Rabu, 04 Mei 2016

Ini yang Bikin ATF 2016 di STP Bandung Prestisius

Konferensi Asia Tourism Forum (ATF) 2016 berlangsung 3 hari dari tanggal 7-9 Mei di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Jawa Barat. Kepala STP Bandung Anang Sutono, CHE mengklaim ATF 2016 ini prestisius. Apa pasalnya?

Menurut Anang Sutono, CHE ada beberapa faktor yang membuat ATF yang ke-12 ini pantas menyandang predikat prestisius. 

Pertama kegiatan 2 tahunan ini berhasil dimenangkan Indonesia sebagai tuan rumah setelah sukses dalam tahap bidding (proses tender) mengalahkan Malaysia, Tiongkok, dan Singapura pada tahun 2014 lalu di Hongkong.  

"Bukan hal mudah kami bisa mengalahkan ketiga negara itu dan meyakinkan negara lain bahwa kami siap menjadi tuan rumah yang baik," terang Anang dari Bandung, Rabu (4/5) sebagaimana disampaikannya lewat pesan WA ke Travelplusindonesia di Jakarta.

Faktor kedua, ATF 2016 yang bertema “A New Approach To Wonderful Tourism” kali ini rencananya akan diikuti  30 negara dengan 500 peserta. Namun berdasarkan data rekapitulasi peserta ATF 2016 di STP Bandung  sampai tanggal 10 April 2016, jumlah pesertanya yang sudah registrasi sebanyak 436 orang dari 21 negara.

Delegasi peserta  terbanyak dari tuan rumah yang sudah registrasi ada 384 peserta  terdiri atas 202 participant dan 182 presenter. Delegasi peserta terbanyak kedua dan dan ketiga diduduki Malaysia dan Filipina masing-masing 11 peserta.

Beberapa  negara ada yang hanya mengirimkan pesertanya sebagai participant, ada juga yang cuma presenter atau sebaliknya.

Negara pesertanya bukan hanya dari kawasan Asia seperti India, Bangladesh, Tiongkok, Srilangka, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Mesir, Yordania, Hongkong, Nepal, Korea Selatan, dan Filipina, pun beberapa negara dari benua Eropa, Australia, dan America seperti Perancis, Belanda, Inggris, Portugal, USA, dan Australia.

Faktor ketiga yang bikin ATF 2016 ini prestisius, lanjut Anang karena dihadiri para pembicara terkemuka di bidang pariwisata yang memiliki reputasi internasional antara lain Prof. Kaye Chon, Ph.D.,CHE, FIH (Hongkong Polytechnic University) sekaligus sebagai founder ATF.

“ATF 2016 ini juga akan dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sekaligus sebagai keynote speaker. Selain itu juga ada narasumber pengganti dari USA dan Google Indonesia serta President Asosiasi GM,” terang Anang.

ATF 2016 ini, lanjut Anang rencananya akan dihadiri juga oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil. “Tapi beliau  tiak bisa hadir lantaran sedang ke Turki. Sedangkan Chairman of Paper Reviewer ATF 2016 Alastair M. Morrison berhalangan hadir karena sakit. Sementara yang lainnya okey..," kata Anang.

Faktor keempat, ATF 2016 didahului dengan seminar bertajuk Power Talk-Tourism Research Forum  (Journey to Asia Tourism Forusm 2016) di Gedung Ciremai STP Bandung, Jalan Setiabudi, beberpa bulan lalu, tepatnya Rabu (11/11/2015).

Ketika itu Prof Kaye Chon yang menjadi salah satu pembicara dalam seminar yang digelar STP Bandung tersebut mengatakan dalam pengembangan pariwisata, keberadaan sosmed (sosial media)  menjadi faktor yang juga sangat krusial. “Rata-rata warga Korea tidak menggunakan Google dalam mencari obyek wisata melainkan lewat Line dan aplikasi lainnya,” aku Kaye Chon.

Alastair M. Morrison pembicara lain dalam seminar itu mengatakan ATF 2016 diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan turis menjadi double. “Namun yang terpenting Indonesia dalam menjual pariwisatanya, tidak hanya menjual produk melainkan experience. Kuncinya adalah kreativitas. Sebab kreativitas akan memunculkan experience,” terang Morrison saat itu.

Menurut Anang ATF diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan jejaring antar peneliti, praktisi di bidang industri pariwisata, dan pembuat kebijakan untuk bersinergi dan berkolaborasi.   “Para pesertanya nanti dapat mengembangkan penelitian untuk pengembangan, pemasaran, dan manajemen di Asia,” terang Anang lagi.

ATF pertama kali diadakan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam pada tahun 1993. Tiga tahun kemudan forum yang kedua juga dilakukan di tempat yang sama pada tahun 1996. “Selanjutnya sampai sekarang, forum ini diadakan setiap dua tahun sekali atau biennial,” ujar Anang.

Tahun ini, STP Bandung  menjadi tuan rumah untuk kali kedua. Sebelumnya pernah menjadi tuan rumah untuk ATF biennial conference ke-10 pada tahun 2012.

Anang mengaku bangga ATF 2016 digelar di STP Bandung sebab even ini secara tidak langsung dapat mengangkat harkat martabat Kota Bandung.

“Kami berharap ATF 2016 di STP Bandung kali ini bukan hanya memberi kontribusi positif bagi pariwisata Indonesia juga buat negara-negara lain di kawasan Asia dan benua lainnya,” pungkas Anang.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com)
Foto: dok. Anang Sutono, CHE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar