAN dengan menggunakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ASEAN Competency Standars for Tourism&lt;/span&gt; dan lainnnya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak positif MRA ini, tambah Laksaguna antara lain mempermudah mendapatkan tenaga kerja kompeten yang langka di pasar kerja dalam negeri dan mengurangi tekanan pengangguran. “Sedangkan dampak negatifnya, masuknya tenaga kerja asing mengancam kesempatan kerja bagi tenaga kerja domestik,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun &lt;span style="font-style:italic;"&gt;grand launching&lt;/span&gt; implemasi MRA baru berlangsung pada 2015 namun Indonesia, lanjut Laksaguna harus menyiapkan dengan serius saat ini juga. “Jangan selalu bilang Belanda masih jauh. Sebab Malaysia, Singapura, dan Thailand  sudah lebih dulu melangkah dan terus berbenah, sehingga mereka lebih maju,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar  yang membuka seminar sehari yang diselenggarakan Kemenparekraf ini mengatakan pariwisata ASEAN mengalami pertumbuhan luar biasa. Kontribusi wisatawan mancanegara (wisman) dari ASEAN terhadap pariwisata Indonesia juga cenderung meningkat tiap tahun. Oleh sebab itu pariwisata menjadi salah satu sektor prioritas dari 12 sektor  prioritas (piority integrated sectors) dalam kerangka kerjasama ASEAN di bawah pilar ekonomi, terutama menjadi media dalam mewujudkan konektivitas antarmasyarakat negara anggota ASEAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti pariwisata ASEAN mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan terlihat dari total jumlah wisman  yang datang ke kawasan ASEAN sebanyak 73 juta  pada tahun 2010 atau meningkat 11 persen dibandingkan tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perjalanan intra-ASEAN menjadi sumber pasar utama dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;share&lt;/span&gt; mencapai 47 persen pada 2010,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah tersebut masih lebih banyak jumlah wisman yang mengunjungi  China sebesar 55,7 juta, sekaligus sebagai peringkat ketiga destinasi pariwisata dunia yang paling banyak dikunjungi wisatawan internasional setelah Perancis dan Amerika Serikat. “China  menjadi ‘competitor’ atau mitra sekaligus pesaing bagi pengembangan pariwasata ASEAN,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jumlah wisman dari ASEAN yang ke Indonesia mencapai 2.431.154 orang pada 2004 menjadi 3.052.285 orang pada 2010.  “Dari total 7.002.944 wisman yang datang ke Indonesia pada 2010, sebanyak 43,6% berasal dari ASEAN,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eddy Krismedi, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Senior Officer  ASEAN Secretariat&lt;/span&gt; mengatakan dalam pengembangan standar pariwisata ASEAN dengan proses sertifikasi, Indonesia menjadi lead coordinator untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ASEAN Tourism Security and Safety&lt;/span&gt;. Semantara Thailand l&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ead coordinator&lt;/span&gt; untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;geen hotel standar&lt;/span&gt;, Malaysia untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;homestay&lt;/span&gt;, Thailand untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Spa&lt;/span&gt;, dan Brunei Darussalam untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;public toilet&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pasar internasional terutama dari Eropa mulai sensitif terhadap hotel dan produk yang berlabel green. Tapi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;green lable&lt;/span&gt; untuk hotel ini bukan paksaan melainkan anjuran,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam peningkatan kesempatan pengembangan pengetahuan dan keahlian di bidang pariwisata, Indonesia menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lead country&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ASEAN Tourism Resource Management and Development Network (ATRM) Heritage&lt;/span&gt;.  Sedangkan Singapura &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lead country&lt;/span&gt; untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ATRM Cruise&lt;/span&gt;, Malaysia untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ATRM Hospitality&lt;/span&gt;, dan Thailand untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ATRM Eco-Tourism&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait forum kerjasama &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle&lt;/span&gt; (IMT-GT), Raldi Hendro Koestoer, staff Ahli Bidang Inovasi, Teknologi dan Lingkungan Menko Perekonomian mengatakan agar tidak terjadi ketimpangan dengan wilayah Malaysia dan Thailand lainnya yang berdekatan sebagai satu kawasan petumbuhan, pemerintah Indonesia bukan hanya harus  menjadikan seluruh Pulau Sumatera sebagai stakeholder, pun harus meningkatkan pembangunan di wilayah tersebut khususnya infrastruktur pariwisatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam forum kerjasama antara Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines (BIMP-EAGA) disepakati BMIP-EAGA Implementation Blueprint 2012-2016 yang terdiri atas 3 pilar utama yakni konektivitas, food basket, dan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Bagi Indonesia BIMP-SEAGA ini difokuskan pada kawasan Timur Indonesia yang saat ini telah dibentuk 3 koridor ekonomi yakni  koridor ekonomi Kalimantan, Sulawesi dan  koridor ekonomi Maluku-Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemenparekraf  arus mendorong para pelaku usaha wisata di pusat dan daerah untuk turut bersinergi dalam pasar komunitas ASEAN,” saran Raldi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ASEAN Tourism Association&lt;/span&gt; (ASEANTA) Yanti Sukamdani menjelaskan Indonesia sebagai anggota ASEANTA sudah tergabung dalam 4 keanggotan ASEAN yakni &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ASEAN Hotel &amp;amp; Restaurant Association&lt;/span&gt; (AHRA) yang diwakili PHRI, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Federation ASEAN Travel Association&lt;/span&gt; (FATA) yanag diwakili ASITA, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ASEAN Airlines Association&lt;/span&gt; (Airlines) yang diwakili Garuda Indonesia, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;National Tourism Organization&lt;/span&gt; (NTO) yang diwakili Kemenparekraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk ASEAN sekarang 600 juta orang atau 8.8 % dari total dunia. “Target keanggotaan ASEANTA menggaet 2 milyar penduduk dunia dari ASEAN ditambah Jepang yang berpenduduk 128 juta orang, China 1,34 milyar, dan Korea 48, 2 juta orang,” jelas Yanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto: Tri Akbar Handoko, PKP Kemenparekraf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-1137836217245986151?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/1137836217245986151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/tak-cukup-senyum-kalau-pariwisata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/1137836217245986151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/1137836217245986151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/tak-cukup-senyum-kalau-pariwisata.html' title='Tak Cukup Senyum Kalau Pariwisata Indonesia Mau Maju'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-85vODMIoIME/TtcfYojmrEI/AAAAAAAAB3E/XyOns1Sdig4/s72-c/Wamenparekraf%2BSapta%2BNirwandar%2Bsaat%2Bmembuka%2BSeminar%2Bsehari%2B%2Btentang%2Bpariwisata%2BASEAN%2Bdi%2BJakarta.%2BFoto.%2BPKP%2BKemenparekraf..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-581156776326075461</id><published>2011-11-30T16:19:00.000-08:00</published><updated>2011-11-30T21:59:15.893-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peran Penting Indonesia dalam Kepariwisatan ASEAN'/><title type='text'>Peran Penting Indonesia dalam Kepariwisatan ASEAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-cQWbJ32QVxM/TtcXpYK_Y7I/AAAAAAAAB24/EVISMTNbo1I/s1600/Seminar%2BSehari%2BTantangan%2Bdan%2BPeluang%2BKerjasama%2BPariwisata%2BASEAN%2Bdan%2BKawasan%2BPertumbuhan.%2BFoto.%2BPKP%2BKemenparekratf..jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-cQWbJ32QVxM/TtcXpYK_Y7I/AAAAAAAAB24/EVISMTNbo1I/s200/Seminar%2BSehari%2BTantangan%2Bdan%2BPeluang%2BKerjasama%2BPariwisata%2BASEAN%2Bdan%2BKawasan%2BPertumbuhan.%2BFoto.%2BPKP%2BKemenparekratf..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681035454581793714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Indonesia berperan penting dalam usaha meningkatkan kualitas dan daya saing kepariwisataan ASEAN. Ini dibuktikan dengan menjadi ketua atau lead country dalam task force Pengembangan Tenaga Kerja Pariwisata di kawasan ASEAN atau ASEAN Tourism Manpower Development. Di samping itu menjadi ketua ASEAN Tourism Professional Monitoring Commitee (ATPMC) yang salah satu tugas utamanya meningkatkan Kualitas pelayanan dan kompentensi SDM pariwisata yang profesional di negara-negara ASEAN.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar saat membuka Seminar Sehari “Kerja Sama Pariwisata ASEAN dan Kawasan Pertumbuhan” di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (30/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan kawasan ASEAN sebagai destinasi wisata yang berdaya saing, lanjut Sapta telah disusun Rencana Stratagis Pembangunan Pariwisata ASEAN atau &lt;em&gt;ASEAN Tourism Strategic Plan&lt;/em&gt; disingkat ATSP 2011-2015. “ATSP ini menjadi pedoman bagi seluruh anggota ASEAN dalam mewujudkan kawasan ASEAN sebagai tujuan wisata terpadu atau &lt;em&gt;single tourism destination&lt;/em&gt;,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ATSP ini juga menjadi pedoman terciptanya pengembangan standar pariwisata melalui berbagai sertifikasi untuk memudahkan para profesional di bidang pariwisata bekerja di wilayah ASEAN, dan terwujudnya kebijakan satu visa untuk memudahkan perjalanan dan meningkatkan konektivitas di kawasan ASEAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua ATPMC I Gusti Putu Laksaguna mengatakan untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisita ASEAN telah disepakati adanya &lt;em&gt;Mutual Recognition Arrangement&lt;/em&gt; (MRA) di bidang profesi pariwisata sejak Januari 2009. “Tujuan MRA ini untuk meningkatkan kesetaraan kualitas dan profesionalitas SDM pariwisata di kawasan ASEAN dan memfasilitasi mobilitas dan perlindungan tenaga kerja pariwisata ASEAN dengan menggunakan &lt;em&gt;ASEAN Competency Standars for Tourism&lt;/em&gt; dan lainnnya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak positif MRA ini, lanjut Laksaguna antara lain mempermudah mendapatkan tenaga kerja kompeten yang langka di pasar kerja dalam negeri dan mengurangi tekanan pengangguran. “Sedangkan dampak negatifnya, masuknya tenaga kerja asing mengancam kesempatan kerja bagi tenaga kerja domestik,” terangnya seraya menambahkan &lt;em&gt;grand launching MRA&lt;/em&gt; akan berlangsung pada 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar sehari yang diselenggarakan Kemenparekraf ini diisi dua diskusi dengan menghadirkan 4 pembicara. Diskusi pertama menampilkan pembicara Eddy Krismedi dari ASEAN Secretariat yang membawakah makalah bertajuk “Perkembangan Kerjasama Pariwisata ASEAN”. Pembicara kedua Raldi Hendro Koestoer, staff Ahli Bidang Inovasi, Teknologi dan Lingkungan Menko Perekonomian dengan makalah berjudul “Perkembangan Kerjasama Pariwisata IMT-GT dan BIMP-EAGA”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di diskusi kedua menampilkan pembicara I Gusti Putu Laksaguna dengan makalah “Peluang Pengembangan SDM Indonesia dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Implementasi MRA on Tourism Profesional&lt;/span&gt;” dan disusul Yanti Sukamdani selaku presiden &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ASEAN Tourism Association&lt;/span&gt; (ASEANTA) dengan makalah “Peran ASEANTA dalam Pengembangan Pariwisata di ASEAN dan Kesiapan Indonesia dalam Pemanfaatan Kerjasama Pariwisata ASEAN”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar ini diikuti beberapa perwakilan ASITA dari berbagai provinsi antara lain ASITA Jogja, Aceh, dan Badan Promoso Parwisata Daerah Sumut serta sejumlah kadisbudpar, akademisi pariwisata, direktur dan staff di lingkungan di Kemenparekraf dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/strong&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto: Tri Akbar Handoko, PKP Kemenparekraf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-581156776326075461?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/581156776326075461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/peran-penting-indonesia-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/581156776326075461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/581156776326075461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/peran-penting-indonesia-dalam.html' title='&lt;strong&gt;Peran Penting Indonesia dalam Kepariwisatan ASEAN&lt;/strong&gt;'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-cQWbJ32QVxM/TtcXpYK_Y7I/AAAAAAAAB24/EVISMTNbo1I/s72-c/Seminar%2BSehari%2BTantangan%2Bdan%2BPeluang%2BKerjasama%2BPariwisata%2BASEAN%2Bdan%2BKawasan%2BPertumbuhan.%2BFoto.%2BPKP%2BKemenparekratf..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-5218114870030010257</id><published>2011-11-29T06:42:00.000-08:00</published><updated>2011-11-29T07:14:33.975-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berwisata ke Kukar Pascaambruknya Jembatan Mahakam II'/><title type='text'>Berwisata ke Kukar Pascaambruknya Jembatan Mahakam II</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pascaambruknya Jembatan Mahakam 2, Sabtu (26/11/2011), sekitar pukul 16.30 WITA, nama Kutai Kartanegara (Kukar) kembali terdengar lantaran disorot berbagai media. Sejumlah orang di dalam dan luar Kaltim pun berdatangan bukan semata menyaksikan jembatan gantung pertama di Indonesia yang kini masih diselidiki penyebab keruntuhannnya, pun berkunjung ke sejumlah obyek wisatanya. Obyek wisata apa saja?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dipungkiri ambruknya jembatan sepanjang 580 meter yang menghubungkan Kecamatan Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar, Kaltim ini membuat masyarakat Indonesia yang tengah asyik melihat tayangan jelang resepsi Indonesia Wedding antara putra Presiden SBY  Ibas dengan Putri Menko Perekonomian Hatta Rajasa Aliya yang konon menelan biaya 40 miliyar, beralih sejenak ke tragedi yang cukup mengejutkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, Jembatan Mahakam 2 yang juga dikenal dengan nama Jembatan Kukar atau juga Jembatan Tenggarong ini dibangun selama empat tahun, dari 1997 hingga 2001, dan memiliki desain maupun kosntruksi mirip Golden Gate di San Francisco, Amerika Serikat ini seketika ambruk tanpa ada gempa ataupun banjir bandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat Kota Tenggarong, Kabupaten Kukar, jembatan ini bukan sekadar menjadi kebanggan pun landmark Kota Tengarong.. Jembatan ini menjadi salah satu alternatif akses masuk dari Samarinda menuju Tenggarong. Pasalnya memperpendek jarak tempuh Tenggarong-Samarinda yang sebelumnya 45 Km melalui Loa Kulu dan Loa Janan, menjadi 24 Km dengan waktu tempuh 30 menit. Jembatan Kutai Kartanegara ini menjadi landmark Kota Tenggarong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berdiri, jembatan memesona warga Kota Tenggarong termasuk wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Saban sore, terutama akhir pekan dan hari libur, banyak warga yang datang ke jembatan ini untuk mengabadikannya atau berfoto berlatarbelakang jembatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini setelah ambruk, jembatan ini tetap dirilik pengunjung. Bahkan banyak yang berkunjung ke beberapa obyek yang ada di sekitarnya termasuk di Kota dan Kecamatan Tenggarong serta kawasan di Kabupaten Kukar antara lain ke Jam Bentong, Pulau Kumala, Planetarium Jagad Raya Tenggarong, Museum Mulawarman, Monumen Pancasila, perkampungan Suku Dayak Benuaq di Desa Pondok Labu, Waduk Panji Sukarame, dan Museum Kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam Bentong berada tak jauh dari Jembatan Kukar di Km 5 Jalan Tenggarong-Samarinda. Jam bentong merupakan tugu yang dilengkapi  4  jam besar yang dapat dilihat dari 4 penjuru arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Kumala adalah pulau kecil yang terletak ditengah-tengah Sungai Mahakam, Kota Tenggarong. Di pulau yang terbentuk dari delta berbentuk seperti perahu seluas 76 ha ini kini menjadi  kawasan wisata andalan Kota Tenggarong sejak tahun 2000. Pulau ini terbagi  terbagi atas 30 ha untuk taman rekreasi, 9 ha untuk taman rekreasi air, dan 24,5 ha untuk hutan dan preservasi, serta 12,5 ha untuk resort dan cottage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pulau ini pengunjung dapat menikmati  kereta api untuk mengelilingi pulau, sky tower dengan ketinggian 75 meter, dan kereta gantung (cable car) yang menghubungkan Tenggarong Seberang dengan Pulau Kumala. Selain itu juga ada arena permainan anak-anak dan keluarga, aquarium pesut mahakam, rumah adat lamin dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum Mulawarman di Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Tenggarong merupakan bekas Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara yang dibangun pada tahun 1936. Di dalamnya tersimpan bermacam keramik kuno, patung Lembu Suana, koleksi benda bersejarah peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara, benda-benda budaya dari daerah Kutai, koleksi mata uang kuno, dan lainnya.. Museum ini buka setiap hari untuk umum, kecuali Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdampingan dengan Museum Mulawarman ada Planetarium Jagad Raya Tenggarong yang menjadi obyek wisata pendidikan dan rekreasi. Pengelolanya Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga  Kabupaten Kukar. Tiket masuk sebesar Rp.5.000 per orang pada  hari biasa dan Rp 7.500 per orang pada akhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkampungan suku Dayak Benuaq di Desa Pondok Labu berada sekitar 25 Km dari Kota Tenggarong. Di desa ini dapat dijumpai Lamin atau rumah adat suku Dayak Benuaq yang terbuat dari kulit kayu. Daya tarik lainnya ada berbagai benda seni budaya khas suku Dayak Benuaq, seperti gong, guci, patung mandau, serta alat-alat upacara untuk menaruh sesaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perkampungan ini juga sejumlah tempat yang dikeramatkan masyarakat setempat, seperti kuburan adat dan tempat mengadakan upacara adat. Setiap tahun di desa ini diselenggarakan upacara adat Suku Dayak Benuaq, seperti Ngugu Tahun upacara untuk kesuburan pertanian, Belian (upacara menolak bala), Upacara Tanam dan Panen Padi, Upacara Pengobatan Tradisional Belian, dan Upacara Belontang atau penyembelihan kerbau yang dipersembahkan kepada arwah nenek moyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai  Pondok Labu dari Tenggarong ke Kota Bangun lalu belok ke kanan melalui jalan perusahaan batubara PT.MHU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk Panji Sukarame merupakan telaga alam di daerah Rondong Demang, Kecamatan Tenggarong. Telaga ini dibendung menjadi waduk untuk pengairan sawah penduduk. Obyek wisata ini menempati areal lahan seluas 32 ha. Disini pengunjung disuguhi pemandangan alam sekitar waduk yang indah dengan sejumlah sarana rekreasi untuk keluarga, seperti taman ulin dan taman anggrek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar waduk ini juga ada Museum Kayu Tuah Himba tepatnya sekitar 600 meter arah tenggara Waduk Panji Sukarame. Museum ini memyimpan koleksi kayu hasil hutan Kalimantan Timur dan 2 ekor buaya yang diawetkan. Museum ini berupa bangunan rumah panggung terbuat dari kayu seluas 400 meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain obyek-obyek  di atas, pengunjung juga banyak yang bertandang ke obyek wisata alam, sejarah, budaya, religi dan rekseasi lainnya antara lain ke Masjid Agung Tenggarong dan Pantai 136.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Agung Tenggarong yang dikelola oleh MUI merupakan masjid terbesar di Kukar sekaligus menjadi pusat kegiatan Islam. Masjid ini terletak di Jalan Panjaitan. Sedangkan Pantai 136 merupakan obyek wisata pantai di pinggiran Sungai Mahakam yang berpontesi besar dikembangkan sebagai kawasan wisata massal. Setiap akhir pekan, banyak yang bersantai di pantai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kapan Jembatan Mahakam 2 kembali beroperasi dan kembali menjadi landmark kebanggaan Kota Tenggarong. Yang pasti musibah ini menjadi pembelajaran berharga bagi pihak terkait untuk menomorsatukan kualitas bangunan demi keselamatan orang banyak, bukan semata indah dan megah tapi tak bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-5218114870030010257?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/5218114870030010257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/berwisata-ke-kukar-pascaambruknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5218114870030010257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/5218114870030010257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/berwisata-ke-kukar-pascaambruknya.html' title='Berwisata ke Kukar Pascaambruknya Jembatan Mahakam II'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-3306125084975130287</id><published>2011-11-28T00:05:00.000-08:00</published><updated>2011-11-28T20:09:02.475-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Benarkah Entikong Tidak Aman dan Nyaman?'/><title type='text'>Benarkah Entikong Tidak Aman dan Nyaman?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Malaysia masih menjadi pasar utama wisman bagi Kalimantan mengingat sebagian wilayah daratannya berbatasan langsung. Sayangnya jumlah wisatawan yang datang dari negeri Jiran itu masih sedikit ketimbang orang Indonesia yang bertandang ke Malaysia lewat Kalimantan, terutama Kalbar. Salah satu penyebabnya karena pintu masuk dari Entikong tidak aman dan nyaman. Benarkah?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pintu masuk yang kerap digunakan wisman Malaysia masuk ke Kalbar yakni lewat Entikong dan Bandara Supadio Pontianak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisman asal Malaysia yang berkunjung ke Kalbar pada April 2011 sebanyak 1.609 orang atau 80,33 % dari jumlah total wisman bulan April sebanyak 2.003 orang.  Jumlah wisman yang masuk lewat Entikong masih mendominasi sebesar 86,27 %. Sedangkan dari Bandara Supadio tercatat sebanyak 13,73 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya jumlah kunjungan wisman Kalbar periode Juli 2011 hanya 2.170 orang, turun dratis 17,46 persen dibandingkan  Juni yang mencapai 2.629 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPS, mencatat dari jumlah 2.170 wisman yang berkunjung ke Kalbar, 70 % lewat Entikong dan 30 % dari Bandara Supadio, Pontianak. Yang menarik, kedatangan wisman melalui Bandara Supadio pada Juli sebanyak 650 orang atau meningkat 7,44 % dibanding Juni yang hanya 605 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dari Entikong, jumlah wisman pada Juli hanya 1.520 orang atau turun dratis 25 persen dibandingkan Juni sebanyak 2.024 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima negara penyumbang terbanyak wisman yang berkunjung ke Kalbar adalah Malaysia sebanyak 71,34 %, China (4,79 %), Brunei Darussalam (4,33 %), Belanda (3,69 %), Singapura (3,32 %), dan sisanya sebesar 12,53  wisman dari negara-negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati jumlah kunjungan wisman menurun, ternyata tingkat hunian kamar tidak terpengaruh. Tingkat hunian kamar hotel berbintang misalnya, pada  Juli mencapai rata-rata 36 % atau naik 7,90 poin jika dibanding Juni yang hanya 28 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurunnya jumlah wisman Malaysia yang datang lewat Entikong menarik ditelusuri penyebabnya. Berdasarkan informasi dari peserta lomba sumpit internasional atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;International Borneo Sumpit Tournament&lt;/span&gt; (IBOST) di Singkawang, Kalbar yang baru pertama kali digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 18-20 November 2011 lalu,  imej tak nyaman dan aman di Entikong menyebabkan orang Malaysia cemas memasuki Kalbar lewat Entikong sebagaimana diutarakan ketua Kelab Menyumpit Julau (KMJ) dari Serawak, Malaysia James Victor Chimbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut James, ada kesan tak aman dan nyaman di Entikong. “Tapi kalau di Singkawang dan Pontianak, wisman Malaysia merasa aman dan nyaman,’ jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan senada juga disampaikan Lainie salah satu atlit sumpit dari KMJ.  Ia mengatakan banyak wisman asal Malaysia yang tidak berani lama-lama melewati Entikong. “Kami pernah singgah di rumah makan di Entikong tapi tidak dilayani dengan baik,” akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sopir mobil travel di Pontianak yang biasa mengantar wisatawan Indonesia ke Malasysia lewat Entikong mengaku di Entikong banyak preman yang membuat wisatawan Malaysia merasa tidak aman dan nyaman. “Premannya bukan cuma orang Indonesia tapi juga Malaysia,” akunya yang tak mau namanya dicantumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang benar kondisi pintu masuk Entikong tidak aman dan nyaman, ini tentunya menjadi Pekerjaan Rumah bagi Pemprov Kalbar dalam hal ini Disbudpar Kalbar dan Kemenparekraf untuk membenahi permasahan utama yang terjadi di perbatasan Kalbar-Serawak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekeras apapun upaya pemerintah untuk menjaring wisman negeri Jiran dengan menggelar event seperti konser musik di Entikong yang kemudian diganti dengan lomba sumpit internasional di Singkawang dan selanjutnya di kota-kota lain di Kalimantan, bkal kurang optimal bahakan mungkin berujung sia-sia jika akar permasalahannya tak lekas dibenahi dengan tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disbudpar Kalbar lewat Sekdisbudparnya berjanji akan melakukan sosialisasi sadar wisata ke Entikong dan perbatasan lainnya. Langkah ini katanya untuk merubah imej tak aman dan nyaman tadi. Namun itu tidak cukup, permasalah mendasar lainnya yang kudu diperhatikan adalah kesenjangan ekonomi yang terjadi disana.  Perlu solusi pendekatan ekonomi agar tidak ada ketimpangan yang mengakibatkan terjadinya kecemburuan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah dan Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-3306125084975130287?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/3306125084975130287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/benarkah-entikong-tidak-aman-dan-nyaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3306125084975130287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3306125084975130287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/benarkah-entikong-tidak-aman-dan-nyaman.html' title='Benarkah Entikong Tidak Aman dan Nyaman?'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-1490260231484099660</id><published>2011-11-26T02:20:00.000-08:00</published><updated>2011-11-26T20:05:52.339-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketika Pelukis Jawa dan Sumatera Melukis tentang Betawi dan Jakarta Tempoe Doele'/><title type='text'>Ketika Pelukis Jawa dan Sumatera Melukis tentang Betawi dan Jakarta Tempoe Doele</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-CY-AOIqgYKA/TtG21TQ__xI/AAAAAAAAB2s/Op1nQhi8hww/s1600/Dua%2Blukisan%2Bbertema%2BBetawi.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-CY-AOIqgYKA/TtG21TQ__xI/AAAAAAAAB2s/Op1nQhi8hww/s200/Dua%2Blukisan%2Bbertema%2BBetawi.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679521631911804690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vNASj21JbkM/TtG2xB70bDI/AAAAAAAAB2g/CPPcCVh74q4/s1600/Foke%2Bmenerima%2Blukisan%2Bbergambar%2Bwajahnya.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-vNASj21JbkM/TtG2xB70bDI/AAAAAAAAB2g/CPPcCVh74q4/s200/Foke%2Bmenerima%2Blukisan%2Bbergambar%2Bwajahnya.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679521558540086322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;K&lt;i&gt;alau pelukis Betawi melukis tema kebetawian itu biasa. Tapi kalau ada sejumlah pelukis lain yang berasal dari Bukit Tinggi, Jogja, dan Surabaya yang mencoba menggoreskan kreativitasnya mengenai kehidupan orang Betawi dan problema yang terjadi di Jakarta, itu baru beda.  Mau tahu seperti apa hasilnya? Datang saja ke Pameran Lukisan Seni Lukis Betawi dan Jakarta Tempo Doeloe.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tujuh (7) pelukis yang berkolaborasi memamerkan hasil perekaman imajinasi, pemahaman, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;unek-unek&lt;/span&gt;-nya seputar kehidupan masyarakat Betawi di Jakarta dan segala pemasalahannya, yakni Alex Lutfhi R asal Surabaya, Gusti Alit Cakra (Bali), Ibrahim (Bukit Tinggi), Nasirun (Cilacap), Ridi Winiarso (Jogja), Sarnadi Adam (Betawi), dan Totok Buchori asal Probolinggo dengan kurator Agus Dermawan T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 100 lukisan yang mereka pamerkan dengan bermacam aliran, ide dan tentu saja harga yang berkisaran antara Rp 25 juta sampai dengan Rp 180 juta per lukisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini pameran pertama yang diselanggarakan Sudinbud Jaksel dengan menampilkan pelukis dari berbagai daerah dan bermacam aliran seperti Toto dengan raliran realisme-nya,  Ridi dengan lukisan ceria, dan Ibrahim dengan aliran pure abstrak-nya," jelas Sarnadi Adam yang menjadi koordinator para pelukis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan Alex penuh simbol yang mengandung banyak makna kritikan. Contoh lukisannya yang berjudul "Opera Jakarta" berukuran 120 x 120 Cm dengan cat minyak di atas kanvas menegaskan bahwa orang-orang yang berada di Senayan itu bak badut. Gambaran itu jelas terlihat sekali dalam lukisannya yang menggambarkan Gedung DPR/MPR RI dengan tiga badut di bawahnya. “Bukan rahasia lagi toh banyak badut di sana,” tandas pelukis yang juga Dekan Fakultas Seni Media Rekam, ISI Jogja yang lukisannya berjudul "Kado Reformasi" dibeli antropolog Amerika Serikat seharga Rp 30 juta pada 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex yang memang kerap mengkritik lewat lukisannya tidak takut kehabisan daya kritisnya. Menurutnya selama dunia masih ada, masih banyak persoalan sosial, politik, budaya di dalamnya. “Tinggal bagimana kita membaca permasalahan yang ada lalu kita tuangkan ke kanvas, termasuk permasalahan yang ada di Jakarta ini,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Ibrahim, pelukis termuda di antara 6 pelukis yang ikut pemeran kali ini. Pemuda asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat ini menuangkan kreativitasnya lewat goresan akrilik dan pensil di atas kanvas dalam aliran abstrak murni. Salah satu lukisannya bertajuk "Penari Betawi" berukuran 200 x 200 Cm terlihat begitu artistik, menggambarkan seorang penari perempuan Betawi yang sedang menari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi beberapa lukisan abstak Ibrahim lainnya yang tentu perlu “kaca mata” lebih untuk memahaminya seperti lukisan berjudul "Ambang Batas" dan "Di Bawah Menara".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Sarmadi Adam yang asli Betawi terlihat begitu kuat kebetawiannya dalam setiap lukisannya. Pemilik Betawi Studio Seni Rupa di Kawasan Kebayoran Lama, Jaksel ini terlihat amat memahami Betawi dengan pengaruh bermacam budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekurangnya ada tiga lukisannya yang amat menonjolkan budaya Betawi seperti lukisan berjudul "Sepasang Ondel-Ondel" berukuran 200 x 280 Cm dengan akrilik di atas kanvas,  "9 Penari Betawi" dengan cat minyak di atas kanvas, dan lukisan "Barisan Penari Cokek".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran lukisan yang diselenggarakan Sudinbud Jaksel ini dibuka oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo dengan dimeriahkan penampilan musik Keroncong Tugu. Dalam sambutannnya, Bang Foke  berharap pameran ini dapat memberikan kontribusi terhadap pariwisata Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jakarta tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Betawi. Keduanya menjadi elemen sejarah kota ini. Jakarta dan masyarakat betawi adalah bagian dari identitas Negara Indonesia,” jelasnya usai membuka pameran di Gandaria City Mall, Kebayoran Lama, Jaksel, Jumat (25/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasudinbud Jaksel Ahmad Syaropi mengatakan tujuan pameran ini bukan semata sebagai bentuk pembinaan terhadap seni lukis di Jakarta Selatan khususnya, melainkan bernilai tambah dengan turut mengentaskan wilayah kumuh di Jaksel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hasil penjualan lukisan ini akan  disumbangkan untuk perbaikan sanitasi kawasan kumuh di Jaksel dan juga pengentasan kemiskinan,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pameran ini, Fauzi Bowo membeli tiga lukisan. Sedangkan Walikota Jaksel Anas Efendi membeli 1 lukisan karya Sarnadi Adam berjudul "Abang Kite" seharga Rp 30 juta. Pameran lukisan ini berlangsung lima hari sejak 25-29 November 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-1490260231484099660?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/1490260231484099660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/ketika-pelukis-jawa-dan-sumatera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/1490260231484099660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/1490260231484099660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/ketika-pelukis-jawa-dan-sumatera.html' title='Ketika Pelukis Jawa dan Sumatera Melukis tentang Betawi dan Jakarta Tempoe Doele'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-CY-AOIqgYKA/TtG21TQ__xI/AAAAAAAAB2s/Op1nQhi8hww/s72-c/Dua%2Blukisan%2Bbertema%2BBetawi.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-3289591557270917549</id><published>2011-11-26T01:27:00.000-08:00</published><updated>2011-11-26T01:33:25.453-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Festival Teater Jakarta 2011 di 8 Venue'/><title type='text'>Festival Teater Jakarta 2011 di 8 Venue</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Ada yang berbeda dari pergelaran Festival Teater Jakarta (FTJ) 2011. Biasanya FTJ digelar di Taman Ismail Marzuki, tahun ini akan diadakan di 8 lokasi.  Perbedaan lainnya, FTJ ke 39 kali ini bakal diramaikan dengan bermacam acara pendukung, termasuk peluncuran buku.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada 14 grup teater terbaik dari 5 wilayah Jakarta yanag bakal unjuk kebolehan dalam FTJ 2011. Ke-14 teater tersebut hasil terdiri atas 13 teater dari   hasil seleksi  dan 1 teater pemenang FTJ sebelumnya.  “Penyeleksian peserta berlangsung sebulan sejak Juli sampai Agustus 2011. Yang mendaftar ada 56 teater,” kata Dewi Noviami selaku Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) saat konferensi pers di Teater Kecil, TIM, Jakarta, Kamis, (24/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia FTJ 2011 Malhamang Zamzam  menambahkan bahwa seluruh peserta yang  tersaring akan mementaskan 5 naskah asli dengan tema Membaca Aku, Membaca Laku. “Sejak tahun 2006 sudah ada 25 naskah asli yang dipentaskan dlam FTJ. Diharapkan  teater-teater lainnya juga mampu menggarap naskah drama asli sendiri,” imbaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun acara pendukung FTJ 2011 antara lain Pasar Drama, Warung Kepulauan Seribu, Pemutaran Dokumentasi Video Teater, Penerbitan Majalah Teater, dan Diskusi Tematik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus diskusi tematik akan menghadirkan sejumlah pembicara yang berkompeten dibidangnya antara lain Teguh Osentrik  yang akan menjadi pembicara utama dalam diskusi bertema “Perkembangan Pengaruh Seni dalam Artistik Panggung Seni pertunjukan Kini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu  ada Goenawan Muhammad, Are Budiman, dan Riri Riza yang akan berdiskusi tentang “Perkembangan Lanskap Seni Pertunjukan di Jakarta dan Pengaruhnya pada Kehidupan Teater Indonesia. Lalu ada Mira Lesmana dari Miles Production dan Ratna Riantiarno yang akan berdikusi mengenai “Manajemen Seni Pertunjukan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua buku baru juga akan diluncurkan yakni buku “Hiburan Masa lalu dan Tradisi Lokal” karya Fandy Hutari dan buku “Kitab Teater” karya Nano Riantioarno disertai dengan diskusi yang menghadirkan sejumlah pembicara seperti Niniek L Karim, Didi Petete, dan Jakob Sumardjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Steering Committee FTJ 2011 Ediyan Munaedi menjelaskan dewan juri yang akan menilai 14 kelompok yang berlaga dalam FTJ 2011 antara lain Putu Wijaya, N Riantiarno, Afrizal Malna, dan Dindon WS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan memilih kelompok yang berhak atas 11 penghargaan meliputi Grup Terbaik I,II, dan III, Sutradara, tata Arstistik, Tata Msuik,  Naskah Drama Asli, Aktor &amp;amp; Aktris Pendukung, Aktor &amp;amp; Aktris Utama Terbaik.  “Kami juga mengundang juri dari luar jakarta dengan hararapan teman dari luar Jakarta dapat  menangkap sesuatu dari Jakarta dan sebaliknya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan FTJ akan berlangsung di Teater Jakarta, TIM pada 29 November 2011 dengan menampilkan kelompok Wayang Kampung Sebelah. Penutupannnya di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada 14 Desember 2011 dengan menyuguhkan Sandiwara Pettapuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap harinya akan digelar 1 pertunjukkan peserta FTJ 2011 dan beberapa acara pendukung. Delapan venue yang digunakan selama FTJ 2011 adalah Gedung Teater Jakarta di TIM, Salihara di Jl Salihara 14 Jaksel, Gedung Kesenian Miss Tjitjih  di Cempaka Putih Jakpus, Teater Luwes Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Gelanggang Remaja Jakbar di Grogol Jakbar, Gelanggang remaja Jaksel di Bulungan Raya jaksel, Lapangan Student Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah di Ciputat, dan Gedung Kesenian Jakarta di  Pasar baru, jakpus yang digunakan untuk acara penutupan sekaligus pengumuman pemenang FTJ 2011. “Juara pertama akan mendapat hadia  Rp 25 Juta dan biaya pembinaan sebesar Rp 15 Juta serta berhak  tampil di FTJ tahun berikutnya,” terang Dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang ingin menonton FTJ 2011, lanjut Dewi dapat langsung mendatangi venue-nya. “Tidak dipungut bayaran alias gratis, kecuali untuk pertunjukkan di Salihara dikenakan tiket masuk sebesar Rp 30.000 per orang,” tambahnya seraya menargetkan jumlah penonton FTJ 2011 di masing-masing venue sekitar 200-300 orang belum termasuk penonton di acara pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FTJ merupakan ajang kompetisi para teaterawan Jakarta yang sudah terselenggara  sejak 1973.  Festival ini didanai Disbudpar DKI Jakarta. Namun sempat vakum beberapa tahun dan kemudian muncul lagi pada  2006 hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-3289591557270917549?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/3289591557270917549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/festival-teater-jakarta-2011-di-8-venue.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3289591557270917549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3289591557270917549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/festival-teater-jakarta-2011-di-8-venue.html' title='Festival Teater Jakarta 2011 di 8 Venue'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-990051136321785804</id><published>2011-11-24T19:10:00.000-08:00</published><updated>2011-11-24T19:18:06.629-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Arisan 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemenparekraf Galakkan Lagi Program Kamis ke Bioskop'/><title type='text'>Kemenparekraf Galakkan Lagi Program Kamis ke Bioskop</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Jumlah penonton film Indonesia di bioskop selama tahun 2011 ini menurun dibanding tahun lalu. Untuk meningkatnya kembali, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan melakukan bermacam upaya, salah satunya dengan menggalakkan kembali program “Kamis ke Bioskop” yang dulu sempat sukses.&lt;/strong&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Menparekraf Mari Elka Pangestu usai menyaksikan pemutaran perdana film Arisan 2 di Bioskop Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (24/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mari, banyak cara untuk menagajak orang kembali berbondong-bondong menonton film Indonesia di bioskop, di antaranya dengan mengajak sejumlah pejabat untuk ikut nonton bareng. “Contohnya hari Kamis ini, aku datang ke bioskop dan nonton film Arisan 2 bersama para kru, produser, sutradara, dan para pemainnya,”  terangnya didampingi Nia Dinata selaku produser dan sutradara film Arisan 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya lain, lanjutnya dengan mengaktifkan kembali program “Kamis ke Bioskop” yang dulu pernah digerakkan oleh para sineas. “Program ini  harus kita dorong lagi, biar masyarakat Indonesia bersemangat lagi nonton ke bioskop untuk nonton film –film Indonesia,” ujarny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga akan terus menghimbau para sineas untuk membuat film-film yang berkualitas sehingga orang mau menonton, termasuk menghimbau para pengusaha bioskop agar memasang film Indonesia lebih lama di bioskopnya. “Kalau &lt;em&gt;showing time&lt;/em&gt; atau masa tayang di bioskopnya  lebih lama, mayarakat jadi punya kesempatan lebih lama untuk menontonnya,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar film baru itu ditonton banyak orang, lanjut Mari, film tersebut harus juga dipromosikan dengan gencar sebelum beredar di publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membenahi perfilman Indonesia sebagai salah satu sektor ekomoni kreatif,  lanjutnya Kemenpareraf akan mengadakan semacam Musyawarah Nasional (Munas) pada bulan Desember 2011. “Tujuannya untuk mendengar masukan-masukan dari semua pihak terkait, termasuk para sineas untuk menata perfilman Indonesia ke depan, termasuk menindaklanjuti beberapa hal yang sudah disepakati,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Arisan 2 merupakan skuel film Arisan yang 8 tahun lalu sukses di pasaran. Film bergenre drama dengan tema klasik percintaan dan  persahabatan, terutama mengenani kehidupan cinta sejenis dan problematikanya ini dibintangai Cut Mini, Surya Saputra, Tora Sudiro, Rachel Maryam, Ria Irawan, Atika Siaholan, dan Pong Harjatmo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Mari lagi, film ini juga mengangkat sisi pariwisatanya karena menggambil syuting di Lombok, Borobudur, dan Jakarta. “Film ini memperlihatkan keindahan perairan Lombok dan panorama bawah lautnya yang cocok untuk &lt;em&gt;snorkeling&lt;/em&gt;, kebetulan tahun depan &lt;em&gt;Visit Lombok 2012&lt;/em&gt;. Dan juga pesona Waisak di Candi Borobudur,” jelas Mari yang mengaku suka nonton film kecuali film horor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Naskah: Adji Kurniawan&lt;/strong&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;Foto:  Fahrul Rozzi, PKP Kemenparekraf&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-990051136321785804?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/990051136321785804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/kemenparekraf-galakkan-lagi-program.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/990051136321785804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/990051136321785804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/kemenparekraf-galakkan-lagi-program.html' title='&lt;strong&gt;Kemenparekraf Galakkan Lagi Program Kamis ke Bioskop&lt;/strong&gt;'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-3996828268463099311</id><published>2011-11-23T16:40:00.000-08:00</published><updated>2011-11-23T17:32:27.808-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lima Alasan Indonesia Bakal Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Dunia'/><title type='text'>Lima Alasan Indonesia Bakal Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Dunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-V10pNmSki24/Ts2a9JZhkFI/AAAAAAAAB18/rzp0SaL9iqo/s1600/Mari%2Bmelihat%2Bpameran%2Bkerajinan%2Btangan%2Bhasil%2Bkreativitas%2B%2Banak%2Bbangsa..JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 150px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678365080469737554" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-V10pNmSki24/Ts2a9JZhkFI/AAAAAAAAB18/rzp0SaL9iqo/s200/Mari%2Bmelihat%2Bpameran%2Bkerajinan%2Btangan%2Bhasil%2Bkreativitas%2B%2Banak%2Bbangsa..JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ekonomi kreatif sebenarnya bukan barang baru buat bangsa ini. Lantaran tidak ditangani dengan serius, sektor ini seperti ada tapi tak ada. Baru belakangan ini, pemerinah meliriknya. Bila sektor ini serius dikelola secara maksimal dan profesional, tak mustahil Indonesia bakal menjadi pusat ekonomi kreatif dunia. Sekurangnya ada lima alasan yang memperkuat penilaian itu. Apa saja?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prediksi Indonesia bakal menjadi pusat ekonomi kreatif dunia itu pun terlontar dari mulut komponis dan produser kelas dunia asal Amerika Serikat Quincy Jones. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik agency tersohor Quincy yang telah mengorbitkan artis terkenal seperti Frank Sinatra, George Benson, Michael Jackson, Manhattan Transfer, Vanessa Williams, dan Ray Charles ini menyampaikan prediksinya itu dalam diskusi “Creative Talk” yang dipandu langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu di Bali, (19/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengembangan industri kreatif khususnya musik, kompeser bertangan dingin kelahiran Amerika Serikat 14 Maret 1933 ini mengatakan Indonesia harus tetap memperhatikan aktor utamanya seperti musisi dan penulis lagu, terutama untuk menghadapi trend teknologi yang terus berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekurangnya ada lima alasan mengapa Indonesia bakal leading disektor baru ini. Pertama, Indonesia memiliki tradisi kebudayaan yang tinggi dan beragam mulai dari seni tari, pahat, lukis, musik, dan lainnya. Kedua, Indonesia memiliki SDM seni dan budaya kreatif yang melimpah yang tersebar di seantero Tanah Air, terutama di kota-kota besar. Ketiga, Indonesia dianugerahi kekayaan alam sebagai penunjang pengembangan kreativitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, iklim pengembangan kreativitas cukup kondusif, terlebih memiliki pemimpin atau presiden yang juga respek dengan seni budaya karena memang menyenangi musik dan pandai mencipta lagu. Dan kelima, memiliki kelembagaan yang mengurus sektor ekonomi kreatif sebagai pembuat kebijakan dalam pengembangan sektor ini hingga menjadi mesin ekonomi baru yang menjajikan dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menparekraf Mari Elka Pangestu untuk mewujudkan impian itu diperlukan kerja keras dengan berbagai komponen terkait. Dia mengakui banyak yang harus dibenahi untuk mengembangkan ekonomi kretaif, termasuk industri musik di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mari lagi, pemerintah proaktif mencari solusi yang menguntungkan seluruh pihak. Di sektor industri musik misalnya, pembajakan hasil karya musik tentu masih menjadi masalah utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah akan memfasilitasi dan menyediakan sarana agar musisi juga dapat berkarya dan mengembangkan kreativitasnya ”Misalnya dengan menyediakan ruang-ruang publik dan membantu agar musisi Indonesia dapat &lt;em&gt;go international&lt;/em&gt;,” jelas Mari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diskusi itu juga hadir sejumlah musisi Tanah Air. Dwiki Dharmawan mengatakan bahwa Indonesia sangat kaya akan kebudayaan karena memiliki setidaknya 300 kelompok etnis. Dia pun yakin suatu hari nanti ada komposer Indonesia sekelas Quincy Jones yang mengembangkan salah satu corak musik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha dan musisi jazz Peter Gontha menyatakan perkembangan teknologi bukanlah akhir dari industri musik. Menurutnya, artis dan musisi selalu memiliki cara untuk mendapatkan penghasilan. Dia mencontohkan apa yang dilakukan oleh musisi Paul McCartney dengan melakukan konser hanya dihadapan komunitas yang jumlahnya sedikit namun dipublikasikan melalui internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat sekaligus wartawan musik Adib Hidayat menambahkan meski di era digital orang bisa membajak atau mengunduh musik dengan gratis, namun tetap selalu ada model bisnis yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencontohkan adanya trend baru ketika beberapa musisi mengemas hasil karyanya dalam bentuk &lt;em&gt;bundling&lt;/em&gt; dan kemudian dipasarkan di beberapa lokasi termasuk di restoran cepat saji. “Hasilnya cukup lumayan karena ada yang bisa terjual sampai 2 juta keping,” jelas Adib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quincy Jones hadir di Bali Jones hadir dalam rangka kegiatan &lt;em&gt;ASEAN Fair 2011&lt;/em&gt; yang diadakan juga sebagai bagian dari KTT ASEAN dan KTT Asia Timur. Dia ikut memeriahkan acara malam kesenian yang digelar saat Gala Dinner Kepala Negara dalam rangka KTT ASEAN dan KTT Asia Timur di Nusa Dua pada 18 November 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penutpan, da tampil bersama Elfas Singers, Eka Deli, Joy Tobing, dan para penari membawakan lagu “We are the World” dengan iringan orkestra Aminoto Kosim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/strong&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-3996828268463099311?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/3996828268463099311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/lima-alasan-indonesia-bakal-jadi-pusat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3996828268463099311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3996828268463099311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/lima-alasan-indonesia-bakal-jadi-pusat.html' title='&lt;strong&gt;Lima Alasan Indonesia Bakal Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Dunia&lt;/strong&gt;'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-V10pNmSki24/Ts2a9JZhkFI/AAAAAAAAB18/rzp0SaL9iqo/s72-c/Mari%2Bmelihat%2Bpameran%2Bkerajinan%2Btangan%2Bhasil%2Bkreativitas%2B%2Banak%2Bbangsa..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-9193028041474958175</id><published>2011-11-22T22:20:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T23:05:09.028-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Janji Pontianak Jika Jadi Tuan Rumah Lomba Sumpit Internasional 2012'/><title type='text'>Janji Pontianak Jika Jadi Tuan Rumah Lomba Sumpit Internasional 2012</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wkJqUdRdhDw/TsySyeIK7nI/AAAAAAAAB1w/8vFVcm_X7vQ/s1600/Jembatan%2BKapuas%252C%2Btrade%2Bmark%2Bdan%2Burat%2Bnadi%2BKota%2BPontianak.%2BFoto%2BAdji%2BK.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wkJqUdRdhDw/TsySyeIK7nI/AAAAAAAAB1w/8vFVcm_X7vQ/s200/Jembatan%2BKapuas%252C%2Btrade%2Bmark%2Bdan%2Burat%2Bnadi%2BKota%2BPontianak.%2BFoto%2BAdji%2BK.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678074625985801842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Xc2xmmbR1SM/TsyStRixPsI/AAAAAAAAB1k/OVrfnW6TJYk/s1600/Kadisbudpar%2BPontianak%2B%2528baju%2Bseraga%252Cm%2Bhijau%2529%2Bdengan%2Bkabid%2BWilayah%2BKaliman%2Bdan%2BSulawesi%2BDiana%2Bserta%2Bstaffnya.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Xc2xmmbR1SM/TsyStRixPsI/AAAAAAAAB1k/OVrfnW6TJYk/s200/Kadisbudpar%2BPontianak%2B%2528baju%2Bseraga%252Cm%2Bhijau%2529%2Bdengan%2Bkabid%2BWilayah%2BKaliman%2Bdan%2BSulawesi%2BDiana%2Bserta%2Bstaffnya.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678074536708357826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Melihat Singkawang sukses menggelar International Borneo Sumpit Tournamen (IBOST) atau lomba sumpit internasional yang digelar 3 hari 18-20 November lalu,  Pontianak pun tertarik dan siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan event serupa tahun depan.  Apa yang akan dibenahi Pontianak agar event ini lebih sukses baik dari jumlah pengunjung, peserta dan  prestasinya?&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pontianak punya alasan kuat mengapa ingin menjadi tuan rumah IBOST lantaran lomba sumpit ini dipandang punya kans kuat menjaring wisatawan. “Saya lihat event ini bisa menjadi salah satu wadah promosi obyek wisata di Pontianak,” jelas Kadisbudpar Pontianak Utin Hadidjah yng akrab disapa Ice di Pontianak, Senin (21/11/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya itu ditujukan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) dalam hal ini Direktorat Promosi Dalam Negeri (PDN) yang menjadi penggagas dan penyelenggara event lomba sumpit  tingkat internasional pertama kali di Singkawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pontianak, sambung Ice lagi bukan semata ibukota Kalbar tapi juga pintu masuk wisatawan  ke Pontianak dan daerah lain di Kalbar.  “Rasanya wajar kalau Pontianak yang menjadi tuan rumah tahun depan. Dan diharapkan kota dan kabupaten lain di Kalbar dapat memanfaatkan event ini untuk mempromosikan obyek-obyek wisatanya lewat pameran maupun  pentas seni budaya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ice penyelenggaraan IBOST di Singkawang kemarin sudah berjalan baik. Kekurangannya dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;timing&lt;/span&gt; acara ke acara yang  kurang  pas dan lokasi lombanya kurang sesuai dengan karakter  sumpit. “Sumpit itu sifatnya  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;back nature&lt;/span&gt;, meski tempatnya  disesuaikan  dengan suasana  seperti hutan  biar lebih dapat karakternya,”  jelasnya seraya menyebutkan salah satu lokasi yang bakal dijadikan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;venue &lt;/span&gt;lomba sumpit di Pontianak di Jeruju Besar, masih di kota Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah peserta lomba di Singkawang juga belum banyak, dari Malasysia hanya dua klub sumpit saja yakni Kelab Menyumpit Julau (KMJ) dan Sarawak Dayak National Union (SDNU). “Nanti kalau di Pontianak, saya akan bekerjasama dengan Bimega yang bisa mengorganisir event untuk kawasan Asean. Selain itu juga akan  mengajak  bekerjasama dengan Persatuan Sumpit Kalbar, agar pesertanya lebih banyak lagi," akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Incentive Bagi Wisatawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;incentive&lt;/span&gt; bagi wisatawan, lanjutnya akan  mengandeng  ASITA dan PHRI  untuk memberikan potongan harga  baik  tiket pesawat ,  hotel,  supermarket, mall, dan restoran . “Kita akan mengadakan koordinasi dulu dengan pihak terkait. Karena kita tidak bisa urus semua sendiri. Kita harus  duduk satu meja, satu bahasa, dan satu komitmen,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Incentive &lt;/span&gt; seperti itu, lanjut Ice pernah dilakukan sewaktu Pontianak menggelar Hari Jadi Kota Pontianak. “Selama 1 bulan mulai dari 23 September-23 Oktober kami memberi diskon  seluruh hotel di Pontianak, restoran mall dan lainnya.  Besar diskonnya  tergantung produk,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hasil prestasi lomba sumpit di Singkawang yang hampir seluruh hadiahnya disabet dua klub asal Serawak Malaysia, Ice berjanji akan menghimbau Persatuan Sumpit Kalbar untuk menyiapkan para atlit sumpitnya berlatih dengan lebih baik dan serius lagi. “Saya berharap kalau lomba sumpit jadi digelar di Pontianak tahun depan, bukan cuma dapat menjaring wisman sebanyak mungkin pun berhasil menjadi pemenangnya,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kontribusi apa yang akan diberikan Pemkot Pontianak jika menjadi tuan rumah nanti, Ice mengaku belum tahu. “Saya akan beritahukan ke Walikota Pontianak dulu. Setelah itu baru saya sampaikan apa saja yang dapat diberi Pontianak,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur PDN, Kemenparekraf M. Faried mengaku belum dapat memastikan siapa yang bakal menjadi tuan rumah lomba sumpit internasional tahun depan. Menurutnya baru ada tiga kota yang berminat menjadi tuan rumah yakni Kota Balikpapan, Kaltim, Kota Pontianak dan Kota Singkawang, Kalbar. “Bisa jadi nanti ada kota  lain yang mengajukan diri. Kami sedang mengevaluasi dulu hasil lomba sumpit pertama di Singkawang sekaligus menampung semua saran dan kritik termasuk saran soal sarat menjadi tuan rumah lomba sumpit nanti,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petrus Lengkoi, seniman besar Dayak yang menciptakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tari Sumpit&lt;/span&gt; mengatakan kategori pertandingan lomba sumpit nanti harus ditambah lagi. Jangan hanya kategori berdiri dan jongkok, tapi juga duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu peserta lombanya juga harus ditambah dari luar Kalimantan seperti Jawa dan lainnya agar lebih marak lagi persaingannya. “Di Jakarta ada banyak warga Dayak yang juga jago menyumpit, seperti di sejumlah anjungan Kalimantan yang ada di TMII. Jadi harus diikutsertakan,” imbaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-9193028041474958175?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/9193028041474958175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/janji-pontianak-jika-jadi-tuan-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/9193028041474958175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/9193028041474958175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/janji-pontianak-jika-jadi-tuan-rumah.html' title='Janji Pontianak Jika Jadi Tuan Rumah Lomba Sumpit Internasional 2012'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wkJqUdRdhDw/TsySyeIK7nI/AAAAAAAAB1w/8vFVcm_X7vQ/s72-c/Jembatan%2BKapuas%252C%2Btrade%2Bmark%2Bdan%2Burat%2Bnadi%2BKota%2BPontianak.%2BFoto%2BAdji%2BK.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-6796159951683376977</id><published>2011-11-22T04:02:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T16:14:05.788-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petrus Lengkoi Seniman Besar Dayak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat Sang Maestro Seni Tradisional Dayak'/><title type='text'>Curhat Sang Maestro Seni Tradisional Dayak</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-c8YFh_018d4/TsuV0OjTPDI/AAAAAAAAB1Y/svSl_hczWGY/s1600/Sang%2Bmaestro%2Bseni%2Bbudaya%2Btradisonal%2BDayak.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-c8YFh_018d4/TsuV0OjTPDI/AAAAAAAAB1Y/svSl_hczWGY/s200/Sang%2Bmaestro%2Bseni%2Bbudaya%2Btradisonal%2BDayak.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677796479722535986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-KiRCTxjTJm0/TsuUiQn8-VI/AAAAAAAAB1M/5oZPUEo8e_U/s1600/Penulis%2Bdan%2BPetrus%2Bsang%2Bmaesrto%2Bseni%2Bbudaya%2Btradisional%2BDayak%2Bdi%2BSingkawang.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-KiRCTxjTJm0/TsuUiQn8-VI/AAAAAAAAB1M/5oZPUEo8e_U/s200/Penulis%2Bdan%2BPetrus%2Bsang%2Bmaesrto%2Bseni%2Bbudaya%2Btradisional%2BDayak%2Bdi%2BSingkawang.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677795071529646418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Entah apa jadinya nasib kesenian tradisional Suku Dayak Kalimantan khususnya di Kalimantan Barat, jika tidak ada sosok pria bernama Petrus Lengkoi ini? Mungkin  bisa jadi kita tidak akan melihat eksotisnya Tari Sumpit, keunikan aneka pahatan kayu bermotif khas Dayak, pakaian kulit kayu, dan lainnya. Di tengah perjuangannya menghidupkan dan mengembangkan seni budaya tanah leluhurnya itu, pria jelang senja ini mengaku masih dihadang bermacam kendala sebagaimana curhatnya. Apa saja?&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Petrus di pembukaan Lomba Sumpit Internasional pertama di Singkawang memberi warna tersendiri sekaligus membetot perhatian pengunjung termasuk para peserta lomba. Bagaimana tidak, lelaki berusia 69 tahun kelahiran Kabupaten Bengkayan, Kalbar ini tampil begitu eksotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengenakan pakaian perang khas dayak. Badannya hanya ditutupi kalung dari belulang hewan. Di pinggangnya tergantung sebilah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mandau&lt;/span&gt;, senjata khas Dayak. Kepalanya berhias mahkota  dari bulu Burung Enggang yang menjadi maskot Kalbar. Rambutnya yang mulai memutih dibiarkan panjang terurai lurus sebahu. Kedua paha kakinya bertato motif Dayak. Kedua pergelangan tangan dan kakinya dihiasi aneka gelang etnik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penampilan dan karakter kuatnya itu, otomatis Petrus begitu mudah menarik perhatian pengunjung, sekalipun banyak peserta lain yang berpakaian khas Dayak lainnya, termasuk etnis Dayak dari Serawak, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petrus bukan sekadar hadir memeriahkan pembukaan lomba sumpit ini, pun sejak awal  dia mendampingi Walikota Singkawang Hasan Karman dan Direktur Promosi Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemnparekraf) M. Faried menunju lokasi  acara pembukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pada hari kedua, dia menarikan Tari Sumpit hasil ciptaannya sejak tahun 80-an silam. Bagi orang Bengkayan, Petrus adalah seniman besar. Bagaimana tidak lewat kreativitasnya, dia bukan hanya menciptakan Tari Sumpit tapi juga tarian Dayak lainnya seperti Tari Mandai dan Tari Berburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga seorang pemahat kayu belian yang ulung. Hasil pahatannya sudah dijual ke mancangara. Belum lama ini, salah satu pahatan kayunya sepanjang 30 Cm dengan berat 40 Kg dibeli orang Malaysia seharga Rp 50 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas kesehariannya tak lepas dari pengembangan seni budaya Dayak. Kalau dia tidak dipanggil untuk mempromosikan seni budaya Dayak ke sejumlah kota di Tanah Air dan mancanegara, dia memahat kayu dan membuat baju kulit kepuak dan bantok. Dia pun kerap menerima pesanan baju kulit khas Dayak seharga Rp 1juta - 1,5 juta per baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Kalbar, dia bukan saja maestro seni tradisional Dayak namun juga duta budaya Dayak. Dia kerap diundang dan diajak keliling kota di Indonesia bahkan mancanegara. Belum lama ini dia mempromosikan seni budaya Dayak di Thailand, kemudian langsung ke Jakarta dan meramaikan acara Lomba Sumpit Internasional di Singkawang yang diselenggarakan Kemenparekraf bekerjasama dengan Pemprov Kalbar dan Pemkot Singkawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Desember 2011, dia bakal terbang ke Korea Selatan untuk tujuan yang sama yakni mempromosikan seni budaya Dayak, termasuk sumpit yang menjadi permainan tradisional asli Dayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kendala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjuangannya mengembangkan dan memperkenalkan seni budaya Dayak, dia mengaku masih mendapat banyak kendala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala yang dialaminya antara lain minat anak muda Dayak terhadap seni budaya Dayak semakin menipis. Terlebih gempuran budaya global termasuk maraknya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;game online&lt;/span&gt;. Dia pun khawatir nanti tidak ada orang yang menggantikannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu dia berjuang keras menghidupkan dan mengembangkan seni budya Dayak ke generasi muda. Bukan saja di tanah kelahirannnya tapi juga diluar Bengkayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 70-an sampai tahun 80-an dia aktif mengembangkan seni budaya dayak di Putusibau. Selepas itu dia ke Sintang sampai tahun 90-an dan kembali ke Bengkayan sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata dia, di Bengkayan kini sudah ada 5 bibit seniman yang sudah kelihatan kreativitasnya, sedangkan yang lainnya baru memulainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kerap menyampaikan pesan ke generasi muda Dayak agar tidak meninggalkan seni budaya Dayak kendati pandai bermain game online lewat komputer, handphone  maupun internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhatnya, di Bengkayan banyak anak kecil dan muda-mudi yang justru lebih condong bermain game online.  Jadi sebelum terlambat, dia  terus mendengungkan seni  budaya nenek moyangnya ke generasi muda setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala lainnya, belum adanya bantuan dana untuk pengembangan seni budaya Dayak ini dari pemerintah setempat. Kata dia, selama ini pemerintah kurang peduli untuk urusan pengambangan ini. Untungnya, sejak kepemimpinan Bupati Bengkayan Suryatman Gedot mulai ada perhatian. Nanti mulai tahun 2012, Pemkab Bengkayang akan memberikan subdsidi biaya hidup kepada pekerja-pekerja seni seperti dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadangan lainnya, ketersediaan sumber daya alam untuk pengembangan seni budaya Dayak kian terbatas. Menurutnya pakaian perang khas Dayak dan aksesorisnya tergantung dari hutan. Begitu juga dengan kerajinan tangan termasuk seni pahatnya. Sementara hutan di Kalimantan termasuk di Kalbar kian menipis akibat peruntukan perkebunan kelapa sawit dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berharap agar pemerintah tegas membatasi lahan perkebunan sawit sebelum terlambat, sebelum hutan Kalimantan tak tersisa lagi. Menurutnya sekarang sulit mendapatkan bahan utama kayu pahat dan pembuatan aksesoris baju khas Dayak karena hutan semakin berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata dia, boleh saja ada perkebunan sawit namun harus seimbang dengan hutan asli. Bagaimanapun hutan belantara bukan hanya menjadi sumber kehidupan bagi orang Dayak, pun sumber inspirasi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;seni budayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-6796159951683376977?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/6796159951683376977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/curhat-sang-maestro-seni-tradisional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/6796159951683376977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/6796159951683376977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/curhat-sang-maestro-seni-tradisional.html' title='Curhat Sang Maestro Seni Tradisional Dayak'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-c8YFh_018d4/TsuV0OjTPDI/AAAAAAAAB1Y/svSl_hczWGY/s72-c/Sang%2Bmaestro%2Bseni%2Bbudaya%2Btradisonal%2BDayak.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-9089078483704721328</id><published>2011-11-22T01:34:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T02:53:38.138-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menikmati Pesona Lain Singkawang dari Bukit Rindu Alam'/><title type='text'>Menikmati Pesona Lain Singkawang dari Bukit Rindu Alam</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3DnOhhvnkg8/Tst9ZdJ03yI/AAAAAAAAB1A/4EDwGzfAaR8/s1600/Panorama%2Bdari%2BBukit%2BRindu%2BAlam%252C%2BSingkawang.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3DnOhhvnkg8/Tst9ZdJ03yI/AAAAAAAAB1A/4EDwGzfAaR8/s200/Panorama%2Bdari%2BBukit%2BRindu%2BAlam%252C%2BSingkawang.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677769631506685730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-4dD3U3ohnv0/Tst9UnTXzvI/AAAAAAAAB00/o8aqSMeR4yc/s1600/Patung%2Bhewan%2Braksasa%2Bdi%2B%2BBukit%2BRindu%2BAlam%252C%2BSingkawang.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-4dD3U3ohnv0/Tst9UnTXzvI/AAAAAAAAB00/o8aqSMeR4yc/s200/Patung%2Bhewan%2Braksasa%2Bdi%2B%2BBukit%2BRindu%2BAlam%252C%2BSingkawang.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677769548331732722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;i&gt;Kalau ke Singkawang cuma lihat kelentengnya saja yang tersebar di segala penjuru kotanya, itu biasa. Begitupun kalau sekadar bermain di Pantai Pasir Panjangnya yang berpasir putih. Cobalah cari atmosfir dan sudut pandang berbeda, misalnya mendaki Bukit Rindu Alam untuk melihat panorama hamparan laut dengan Pulau Randayan dan bentangan pantai landainya. Pasti bakal menemukan suasana tak biasa.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai namanya, obyek wisata Bukit Rindu Alam di Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat, memang berada di kawasan perbukitan. Tinggi puncaknya sekitar 400 meter di atas permukaan laut. Untuk menuju tempat tersebut, kita harus melalui jalan menanjak dan berkelok-kelok dari pintu gerbang hingga puncak Bukit Rindu Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai membayar tiket masuk di pintu gerbang yang dijaga petugas loket seharga Rp 15.000 per orang. Mobil kita siap-siap menanjak hingga puncaknya. Untungnya pengelola bukit ini menyediakan marka jalan termasuk peringatan untuk memasang gigi 1 saat menajak maupun menuruni jalan beraspal ke bagian atas bukit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar puncaknya, tepatnya di sebelah kiri jalan sudah tersedia sejumlah saung untuk tempat bersantai bagi pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  saungnya, pengunjung dapat menikmati udara segar dan sejuk, panorama Singkawang, dan hamparan Laut Cina Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke Rindu Alam tidak lebih dari setengah jam dari pusat kota Singkawang dengan kendaraan roda empat. Kawasan ini berada di daerah pegunungan yang terdiri dari Gunung Kota, Besar, dan Gunung Lapis yang dahulu tidak tersentuh namun kini sudah berubah menjadi kawasan wisata potensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukit Rindu Alam ini mengingatkan kita dengan kawasan Puncak Bogor-Cianjur di Jawa Barat. Kalau orang Jakarta ingin menikmti pemandangan pegunungan, biasanya pergi ke kawasan Puncak Bogor-Cianjur. Nah, bagi orang Singkawang dan sekitarnya termasuk orang Pontianak, perginya ke Bukit Rindu Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya, kalau di Puncak Bogor kita disuguhi pemandangan hamparan perkebunan teh dengan udara dingin berkabut, di Bukit Rindu justru hamparan laut dengan bentangan Pantai Pasir Panjang dan kawasan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja dari puncak bukit ini ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cable car&lt;/span&gt; atau kereta gantung menuju Pantai Pasir Panjang tentu bakal menarik kunjungan wisatawan baik Nusantara maupuan mancanegara lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menjual pemandangan dari atas gunung, kawasan wisata ini juga berdekatan dengan Zinka Zoo (kebun binatang) dan pantai berpasir putih, Pantai Pasir Panjang.&lt;br /&gt;Zinka Zoo ini berbeda dengan kebun binatang lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zinka Zoo ini merupakan perpaduan antara Taman Safari dan kebun binatang konvensional. Di sini kita dapat melihat beberapa hewan langka yang dilindungi oleh negara seperti Orangutan, Gajah, Harimau Putih, Singa, Beruang. Onta, Kuda, Rusa, dan nermacam burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di tamannya selain ada tanaman anggrek bermacam jenis seperti anggrek hitam, anggrek batang tebu juga ada patung hewan raksasa seperti Iguana, Banteng, dan Kura-kura. Ketiga patung itu pun kerap diabadikan gambarnya oleh pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Rindu Alam, selain tersedia saung, juga ada villa dan restoran. Bahkan di tamannya ada panggung untuk berkaroke dengan harga Rp 5.000 per lagu serta beberapa kedai pedagang makanan dan minuman yang buka pas hari libur saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menikmati pesona Singkawang dari bukit, tak ada salahnya kita merasakan keindahan pantai berpasir putihnya di Pantai Pasir Panjang dan juga menikmati panorama&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt; bawah lautnya di perairan Pulau Randayan di seberang Pantai Pasir Panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Bukit Rindu ke Pasir Panjang  cuma sekitarng 18 Km. Selanjutnya kita bisa menyeberang ke Pulau Randayan sekitar 45 menit dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;speedboat&lt;/span&gt; berkapasitas 6-20 orang untuk ber-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;snorkeling, diving&lt;/span&gt; atau berenang di airnya yang biru jernih dan atau berjemur di pantai berpasir putih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hotel di Pasir Pantai Panjang yakni &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Palapa Beach Hotel&lt;/span&gt; menyediakan paket bermalam plus menyeberang ke Pulau Randayan seharga Rp 450.000 per orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan &lt;/span&gt;(adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-9089078483704721328?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/9089078483704721328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/menikmati-pesona-singkawang-dari-bukit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/9089078483704721328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/9089078483704721328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/menikmati-pesona-singkawang-dari-bukit.html' title='Menikmati Pesona Lain Singkawang dari Bukit Rindu Alam'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3DnOhhvnkg8/Tst9ZdJ03yI/AAAAAAAAB1A/4EDwGzfAaR8/s72-c/Panorama%2Bdari%2BBukit%2BRindu%2BAlam%252C%2BSingkawang.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-896320893735124058</id><published>2011-11-21T19:24:00.000-08:00</published><updated>2011-11-21T19:49:36.991-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaysia Bakal Tiru Lomba Sumpit Internasional di Singkawang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lombas Sumpit Intenasional Pertama di Singkawang'/><title type='text'>Malaysia Bakal Tiru Lomba Sumpit Internasional di Singkawang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-BX6UhvQoQFs/TssZVyVuQZI/AAAAAAAAB0o/Lugfbl6fS6s/s1600/Direktur%2BPromosi%2BDalam%2BNegeri%2BKemenparekraf%252C%2BM%2BFaried%2BMenyumpit%2Bdi%2BPembukaan%2BLomba%2BSUmpit%2BInternasional%2Bdi%2BSingkawang.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BX6UhvQoQFs/TssZVyVuQZI/AAAAAAAAB0o/Lugfbl6fS6s/s200/Direktur%2BPromosi%2BDalam%2BNegeri%2BKemenparekraf%252C%2BM%2BFaried%2BMenyumpit%2Bdi%2BPembukaan%2BLomba%2BSUmpit%2BInternasional%2Bdi%2BSingkawang.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677659617311474066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hf_AIuW8g30/TssYz5RXDpI/AAAAAAAAB0c/w7ItQ1MrTGA/s1600/Peserta%2BLomba%2BSumpit%2BInternasional%2Bpertama%2Bdi%2BSingkawang%252C%2BKalbar.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hf_AIuW8g30/TssYz5RXDpI/AAAAAAAAB0c/w7ItQ1MrTGA/s200/Peserta%2BLomba%2BSumpit%2BInternasional%2Bpertama%2Bdi%2BSingkawang%252C%2BKalbar.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677659035056672402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;Peserta Lomba Sumpit Internasional di Singkawang asal Malaysia ternyata bukan sekadar mengikuti ajang lomba tersebut, melainkan sekaligus memantau &lt;/em&gt;bagaimana Indonesia melaksanakan pertandingan sumpit bertaraf internasional kali pertama ini. Mereka pun berencana akan menggelar event serupa di Serawak, Malaysia.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua klub menyumpit asal Serawak, Malaysia yang mengikuti Internasional Borneo Sumpit Tournament (IBOST) di Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) selama 3 hari sejak 18-20 November 2011 lalu yakni Kelab Menyumpit Julau (KMJ) dan Sarawak Dayak National Union (SDNU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua KMJ James Victor Chimbul membenarkan kalau keikutsertaan mereka memang bukan hanya menjadi peserta tapi juga melihat bagaimana Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan lomba sumpit internasional ini. “Kami sekaligus ingin melihat bagaimana Indonesia menggelar pertandingan ini sebagai bekal kami nanti kalau ingin melaksanakan pertandingan serupa di Serawak,” jelasnya di Singkawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, lanjutnya di Serawak kerap diadakan pertandingan menyumpit namun masih dalam skala lokal dan nasional, belum internasional. “Kami juga berharap kalau nanti Malaysia menggelar lomba ini secara internasional, klub menyumpit dari Indonesia juga ikut serta,” harapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James berharap pertandingan ini terus digelar setiap tahun bukan hanya di Indonesia tapi juga di Serawak Malaysia, agar kunjungan wisatawan dari Malaysia dan Indonesia lewat Entikong dan pintu masuk dari Kalimantan lainnya jadi seimbang. “Dengan lomba ini diharapkan juga dapat meningkatan perekonomian masyrakat setempat,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vice President I SDNU Anthony Banyan menambahkan lomba sumpit internasional ini sebaiknya juga digelar di perbatasan masing-masing negara untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat serumpun ini. “Selain lomba sumpit, sebaiknya juga digelar seni budaya masing-masing negara,“ tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lainie salah satu atlit sumpit dari KMJ menjelaskan bahwa sumpit di Serawak sangat disukai warga dayak setempat bahkan menjadi olahraga kelas menengah ke atas. “Dulu sumpit oleh orang dayak di Serawak digunakan untuk membunuh hewan atau berburu. Tapi 10 tahun belakangan tidak lagi hanya untuk dipertandingkan,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lainie menambahkan lombsa sumpit internsional di Sinagkawang berjalan dengan sukses. "Saya kagum dengan acara pembukaannnya, meriah dan  yang ditampilkan aneka tarian lokal," akunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Lainie dan 12 rekan sekumpulannya tidak sia-sia menempuh jarak dari Julau ke Singkawang sekitar 1 hari atau 24 jam dengan bus dan mobil untuk mengikuti lomba sumpit internasional pertama di Singkawang ini. Klub mereka termasuk dari SDNU berhasil menyambet hampir seluruh kategori pria maupun wanita dewasa dalam kejuaraan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati Indonesia hanya mendapat juara 3 beregu putra yang diraih Kabupaten Kapuas Hulu dan Juara 3 beregu putri dari Kota Singkawang, setidaknya kejuaraaan ini memberi kebanggaan tersendiri bagi tuan rumah. Pasalnya aturan lomba yang diadakan di Singkawang dipastikan bakal menjadi aturan lomba sumpit internasional selanjutnya. “Ini suatu kebanggaan bagi kami bahwa aturan pertandingan sumpit internasional ini lahirnya di Singkawang,” ungkap Walikota Singkawang Hasan Karman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBOST 2011 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Pemprov Kalbar dan Pemkot Singkawang ini bertujuan selain untuk melestarikan budaya lokal Borneo yakni menyumpit juga sekaligus untuk menjaring wisatawan dari negeri Jiran ke Indoneisa khususnya ke Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Acara ini akan digelar setiap tahun di Kalimantan. Sampai saat ini ada 3 kota yang bersedia menjadi tuan rumah lomba sumpit internasional untuk tahun 2012 yakni Kota Balikpapan, Pontianak, dan Kota Singkawang lagi. Kami belum bisa menentukan kota mana yang pantas menjadi tuan rumah lomba sumpit internasional untuk tahun depan,” jelas Dirketur Promosi Dalam Negeri, Kemenparekraf M Faried.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/strong&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-896320893735124058?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/896320893735124058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/malaysia-bakal-tiru-lomba-sumpit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/896320893735124058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/896320893735124058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/malaysia-bakal-tiru-lomba-sumpit.html' title='&lt;strong&gt;Malaysia Bakal Tiru Lomba Sumpit Internasional di Singkawang&lt;/strong&gt;'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BX6UhvQoQFs/TssZVyVuQZI/AAAAAAAAB0o/Lugfbl6fS6s/s72-c/Direktur%2BPromosi%2BDalam%2BNegeri%2BKemenparekraf%252C%2BM%2BFaried%2BMenyumpit%2Bdi%2BPembukaan%2BLomba%2BSUmpit%2BInternasional%2Bdi%2BSingkawang.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-3411369110372670875</id><published>2011-11-19T19:47:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T03:08:15.492-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba Sumpit Internasional di Singkawang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat Cinta NKRI Warnai Pembukaan Lombal Sumpit Internasional'/><title type='text'>Semangat Cinta NKRI Warnai Pembukaan Lomba Sumpit Internasional</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-NVyVOBi70wc/Tsr8KGJuBhI/AAAAAAAAB0Q/ys2AA7XxOLI/s1600/Peserta%2BLomba%2BSumpit%2BInternasional%2B2011%2Bdi%2BSingkawang%252C%2BKalbar.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 133px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677627530634200594" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-NVyVOBi70wc/Tsr8KGJuBhI/AAAAAAAAB0Q/ys2AA7XxOLI/s200/Peserta%2BLomba%2BSumpit%2BInternasional%2B2011%2Bdi%2BSingkawang%252C%2BKalbar.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-VKZdiMZO-Ko/Tsr68ystYmI/AAAAAAAAB0E/Eb2_x8Pz2Wo/s1600/Tarian%2Bkolosal%2Bberpakaian%2Badat%2Btradisiona%2Bdari%2Bberbagai%2Bsukau%2Bdi%2BTanah%2BAir%2Bdalm%2Bpembukaan%2BLomba%2BSumpit%2BInternasional%2Bpertama%2Bdi%2BSingkawang.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 133px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677626202562323042" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-VKZdiMZO-Ko/Tsr68ystYmI/AAAAAAAAB0E/Eb2_x8Pz2Wo/s200/Tarian%2Bkolosal%2Bberpakaian%2Badat%2Btradisiona%2Bdari%2Bberbagai%2Bsukau%2Bdi%2BTanah%2BAir%2Bdalm%2Bpembukaan%2BLomba%2BSumpit%2BInternasional%2Bpertama%2Bdi%2BSingkawang.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic; FONT-WEIGHT: bold"&gt;Paduan budaya Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa, dan suku-suku lain di Indonesia dalam tarian “Harmonis dalam Etnis’ meramaikan pembukaan Lomba Sumpit Borneo Internasional atau International Borneo Sumpit Tournament (IBST) di Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (18/11/2011). Tarian kolosal ini berhasil memikat ratusan penonton bahkan menumbuhkan semangat Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tarian yang dibawakan para penari dari Sanggar Seni Simpor ini terbagi dua sesi. Pada sesi pertama, tampil tiga kelompok penari muda-mudi berpakaian adat Melayu, Dayak, dan &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;/span&gt;Tionghoa menari dalam beragam gaya dan pormasi dengan membawa rabana, senjata tradisional dan sumpit. Ratusan penonton yang memadati pinggir lapangan di dekat Taman Burung, termasuk tamu undangan yang duduk di bawa tenda, kontan terpesona melihat aksi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih saat puluhan penari cilik laki-laki dan perempuan masuk ke lapangan sambil menari di sesi kedua dengan berpakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia seperti Jawa, Sunda, Sulawesi bahkan Papua, applaus meriah pun membahana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi para penari cilik itu tak urung bikin&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt; gemes&lt;/span&gt; penonton. Dan ketika semua penari serentak menyanyikan lagu nasional bertajuk &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Dari Sabang Sampai Merauke&lt;/span&gt; sambil menari, hampir seluruh penonton ikut bernyanyi bersama. Atmosfir rasa cinta Tanah Air pun membahana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan Lomba Sumpit Borneo Internasional yang digelar berkat kerjasama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Pemprof Kalbar, dan Pemkot Singkawang ini boleh dibilang begitu kental dengan perpaduan budaya bukan hanya suku yang dominan menetap di Singkawang yakni Dayak, Melayu dan Tionghoa pun suku lainnya. Nuansa budaya lokal amat menonjol dan menjadi daya tarik tersendiri, bukan saja bagi pentonton lokal pun warga Malaysia yang bertandang sekaligus mengikuti lomba ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBST 2011 yang berlangsung sampai tanggal 20 November 2011 dibuka secara resmi oleh Walikota Singkawang Hasan Karman bersama Direktur Promosi Dalam Negeri, Kemenparekraf M. Faried dengan penabuhan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;bedug&lt;/span&gt; dan&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt; gong kenong&lt;/span&gt;. Peserta lombanya selain diikuti sejumlah klub sumpit dari seluruh Kalimantan juga dari 2 klub sumpit asal Serawak, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas persembahan tarisan kolosal, dilanjutkan dengan pawai seluruh peserta dari depan lapangan hingga klenteng. Yang menarik, seluruh peserta lomba mengenakan pakaian adat masing-masing, terutama pakai adat Dayak dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan. Bahkan peserta dari Serawak&amp;lt; Malaysia juga mengenakan pakaian Dayak setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba sumpit internasional ini mempertandingkan kelas internasional perorangan baik putra dan putri dewasa maupun kelas beregu. Ada dua ketegori yang dipertandingankan yakni kategori berdiri dan jongkok. Bahkan ada pertandimgan kelas pemula atau anak-anak pada tanggal 20 November 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana disampaikan M. Faried bahwa lomba ini lebih menekankan sisi pariwisatanya ketimbang lombanya memang terbukti. Buktinya selain menampilkan kebudayan lokal dalam pembukaannya dan hiburan konser musik dangdut ynag menghadirkan penyanyi dangdut Fetty Vera dan Alam, seluruh peserta lomba juga diajak tur ke sejumlah obyek wisata yang ada di Singkawang pada Senin, 21 November 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan lomba ini pun berdampak positif bagi pariwisata Singkawang. Sejumlah hotel di kota ini seperti di Hotel Dangau, Grand Mahkota dan lainnya kebanjiran tamu. Nama Singkawang dan obyek-obyek wisatanya pun otomatis kian dikenal luas sampai negeri jiran mengingat terekspose oleh media baik nasional maupun lokal yang mengunjungi sejumlah obyek wisatanya untuk diliput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak positif lainnya, warga Singkawang dan sekitarnya pun mendapat tambahan dari hasil penjualan industri kreatifnya seperti aneka kerajinan khas Dayak, masakan dan panganan khas Melayu, Dayak, dan Tionghoa, aksesoris dari batu mulia, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan tersebut berasal dari penjualan dalam pameran yang juga diikuti pedagang dari luar Kalimantan maupun kunjungan para peserta lomba, panitia, penyengggara, para artis, dan tamu dari berbagai kota langsung ke obyek wisata, rumah makan, dan lainnya. &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah&amp;amp; Foto: Adji Kurniawan&lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-3411369110372670875?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/3411369110372670875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/semangat-cinta-nkri-warnai-pembukaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3411369110372670875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3411369110372670875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/semangat-cinta-nkri-warnai-pembukaan.html' title='Semangat Cinta NKRI Warnai Pembukaan Lomba Sumpit Internasional'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-NVyVOBi70wc/Tsr8KGJuBhI/AAAAAAAAB0Q/ys2AA7XxOLI/s72-c/Peserta%2BLomba%2BSumpit%2BInternasional%2B2011%2Bdi%2BSingkawang%252C%2BKalbar.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-3157084075725847354</id><published>2011-11-17T03:13:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T03:21:37.872-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pintu Masuk Wisman ke Indonesia Harus Dilengkapi TIC'/><title type='text'>Pintu Masuk Wisman ke Indonesia Harus Dilengkapi TIC</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PpAWxdwFyuc/TsTt-JHZeLI/AAAAAAAABz4/KoJFA1xnr9Y/s1600/Bandara%2BInternasional%2BLombol%2B%2528BIL%2529%2Bpintu%2Bgerbang%2Bpariwisata%2BNTB%2Bterkini.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-PpAWxdwFyuc/TsTt-JHZeLI/AAAAAAAABz4/KoJFA1xnr9Y/s200/Bandara%2BInternasional%2BLombol%2B%2528BIL%2529%2Bpintu%2Bgerbang%2Bpariwisata%2BNTB%2Bterkini.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675923082248288434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Seluruh pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, termasuk badara berlabel internasional harus dilengkapi Tourism Information Centre (TIC) untuk memudahkan turis asing mendapat  informasi wisata yang akurat sebelum menjelajahi Indonesia.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bandara internasional merupakan pintuk masuk awal turis asing ke Indonesia. Dari sanalah gambaran awal tentang Indonesia akan dilihat wisatawan mancanegara. Agar  turis asing mendapatkan gambaran awal Indonesia yang baik dan positif, perlu dikelola pusat informasi pariwisata yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu sebagaimana disampaikan Direktur Promosi Dalam Negeri, Kemenparekraf M Faried usai mengikuti rapat pimpinan (rapim) Kemenparekraf di Jakarta beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu Mari bilang tadi pagi saat rapim, bandara sebagai pintu masuk awal wisatawan asing ke Indonesia harus diberi informasi wisata sebanyak-banyaknya. Bukan saja kebersihan toiletnya,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sebagaimana disampaikan Faried menambahkan perlu adanya koordinasi dengan pihak pengelola bandara yang bersangkutan perihal pengadaan TIC. Dalam rapat koordinasi, dia menyarankan untuk melibatkan pihak Angkasa Pura. “Harus ada sinergi. Jangan seolah-olah menganggap angkasa pura itu tidak berbuat apa-apa,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketidaktersediaan informasi wisata yang baik di bandara dapat berpengaruh terhadap kunjungan wisman.  Wamenparekraf Sapta Nirwandar, kata Faried  kerap mengatak bahwa dari 19 pintu masuk turis asing ke Indonesia, hanya 2 yang negatif terus yakni Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar dan  Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado. “Coba saja buka statistiknya. Selama ini kita yang tidak mau mem-blow up-nya,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, tambah Faried, pernah mengkritik mengapa bandara di Makassar sudah hebat dan berstatus internasional tapi turisnya minus. Bisa jadi karena TIC di bandaranya tidak di-manage dengan baik. “Seharunya provinsi mengelola TIC-nya lalu informasinya di-backup dari disbudpar kabupaten dan kota,” imbaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Faried lagi, sebenarnya dulu bandara di Makassar punya TIC sederhana tapi cuma rak, tidak ada isinya. Waktu itu, lanjut Faried pernah mengatakan langsung kepada kadisnya. Daripada pelayanan TIC tidak bagus, lebih baik dihilangkan ketimbang ada tapi tidak di-manage dengan baik karena bisa membuat wibawa bandara ini turun. “Ternyata TIC itu justru dihilangkan, bukannya  diberesin,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faried mengatakan kalau Mari  tidak menyorot bandara atau pintu masuk mana yang masih lemah dalam pengelolaan penyediaan informasi wisata dan lainnya. “Kayaknya beliau alergi untuk mengkritik langsung bandara yang dimaksud,” kata Faried lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naskah &amp;amp; Foto: Adji Kurniawan &lt;/span&gt; (adji_travelplus@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6377354797711019788-3157084075725847354?l=travelplusindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/feeds/3157084075725847354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/pintu-masuk-wisman-ke-indonesia-harus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3157084075725847354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6377354797711019788/posts/default/3157084075725847354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://travelplusindonesia.blogspot.com/2011/11/pintu-masuk-wisman-ke-indonesia-harus.html' title='Pintu Masuk Wisman ke Indonesia Harus Dilengkapi TIC'/><author><name>adji kurniawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04648434848503782971</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2dGhH0YJV7A/Sekyd9o20xI/AAAAAAAAAA8/dUrkLSR8ogY/S220/Adji.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-PpAWxdwFyuc/TsTt-JHZeLI/AAAAAAAABz4/KoJFA1xnr9Y/s72-c/Bandara%2BInternasional%2BLombol%2B%2528BIL%2529%2Bpintu%2Bgerbang%2Bpariwisata%2BNTB%2Bterkini.%2BFoto%2BAdji%2BK..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6377354797711019788.post-1445782552718661265</id><published>2011-11-16T23:06:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T00:31:25.398-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanjung Aan Lombok Selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Lima Sekawan dari Tanjung Aan'/><title type='text'>Kisah Lima Sekawan dari Tanjung Aan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-98RzN4eR4Ps/TsSzrJKZDJI/AAAAAAAABzs/Gu2XaNAY6Nc/s1600/Lima%2BSekawan%2Bdari%2BTanjung%2BAan%252C%2BLombok%2BSelatan%252C%2BNTB.%2BFoto%2BAdji..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-98RzN4eR4Ps/TsSzrJKZDJI/AAAAAAAABzs/Gu2XaNAY6Nc/s200/Lima%2BSekawan%2Bdari%2BTanjung%2BAan%252C%2BLombok%2BSelatan%252C%2BNTB.%2BFoto%2BAdji..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675858984168918162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-t516z18jd-c/TsSzlImUigI/AAAAAAAABzg/LCeOJKoaE2E/s1600/bentangan%2Bpasir%2Bpuith%2Bkhas%2BTanjung%2BAan.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-t516z18jd-c/TsSzlImUigI/AAAAAAAABzg/LCeOJKoaE2E/s200/bentangan%2Bpasir%2Bpuith%2Bkhas%2BTanjung%2BAan.%2BFoto%2BAdji%2BK..JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675858880938412546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Kalau di Belitung ada 10 bocah yang kisahnya sukses diangkat ke layar lebar bertajuk Laskar Pelangi. Di Lombok Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB) ada 5 bocah yang juga menarik untuk ditelusuri l
