. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Minggu, 21 Agustus 2016

Gara-Gara Hari Nusantara 2016, Pesona Lembata Bakal Kian Mendunia

Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat beruntung terpilih menjadi lokasi penyelenggaraan peringatan Hari Nusantara (Harnus) 2016 yang akan berlangsung pada 13 Desember mendatang. Soalnya hajatan Nasional ini akan dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Para menteri Kabinet Kerja termasuk 5.000 undangan pun diperkirakan akan datang. Pasti akan menjadi sorotan media massa dan media sosial (medsos) hingga nama Lembata otomatis bakal kian mengangkasa.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam pointers sambutannya yang akan disampaikan pada acara launching Hari Nusantara 2016, Senin (22/8) di Jakarta, mengatakan Kabupaten Lembata terpilih menjadi lokasi karena memiliki potensi alam, baik bahari dan petualangan (adventure) yang dilengkapi dengan budaya khas Kepulauan Solor.

Lembata merupakan sebuah pulau gugusan Kepulauan Solor yang terletak di antara Kabupaten Flores Timur (Flotim) dan Kabupaten Alor.

“Beberapa destinasi wisata Kabupaten Lembata yang sudah dikenal antara lain Bukit Doa Watomiten, Bukit Cinta, Kuma Resort Waerajang, Pantai Jontona, Fosil Paus Biru di Desa Watodiri Jontona terdampar sejak 2008, dan Indopearls di Waienga-Lebatukan berupa budidaya kerang mutiara dan budidaya lokal ikan kerapu,” terang Arief Yahya dalam pointers sambutannya yang TravelPlusIndonesia terima dari Kabid Promosi Pariwisata Bahari, Kemenpar, Haryanto di Jakarta, Sabtu (20/8).

Menurut Arief Yahya atraksi berburu Paus di Lamarela bisa dijual meski perlu dengan pengawasan dan penjelasan transparan terkait jenis Paus yang diburu dan jumlahnya dalam setahun. Setiap tahun NTT, khususnya Kabupaten Lembata telah disinggahi kapal yacht dari berbagai macam negara melalui event Wonderful Sail 2 Indonesia.

“Pada tahun ini, kapal yacht bersandar dan para yachter disambut di Pelabuhan Lewoleba, sebanyak 30 kapal yacht (jumlah peserta kurang lebih 90 orang) dari negara-negara peserta Wonderful Sail 2 Indonesia yakni Lithuania, Jerman, Filipina, Australia, Belanda, Inggris, dan Selandia Baru,” uncap Arief Yahya lagi.

Soal aksebilitas menurut Arief Yahya sudah tersedia penerbangan, namun runway perlu diperpanjang untuk pesawat jenis Boeing.

“Begitupun untuk alat transportasi, sudah ada mobil penyewaan, meski untuk menjelajah pedalaman khusus memerlukan mobil jenis double garden,” terangnya.

Terkait amenitas, Arief Yahya melihat fasilitas di tujuan wisata seperti hotel, restoran, dan sarana lainnya yang disediakan bagi wisatawan di Lewoleba (Ibukota Lembata) masih terbatas.

“Terakhir ada sekitar 10 akomodasi atau hotel namun 2 yang recommended dan itu masih dengan layanan yang kurang prima,” akunya. Di daerah lain (Kecamatan) selain Kota Lewoleba, sambung Arief Yahya hampir tidak ada penginapan kecuali di rumah penduduk atau camping.

Menurut Arief Yahya untuk pengembangan pariwisata di Lembata perlu diundang investor lebih banyak lagi untuk melihat potensi Lembata.

Catatan lain, lanjut Arief Yahya, dive operator belum ada, termasuk SDM lokal sebagai guide, padahal potensinya sangat prospektif.

Selain itu pengembangan desa wisata perlu diperbanyak untuk melibatkan masyarakat lokal dalam aktivitas pariwisata. “Terakhir, Lembata bagus untuk paket wisata religi khususnya Katolik,” pungkas Arief Yahya.

TravelPlusIndonesia memprediksi gaung perayaan Harnus 2016 di Lembata akan me-Nasional bahkan mendunia sebagaimana acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) sebagai puncak acara peringatan  HUT Kemerdekaan RI ke-71 di Danau Toba, Sumatera Utara, 20-21 Agustus.

Pasalnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga Ketua Dewan Kelautan Indonesia dijadualkan akan menghadiri sekaligus membuka secara resmi hajatan Nasional tersebut, sebagaimana disampaikan Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia, Dedy H Sutisna baru-baru ini.

Menurut Dedy sebagai tuan rumah Kabupaten Lembata harus menyiapkan diri, terutama infrastruktur jalan, air, dan listrik serta sarana prasarana transportasi laut, darat, dan udara. Tak ketinggalan hotel dan restoran serta perumahan rakyat yang layak huni.

“Kenapa? Karena diperkirakan undangan yang datang berjumlah sekitar 5.000 orang termasuk para menteri," ujar Dedy.

TravelPlusIndonesia sendiri mencatat, Kabupaten Lembata pun memiliki daya tarik wisata (DTW) yang sudah mendunia, salah satunya Desa Lamalera.

Di desa ini masyarakatnya memiliki keunikan berupa budaya berburu mamalia paus (the whale hunting) dengan peralatan tradisional seperti pledang (perahu layar tanpa mesin), dan tempuling (tombak bambu yang ujungnya berkait terbuat dari besi) yang dipergunakan untuk menikam paus.

Sebelum berburu, mayarakatnya menggelar serangkaian seremonial adat, seperti Tobo Nama Fata (ritus penyelesaian masalah suku dan tuan tanah sebelum berburu paus), ritus Ie Gerek di batu paus oleh tuan tanah Suku Langowujo yang dilakukan pada tanggal 29 April setiap tahun.

Selanjutnya pada tanggal 1 Mei setiap tahun diadakan Misa Leva dengan tradisi agama Katolik untuk memohon restu kepada Tuhan atas musim Leva yang akan terjadi mulai tanggal 2 Mei hingga 30 September setiap tahun.

Sudah sejak lama serangkaian ritus tersebut diminati wisatawan baik lokal, nusantara maupun mancanegara terlebih acara perburuan pausnya yang dilakukan secara tradisional.

Selain menyaksikan seluruh rangkaian upacara adat tersebut, wisatawan juga dapat melihat peralatan tradisional perburuan paus di Kompleks Rumah Pledang, dan suguhan paket atraksi wisata budaya tetap oleh masyarakat lokal serta kehidupan masyarakat lokalnya yang unik.

Tak sulit menjangkau Desa Lamalera, dari Kota Lewoleba wisatawan dapat menggunakan transportasi umum (publik transport) dari Terminal Waikomo, sebelah Barat Lewoleba. Bisnya berangkat pada pukul 12.00 siang. Waktu tempuhnya sekitar 4 jam.

Soal penginapan tak perlu khawatir, wisatawan dapat bermalam di sejumlah homestay yang tersedia di Desa Lamalera, antara lain Maria, Ben, dan Femina homestay, termasuk menikmati makanan dan minuman lokalnya.

Dengan terpilihnya Kabupaten Lembata sebagai tuan rumah Harnus 2016, dipastikan Desa Lamarela dan sejumlah DTW di kabupten seluas 4.620,285 km2 yang terdiri atas wilayah daratan 1.266,390 km2 dan wilayah lautan 3.353,895 km2 ini, akan semakin mendunia namanya.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig:@adjitropis)
Foto: disbudpar lembata


0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP