. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Senin, 24 April 2017

Potensi Natuna Dilirik Jerman, Dubesnya Temui Gubernur Kepri Sebelum Penelitian

Potensi Kabupaten Natuna, Provinsi Kepualau Riau (Kepri) diam-diam dilirik Jerman. Buktinya, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, H.E Mr Michael Von Ungern Sternberg berencana melakukan penelitian bidang kelautan dan teknologi di Natuna. Sebelum berangkat ke Natuna, Dubes Jerman itu pun menemui Gubernur Kepri Nurdin Basirun di VIP Bandara Hang Nadim Batam, Senin (24/4/2017) sore.

“Hari ini, Senin Dubes Jerman menemui Pak Gubernur Nurdin di Batam sebelum bertolak ke Natuna untuk melakukan penelitian,” ungkap Kepala Dinas pariwisata (Kadispar) Kepri Bralimar usai mengikuti pertemuan tersebut kepada TravelPlus Indonesia lewat pesan WA, Senin (24/4/207).

Dalam pertemuan itu, lanjut Buralimar, Gubernur Riau menerangkan bahwa Kabupaten Natuna punya beragam potensi, mulai dari pariwisata, kelautan/perikanan, dan energi.

“Natuna penuh pesona Pak Dubes. Tak salah Presiden punya target besar untuk daerah ini. Selain sektor pariwisata dan kelautan/perikanan, pontensi alamnya juga bagus," begitu kata yang disampaikan Nurdin Basirun yang juga didampingi Sekdaprov, TS Arif Fadillah.

Nurdin Basirun pun meminta Dubes Jerman untuk mengajak para pengusaha Jerman datang dan menanamkan investasi di bidang pariwisata, kelautan, dan energi serta investasi di bidang energi listrik di Natuna.

“Gubernur pun meminta Pemerintah Jerman membawa para pengusaha calon investor untuk datang ke Natuna usai melakukan penelitian,” terang Buralimar.

Permintaan Gubernur Kepri itu pun, sambung Buralimar langsung dipenuhi oleh Dubes Jerman. “Dia berjanji setelah selesai penelitian di Natuna, akan membawa pengusaha-pengusaha Jerman ke Kepri,” terang Buralimar.

Menurut Buralimar, Gubernur Kepri sangat mengapresiasi kedatangan Dubes Jerman tersebut menemuinya, sebelum ke Natuna. Sebagai tanda apresiasinya, Nurdin Basirun sampai mengutus tiga Kepala Dinas Provinsi Kepri mendampingi Dubes Jerman dan tim, selama di Natuna.

“Ketiga Kadis tersebut, saya sendiri selaku Kadis Pariwisata, lalu Kadis Kelautan dan Perikanana Edy Sofyan, dan Kadis Kominfo Guntur Sakti,” jelas Buralimar.

Selain didampingi ketiga Kadis Kepri, gubernur juga meminta Bupati Natuna mendampingi Dubes Jerman tersbut selama melakukan penelitian di Natuna.

Kata Buralimar penelitian yang akan dilakukan Pemerintah Jerman tersebut bekerja sama dengan Institut Tekhnologi Sepuluh Nopember yakni di bidang teknologi dan kelautan.

Natuna dipilih Pemerintah Jerman, lanjut Buralimar karena adanya saran dari Kementerian Luar Negeri dan seiring dengan target Presiden RI untuk pengembangan Natuna dari berbagai sektor. "Tentu Pemerintah Jerman juga punya kepentingan dengan Natuna meningat banyak kapal dari Jerman yang melalui laut Natuna,” terangnya.

Adapun kerjasama pengembangan Kepulauan Natuan yang akan dilakukan Jerman juga mencakup bidang telekomunikasi dengan istilah "Digital Island". Tujuannya untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat umum termasuk nelayan dalam melakukan berbagai komunikasi dengan lancar sehingga akan memperbaiki taraf perekonomian masyarakat setempat.

Pemerintah Jerman juga berencana melakukan penelitian di bidang insfrastruktur dan pengembangan ekonomi. “Dubes Jerman dijadwalkan ke Pulau Senua, ke Wilaya Tanjung di Bunguran Barat sampai Kamis nanti. Sedangkan keberangkatan ke Natuna direncanakan, Rabu, 26 April 2017,” ungkap Buralimar.

Menurut Buralimar pertemuan itu baru penjajagan, tahap awal. “Kalau sesuai penelitian ternyata peluangnya bagus, baru para pengusaha Jerman akan datang,” terangnya.

Selain Jerman, menurut Buralimar masih ada beberapa negara lain yang dibidik Kepri untuk berinvestasi di Natuna yakni Uni Eropa dan Australia.

Pesona Senua
Ditinjau dari sektor pariwisata, Pulau Senua di Kabupaten Natuna, Kepri yang akan dikunjungi dan diteliti Dubes Jerman dan tim-nya memang punya potensi luar biasa.

Di website natunakab.go.id dipaparkan pulau berpantai pasir putih dan berair jernih serta berterumbu karang dengan berupa-rupa ikan serta aneka biota laut lainnya ini secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Bunguran Timur, tepatnya berada di seberang Desa Sepempang.

Pulau yang punya legenda Mai Lamah karena bentukya seperti perempuan hamil tengah berbaring (dalam bahasa setempat disebut Senua) ini merupakan pulau terdepan yang berbatasan laut dengan Malaysia Timur.

Ada beragam aktivitas wisata bahari yang bisa dilakukan wisatawan di pulau elok ini seperti berenang, snorkeling, canoeing atau kayaking, memancing dipinggiran pantai, di pelabuhan maupun di atas batu, menelusuri pantai, bermain pasir, permainan voli pantai, memancing dengan menggunakan perahu bermotor, dan menyelam.

Sementara di daratannya, wisatawan bias hiking ke perbukitan, menelusuri goa (caving), dan panjat tebing serta ber-ekowisata melihat hewan langka "Kekah" (Presbytis Natunae) di habitat alaminya yang dikemas dalam bentuk atraksi alami "Kekah Watching".

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: humaskepri & natunakab.go.id

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP